
Kenan tertidur dipangkuan Thalita yang sedang asyik bercengkrama dengan safira di ponselnya. Cukup lama Thalita berbicara dengan safira, mereka membicarakan Winda karna sikapnya akhir-akhir ini sangat berbeda.
"Ken, bangun.." Thalita membangunkan suaminya agar pindah posisi tidurnya.
"Udah selesai telfonnya? Kalian membicarakan apa, lama sekali"
"Emm... kita ngomongin Winda"
"Winda? sahabat kalian itu?"
"Iyaa..winda yang kamu kenal juga"
"Wahh..kalian ini kacau sekali, membicarakan sahabat sendiri dibelakangnya"
"Eehhh... ngomongin apa dulu. Kita ngga ngomongin yang jelek jelek kok" Thalita menepis ucapan Kenan
"Aku ngga ngerti deh semenjak dari Resort sikap Winda tuh beda banget, apalagi kalo sama Revan bawaannya sewot mulu" sambung Thalita
"Emm.. apa Revan sedang dekat dengan wanita lain?" tanya Kenan
"Iya..kok kamu tau?" jawab Thalita heran.
"Yaa..pantas saja Winda marah"
"Maksud kamu?? Winda cemburu gitu"
"Tentu saja dia cemburu, sama halnya dengan kamu yang marah ketika Disya mendekatiku, benar kan?"
__ADS_1
"Yaa beda lah.. kita kan memang punya hubungan , lah kalau mereka ?? Ahh...kaya nya kamu tau sesuatu ya tentang mereka?"
"Hemm sepertinya iya. tapi aku lupa" jawab Kenan dengan tingkah berpura-pura lupa
Thalita mendekat dan merengek sambil menghiyang goyangkan lengan Kenan
"Kasih tau aku dong ken.. ken.."
"Kenapa kamu tanya aku, tanyakan saja pada mereka. hooam.. sudahlah aku ngantuk"
"Ayolah Ken... aku penasaran"
"Lalu kau tidak penasaran denganku? Sudahlah berhenti membicarakan mereka"
"Ken.. hahh...aku ngga bisa tidur nih karna penasaran"
"KEN!! Jahat banget si!!"
"Ya ampun ken, sama istri aja kamu minta imbalan"
"Tentu saja ini tidak gratis, aku sudah berjanji kepada Revan untuk berpura-pura tidak tahu. Aku akan berdosa jika melanggar janjiku"
"Yaudah iya. kamu mau imbalan berapa?"
"cihh..berapa apanya? Aku tidak membutuhkan uang. Uangku lebih banyak darimu"
"Isshh....sombong! Trus kamu mau imbalan apa?" tanya Thalita namun dibalas dengan tatapan Kenan yang seperti macan yang mau menerkam.
__ADS_1
................
Sudah beberapa hari ini Revan tidak pernah terlihat dikampus. Terkadang Winda bertanya-tanya sendiri dan mencari sosok Revan. Namun setelah itu ia kembali pada niatnya yang ingin melupakan Revan.
"Gw tuh kenapa si.. ngapain juga gw masih nyariin dia.. yaa Tuhan sadar Win sadar, Revan bukan siapa-siapa lo.." ucap Winda sambil memukul kepalanya pelan.
"Hehh..kenapa lo?" suara Safira mengagetkan Winda yang sedang melamun
"Ehh ngagetin aja lo ah gw kira siapa" jawab Winda
"Lo ngarepin siapa emangnya ?" tanya Thalita
"Siapa? bukan siapa-siapa cuma kaget aja gw"
Kini kegalauan Winda hilang seketika dengan datangnya Thalita dan Safira. Seperti biasa mereka tertawa dan makan bersama.
Sebenarnya Thalita berhasil mengorek informasi dari suaminya itu dengan imbalan tubuhnya. Entah berapa kali Kenan bermain-main dengan tubuh Thalita sampai Thalita lemas tak berdaya. Namun demi rasa keingin tahuannya ia pasrah.
Thalita pun menceritakan semuanya kepada Safira apa yang terjadi antara Winda dan Revan namun mereka sepakat untuk lebih memilih diam. Mereka menghargai Winda yang belum mau menceritakan semuanya.
"Ehh.. kok akhir-akhir ini si curut ngga kliatan ya..
kemana tuh anak" ujar Thalita sambil menyendokkan sambel bakso dan menumpahkan di mangkuk bakso nya.
"Lahh emang lo ngga tau, Dia kan lagi ke bogor cari bahan buat skripsinya ketempat pengrajin apa gitu" jawab Safira.
Winda diam-diam menyimak jawaban Safira namun berpura-pura acuh
__ADS_1
"Ooh.. pantes" jawab Thalita.
Sebenarnya Thalita pun tahu kemana Revan beberapa hari ini, ia hanya berpura-pura bertanya agar Winda mendengarnya.