Trail LOVE

Trail LOVE
18. Ke Mall


__ADS_3

Kenan masuk ke toko fashion terbesar di Mall itu, yang ternyata Mall itu adalah milik Kenan.


"Selamat siang Tuan Kenan...selamat siang Nona" sapa semua pegawai toko itu sambil membungkukan badan mereka.


Kenan memilih beberapa pakaian untuk dipakainya nanti malam. Kenan juga meminta Thalita untuk membeli beberapa baju, namun Thalita menolak.


"Dasar Aneh.. Kamu itu wanita jadi-jadian yaa.. biasanya wanita kalau diajak ketempat seperti ini langsung heboh. Apalagi kalau gratis bisa-bisa diborong semua yang ada disini" ucap Kenan


"Sorry ya... gw bukan cewe biasa tapi luarrr biasa, emang lo, cowo tapi suka belanja sampe-sampe Mba nya tau nama lo. hahhahaha"


"cihh...dasar! Mba itu tau namaku karna aku pemilik Mall ini" Ucap Kenan, namun tidak bisa dipungkiri Kenan memang merasa bahwa Thalita tidak seperti wanita pada umumnya.


"ooh..." jawab Thalita singkat.


Kenan pun sudah mendapati baju yang dia beli. Dan Dia juga membelikan dress untuk Thalita yang akan dipakai nanti malam tanpa sepengetahuan Thalita tentunya.


Mereka seperti berkencan, namun tidak ada pegangan tangan, pelukan atau ciuman. Mereka hanya sekedar jalan namun sesekali ada obrolan kecil, bercanda dan tertawa.


Mereka menusuri jalan di Mall tersebut, Mereka bermain game di Playzone, dan duduk bersama sambil makan ice cream. Tentu saja itu ajakan dari Thalita.


Saat makan ice cream ponsel kenan berdering. Thalita pun melirik untuk melihat siapa yang menelfon Kenan, tertulis "PAPA" dilayar ponsel kenan.


"Iya Pah"


"-----------"


"Iya Pah Kenan datang, tapi agak telat ya karna Kenan juga ada urusan nanti malam"


"------------"


"Oke pah..bye"

__ADS_1


"Lo ada acara keluarga ya nanti malem?"


Tanya Thalita. Kenan mengerti maksud dari raut wajah Thalita, ada rasa kekhawatiran disana. Mungkin Thalita berfikir Kenan tidak bisa datang ke acaranya nanti malam.


"Bukan acara keluarga sih.. tenang saja aku ketempat kamu dulu ko setelah itu baru aku ketempat Papaku" jawab Kenan


"Hiuuhh...syukurlah. Tapi kalo bukan acara keluarga trus acara apa? Kantor? Kayanya bokap lo tadi takut bgt kalo lo ngga dateng"


"Emm...sebenarnya nasib kita sama"


"maksudnya??" Talita penasaran


"yaa sama kaya kamu. Aku juga dijodohin dengan wanita yang sama sekali tidak aku kenal"


"what!! kirain bokap gw doang yang norak, ternyata bokap lo juga ya..hahhaahha"


"Trus lo terima perjodohan ini?" sambung Thalita dan hanya dibalas anggukan oleh Kenan


"Menurut ku lebih menyesal lagi, kalau mereka sudah tidak ada tapi kita belum bisa membahagiakan mereka" jawab Kenan yang membuat hati Thalita tersentuh


Hening sejenak, thalita masih mencerna perkataan Kenan itu. Tak lama Kenan melanjutkan kata-katanya.


"sejak kecil aku hidup cuma sama papa, mamaku meninggal setelah melahirkanku. Semenjak itulah Papaku mengurusku seorang diri. Dia hanya fokus bekerja dan merawatku, dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Kemudian saat aku SMP papaku menikah lagi, akupun marah dan saat aku SMA aku meninggalkan Papa ke Amerika untuk sekolah disana sampai aku kuliah. Setelah lulus kuliah aku membangun Perusahaanku disini dengan modal awal dari Papa tentunya, dan saat itu sampai saat ini aku disibukkan dengan pekerjaanku. Tanpa aku sadari hubunganku dengan Papa menjadi jauh. Ada rasa bersalah dalam fikiranku, karna keegoisanku aku merasa belum bisa membalas budi dan belum bisa membahagiakan Papa. Untuk itulah Aku menerima perjodohan ini. Setidaknya Aku sudah melakukan yang membuat Papa bahagia. Aku ingin dimasa tua nya Papa bahagia sampai dia menutup mata nanti" ucap Kenan dengan wajah yang terlihat sendu.


"Bagaimana kalau wanita pilihan Papamu itu bukan orang baik" tanya Thalita


Kenanpun menoleh dan memberikan senyuman kecil kepada Thalita.


"Aku percaya tidak ada Orang tua yang ingin anaknya menderita, Aku yakin wanita yang Papa pilih adalah Wanita baik. Jujur saja Papa sudah pernah kecewa padaku karna aku hampir menikahi wanita yang salah hahhaa" ucap Kenan memperjelas


Thalita terdiam dia benar-benar paham arti perkataan Kenan, cerita kehidupan Kenan tidak jauh beda dengan Thalita. Mendadak Thalita menjadi sedih teringat akan mendiang Ibu nya.

__ADS_1


Kenan yang melihat perubahan wajah Thalita pun mengajaknya pulang.


"emm..udah jam 5 ayo aku antar pulang. kita harus bersiap-siap kan untuk acara nanti malam"


ajak Kenan, Thalita yang masih terdiam hanya menganggukan kepalanya


Mereka pun meninggalkan Mall. Kenan mengantar Thalita pulang terlebih dahulu. Diperjalanan tidak ada obrolan hanya ada suara musik dari audio mobilnya.


Akhirnya mereka pun sampai didepan gerbang rumah Thalita. Sebelum Thalita turun dari mobil Kenan memberikan paper bag yang berisi baju tadi kepada Thalita


"ini buat kamu"


"ehh apa nih"


"itu hadiah buat kamu karna udah mau nemenin aku hari ini"


"ooh... oke. Thanks ya"


"oiya jangan lupa nanti malem oke.."


Kenan hanya membalas dengan anggukan sambil senyum. Thalita segera masuk kerumahnya, dia mencari Ayahnya.


Sore hari seperti biasanya Bayu berada ditaman rumahnya. Saat Bayu ingin kembali kekamarnya dia bertemu Thalita diruang tengah. Thalita yang melihat Ayahnya pun spontan memeluk Ayahnya dengan erat. Bayu yang melihat tingkah putrinya itupun heran.


"sayang...kamu baik-baik aja kan" tanya Bayu heran dengan tingkah putrinya itu


Thalita melepaskan pelukannya dan memberikan senyuman serta kecupan dipipi Ayahnya setelah itu dia berlari kekamarnya.


.


.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2