
Mohon maaf untuk Bab 69 ada Revisi. Ada perubahan dalam cerita. Aku udah hapus tapi ternyata masih ke UP.
Mohon diabaikan saja untuk Bab 69 yang sebelumnya dan di Bab ini yang benar dan sudah di Revisi.
Mohin maaf atas ketidak nyamanannya, semoga teman-teman Raiders masih terhibur dengan Novel "TRAIL LOVE"
*salam cinta buat kalian 🥰🥰
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini Bayu dan Vina memilih untuk menginap dirumah Kenan karena besok pagi mereka berangkat ke raja ampat ketempat Resort baru milik Bayu. Mereka berangkat dengan menggunakan Jet Pribadi milik Kenan melalui Helipad yang ada di atap rumahnya.
Yaa Rumah Kenan memang besar bahkan sangat besar, segala fasilitas pun sangat lengkap. Selain rumah utama, disana juga Kenan membuat kantor kecil. Kantor itu biasanya digunakan untuk meeting besar saat ia tidak datang kekantor dan menyambut rekan bisnis yang akan membicarakan soal bisnis. Karna bisa dibilang Kenan adalah orang yang tertutup sehingga ia tidak suka jika ruang kerja dirumahnya dimasuki oleh orang luar. Dan didepan kantor kecilnya itulah
Dikamar mewah milik Kenan terlihat seorang wanita sedang sibuk memasukan pakaian ke dalam kopernya. Ditengah kesibukannya seorang laki-laki masuk dan tersenyum melihat kesibukan istrinya.
"Belum rapih juga?" tanya Kenan sambil melingkarkan kedua tangannya di perut Thalita
"Belum nih. Kamu ngga packing baju-baju kamu?"
Kenan mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Thalita dan melepaskan pelukannya dari tubuh Thalita
"Loh..jadi dari tadi kamu sibuk packing untuk keperluan kamu sendiri?"
"Iya"
"Pakaianku?"
"Pakaian kamu yaa kamu packinglah sendiri, masa aku"
"Kamu kan istriku"
"Tapi aku kan ngga tau baju apa yang mau kamu bawa"
"Hahh... lalu apa gunanya aku punya istri kalau kebutuhanku mesti aku siapkan sendiri" ujar Kenan dengan suara agak meninggi
Mendengar itu Thalita merasa tidak senang, ia langsung meletakkan pakaiannya dengan kasar diatas koper dan menatap Kenan dengan mata tajamnya
"Apa kamu bilang? Aku ngga ada gunanya buat kamu?"
"Yaa gimana ngga, kamu sibuk sendiri daritadi aku kira kebutuhan aku juga kamu siapin ternyata kamu cuma siapin kebutuhan kamu sendiri" jawab Kenan
"Trus kamu marah? Bilang aja kamu nyesel kan nikah sama aku?" ketus Thalita dengan suara lebih tinggi
Melihat raut wajah Thalita yang mulai menyeramkan karna emosi itu, Kenan sadar kalau perkataannya sudah menyinggung Thalita. Perasaannya sudah tak enak, dia pun mengalah demi terjadinya kekerasan.
"Emm...bukan begitu sayang. Maksud aku.."
__ADS_1
Belum selesai Kenan bicara, Thalita sudah memotongnya "Ngga usah sayang-sayang deh.. aku denger sendiri tadi kamu ngomong ngga ada gunanya kamu punya istri kan, jadi buat apa kita lanjutin pernikahan kita?"
"Kamu ngomong apa sih..Maksudku bukan begitu.."
"Trus apa??!"
"Oke, aku salah ngomong maaf yaa.." ucap Kenan dengan wajah yang memelas.
Kenanpun memeluk Thalita namun dengan sigap Thalita menepis pelukan Kenan "Kamu tuh keterlaluan banget si Ken, cuma perkara beginian aja kamu sampe ngomong kaya gitu"
"Iya Oke aku minta maaf.. sudah ku bilang aku salah ngomong. Maaf... Kamu maafin aku kan?" ucap Kenan
Thalita terdiam melihat wajah Kenan yang memelas seperti anak kecil, terlihat manis dan menggemaskan. Bisa dibilang ia terpana dengan wajah Kenan seperti itu namun segera ia menepisnya meski ketampanan Kenan naik 90⁰
"Tau ahh...bete"
Thalita melenggang pergi karna rasa kesalnya lebih besar dari rasa kagumnya akan ketampanan Kenan.
"Kamu mau kemana"
"Kemana kek.." Thalita melangkah kearah pintu namun sebelum membuka pintu Kenan menahan pintu itu.
"Minggir!!"
"Engga!! Udah doong aku kan udah minta maaf. Jangan pergi ya?"
"Minggir ngga?"
Bugghhh... satu tinju melayang diperut Kenan hingga Kenan meringis kesakitan. Belum puas melihat kenan kesakitan Thalita menarik baju Kenan dan memutar arah tubuh Kenan lalu mendorongnya kedalam hingga menjauhi pintu kamar itu.
Rupanya Kenan lupa bahwa wanita yang ia nikahkan bukanlah wanita yang biasa. Kini ia sadar ia memang belum bisa mengendalikan Thalita menjadi istrinya.
Jedarrrrr... Thalita menutup pintu dengan sekencang-kencangnya. Kenan terlihat pasrah dan mengacak ngacak rambutnya setelah kepergian Thalita.
Thalita mendatangi sebuah Club tempat dimana ia dan teman-teman motornya nongkrong.
"Wuidih....manten baru. Tumben lo nongol" ucap Rio
"Lagi bete.. curut kesini ngga?" jawab Thalita
"Belum keliatan, lo telfon aja" sambung Rio sambil menenggak minuman alkoholnya.
Thalita mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Revan.
Tuut...tuuut..tuuut....
Halo..
Dimana lo?
Basecamp, kenapa?
__ADS_1
Gw di club. Kesini dong
Ngapain lo disitu, tumben amat?
Udah jangan banyak nanya. Buruan!!!
Thalita langsung menutup telfonnya. Revanpun hanya bisa menggeruti kesal karna ulah temannya itu "yee...belum dijawab main matiin aja"
Revan langsung melajukan motornya ke Club untuk menghampiri Thalita.
Sesampainya di Club ia melihat Thalita yang duduk menyendiri dengan gelas birnya yang sudah hampir habis.
"Woyy...ngapain lo disini. Mo kobam lo ya?" sergah Revan sambil menepuk pundak Thalita
"Enggalah. gw cuma lagi bete" jawab Thalita
Thalita bercerita panjang lebar, ia melimpahkan kekesalannya kepada Revan. Seperti biasa Revan hanya menjadi pendengar setia, karna ia tau sedikit saja ia salah bicara maka dia lah yang akan kena amuk Thalita. Sebenarnya kalau dipikir-pikir untuk apa curhat jika tidak terima saran dan kritik dari orang lain begitulah fikir Revan.
"Gw ke toilet dulu ya.."
Revan meninggalkan Thalita setelah Thalita berhenti membicarakan Kenan. seorang Pelayan memberikan minuman kepada Thalita.
"Yahh...salah sasaran bro" ucap seorang laki-laki kepada temannya yang melihat Thalita meminum minuman itu.
"Mampus gw mana Thalita lagi yang minum. Cabut cabut" ucap seorang temannya yang terlihat panik.
"Heyy..mo kemana lo?" tanya Revan sambil menarik baju laki-laki itu
"ehh elo Van, kita mo cabut. ada janji ma cewe hhehe..."
"Ooh gitu. tapi barusan gw denger lo nyebut nama Thalita. Ada apa nih?"
"Oh itu, anu emm.."
Kedua laki-laki itu terlihat panik dan ketakutan, Revanpun semakin curiga. Revan hampir melayangkan tinjunya karena kedua laki-laki itu belum juga mau memberitahunya.
"Bro kita minta maaf banget, maaf banget. Yang gw maksud itu bukan Thalita, tapi cewe yang ada disebelahnya. Tapi tuh pelayan malah kasihnya ke Thalita"
"Maksudnya apaan?? Lo kalo ngomong yang jelas, mau gw tinju dulu baru lo perjelas hahh!!" tegas Revan
"Minuman Van, minuman yang dibawa pelayan itu bukan buat Thalita tapi buat cewe itu tapi malah diminum smaa Thalita"
"Trus masalahnya apa? Kenapa lo panik gitu? Lo takut kalo tih cewe marah karna minumannya diminun sama Thalita. Yaelah tinggal pesen lagi aja rinet amat lo!!" ujar Revan
"Bukan gitu Van, masalahnya minuman itu ada Obat perangsangnya"
"What!!!" teriak Revan. Matanya membulat karna terkejut. Expresi wajahnya menjadi sangat marah.
.
.
__ADS_1