Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Bab 101


__ADS_3

William berbalik badan, “Sebaiknya aku pergi saja,” pamit William sembari melangkahkan kakinya.


“Tu-tunggu tuan William. Tuan belum membantu Madam yang sedang kesulitan di sana,” tahan Loly, tangannya mengarah pada sudut ruangan. Dimana Madam lagi bergumul dengan ketua siluman tikus.


“Apa yang harus aku lakukan? Bukankah wanita itu sangat menikmatinya. Lihat saja tangannya terus menekan kepala pria itu agar tidak terlepas dari….ah..buang-buang waktu saja!” putus William berlalu.


“Tidak, itu hanya terpaksa. Aku mohon bantu Madam agar terlepas dari jerat siluman tikus itu,” Loly memohon.


“Kalau kau berbohong, aku pastikan tempat ini akan rata dengan abu,” ancam William.


“Iya,” angguk Loly.


William berjalan, mendekati Madam, berhenti di samping sofa tempat Madam dan ketua siluman tikus bergumul. William menundukkan sedikit tubuhnya, menatap wajah ketua siluman tikus sedang menikmati biji jagung dari tempat itu.


“Enak?” tanya William.


Ketua siluman tikus itu terhenti, perlahan menaikkan padanganya menoleh ke samping, tangannya menyeka cairan lengket itu dari sekitar bibirnya.


“Siapa kamu?”


“Bosan sekali aku mendengar pertanyaan itu,” William melirik ke Madam, “Kamu tahu ‘kan siapa aku?” sambung William bertanya pada Madam.


Madam hanya mengangguk, bola mata kecemasan melirik ke ketua siluman tikus berada di hadapannya, kini sedang berdiri, membenarkan celananya.


William mengerti arti dari tatapan itu, sudah tahu harus berbuat apa. Perlahan tangan kanannya meraih pisau belati selalu ia selipkan di balik baju belakangnya.


“Apa kau ingin cari mati di sini?!” hardik ketua siluman tikus, sehingga saliva nya keluar dari mulutnya, memenuhi wajah tampan William.


William mengusap kasar saliva di wajahnya, “Sudah berapa lama kamu tidak pulang dan menggosok gigi? Sadar tidak, kalau nafas kau berbau belerang yang ada di dasar gunung berapi,” celetuk William menahan amarahnya, telapak tangan basahnya ia bersihkan ke baju ketua siluman tikus.


Melihat William bertindak seperti tak menghargai ketua mereka, para anak buah tadi senang menikmati bergulat nya segera mengambil posisi untuk siap menyerang William. Para wanita, termasuk Madam, segera berlari, masuk ke dalam ruangan mereka.


“Wih…sudah ramai aja. Mau mengeroyok aku?!”


“Kau siapa?! Berani sekali membersihkan tangan kotor kamu ke baju ketua kami!” bentak salah seorang anak buah siluman tikus berdiri di belakang William.


“Oh…tangan aku kotor ya? jadi…kalau perbuatan kalian ini di sebut apa….”


Srak srak srak!

__ADS_1


William langsung mengayunkan pisau belati miliknya ke anak buah siluman tikus.


“Hei…berani sekali ka…”


Jlub jlub jlub!


Ting ting!


Tanpa memberi kesempatan William langsung menancapkan pisau belati miliknya. Pertempuran itu terjadi dengan cepat, hingga ketua dan siluman tikus berakhir ke Neraka.


Setelah semua siluman tikus habis di bantai, William menarik kursi, nafas terengah-engah, menyandarkan tubuhnya di penuhi dengan cairan berwarna hitam. Cairan itu adalah darah dari siluman tikus.


“Te-terimakasih tuan William,” Madam berlari, bersujud di samping kaki kursi William.


“Terimakasih tuan William,” sambung Loly dan wanita lainnya ikut bersujud di belakang Madam.


“Mana bayaranku,” pinta William, tangannya kotornya mengulur ke Madam.


“Oh…sebentar tuan,” Madam melirik ke Loly, “Loly cepat ambilkan uangnya,” sambung Madam memberi perintah.


“Baik Madam,” sahut Loly patuh.


Madam mendekati William, tangan kanannya dengan sopan dan lembut meletakkan 1 muk berlian dan `emas sudah ia letakkan di dalam wadah kecil di atas telapak tangan William.


“Tuan William, ini upah yang sudah saya janjikan. Tuan William juga bisa memilih….”


“Terimakasih, aku pergi dulu!” sela William, beranjak dari duduknya, kakinya dengan cepat melangkah keluar dari tempat itu.


Melihat William menolak pembayaran lainnya, Madam bergegas menyusul langkah William.


“Tuan..tuan William,” panggil Madam sudah berhenti di belakang William.


“Aku tidak tertarik dengan bayaran lainnya,” sahut William singkat, kemudian ia pergi meninggalkan Madam sedang terpaku heran.


.


.


💫Di sisi lain💫

__ADS_1


Arista, Anggun, Ellard, dan Abel, sudah kembali bersekolah. Begitu masuk mereka sudah menempati posisi kelas terakhir, menuju ke lulusan, dimana kelas di penuhi dengan banyak ujian di lapangannya, untuk menentukan lulus atau tidaknya mereka dari akademi dunia dari alam berbeda.


Kelas dan tingkatan ini di pilih dan sudah di diskusikan Esme ke pemilik Yayasan, yaitu kedua orang tua Ellard.


Abel, Anggun, Ellard, dan Abel, dan 4 kelompok lainnya berada di dalam sebuah lapangan besar, berdinding beton menjulang tinggi ke atas.


“Kita ngapain di suruh di sini?” tanya Ellard ke Abel.


“Nggak tahu,” sahut Abel singkat, pandangannya mengarah pada Arista sedang duduk di bersama dengan Anggun di sudut lapangan.


“Arista semakin lama semakin cantik, ya?” cetus Ellard mengejutkan Abel.


“Tentu saja, dia adalah gadis pujaanku. Cinta pada pandangan pertamaku,” sahut Abel terkesima.


Tidak lama Esme, 2 guru wanita dan 2 guru pria datang dengan memakai baju zirah, pedang panjang ia seret di atas tanah, dan berhenti di tengah lapangan. Semua murid tadi berhamburan kini berkumpul di tengah lapangan, di hadapan Esme, dan 4 guru lainnya.


“Selamat atas terpilihnya kalian sebagai makhluk terhebat!” puji Esme sedikit berteriak.


“Bu, apa maksudnya itu?” tanya Abel penasaran.


“Kalian yang ada di sini adalah orang-orang yang terpilih untuk melindungi akhir dunia ini. Di sini, aku dan beberapa guru pembimbing lainnya akan membimbing kalian sampai benar-benar bisa menguasai kekuatan kalian,” sahut Esme tegas dan tenang.


“Kenapa mendadak ada pemilihan seperti ini?” tanya Arista penasaran.


"Untuk sebelumnya aku akan memberitahu kepada kalian semua makhluk yang terpilih. Kami baru mendapat informasi tadi pagi dari pemilik Yayasan, kalau sebentar lagi akan ada pertumpahan darah yang akan menghancurkan dunia ini. Bahkan akan memecah belah antara sesama klan..."


"Kalian di sini terpilih karena tingkat kekuatan kalian sudah melebihi dari batas cukup sebagai seorang murid pemula. Jadi kalian sekarang sudah terpilih menjadi garda terdepan baik di alam ini dan alam manusia," timpal lelaki memakai baju zirah berwarna emas.


"Apa sebenarnya yang akan terjadi?" tanya Ellard masih penasaran.


"Akan ada sosok makhluk yang akan segera keluar dari tempatnya. Makhluk itu memang baru saja di musnahkan, tapi ia bisa kembali hidup karena sudah meminum darah seorang wanita cantik," sahut pria memakai baju zirah silver-emas.


"Makhluk apa itu Pak?" tanya anak lainnya.


"Kami juga masih belum sepenuhnya tahu. Yang terpenting sekarang adalah kita harus berlatih.


"Siap!" sahut anak-anak serentak dan tegas.


Arista, Anggun, Ellard, Abel, dan grup lainnya mulai berpencar sesuatu grup mengikuti arahan masing-masing guru mereka.

__ADS_1


__ADS_2