
"Kemarilah wahai calon Ratu ku!” sambut Raja Iblis, tangannya mengulur ke arah Arista, senyum lebar menampakkan gigi putih.
Arista pun patuh, kedua kakinya berjalan dengan santai menuju Raja Iblis. Arista juga menerima uluran tangan Raja Iblis, dan kini berdiri di sisi kiri Raja Iblis.
Mengingat ucapan Esme mengatakan jika William ada bersamanya dan masih belum tertangkap oleh pengawal Raja Iblis. Arista mencoba mencari William di balik setiap tudung jubah hitam para rakyat Iblis sedang berkumpul di dalam aula.
Setelah 20 menit mencari keberadaan William di balik ramai nya rakyat Iblis memenuhi ruang aula. Akhirnya Arista menemukan seorang pria memakai topeng separuh wajah, berdiri di barisan 3 paling belakang. Barisan lurus tepat ia berdiri.
Arista menarik napas lega, hingga tak sadar segaris senyum tercetak di wajah cantiknya dengan mack up natural, pandangan masih terus mengarah pada William, kini sudah berjalan meninggalkan barisan tersebut. Membuat segaris senyuman itu turun, dan berubah menjadi wajah suram.
‘Awas saja kau, paman William. Aku akan buat tempat ini porak-poranda karena kau mengabaikan senyuman ku,’ gerutu Arista kesal dalam hati.
“Sebelum kita melanjutkan pernikahan ini. Aku ingin memberikan kamu kejutan yang mungkin akan membuat kamu tak percaya,” Raja Iblis mengangkat setengah kedua tangannya ke atas, dan berkata, “Buka kejutan itu buat calon Ratu ku!”
Grek grek grek!!
Suara rantai turun dari langit-langit ruangan.
Terlihat sebuah sangkar besar di tutupi kain hitam perlahan turun ke bawah. Setelah sampai di bawah, penutup kain hitamnya terbuka.
“Wow…yea…”
“Terimakasih Raja Iblis. Kau sangat mengerti apa yang di inginkan rakyat-mu.”
“Raja Iblis..Raja Iblis…Raja Iblis!”
Terdengar suara sorak rakyat Iblis melihat isi sangkar ada 13 tumbal, 10 gadis remaja dari kaum manusia. Dan 3 lainnya adalah Ellard, Anggun, dan Abel. Mendengar sorak meriah dari kaumnya, Raja Iblis menaikkan kedua tangannya ke atas, senyum lebar di balik wajah keriput menutup tulang ia tampilkan untuk sekumpulan rakyat di dalam aula tersebut.
William berdiri di balik sekumpulan rakyat iblis hanya bisa melihat, kedua tangan mengepal di samping. Esme dan Arista juga seperti itu. Namun berbeda dengan Abel, dan Ellard. Di saat teman-temannya sedang merasa gelisah memikirkan bagaimana caranya membebaskan mereka. Abel malah menyandarkan tubuhnya di sangkar besi, Ellard sendiri melambaikan kedua tangannya ke sekumpulan rakyat iblis sedang bersorak ke mereka, bibirnya tersenyum lebar menampakkan gigi runcingnya.
“Terimakasih…terimakasih buat kalian semua sudah memberikan sorakan meriah buat kami. Yeea!” seru Ellard bersemangat.
“Hei, diamlah kau manusia serigala, iblis serigala, atau binatang berbulu. Aku sedang menikmati, dan mendengar sorak menyorak dari kaum rakyat iblis yang sebentar lagi akan menjadi abu!” bentak Abel.
__ADS_1
“Apa kau tuli, mereka sedang memberi sorakan meriah untuk kita. Dan aku tidak ingin membuat mereka sia-sia karena sudah mengeluarkan suara bersorak untuk kita di sini!” sahut Ellard meninggikan nada suaranya tak ingin kalah.
“Terserah kau saja. Tapi coba kau lihat di sana, ada gadis pujaan ku sedang memakai baju serba terbuka,” tunjuk Abel ke Arista berdiri lurus dengan sangkar mereka.
“Hei, jaga matamu. Tubuh Arista hanya bisa di lihat oleh ku nantinya!” sahut Ellard tersulut emosi, kedua kakinya segera mendekati Abel, mencengkram jubah bagian depan Abel hingga Abel beranjak dari duduknya.
“Bukan hanya tuli, tapi kau juga sudah buta. Apa kau tidak melihat di sini banyak orang, dan kau lihat, tangan Raja iblis itu mulai menyentuh pinggul Arista,” tunjuk Abel kembali.
“Sial!” gerutu Ellard sembari melepaskan cengkraman jubah Abel.
“Kau ingin sangkar ini sedikit terbuka tidak?” tanya Abel mempunyai rencana.
“Bagaimana caranya?”
Bug bam bug!
Tanpa memberi aba-aba Abel menyerang Ellard tiada henti. Membuat 10 klan manusia menyudut, berpelukan saking takutnya. Anggun sendiri hanya duduk di tengah sangkar, melipat kedua kakinya, dan menopang dagunya.
“Apakah kalian bodoh?” tanya Anggun santai, pandangan lurus ke Abel dan Ellard.
Aksi Ellard dan Abel sontak saja membuat rakyat iblis semakin bersorak, bahkan mereka berpikir kalau perbuatan Ellard, dan Abel sebagai pertarungan. Lain halnya dengan Raja Iblis, wajahnya terlihat sedang menahan amarah, ia pun langsung memberi kode kepada pengawal di sekitar untuk membuka pintu sangkar, mengeluarkan Abel dan Ellard, dan menyuruh para pengawal untuk memberi pelajaran karena sudah merusak acara belum di mulai.
“Oh…jadi kalian berdua memang benar-benar bodoh!” celetuk Anggun, perlahan ia berdiri, berjalan mendekati jeruji sangkar, menatap lurus ke Raja iblis terlihat tertawa puas.
5 pengawal sudah membuka pintu, Abel, dan Ellard di paksa keluar dari dalam sangkar. Sedangkan Anggun masih berdiri di tempat.
“Hei..hei! kenapa kami di keluarkan, kami belum selesai. Masukkan kami kembali ke dalam sangkar!” teriak Abel dan Ellard serentak.
“Diam! Kalian berdua sudah membuat kekacauan sebelum acara di mulai. Kalian tahu itu artinya apa?”
“Tidak, dan kami juga tidak mau tahu!” ketus Abel dan Ellard bersamaan.
“Maka kalian harus mengetahuinya sekarang!”
__ADS_1
Blam!
Tubuh Abel dan Ellard di dorong sampai terjatuh, bersujud 10 meter dari tempat dimana Arista dan Raja Iblis berdiri.
“Akh, kasar sekali kalian!” bentak Ellard, tatapan membunuh menatap 5 pengawal berada di sekelilingnya, dan terakhir menatap wajah suram Raja iblis sedang menatapnya dengan tatapan dingin.
“Kalian tahu apa arti dari kekacauan yang sudah kalian perbuatan sebelum acara ku di mulai?” tanya Raja iblis datar.
“Tidak, dan itu bukan urusan kami!” sahut Abel dan Ellard serentak, sembari membersihkan kotoran di jubah mereka.
“Maka rasakan hal ini!”
Wussh!!!
Raja iblis mengayunkan tangannya sekali ke arah Abel dan Ellard. Abel dan Ellard pun terbang ke belakang, tubuh membentur sangkar.
Blam!
“Auw..” teriak rakyat Raja iblis dengan wajah terlihat sakit.
Arista melihat temannya di perlakukan seperti itu tidak terima. Ia berdiri di hadapan Raja iblis.
“Kenapa kau menyakiti teman-temanku?! Lepaskan mereka dan lepaskan tawanan gadis manusia yang tak berdosa itu!” tegas Arista memberi perintah.
Grep!
Raja iblis menggenggam kuat dagu Arista, hingga bibirnya mengerut.
“Apa bayaran yang setimpal dengan permintaan kamu tadi. Apakah kau yakin akan menikah denganku, dan melayaniku tempat tengah malam agar aku bisa memiliki keturunan yang hebat, kuat?!” tanya Raja iblis dingin.
Arista menoleh ke Abel, dan Ellard, sedang berusaha bangkit, darah terlihat berserakan di sekitar mulut dan jubah bagian depan. Bola mata indah itu kembali melirik ke sekumpulan klan rakyat iblis, mencari di mana William. Melihat William seperti memberi kode menggeleng, Arista hanya mengulas senyum tipis, mengembalikan pandangannya ke Raja iblis.
“Baiklah, aku terima syarat kamu!” sahut Arista santai.
__ADS_1
Jawaban Arista sontak saja membuat Esme, William, Abel, Ellard, dan Anggun, merasa sedikit kecewa. Mereka sudah berjuang untuk bisa membesaskan, dan membawa Arista kembali bersama dengan mereka. Tapi, setelah perjuangan Esme, William, Abel, Ellard, da Anggun. Arista malah memberi jawaban seperti itu. Membuat hati mereka kecewa.