Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Wanita buas.


__ADS_3

Part 27


________


...Kembali ke William....


...😊😊...


William sedang duduk di dalam Bar yang terletak di tengah kota.


Gluk!


Gluk!


Gluk!


William menenggak bir dalam gelas besar, “Akh!” tangannya mengusap bir yang menetes di bawah dagu.


“Tidak aku sangka kita bertemu di tempat seperti ini.” Ucap seorang pria yang berusia 45 tahun dengan tangan kanan yang memegang bahu William.


William menolehkan wajah menatap tangan yang memegang bahunya dengan tangan kanan yang masih memegang gelas yang berisikan bir.


“Siapa kamu.”


Pria yang berusia 45 tahun menarik bangku dan duduk di sebelah William.


“Aku adalah tuan….”


William memotong pembicaraan pria berusia 45 tahun dengan ekspresi wajah yang sangat datar.


“Langsung saja ke intinya, aku tidak suka berbasa-basi terlalu lama dengan orang yang tidak aku kenal.”


Pria yang berusia 45 tahun tertawa, “Hahaha.” Tangan kanannya mendorong pelan bahu William, “Aku suka dengan anak muda yang seperti ini, pantes saja kamu sangat di gemari banyak wanita cantik.”


William menarik kerah baju pria berusia 45 tahun, “Kenapa kamu tertawa.” Tanya William dengan wajah yang sangat serius.


Pria berusia 45 tahun menyimpan bibirnya dengan kedua alis yang menaik.


“Baik baiklah. Aku punya tempat hiburan malam, biasanya tempat aku selalu ramai pengunjung yang datang memenuhi hiburan malam milikku. Sudah ada 1 bulan ini sepi di karenakan saat melintasi daerah menuju pusat hiburan malam yang aku dirikan ada sesosok Monster yang selalu menerkam mereka. Aku berharap kamu mau membantu menangkap Monster itu.”


Pria berusia 45 tahun memandang William yang sedang minum.


William meletakkan gelas yang berisikan bir.


“Berapa upah yang akan aku dapatkan.” tanya William dengan tatapan yang sangat serius memandang pria berusia 45 tahun.


Pria yang berusia 45 tahun mengeluarkan sebuah cincin emas yang berbentuk ular. Pria yang berusia 45 tahun mendekatkan wajahnya dengan tangan yang di letakkan di atas meja sambil memegang cincin emas yang berbentuk ular.



...Ilustrasi cincin berbentuk ular. 🤗...


“Cincin ini penuh makna, pada abad pertama Masehi, gelang dan cincin emas yang berbentuk ular adalah salah satu perhiasan populer di Yunani dan Romawi. Ular melambangkan kesuburan dan dimaksudkan untuk menangkal kejahatan serta kesialan pada pemakainya.”


Bisik pria yang berusia 45 tahun di telinga William.


William berdiri, “Sudah omong kosongmu.” Ketus William.


Pria yang berusia 45 tahun memegang tangan William, wajahnya tampak sedih menatap wajah William. “Aku berani bersumpah jika ini benar, mohon bantulah aku akan memberikan kamu koin emas atau uang yang lainnya asal kamu mau membantuku.”

__ADS_1


William mengerutkan dahinya, “Baik.” tangannya mengulur ke arah pria yang berusia 45 tahun, “Berikan aku cincin itu dan berikan aku sebagian upah uang yang kau janjikan.”


Pria berusia 45 tahun memberikan cincin berbentuk ular dan 1 karung koin emas.



...Ilustrasi 1 karung koin emas. ☺...


“Ini sudah aku buktikan kepadamu, jika kamu sudah melihatnya sekarang aku ingin kau ikut bersamaku ke tempat aku membuka usaha punyaku.” Pinta pria yang berusia 45 tahun kepada William.


William berbalik badan dengan tangan yang memasukan cincin berbentuk ular serta 1 karung koin emas dalam jaket yang di kenakan olehnya.


“Sebelum matahari tenggelam sebaiknya kita berangkat.”


William dan pria yang berusia 45 tahun berangkat menaiki mobilnya menuju tempat hiburan pria yang berusia 45 tahun tersebut.


3 jam sudah berlalu dari siang menjadi sore, mobil William akhirnya sampai di sebuah Desa yang tak begitu ramai penduduk. William keluar dari mobilnya menatap sebuah tempat hiburan yang cukup besar namun terlihat begitu tidak mengenakkan.


Pria yang berusia 45 tahun memegang bahu William, “Mari kita masuk dulu.”


William menepis tangan pria yang berusia 45 tahun, “Nanti saja, aku tidak bisa duduk tenang jika belum melakukan tugasku.” William melihat ke sekeliling, “Dimana Monster yang kau maksud.”


Pria berusia 45 tahun mengulurkan tangannya menunjuk ke balik hutan yang tak jauh dari tempat hiburan pria tersebut.


“Di sana ada sebuah Monster yang bertubuh lipan raksasa berkepala tengkorak.”


William berbalik badan, “Kurang lebih 1 jam lagi tunggu aku di sini.” William melangkahkan kedua kakinya dengan tangan kanan yang memegang pedang menuju hutan yang di tunjuk oleh pria yang berusia 45 tahun tersebut.


...1 jam kemudian....


...💃🏻💃🏻...


“Apakah pemuda itu selamat.”


William keluar dari balik semak dengan wajah serta tubuh yang terkena cipratan darah yang berwarna hitam.


“Aku punya hadiah buat kamu.” William menggelindingkan kepala tengkorak dari tubuh lipan raksasa dengan tetesan darah yang masih terlihat segar.


Pria yang berusia 45 tahun tercengang, “Buat apa ini.”


William terus berjalan dengan tubuh yang kotor mendekati pria berusia 45 tahun, “Buat kamu pajang di depan pintu usaha hiburan malam milik kamu.” William berdiri di depan pria yang berusia 45 tahun.


Dengan wajah yang sedikit jijik dan geli pria yang berusia 45 tahun mengambil kepala dari lipan raksasa.


“Tinggallah semalam di sini dan bersihkan tubuh kamu dengan berendam air hangat di tempatku.” Ajak pria yang berusia 45 tahun.


“Baiklah.” sahut William singkat.


William dan pria yang berusia 45 tahun berjalan masuk menuju tempat hiburan milik pria tersebut.


William menghentikan langkah kakinya di depan pintu masuk, “Luar biasa.” Ucapnya dengan kedua mata yang tidak berkedip memandang tempat hiburan yang di penuhi para wanita yang hanya memakai dalaman atas dan rok yang di atas lutut.


Pria yang berusia 45 tahun tersenyum dengan tangan yang memegang bahu William. “Ini bisnis yang sangat menguntungkan, jika kau mau aku akan memilihkan para wanita cantik untuk melayani kamu.”


William menggelengkan kepalanya, “Maaf. Aku tidak bisa, sebaiknya kamu tunjukkan saja tempat pemandian air hangat milik kamu.”


Pria yang berusia 45 tahun tertawa pelan dengan tangan yang menepuk bahu William, “Mungkin kamu belum terbiasa, mari aku tunjukkan tempat mandi yang enak khusus buat kamu.”


William dan pria berusia 45 tahun melewati beberapa pelayan wanita yang bekerja dengan pria tersebut.

__ADS_1


Para pelayan wanita yang bekerja di tempat pria yang berusia 45 tahun masing-masing mencolek tubuh William dengan tatapan genit.


William menelan ludah, “Glek!”


Tempat apa ini.


Pantes saja begitu masuk, aku mencium aroma khas terdapat dari tempat ini.


Ia aroma itu milik para kaum pria.


Apa enaknya berkencan dengan wanita seperti mereka.


Gumam William dengan kedua kaki yang terus melangkah.


Akhirnya William dan pria yang berusia 45 tahun sampai di sebuah tempat pemandian air hangat yang sangat tertutup.


Pria yang berusia 45 tahun membuka pintu kamar mandi.


“Silahkan menikmati pasilitas gratis dari kami, aku harap kamu bisa menikmatinya.”


Ucap pria tersebut dengan tangan yang mendorong tubuh William masuk ke dalam sebuah kamar pemandian air hangat yang terlihat sangat luas.


Blam!


Pintunya di tutup.


William berjalan masuk sambil membuka baju tanpa memperhatikan sekelilingnya.


“Akhirnya aku bisa mandi dan berendam di air panas juga.” Ucapnya pelan dengan tangan yang melepaskan baju yang di kenakan olehnya.


“Wah. Lihat tubuhnya sangat kekar.”


“Wajahnya juga sangat tampan.”


“Aku akan membuatnya lemas sampai pagi.”


Terdengar sahut menyahut wanita yang berada di dalam kamar pemandian air hangat.


William tercengang dengan kedua mata yang menatap ke-3 wanita yang hanya memakai baju tipis yang menembus bagian dalam tubuh yang terlihat jelas.


Ke-3 wanita itu mendekat William, masing-masing mengambil posisi dengan tangan yang merayap bebas di tubuh William.


William memejamkan kedua matanya, kemudian membukanya kembali menatap satu persatu para wanita yang bebas menyentuh tubuhnya.


“Jangan kalian lanjutkan.”


Ke-3 wanita tersebut berhenti, “Kenapa?” tanya ke-3 wanita tersebut secara serentak.


William menatap satu persatu dengan wajah yang serius, “Karena punyaku tidak mampu berdiri dengan sendirinya, dia meski di sanggah atau sedikit belaian agar bisa berdiri tegak dan memuaskan kalian. Bukan itu saja, aku juga suka bermain di tempat yang lain dari pada bermain di tempat yang membosankan yang kalian miliki. Apa kalian mengerti maksudku.”


Ke-3 wanita tersebut mengerutkan dahi dengan wajah yang terlihat kesal mereka berjalan pergi meninggalkan William sendiri.


“Aku pikir gerakannya akan menumpahkan seisi air di dalam kolam pemandian panas. Ternyata tidak, dasar lemah.”


Keluh para wanita sambil menutup pintu.


William menarik nafas panjang dengan tangan mengelus dada.


“Akhirnya para wanita buas itu pergi juga.”

__ADS_1


...Bersambung.......


__ADS_2