
Raja Iblis, dan William langsung menoleh ke arah tangga. Terlihat Arista berdiri di atas anak tangga, kukunya berubah menjadi hitam panjang, bola matanya juga berubah menjadi merah pekat, bibirnya berlumur darah. Sudah pasti berubahnya Arista menjadi Vampir karena banyak meminum darah.
Raja Iblis mengulurkan tangan kirinya ke Arista, "Ha ha ha, akhirnya kau berubah juga menjadi Vampir. Kemari lah sayang, aku sudah lama menunggu kamu. Kini adalah waktu yang pas buat kita saling berbagi rasa dan kekuatan. Buahahaha," ajak Raja Iblis di sela tawa puasnya.
"Selagi aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan kamu mengambil Arista!" tegas William menekan nada suaranya. William langsung berdiri, "Hiiakkkhhh!" teriak William berlari, memeluk Raja Iblis. Saat William ingin merobohkan tubuh Raja Iblis ke lantai, tubuh Raja Iblis menghilang dari pelukannya, dan sudah berpindah tempat ke belakang tubuh Arista.
"Hahaha, kamu hanya Mutan lemah yang tidak bisa melindungi kekasih kamu sendiri. Uupss...aku baru ingat kalau gadis ini...." Raja Iblis menggantung ucapannya, tangannya memegang dagu Arista, membuat Arista menengadah, "Bukan kekasih pujaan hatimu," sambung Raja Iblis.
"Jauhkan tangan kamu dari Arista!" bentak William dari bawah.
Bukannya semakin menjauh, Raja Iblis memeluk Arista dari belakang, mendekatkan wajah keriput nya ke wajah Arista, "Sepertinya gadis Vampir ini masih sangat suci. Aroma darahnya saja masih terasa segar. Aku jadi tidak sabar untuk mencicipinya," ucap Raja Iblis, lidahnya menjulur panjang, pada bagian ujung lidahnya berubah menjadi cabang 2 seperti naga, dan menjilat pipi Arista.
Arista tidak bisa berkutik saat Raja Iblis memeluknya dari belakang. Walau Arista sudah berubah menjadi Vampir terkuat, tapi Arista masih belum bisa mengendalikan kekuatan nya dengan benar.
"Brengsek!" teriak William, ia berlari dengan melangkah panjang, tangan kanan menggenggam erat pisau belati, siap menancap.
"Ha ha ha, aku akan membawa dia per...."
Jdaarr!!!!
Sebuah cambuk menyambar tubuh Raja Iblis, membuat pelukan Raja Iblis terlepas dari tubuh Arista.
"Siapa yang berani melakukan itu kepadaku?!" hardik Raja Iblis tidak senang.
"Aku! Kenapa?" tanya Anggun dengan suara kodoknya, kedua tangan memegang cambuk kilat berwarna ungu.
"Oh...jadi kamu adalah anak dari Raja petir? ha ha ha, tidak aku sangka kamu kuat juga memakai cambuk itu!" ucap Raja Iblis.
"Menjauh lah dari Arista!" tegas Anggun.
"Ha ha ha...aku bukanlah tandingan kalian, bocah!" tegas Raja Iblis.
Raja Iblis menghilang dengan cepat, ia kembali muncul tepat di belakang William, dan seketika terdengar suara.
Jlub!!!!
Raja Iblis menusuk paha William dari belakang.
"Akkkh!!!" teriak William.
__ADS_1
Kedua kaki William langsung melemah, tubuhnya hampir jatuh ke belakang, dengan cepat Anggun mengayunkan cambuk, melilit tubuh William, dan membawanya ke lantai 2.
Arsita terdiam, menatap tubuh William penuh luka, dan bersimbah darah. Dahi Arista mengetat, urat di sekitar wajah pucat nya mengeras dan menonjol.
"AAAAAA" teriak Arista sekuatnya, membuat Anggun, Abel, dan William menutup kedua telinga mereka hampir tuli.
Kedua sayap hitam panjang keluar dari punggung Arista, tubuh mungilnya berubah menjadi tubuh wanita dewasa, layaknya wanita Vampire sempurna. Arista mengepak sayapnya, ia terbang bebas mendekati Raja Iblis.
Busshh!!!busshh!!!
"Berani sekali kamu melukai pria yang aku cintai!" teriak Arista dengan suara besarnya.
"Kamu pikir aku takut!" sahut Raja Iblis.
Raja Iblis dan Arista, melayang di tengah-tengah ruang tamu, mereka berdiri saling berhadapan.
"Aku meminta kamu dengan cara lembut," tangan Raja Iblis mengulur ke Arista, "Ikutlah denganku, dan tuntaskan kontrak yang sudah Raja Vampire itu lakukan denganku!" pinta Raja Iblis lembut.
"Kontrak apa itu?"
"Dulu Raja Vampir menginginkan kemenangan untuk kaumnya setiap berperang dengan kaum manapun. Sehingga membuat kontrak perjanjian dengan ku, Raja Iblis. Isi kontrak nya adalah menumbalkan darah suci dari anak Raja Vampire. Tapi karena kaum Vampir selalu kalah, karena jumlah populasi nya semakin berkurang, akhirnya kaum Vampire kalah. Dan kamu tahu siapa yang sudah membunuh Ibu tercinta kamu..." Raja Iblis menggantung ucapannya, jarinya mengarah lurus ke William, "Mutan itu!" sambung Raja Iblis mulai menghasut Arista.
"Tidak mungkin. Kau pasti berbohong!" tepis tak percaya Arista.
Sreekkk!!!sreekk!!!
Wuuushhh!!
Arista mulai menyerang dengan mencakar, dan ingin melebur kan tubuh Raja Iblis. Namun, Raja Iblis itu kembali menghilang. Terdengar hanya suara tawa puas.
"Huahahahaha....." tawa tanpa wujud.
"Keluar kau!" teriak Arista, bola matanya memandang liar ke seluruh rumah William porak-poranda.
Swiiisssh!!!
Raja Iblis kembali muncul, ia mengayunkan ujung tongkatnya ke Arista. Namun dengan cepat Anggun menarik tubuh Arista dari kejauhan memakai cambuk miliknya agar terhindar dari sayatan ujung tongkat Raja Iblis tersebut.
"Arista, jangan lengah. Aku yakin kamu bisa!" teriak Anggun memberi semangat dari lantai 2.
__ADS_1
Arista hanya diam, matanya melirik ke wajah William sudah berubah menjadi pucat, dan terus terlihat batuk darah. Arista mengepal kedua tangannya.
"Bodoh!" teriak Arista.
Arista memutar tubuhnya, kedua tangannya mengulur secara bergantian ke depan, sehingga terlihat kilatan merah menyambar sekeliling tempat putaran Arista, dan membakar tempat tersebut.
Buuushhh!!! Buuuushh!!!
Ada 100 kali putaran Arista mengelilingi tempat dan membakar tempat tersebut dengan kekuatan miliknya. Sampai Sambaran dari kekuatannya mengenai tubuh Raja Iblis sedang bersembunyi tepat di belakangnya.
"Uhuukk!" terdengar suara batuk dari Raja Iblis, tubuhnya juga terlihat berdiri di lantai bawah.
Arista langsung terbang turun, tangan kanannya langsung mencengkram erat leher Raja Iblis, kedua bola mata merah pekat, berapi-api menatap tajam wajah santai Raja Iblis.
"Berhentilah menyakiti Paman William. Jika tidak, aku akan menghabisi kamu!" ancam Arista.
"Ha ha ha, aku sebenarnya tidak tertarik dengannya. Aku hanya tertarik padamu! sebuah kontrak, makanan lezat ku," sahut Raja Iblis tenang.
"Jadi, kalau aku ikut bersama dengan kamu! apa kamu akan berjanji akan melepaskan Paman?" tanya Arista mulai memikirkan sesuatu.
"Tentu, target utama ku itu adalah kamu. Kamulah kontrak yang harus aku ambil," sahut Raja Iblis jujur.
Arista melirik ke William, Anggun, dan Abel berada di lantai 2.
"Arista, jangan gegabah. Aku yakin kita bisa mengalahkan nya," teriak Anggun mencoba menghentikan rencana Arista.
"Arista, jangan lakukan itu. Jika kamu ikut bersamanya, maka kamu tidak akan bisa kembali lagi," sambung William lemah. Namun masih bisa terdengar.
"Tapi aku tidak ingin Paman terluka hanya karena melindungi ku," sahut Arista, tubuhnya perlahan berubah menjadi gadis berusia 17 tahun.
"Arista, sebentar lagi kamu ulang tahun. Apa kamu tidak ingin merayakan nya bersama denganku? dan apa kamu ingin menyerah begitu saja?" tanya William, ia berusaha membuyar kan rencana Arista.
"Paman, aku tahu Paman sangat menyayangi aku. Tapi...."
"Aah, lama!" sela Raja Iblis, tangannya sudah memeluk tubuh Arista dari belakang.
"Aku tidak merestui hal ini, dan jangan coba-coba kamu membawanya pergi!" tegas William, ia berusaha bangkit. Namun kedua pahanya sakit karena di tusuk oleh Raja Iblis.
"Aku tidak butuh ucapan kamu. Sekarang kontrak milikku sudah aku ambil, waktunya aku harus pergi," pamit Raja Iblis.
__ADS_1
Raja Iblis perlahan mundur kebelakang, membawa Arista bersamanya, dan menghilang di dalam kabut gelap.
"Arista!!!" teriak William.