Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Batang coklat.


__ADS_3

Part 31


_______


...Pengumuman pertunangan Ellard & Diana....


...đź’Ťđź’Ť...


Tuan Almero berdiri dengan wajah yang cukup serius memandang para tamu undangan yang hadir. Tuan Almero menarik nafas pendek.


“Tanpa basa-basi lagi, saya sebagai pemiliki sekolah “There **Never Was**” ingin memberitahu kepada para tamu undangan jika hari ini bertepatan dengan ulang tahun Ellard yang ke-21 tahun. Ellard akan resmi bertunangan dengan Diana.”


Prok!


Prok!


Prok!


Terdengar suara tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.


Saat itu wajah Diana terlihat senang mendengar pengumuman yang di ucapkan oleh tuan Almero.


Ellard menoleh menatap wajah Arista yang terlihat biasa saja dengan kedua tangan yang ikut memeriahkan tepuk tangan.


Kenapa Arista malah ikut tepuk tangan.


Apa dia tidak merasa cemburu jika aku bertunangan dengan Diana.


Gadis payah.


Gumam Ellard menyingkirkan tangan Diana yang merangkul tangannya.


Tuan Almero memberikan 1 kotak perhiasan ke tangan Ellard, “Pasang cincin ini di tangan Diana.” Ucap tuan Almero dengan kaki kiri yang mundur 1 langkah ke belakang.


Diana mengulurkan jari manisnya, wajahnya terlihat senang menatap kedua orang tuanya kemudian menatap 1 pasang cincin pertunangan yang di pegang oleh Ellard.


Ellard mengambil tangan Diana, namun kedua matanya menatap wajah Arista.


William merasa ada yang aneh dari tatapan Ellard, ia menarik tubuh Arista serta merangkulnya dengan sangat kuat.


Arista menolehkan wajahnya, “Ada apa Paman.” Arista bertanya dan masih belum menyadari sikap William yang aneh pada saat itu.


Ellard menggenggam cincin yang hampir terpasang di jari manis Diana, Ellard menolehkan wajah serta kaki kanannya berjalan menuju Arista.


Wajah Diana terlihat kesal menatap kepergian Ellard yang berjalan terus tanpa menoleh ke belakang, ia terus menghentakkan kedua kakinya.


Awas kau Arista.

__ADS_1


Gumam Diana di dalam hati dengan kedua mata yang menatap tajam ke arah Arista.


Semua para tamu undangan terkejut.


Melihat Diana yang bersedih, kedua orang tua Diana berjalan mendekati Diana dan merangkul tubuh Diana.


Ellard berlutut di hadapan Arista, membuka tangan yang menggenggam 1 buah cincin pertunangan.


“Maukah kamu menjadi pasangan hidupku Dinda Arista.”


Ucap Ellard yang tidak memperdulikan siapa pun.


Arista tertegun menatap wajah Ellard.


Kenapa anak bodoh ini berlutut seperti ini.


Apa dia pikir aku mau menikah dengannya.


Jangan harap.


Gumam Arista di dalam hati beralih pandang menatap William.


William memegang bahu Ellard, “Kenapa kamu melamar Arista.”


Ellard berdiri menatap wajah William, “Karena aku telah jatuh cinta dengan dia, aku tahu kamu dari klan yang berbeda tapi aku beneran sangat mencintai gadis remaja ini tuan.” Ucap Ellard dengan wajah yang cukup serius.


Arista hanya diam memandang wajah William yang terlihat sangat tidak senang atas perbuatan Ellard.


Gawat. Sepertinya Paman sangat marah besar dengan Ellard.


Lagian kenapa sih bodoh itu tiba-tiba melamarku, mau cari mati dia kali ya?


Gumam Arista di dalam hati.


Ellard menunduk sedih, tangan yang memegang 1 pasang cincin pertunangan jatuh ke atas lantai.


Tuan Almero berjalan mendekati Ellard, ia melayangkan tangan kanannya tepat di pipi Ellard.


Plaakk!


Terdengar suara tamparan yang sangat kuat dari keheningan pesta ulang tahun yang terlihat kacau.


Para tamu undangan syok menatap kejadian yang tak terduga terjadi pada malam itu. Para penjaga dan yang lainnya membubarkan pesta ulang tahun, hingga menyisahkan kedua belah pihak saja yaitu kedua orang tuan Diana dan kedua orang tua Ellard.


Tuan Almero berdiri tepat di hadapan Ellard, menatapnya tajam dengan tatapan suram.


“Apa kamu tahu akibat dari tindakan kamu ini.” Ucap tuan Almero dengan nada tinggi.

__ADS_1


Ellard menengadah menatap tuan Almero, “Tahu. Akibat perbuatanku Papa akan sangat malu dengan para tamu undangan yang hadir.” Sahut Ellard datar.


Tuan Almero membalikkan tubuh Ellard, “Apa kamu lupa siapa wanita yang sedang menangis di dalam dekapan ibunya.” Menunjuk Diana.


Ellard menatap wajah Diana yang terlihat sembab, “Tahu. Dia adalah Diana, keturunan Werewolf dari nona Annabel dengan kekuasan tertinggi ke-2 dari keluarga tuan Almero.”


“Selain itu tidak ada lagi yang kau ingat Ellard.” Potong tuan Almero dengan nada yang sedikit menekan.


Ellard menolehkan wajahnya, “Tahu. Semua Ellard tahu Pa, tapi Ellard sama sekali tidak menyukainya jadi buat apa Ellard melamar dan menghabiskan sisa hidup Ellard bersama seorang wanita yang tidak Ellard sukai.” Nada Ellard cukup tinggi menjawab pertanyaan dari tuan Almero.


Tuan Almero melayangkan kembali tangan kanannya.


Plaakk!


Ellard tertunduk dengan tangan yang memegang pipi kiri bekas tapak tangan tuan Almero.


“Klan kita jumlahnya sangat sedikit Ellard, kamu adalah satu-satunya garis keturunan yang terpandang dari Werewolf yang terhormat. Kedua orang tua Diana juga orang yang cukup terpandang dan cocok di sandingkan dengan kamu. Sedangkan gadis remaja yang bersama dengan tuan William itu bukanlah gadis yang memiliki darah keturunan seperti kita. Apa kau ingin merusak garis keturunan ini dengan menikahi gadis Vampir itu.” tanya tuan Almero dengan nada yang terlihat jelas dan tegas.


Ellard berbalik badan, “Biarkan Ellard berpikir, jangan paksa Ellard menikah dengan wanita yang tidak Ellard sukai.” Ellard melangkahkan kaki kanannya berlari menuju anak tangga.


Nona Annabel mendekati tuan Almero, “Sudah. Tuan tidak perlu memaksa anak kita untuk bertunangan, biarlah mereka yang memutuskannya dan biarkan dulu mereka saling mengenal.”


Nona Annabel menundukkan sedikit tubuhnya, “Kami permisi pamit dulu.” Ucap nona Annabel dengan suara yang terlihat tenang.


Tuan Almero dan istrinya tersipu malu mengingat perlakuan Ellard. “Terimakasih atas pengertiannya.” Ucap tuan Almero.


Nona Annabel, suaminya dan Diana berbalik badan, “Tidak perlu merasa cemas tuan Almero dan nona Arabella, lain kali kita akan membahasnya.” Sahut nona Annabel dengan suara lemah lembut.


Nona Annabel, suaminya dan Diana melangkah pergi meninggalkan kediaman tuan Almero.


Tuan Almero mengepal tangannya, “Ellard itu sangat keras kepala, kenapa dia bisa berpikir menikahi gadis lain selain dari klan dia sendiri.”


Nona Arabella memegang bahu tuan Almero, “Tenanglah suamiku, mungkin Ellard masih belum mau menikah dan jangan terus mendesaknya.” Nona Arabella melayangkan kecupan di pipi tuan Almero.


Tuan Almero menatap wajah nona Arabella, “Baiklah. Apa sebaiknya kita menambah satu anak lagi.” Tanya tuan Almero.


Nona Arabella mencolek pipi tuan Almero, “Bilang saja jika kamu ingin melampiaskan amarah dengan kita bermain di atas ranjang.” Goda nona Arabella kepada suaminya.


Tuan Almero mengangguk, “Yuk. Biar hati ini tenang.” Ucap tuan Almero sambil menggendong nona Arabella.


Nona Arabella melingkarkan kedua tangannya di bahu tuan Almero. “Berarti kamu tidak marah lagi dengan anak kita tuan Almero yang gagah dan sangat tampan.” Goda nona Arabella yang berada di dalam gendongan tuan Almero.


“Jika aku masih marah kepada putra kita gimana?” tanya tuan Almero yang terus berjalan melangkahkan kedua kaki nya menuju kamar mereka.


Nona Arabella menarik hidung tuan Almero, “Aku akan menggigit batang coklat yang sudah mengeras dan memutarkan nya dengan sangat hebat hingga kamu berkata, sudah aku sudah tidak berdaya.” Bisik nona Arabella yang terus menggoda suaminya.


...Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2