
Part 38
________
...Kembali ke Arista....
...💃🏻💃🏻...
Arista dan Anggun berjalan keluar dari mes khusus wanita menuju gedung sekolah. Sesampainya di depan pintu masuk sekolah, Ellard berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding pintu masuk sekolah seperti sedang menunggu dirinya.
Melihat Ellard yang sedang menunggunya di depan pintu sekolah, Arista mempercepat langkah kakinya, dengan tangan menarik tangan Anggun.
“Sebaiknya kamu tidak menyapa Ellard.”
Anggun hanya diam menatap tangannya yang di genggam erat dan di tarik oleh Arista, langkah kaki mereka terus berjalan hingga melewati Ellard yang sedang berdiri.
“Arista.”
Panggil Ellard berusaha menghentikan langka kaki Arista.
Anggun hanya menolehkan wajahnya menatap Arista, “Kamu kenapa?” tanya Anggun dengan suara khas.
Sesampainya di depan anak tangga yang menuju kelas, Arista berhenti menatap Anggun dengan wajah serius.
“Aku tidak ingin terlibat masalah dengan Diana dan yang lainnya. Aku tahu Diana masih membenciku karena ke salah pahaman yang dibuat Ellard.”
“Seharusnya Diana mengerti jika kamu tidak menyukai Ellard dan itu hanya ke salah pahaman saja.” Sambung Anggun.
Arista melangkahkan kaki kanannya menaiki anak tangga. Baru tiga langkah menaiki anak tangga Ellard berlari mendekat dengan tangan yang memegang tangan Arista.
“Kenapa kamu menjauhi aku dan apa salahku coba kamu jelaskan agar aku bisa mengoreksi diriku sendiri.”
Arista menghempas tangan Ellard, ia berlari meninggalkan Anggun dan Ellard yang masih berdiri di atas anak tangga.
Tap!
Tap!
Arista terus berlari tanpa menoleh ke sekeliling, saat kaki kanannya memasuki ruang kelas wajah Arista menabrak tubuh pemuda yang sedang berdiri di depan kelas mereka.
Buuk!!
“Aahhh!” keluh Arista merasa sakit di bagian dahinya.
Arista mundur satu langkah kebelakang dengan tangan yang memegang dahi yang menyundul dada kekar milik seorang pemuda.
“Apa kamu tidak punya mata kalau ada orang yang ingin masuk ke dalam kelas. Dan apa kamu tidak bisa minggir sedikit memberi jalan kepadaku.” Bentak Arista tanpa melihat ke wajah pemuda itu.
Pemuda tersebut tersenyum manis, tangannya kanannya mengulur panjang sambil berkata. “Maaf.”
Arista hanya menatap ke lantai dengan wajah yang tetap tertunduk seolah ia tidak perduli siapa yang berada di hadapannya. Arista menepis tangan pemuda tersebut. “Makan itu maaf.” Ketus Arista berjalan pergi masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya.
Semua teman kelasnya menatap heran wajah Arista yang terlihat cuek melihat pemuda tersebut.
__ADS_1
5 menit kemudian Ellard yang hendak berjalan masuk kelas harus menghentikan langkah kakinya di depan pintu melihat punggung seorang pemuda yang berdiri menghalangi jalannya masuk ke dalam kelas.
“Kenapa kamu terus berdiri di sini? Apa kamu tidak punya pekerjaan lain selain berdiri menghalangi orang lain masuk ke dalam kelas.”
Pemuda yang berdiri di depan pintu hanya diam tak menggubris pertanyaan Ellard. Kedua matanya pemuda tersebut hanya tertuju kepada Arista yang sibuk dengan tangan yang mengeluarkan satu persatu buku pelajarannya di atas meja.
Ellard menolehkan wajahnya menatap pemuda yang sedang berdiri, beralih pandang menatap Arista yang sedang duduk di bangkunya.
Melihat ada ke ganjalan dari tatapan pemuda tersebut, Ellard menepuk bahu pemuda yang berdiri di depan pintu.
“Kamu suka dengan gadis itu! jika kamu suka, kamu harus bersaing sehat denganku.” Bisik Ellard di telinga pemuda tersebut.
Pemuda tersebut tidak menjawab dan tidak menoleh sama sekali ke arah Ellard. Ia hanya melepaskan tangan Ellard yang memegang bahunya.
“Menarik.”
Pemuda tersebut berjalan meninggalkan Ellard yang masih berdiri di depan pintu. Pemuda tersebut berjalan dan berhenti tepat di samping meja Arista.
“Hai. Boleh tidak aku menjadi teman sekelas kamu.”
Mendengar ucapan itu Arista menolehkan wajahnya melihat ke sepatu sekolah hingga berakhir menatap wajah pemuda tersebut. Kedua mata Arista membulat menatap wajah yang sangat tampan namun terlihat cantik dengan bibir merah muda kulit putih mulus.
Tampan dan sangat cantik sekali pemuda yang sedang menyapaku.
Apa aku tidak salah melihat ada seorang pria tampan yang sedang mengajakku berbicara.
Gumam Arista di dalam hati dengan kedua tangan yang mengucek kedua matanya.
Arista mengulurkan tangan kanannya mencubit tangan pemuda tampan yang sedang berdiri di samping mejanya.
Pemuda tersebut meringis kesakitan dengan tangan yang mengelus lembut kulit merah bekas cubitan Arista. “Kenapa kamu mencubitku, apa kamu pikir aku ini hantu.”
Arista menolehkan wajahnya seakan ia tidak percaya dengan pemuda tampan yang mengajak ia berbicara.
“Tidak mimpi dan tidak hantu. Saat aku mencubitnya dia kesakitan…” gumam Arista pelan yang masih tidak percaya.
Pemuda yang disebut tampan dan cantik membuyarkan lamunan Arista.
“Hai.” Ucapnya melambaikan tangan tepat di hadapan Arista.
Arista menolehkan wajah sambil tersenyum manis, “Ia.ia.” sahutnya dengan lembut.
Melihat Arista yang bersikap manis dengan pemuda lain selain dirinya, Ellard mengepal kedua tangannya berjalan menuju bangku dan meja Arista.
Ellard menghentikan langkah kakinya tepat di samping pemuda yang di sebut tampan dan cantik, tangannya mengulur panjang mendorong pelan di bidang dada milik pemuda tersebut dan membuat pemuda yang berdiri di samping Arista bergeser sedikit dari tempat ia berdiri.
“Jangan sok akrab kamu.”
Arista mengerutkan dahinya, “Apa-apaan ini.” Bentak Arista menatap suram wajah Ellard.
Hati Diana panas melihat Arista di perebutkan oleh dua orang pemuda tampan, apa lagi salah satu di antaranya adalah calon tunangannya sendiri yaitu Ellard. Diana berdiri ia berjalan mendekati bangku dan meja Arista.
Wajahnya suram menatap rambut indah Arista yang terurai panjang yang di setiap ujung rambutnya terdapat lekuk yang sangat indah. Diana mengulurkan tangannya mendekati rambut belakang Arista.
__ADS_1
“Seharusnya kamu harus sadar diri di sini, kau itu anak baru di sini dan kamu telah merebut Ellard dari hidupku. Bukan itu saja, kamu juga sudah berani sok cantik di kelas ini.”
Diana menarik rambut Arista tanpa ampun hingga membuat Arista tidak bisa berkutik menahan sakit dari tarikan yang di buat oleh Diana.
Melihat Diana yang menarik rambut Arista tanpa ampun, Ellard berjalan mendekati Diana mencoba melepaskan tangan yang menggenggam kuat rambut Arista.
“Apa kamu sudah gila.” Bentak Ellard.
Menyadari jika Ellard membentak dirinya, Diana melepaskan tangan yang menggenggam rambut indah milik Arista. Diana menatap wajah Ellard, “Ia. Semua itu karena gadis murahan ini telah merebut kamu dariku.” Jawab Diana dengan nada tinggi dengan jari telunjuk yang mengarah ke Arista.
Pemuda tampan memeluk tubuh Arista yang terlihat kacau.
Seperti tidak senang jika di sebut gadis murahan dan perebut oleh Diana. Arista melepaskan pelukan pemuda tampan, ekspresi wajah Arista menjadi suram menatap Diana. Arista mendekati Diana.
“Coba kau ulangi perkataan kamu yang tadi, sebab aku belum mendengarnya.”
“Gadis perebut, murahan! murahan.” Teriak Diana.
Secepat kilat tangan Arista melayangkan tangan kananya berulang kali tepat di pipi kanan, kiri Diana.
Plaaakkk!!
Plaaakk!
Plakk!
Plaakk!
Semua murid tercengang seperti tidak percaya apa yang sedang di lakukan Arista kepada Diana. Mereka saling berbisik satu sama lain.
“Gawat. Anak baru itu berani sekali menampar Diana sampai berulangkali seperti itu.”
“Anak baru itu pasti akan di keluarkan dari sekolah ini.”
“Ia.”
Melihat Arista yang penuh amarah yang seperti hendak menghabisi Diana. Pemuda tampan memeluk dan menggendong Arista dari belakang dan membawanya pergi dari kelas yang terlihat kacau.
“Kenapa kamu mengotori tangan kamu menyentuh kulit wanita seperti itu.”
Arista menggeliat berusaha lepas dari gendongan pemuda tampan tersebut.
“Dia telah menghinaku dan berbicara buruk tentang aku. Bagaimana aku bisa diam saja, aku harus membalas perkataannya hingga mulutnya….”
Belum siap berbicara tangan pemuda tampan tersebut membungkam mulut Arista.
...Bersambung......
...**Saya selipkan sedikit gambar wajah pemuda tampan/cantik. ☺☺...
...Sedikit bocoran, Untuk beberapa part selanjutnya akan ada sedikit bumbu cinta seperti kisah anak SMA. 🤗🤗 biar agak gimana" gitu. 💃🏻💃🏻...
__ADS_1
...Sehat selalu buat kita semua**....