Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Bab 95


__ADS_3

Duar!!


Kilatan cepat menyambar tempat berkumpulnya rakyat Raja iblis.


“Sial!” umpat Raja iblis kesal, karena tembakannya meleset.


Tak lama suara langkah dari balik pintu dan getaran tanah terhenti. Esme, Anggun, Abel, William, dan rakyat iblis menoleh ke pintu tersebut. Tatapan serius, posisi tubuh bersiap untuk melawan.


Braaakk!!!


Pintu kayu besar dengan gembok besar hancur berkeping, terbang ke tengah aula. Membuat semua orang di sana menunduk.


“Bug….bug…wuuaaa!”


Terlihat monster bertumbuh besar ukuran 20 meter, berkulit hijau, mulut lebar, lendir hijau terus berjatuhan di sekitar bibirnya. Monster hijau it uterus memukul bidang dadanya, dan berteriak.


“Monster hijau,” gumam Esme, pandangan menatap monster tersebut sedang berjalan memasuki aula.


“Bu, itu monster apa?” tanya Anggun.


“Itu namanya monster hijau. Kamu harus hati-hati, jangan sampai ia menyemburkan lender hijau ke arah kamu. Jika sampai lendir itu terkena kulit kamu, maka tubuh kamu akan bolong, atau memiliki luka yang tidak akan bisa di tolong lagi,” jelas Esme memberitahu.


“Baik bu,” sahut Anggun, pandangannya menatap lurus ke monster hijau berjalan mendekati William.


“30 menit lagi gerhana bulan akan berakhir. Kita harus segera menyelamatkan Arista. Mari kita berpencar untuk menuntas habis iblis-iblis busuk ini!” perintah Esme.


“Baik bu,” sahut Anggun.


Pertempuran pun terjadi. Abel melawan para pengawal, Esme dan Anggun melawan rakyat iblis. sedangkan William melawan monster hijau. Ellard sendiri masih bertumbuh serigala membawa Arista keluar dari dalam Kastil.


“Hiaakhh!!” teriak Esme, dari telapak tangannya terlihat cahaya warna-warni terus keluar sembari melawan rakyat iblis tengah menyerangnya.


Wush wush!!


William sedang bertarung melawan monster hijau, kedua tangannya memegang pisau belati.


Swiish swiisshh!!


Sreeekk jlub!!


William mengayunkan pisau belati ke beberapa bagian tubuh monster hijau, sehingga darah berwarna hijau bercucuran keluar. Menit selanjutnya William menusuk pundak dan bagian tubuh lainnya.


“Aaaaa…” teriak monster hijau dengan suara besar dan kuatnya, kepala menengadah ke atas.


Tak ingin memberikan kesempatan untuk monster hijau. William kembali menusuk monster hijau hingga tubuh monster hijau lemah dan tumbang.


Dari arah lain, Abel melihat William tengah berlari keluar dari aula. Abel tadinya sedang berperang melawan puluhan pengawal, akhirnya merapal mantra.

__ADS_1


“Mati dengan tenang tanpa berisik. Aku..atas nama Abel, memerintahkan kalian semua mati dengan tenang!” gumam Abel.


“Akkh..kkhh..khhh!!”


Pedang berada di tangan pengawal semuanya terjatuh ke lantai. Tangan mereka menggenggam erat tenggorokan, bola mata para pengawal mendelik ke atas dan akhir wajah para pengawal menggelap, dan mati.


Abel pun berlari, mengikuti langkah kaki William sudah pasti sedang mengejar Arista.


Esme melihat dari kejauhan hanya bisa terdiam, sembari masih terus berperang melawan sebagian rakyat iblis.


“Siapa sebenarnya Abel ini?” tanya Esme kepada dirinya sendiri.


Esme sudah lama curiga melihat Abel. Namun, Esme belum bisa mengungkap siapa Abel sebenarnya.


Esme dan Anggun pun kembali berperang melawan rakyat iblis.


.


.


Di halaman kastil.


Tubuh serigala Ellard terlihat di penuhi luka sayatan pedang. Begitu juga dengan Arista, kulit putih bersihnya terlihat penuh luka.


Arista berdiri di hadapan raja iblis, “Gerhana bulan purnama 5 menit lagi akan selesai. Dan kau…kau pikir tujuan kau ingin mendapatkan aku bisa semudah itu. Ha ha…” Arista menjeda ucapannya dengan tawa mengejeknya. Lalu Arista melanjutkan kembali perkataannya, “Sampai matipun aku tidak akan…”


“Kalau gitu aku akan membuat waktu 5 menit menjadi lama,” bisik Raja iblis. Pandangan Raja iblis mengarah pada William, Abel, dan Ellard. Lalu Raja iblis berkata, “Di sini, di depan mata kalian semua. Aku akan membuat Arista melahirkan keturunanku!”


“Coba saja kalau kau berani!” teriak Abel dan William serentak.


Abel, William, dan Ellard berlari mendekati Raja iblis, sedang memeluk Arista dari belakang.


“Baiklah, akan aku buktikan!” tegas Raja iblis. Perlahan Raja iblis memutar posisi memeluk tubuh Arista menghadap dirinya ke depan.


“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Arista meninggikan nada suaranya.


“Tentu saja aku akan mencicipi bibir manis ini!” Raja iblis membelai bibir ranum Arista.


Krak!


Arista menggigit jempol tangan Raja iblis, lalu tangannya mendorong kuat bidang dada Raja iblis, dan berlari menuju William saat itu berlari ke arahnya.


“Paman…tolong aku. Dia akan mencium ku!” teriak Arista.


“Ha ha ha…dasar vampire kecil,” Raja iblis mengulurkan tongkatnya berubah menjadi tangan besar, dan mencengkram tubuh Arista, membawa tubuh Arista kembali kepadanya.


“Paman…tolong aku!” teriak Arista berusaha melepaskan tongkat berubah menjadi tangan, menggenggam erat tubuhnya.

__ADS_1


“Lepaskan Arista!” perintah Abel tegas.


“Hei bocah ingusan. Siapa kau berani sekali mengganggu kesenangan ku!” bentak Raja iblis.


Tongkat berbentuk tangan sudah berubah menjadi tongkat miliknya. Arista sudah berada dalam pelukannya. Tanpa malu, Raja iblis menciumi jenjang leher Arista.


“Le..lepaskan aku!” teriak Arista gugup.


William, Abel, dan Ellard melihat hal itu semakin tersulut emosi. William mempercepat langkah larinya, begitu sampai mendekati Raa iblis, William mengayunkan pisaunya.


Wiisshh!!


Namun Raja iblis dengan cepat menghindar.


William, Abel, dan Ellard, terus menyerang Raja iblis. Namun, Raja iblis berhasil menghindari serangan William, Abel, dan Ellard. Raja Iblis masih terus mencium Arista, sampai terlihat rasa haus ingin melakukan hal lebih terlihat jelas di wajah Arista berubah menjadi merah muda.


Abel sudah tidak tahan lagi melihat kejahatan Raja iblis, merapal mantra, “Matilah kau pengusaha kegelapan. Tempatkan dirinya di tempat yang semestinya. Kunci mahkluk jahat ini di tempat yang jauh, tidak terjamah oleh hal apa pun. Berakhirlah kegelapan!”


Buuusshh!!!


Mantra tadi berubah menjadi cahaya. Cahaya itu tepat berada di belakang Raja iblis.


"Mantra ini!" gumam Raja Iblis terkejut saat melihat cahaya tersebut hanya bisa di buat oleh iblis muda itu.


Iblis muda terkenal kejam, dan selalu menghabisi siapa pun tanpa ampun. Iya, Iblis muda cukup kejam itu adalah Abel.


Abel sebenarnya adalah Raja iblis sesungguhnya. Abel hanya berpura-pura menjadi iblis biasa agar bisa melindungi Rakyat nya. Dan Raja iblis ada di hadapan Abel, Ellard, William dan Arista. Bukanlah Raja iblis sesungguhnya, melainkan sebuah prajurit terhebat, kuat, milik Kerajaan Iblis di alam iblis.


Raja iblis palsu itu dikeluarkan dari kerjaan iblis karena tidak patuh, berkhianat dengan perintah dan aturan kerjaan. Semua Raja iblis itu lakukan, karena ia mendengar jika Abel sudah meninggal karena bertempur melawan Malaikat.


Raja iblis palsu menatap Abel, "Siapa kau?!"


"Aku bukan siapa-siapa!" sahut Abel menutupi indentitas nya, sembari terus berjalan mendekat.


Pelukan Raja iblis perlahan terlepas saat cahaya dibelakangnya menarik seperti magnet.


Arsita pun melompat, berlari ke dalam pelukan William.


"Paman," rengek Arista.


"Tenanglah kau sudah aman," ucap William.


"Kalian pikir kalian akan menang! lihat saja. Tunggu pembalasan....uhuk...uhuk..." teriakan Raja iblis palsu terhenti saat darah hitam menyembur dari mulutnya.


"Berhentilah mengoceh, kau sudah banyak melukai orang. Sekarang giliran kamu!" tegas Abel.


Tubuh Raja iblis palsu perlahan terhisap ke dalam cahaya tersebut, dan menghilang. Gerhana bulan purnama pun kini selesai, berganti dengan langit bertabur bintang.

__ADS_1


__ADS_2