
Part 30
______
Tak!
Tak!
Tak!
Suara langkah kaki sepatu hak wanita dan sepatu pansus pria memasuki ruangan pesta.
Semua para tamu undangan terpanah menatap kedatangan sepasang suami /istri yang berjalan memasuki ruangan pesta.
Sepasang suami/istri berdiri di depan kue pesta ulang tahun Ellard.
Anggun menarik tangan Arista, “Apa kamu tahu mereka siapa?” berbisik dengan suara khas di telinga Arista.
Arista menggeleng dengan kedua mata yang menatap sepasang suami/istri yang masih terlihat muda yang saling bergandeng tangan.
Anggun mendekatkan wajahnya di telinga Arista, “Mereka adalah kedua orang tua Ellard.”
Arista terkejut, “Ellard.” Ucapnya sambil menatap wajah Anggun.
Anggun menganggukan kepalanya, “Ia.” Ia berbisik kembali, “Orang tua Ellard juga yang mendirikan Sekolah kita, bukan itu saja mereka juga bekerja sama dengan orang tua Diana.” Anggun menjelaskan sedikit kepada Arista.
Arista menatap wajah Anggun, “Pantes saja jika Ellard dan Diana sudah di pasangkan, ternyata orang tua mereka sedang melakukan kerja sama.” Sahut Arista dengan ekspresi wajah yang datar.
Arista menatap Diana yang sedang menggandeng tangan Ellard, kemudian kedua matanya beralih pandang menatap orang tua Ellard.
Kalau memang hari ini adalah pengumuman resmi tentang pertunangan Ellard dan Diana. Kenapa hanya orang tua Ellard saja yang hanya datang, orang tua Diana kemana?
Aku jadi penasaran?
Gumam Arista di dalam hati dengan kedua mata yang melihat ke sekeliling tempat.
Tak!
Tak!
Tak!
Suara langkah kaki sepatu hak tinggi wanita dan pansus pria datang dari arah pintu masuk kediaman Ellard.
Semua para tamu menoleh menatap suara yang datang dari pintu masuk kediaman Ellard.
“Wah. Cantik sekali.”
__ADS_1
“Ia. Suaminya juga tampan.”
“Pantes saja Diana begitu cantik.”
Terdengar sahut menyahut para tamu undangan yang berdecak kagum melihat kedatangan orang tua Diana.
Orang tua Diana berjalan memasuki ruangan pesta, mereka terus berjalan di tengah keramaian para tamu undangan, baik dari teman Ellard dan Diana maupun teman dari kedua orang tua Ellard dan Diana.
Anggun menarik tangan Arista, “Apakah kamu tahu mereka siapa?” ucapnya dengan wajah yang terlihat kagum menatap orang tua Ellard dan Diana berdiri berdampingan di hadapan semua para tamu pesta ulang tahun Ellard.
“Tahu.” Sahut Arista dengan wajah yang datar.
5 menit kemudian para tamu undangan pesta ulang tahun Ellard, tiba-tiba menjadi sangat ramai menatap ke arah pintu masuk kediaman Ellard.
Arista dan Anggun juga memalingkan wajah mereka melihat ke arah pintu masuk kediaman Ellard. Mereka sangat penasaran kenapa sampai semeriah itu, siapa lagi yang sedang hadir berjalan memasuki pintu kediaman Ellard.
Anggun menarik tangan Arista, “Lihat. Bukan hanya seluruh para siswa saja dan para tamu undangan yang penting saja yang hadir, seluruh guru yang berada di sekolah kita juga hadir.” Tunjuk Anggun menatap kedatangan para guru yang berada di sekolah mereka.
Anggun memalingkan wajahnya, ia merasa jika suasana pesta ini menjadi sangat berlebihan dengan menghadirkan banyak orang selain teman sekolah mereka.
Terlalu berlebihan, baru saja pesta ulang tahun dan sedikit pengumuman penting sudah menghadirkan banyak orang.
Tidak sekalian saja para umat manusia yang lain di undang ke sini.
Gerutu Arista di dalam hati.
Arista menarik tangan Anggun, “Sebaiknya kita pulang saja yuk.” Ucapnya karena merasa tidak nyaman dengan banyaknya tamu yang terlalu berlebihan yang hadir pada malam hari itu.
“Tampan sekali.”
“Ia. Sangat tampan, gagah, kuat dan kekar.”
“Tidak aku sangka, jika wajah aslinya lebih tampan dari pada gosip yang sering aku dengar.”
Suara sahut menyahut para tamu undangan menatap seorang pria yang datang dengan setelan jas berkemeja putih dengan gagah, tampan dan keren.
Arista memalingkan wajahnya, “Tampan juga Pamanku.” Gumamnya pelan.
Anggun menarik tangan Arista, “Tuan William.” Dengan jari telunjuk yang mengarah ke seorang pria yang berjalan di atas karpet merah.
“Mana mungkin Pamanku datang ke pesta yang tidak penting seperti ini. Dia itu sangat sibuk dengan hal yang lebih bermanfaat, seperti mengejar para wanita yang mempunyai kedua gunung yang lebih besar dari milikku.” Sahut Arista yang tidak memperdulikan situasi.
Semua para tamu pada heboh menatap pria yang baru saja hadir berdiri di hadapan Arista.
“Meski pun aku tidak ada di samping kamu, ternyata pikiran kamu terus berpikir buruk tentang Paman kamu sendiri, apa kamu mau aku hukum.” Potong seorang pria yaitu William yang sedang berdiri di depan Arista dengan kedua tangan yang di lipat dan di letakkan di dada serta kedua mata yang menatap suram Arista.
Arista melihat dari bawah sampai ke atas, ekspresi wajahnya berubah menjadi panik dan gugup menatap wajah William yang begitu sangat mengerikan menatap wajahnya. “Paman.” Ucapnya dengan wajah yang gugup.
__ADS_1
William menarik tangan Arista, “Sini kau gadis nakal.” Gumam William pelan.
Semua para tamu undangan berdecak kagum melihat perbuatan William menarik tangan Arsita yang di nilai mereka itu sangat keren dan gagah.
“Tidak aku sangka, jika murid baru itu adalah keponakannya.”
“Tahu gitu aku akan bersikap baik dan manis kepadanya.”
“Ia. Aku akan merebut hati gadis remaja itu supaya bisa mendekati tuan William.”
“Jangan berbuat curang kalian ya?”
“Sudah jangan berdebat, dengar-dengar gadis remaja itu sangat berpengaruh perihal hubungan Asmara tuan William.”
Terdengar sahut menyahut para tamu undangan selain teman sekolah Ellard dan Diana.
William menggandeng tangan Arista berdiri di tempat tamu undangan penting yang di undang khusus dari pihak kedua orang tuan Ellard.
Kedua orang tua Ellard berjalan mendekati William. Papa Ellard mengulurkan tangan kanannya, “Selamat datang tuan William.” Ucapnya dengan bibir yang tersenyum manis.
William menerima jabat tangan dari Papa Ellard. “Terimakasih telah mengundang saya tuan Almero.”
Istri tuan Almero mengulurkan tangan kanannya memberi punggung tangannya, “Selamat datang tuan William.” Sambung istri dari tuan Almero yang terlihat sangat anggun dan berwibawa.
William memegang jari jemari istri tuan Almero, “Terimakasih nona Arabella.” William menundukkan sedikit kepalanya memegang jari jemari nona Arabella.
Dahi Arista mengerut menatap tangan William memegang tangan dari nona Arabella, ia juga menolehkan wajahnya seolah-olah mengisyaratkan kenapa Pamannya mengenali kedua orang tua Ellard dan tidak pernah memberitahu dia apa pun.
“Apakah ini Vampir kecil milik tuan William.” Ucap tuan Almero mengarahkan tangan kananya yang ingin memegang dagu Arista.
Dengan sigap tuan William meraih bahu Arista dan menariknya menjauh sedikit dari tangan tuan Almero yang berusaha memegang dagu Arista, “Ia. Dia adalah Vampir kecil yang sudah tumbuh menjadi remaja.” Sahut William datar.
Diana mengajak Ellard mendekati William dan kedua orang tua Ellard.
Tuan Almero menolehkan wajahnya memandang Ellard yang berjalan ke arahnya. Ellard adalah pewaris tunggal dari keluarga Almero dan nona Arabella.
“Tuan William, pemuda yang sedang berjalan itu adalah putraku yang akan bertunangan dengan keluarga tuan Franssisco dan nona Annabel.”
Kedua orang tua Diana berjalan mendekati tuan Almero.
“Tuan. Sudah waktunya pengumuman perihal pertunangan anak kita di umumkan.” Ucap tuan Franssisco dengan pelan.
Tuan Almero menganggukan kepalanya, “Baik.”
Tuan Almero memegang bahu William, “Maaf, tuan William pembicaraan kita harus terjeda sedikit karena saya akan mengumumkan tentang pertunangan Ellard.” Ucap tuan Almero dengan wajah yang tersenyum manis.
...Bersambung.......
__ADS_1
...Sehat selalu buat kalian semua. 😘😘...
...Aku doakan rezky kita semua di lancarkan dan sukses selalu buat Para pejuang receh. 😘😘😍...