
Tak berapa lama Arista berlari seperti anak kecil mengejar anak-anak hewan fantasi. Ketua dari hewan Fantasi mendekati Esme, duduk di hadapan Esme, Anggun, Ellard, dan Abel.
“Apa rupanya yang sebenarnya akan terjadi? Dan benda apa itu?” tanya Abel penuh selidik setelah ketua hewan Fantasi duduk.
“Anak kecil seperti kamu tidak berhak mengetahui apa-apa. Jika kau tahu, kau mungkin tak akan bisa lari dari hari itu. Dimana semua bumi dan langit akan menjadi gelap. Waktu itu adalah waktu bangkit kekuatan penuh seorang gadis remaja. Dia itu adalah…salah seorang gadis Vampire dari keturunan pertama, penyihir hebat dan Raja iblis. Aura kegelapan saat ini semakin mencengkam, menandakan gadis Vampire itu akan keluar dari sarangnya setelah beberapa tahun lamanya,” jelas ketua hewan Fantasi.
Penjelasan itu sontak saja membuat Abel, Esme, Ellard, dan Anggun, terkejut. Ciri-ciri gadis Vampire itu adalah Arista. Tapi kenapa, kenapa bisa kekacauan itu terjadi. Hal apa membuat Arista kini sangat marah hingga kegelapan mulai menyelimuti hatinya?
Abel, Ellard, dan Anggun, melirik ke Arista, kini duduk jauh dari mereka.
“Anak itu tidak akan mungkin melakukan hal itu,” gumam Esme, namun di dengar oleh ketua hewan Fantasi.
“Anak itu, maksudnya, gadis yang sedang bermain dengan keturunan kami adalah gadis Vampire itu!” celetuk ketua hewan Fantasi, pandangan ingin membunuh menatap lekat Arista sedang tertawa dan bermain dengan anak-anak hewan Fantasi.
“Ti…tidak bukan Arista orangnya. Arista memang keturunan dari klan Vampire, tapi dia bukan anak yang akan membuat dunia ini hancur,” Esme cepat-cepat meluruskan keadaan, dan pikiran ketua hewan Fantasi.
“Kau tidak bisa membohongiku, Esme. Aku dari tadi sebenarnya sudah curiga dengan gadis itu. Tapi karena sentuhan hangat dan nyaman dari kedua tangan kecilnya membuat aku terlena. Jika memang benar dialah gadis Vampire yang di ramalkan, maka kalian harus mencaritahu apa penyebab hati tulusnya itu menjadi gelap, dan menghancurkan dunia ini,” ucap ketua hewan fantasi memberi usul.
“Iya, terimakasih atas usulannya,” sahut Esme.
“Tapi aku rasa itu bukanlah Arista. Aku pernah dengar kalau Raja iblis sebenarnya pernah bermain gila dengan salah seorang pelayan Istananya dari klan manusia….”
“Ck…pasti kau sedang mendongeng. Setahuku Raja iblis itu tidak memiliki keturunan dari pelayan. Ratu Vampire saja mandul, Raja iblis hanya memiliki anak dari satu selir saja, itupun katanya selir itu menyembunyikan anaknya entah di mana. Sudah jangan bicara omong kosong lagi kamu!” timpal Ellard tak ingin mendengar ocehan Abel.
“Lanjut Abel!” tegas Esme ingin mendengar kelanjutan cerita Abel.
“Waktu itu aku sedang pergi ke suatu desa yang jauh dari penduduk. Desa itu hanya memiliki 3 orang penduduk di sana. Pertama seorang wanita, kedua seorang wanita tua, dan terakhir adalah seorang bayi perempuan berusia 3 bulan. Ketiganya berasal dari klan manusia. Wanita itu adalah seorang pelayan di istana kerajaan Vampire. Kerajaan itu adalah milik dari orang tua Arista, 8 tahun lalu telah terjadi pertumpahan darah yang mengakibatkan hampir beberapa klan punah. Namun, saat itu seorang mutan berprofesi sebagai pembunuh, membunuh Raja Vampire. Mutan itu adalah William, William melakukan hal itu karena ia sangat marah dengan Raja Vampire yang sudah membunuh selir, wanita yang sudah melahirkan Arista. Karena Raja Vampire sudah tiada, kekuatan klan Vampire menurun, William kala itu sedang kalut membabat habis semua klan Vampire hingga tak tersisa. Karena takut William membunuh bayi dari Raja Vampire yang tengah berada di dalam kandungannya, pelayan itu pun kabur ke tempat yang sulit di kunjungi,” lanjut Abel.
__ADS_1
“Tapi kenapa kamu bisa mengetahuinya?” tanya Anggun menyelidik.
“Karena saat itu aku sedang berkelana, mencari tempat dimana aku bisa di terima dengan baik,” sahut Abel berbohong.
Padahal saat itu Abel sedang mencari keberadaan Arista. Karena saat itu Abel mendengar jika Raja iblis palsu tengah mengintai keberadaan Arista, dan ingin menjadikan Arista tumbal.
Tak terima dengan kejahatan hitam ingin merenggut dan memanfaatkan klan lain, sebagai Raja iblis yang asli, Abel berusaha mencari Arista, dan ingin menyelamatkannya. Namun, informasi ia dapat dari beberapa mata-matanya malah mengantarkannya ke tempat lain.
Sesampainya di sana, Abel malah bertemu dengan seorang wanita tua, dan wanita muda tengah mengendong bayi perempuan berumur 3 bulan.
Lagi-lagi, Ellard tidak mempercayai ucapan Abel. Ellard terus tertawa terbahak-bahak, sampai-sampai ia memukul rerumputan itu.
“Ha ha ha ha…omong kosong. Kenapa kamu tidak menjadi seorang pendongeng keliling anak-anak dan di bayar dengan harga yang pantas dengan cerita kamu yang di luar nalar itu!” kekeh Ellard.
Ctak!
“Duh…duh…kasar sekali kau wanita petir!” teriak Ellard, mengejutkan ketua hewan fantasi.
“Wa-wanita petir? Apa kamu anak dari keturunan dewa dan dewi itu?”
“Ha ha…tidak, aku hanya anak dari klan biasa saja. Bu-bukan yang seperti yang kamu pikirkan,” sahut Anggun gugup.
Anggun memang benar anak dari dewa petir, dan dewi badai. Cuman, kedua orang tuanya tidak mengizinkan Anggun untuk membahas atau membuka siapa mereka sesungguhnya.
“Ya sudahlah, aku tidak perduli dengan hal itu. Karena aku tahu jika keturunan dari ratu penyihir itu telah lahir, maka mulai sekarang aku harus waspada. Karena aku tidak tahu, gadis Vampire mana yang akan menghancurkan bumi ini,” hela ketua hewan fantasi bingung.
“Kalian semua, lebih baik tutupi berita ini dari Arista. Jangan sampai ia tahu kalau Arista memiliki saudara,” pesan Esme kepada Anggun, Ellard, dan Abel.
__ADS_1
“Kenapa Bu? Bukannya itu malah bagus,” sahut Anggun.
“Tidak, itu tidak akan bagus untuk Arista, dan kita semua.”
“Haah…dunia sudah mau hancur, tapi aku sama sekali belum menyatakan perasaanku kepada Arista. Aku ‘kan juga butuh keturunan, apa aku buat sekarang saja dengan Arista, ya?” hela Ellard frustasi memikirkan dunia akan hancur saat dirinya belum mendapatkan apa pun dari Arista.
“Kau pikir kau aja yang ingin merebut Arista dari William. Aku juga, jika kau menginginkan Arista, maka langkahi dulu mayatku!” tegas Abel serius.
Ellard berdiri, “Kalau gitu mari kita melakukan pertandingan di sini. Siapa yang mati…”
Byurr!
Ketua hewan Fantasi menyemburkan apinya di atas kepala Abel dan Ellard, membuat Ellard, dan Abel spontan menundukkan tubuh mereka, kedua tangan memegang rambut mereka.
“Dasar bocah! Kayak gini mau melindungi klan seperti kami. Tentang wanita saja kalian berdua masih berebut hingga ingin saling membunuh,” ketua hewan fantasi menggeleng, “Lebih baik kalian kembali saja kepangkuan ibu kalian,” gerutu hewan fantasi.
“Dasar sensi. Kalau kami tadi tewas menjadi sate, gimana?” cetus Ellard sinis.
“Lebih bagus, agar aku dan beberapa klan ku tidak mencari makanan dengan susah payah lagi,” sahut ketua hewan fantasi.
“Kapan hal itu akan terjadi?” tanya Esme kembali mengingat kejadian dimana dunia akan hancur.
“Sebaiknya kita lihat ke dalam. Kamu bisa mengetahuinya melalui petuah kami yang selalu menjaga di dalam,” usul ketua hewan fantasi menyuruh Esme masuk ke dalam.
Esme perlahan bangkit dari duduknya, “Kalian di sini saja. Ibu akan memeriksanya ke dalam,” pinta Esme memberi perintah kepada Anggun, Ellard, dan Abel.
“Baik bu,” sahut Anggun. Ellard dan Abel hanya saling diam, membuang wajah ke lain arah.
__ADS_1