Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Bab 93.


__ADS_3

‘Apa yang di pikirkan bocah ingusan ini. Apa dia mau mati menerima pernikahan ini? tidak akan aku biarkan usaha kami semua ke sini untuk menolong nya berujung sia-sia,’ gerutu William dalam hati, pandangan menatap lurus ke Arista.


“Ha ha ha…bodoh! Segitu mudah percayanya kau dengan ucapan ku!” ucap Raja Iblis mengejutkan Arista, sembari tangannya menyelinap masuk ke pinggul Arista, membawa tubuh Arista menempel ke tubuhnya, “Jadikan malam purnama ini menjadi malam yang sangat spesial untukku. Ha ha ha!” sambung Raja iblis.


"Itu tidak akan mungkin terjadi!" gumam Arsita menggertak giginya.


Bayangan dari balik jendela kaca setiap ruangan terlihat langit malam bertabur bintang semakin gelap, cahaya bulan perlahan meredup. Sayap hitam besar dan kokoh di miliki Raja iblis perlahan keluar dan mengembang.


Salah seorang pelayan terlihat keluar dari pintu menuju dapur, di kedua tangan memegang botol kaca berisi darah, pelayan tersebut pun berlari kecil mendekati Raja iblis dan Arista.


Dengan tubuh menunduk pelayan itu mengulurkan kedua tangannya memberikan botol kaca berisi darah, “Raja ini darah milik salah seorang manusia gadis perawan,” ucap pelayan lembut.


“Kau suruh para pengawal untuk mengikat tangan dan kaki mereka. Lalu gantung 2 lelaki itu!”


Perintah Raja iblis, tangannya mengarah ke Abel dan Ellard, berdiri, masing-masing tangan memegang bagian dadanya, tubuh sedikit membungkuk, bibir meringis kesakitan, tatapan ingin segera mereka habis terlihat jelas di sorot mata Abel dan Ellard.


Arista mendengar hal itu sontak saja terkejut. Arista berusaha melepaskan tangan Raja iblis dari pinggulnya. Namun, Raja iblis menahannya dengan sangat kuat.


“Kau pengkhianat! Bukannya kau sudah berjanji tidak akan melukai teman-teman ku setelah aku mengatakan aku bersedia menikah dengan-mu!”


“Uppss…aku lupa kalau aku ada mengatakan hal itu,” Raja iblis memandang rakyatnya, “Apa tadi kalian mendengar kalau aku ada mengatakan akan membebaskan teman-teman Ratu kita, setelah menikah denganku?!” teriak Raja iblis bertanya pada rakyatnya.


“Tidak! Kami tidak mendengar apa pun!” sahut rakyat Raja iblis berteriak kencang.


“Makan…makan..makan!” teriak rakyat Raja iblis lagi ingin segera memakan Abel, Ellard, Anggun, dan 10 klan manusia.


Raja Iblis mengangkat kedua tangannya ke atas, “Tenang rakyat ku yang haus akan kenikmatan. Sebentar lagi kita akan menikmati makanan segar sudah tersaji di hadapan kita. Mari kita hitung mundur dari sekarang!” perintah Raja iblis.


Rakyat Raja iblis langsung bersorak, sorakan memenuhi ruang aula. Rakyat Raja iblis juga sedang menghitung mundur dari urutan 5.

__ADS_1


“5…4..3..2..1..” teriak hitung mundur rakyat Raja Iblis.


Cahaya bulan berganti dengan gerhana bulan purnama. Terdengar suara teriakan Ellard ingin merubah bentuk tubuhnya menjadi manusia serigala, lebih buas, dan lebih kejam.


“Akkkhhh!!!” teriak Ellard, saat tubuhnya mulai berubah menjadi siluman serigala, besar, kekar, dan kejam, di setiap bulan purnamanya.


Arista sendiri, gigi runcing perlahan terlihat keluar dari bibir ranumnya, saat melihat Raja iblis membuka tutup botol kaca berisi darah, menggoyangkan botol tersebut hingga aroma darahnya tercium begitu segar ke hidung Arista. Bola matanya berubah menjadi merah gelap, kuku jari dan kaki perlahan memanjang, berubah menjadi hitam pekat. Namun, saat tenggorokannya terasa sangat kering dan haus ingin meminum darah tersebut. Arista mendengar ada seorang wanita berbisik.


“Jangan rubah dirimu menjadi Vampire sangat jahat malam ini. Sebelum kau menyesal nantinya,” bisik wanita tersebut. Wanita tersebut adalah ibu dari Arista, sudah meninggal dunia 8 tahun lalu.


Arsista menggelengkan kepalanya, mencoba menyadarkan dirinya dari pengaruh rayuan Raja iblis. Arista pun berhasil menteralkan dirinya kembali menjadi wujudnya sebagai manusia. Dengan cepat kedua tangan Arista mendorong tubuh Raja iblis untuk melepaskan pelukannya. Setelah lepas dari pelukan Raja iblis, Arista pun berlari mendekati William, tempat di mana rakyat Raja iblis berdiri. Namun, belum lagi sampai Arista menerobos masuk ke dalam kerumunan rakyat ibilis. Raja Iblis sudah menghadang Arista, dan langsung meminum darah segar ke mulut Arista.


“Ck, sialan!” umpat William kesal.


“Arista!” teriak Anggun, dan Esme sedang menyamar, dan masih berdiri di tempatnya tadi.


“Aaaaa….aaaaa!!” teriak Arista merasakan darah itu mengalir dengan cepat ke seluruh system syaraf, dan aliran darahnya. Merubah darah merah di dalam tubuhnya menjadi hitam. Sayap besar dan lebar keluar dari punggungnya.


“Ha ha ha ha ha…waktunya berpesta, dan lahirkan anak yang kuat malam ini!” teriak Raja iblis di sela tawa puasnya.


Di sela kepuasan dan tawa Raja iblis, terdengar suara teriakan dan minta tolong klan manusia masih di dalam kandang.


“Aaa…aaa..tidak!!”


“Tolong lepaskan kami, Raja. Ka-kami tidak ingin di makan oleh siluman serigala ini!”


Anggun sendiri tidak takut melihat perubahan Ellard. Anggun malah mendekati Ellard, sedang berdiri di depan pintu luar sangkar jeruji besi.


Kedua tangan Anggun mengangguk jeruji sangkar besi, kepala sedikit keluar dari sela sangkar besi, “Hei bodoh! Kenapa kau malah menyerang kami. Seharusnya kau menyerang Raja iblis yang ada di sana!” tunjuk Anggun ke sisi kanannya, dimana Raja iblis, dan Arista masih berdiri di depan tempat rakyat iblis, dan kini sedang menatap Ellard dan Anggun.

__ADS_1


“Gggrrrrr…rrrrr!!!!”


Hanya suara itu keluar dari mulut Ellard, mengeluarkan saliva sangat banyak, seperti kelaparan, dan sesekali lidahnya membersihkan saliva berjatuhan dari mulutnya.


“Hei bocah! Apa kau sedang menantang ku?!” tanya Raja iblis berteriak kepada Anggun. Tangannya terlihat menyelinap masuk ke pinggul Arista.


“Tidak, bukannya kita tidak selevel,” sahut Anggun.


“Kau pikir, kau bisa bebas dan keluar hidup-hidup bersama dengan teman-teman mu dari tempat ku ini?!” tanya Raja iblis seperti menyepelekan.


“Entah, kok tanya aku!” cetus Anggun.


“Berani sekali kau mengabaikan pertanyaanku. Sekarang mari kita mulai permainan ini!” teriak Raja iblis di sela tawa renyahnya.


Sayangnya ucapan Raja iblis tidak membuat Anggun takut. Anggun malah memiliki rencana untuk menghipnotis Ellard untuk bisa mendengar perkataannya, meski dalam keadaan manusia serigala.


“Ellard, bukannya wanita yang menjadi Vampire itu adalah wanita yang kamu sukai? Arista! Sekarang kau buka mata lebar-lebar, dan lihatlah jika Arista akan membuat anak dengan Raja iblis. Apa kau rela? Jika aku menjadi kamu….tentu saja aku tidak rela. Meski aku berubah menjadi siluman sekalipun, aku akan tetap menolong sang pujaan hatiku!” teriak Anggun tepat di hadapan Ellard masih berubah mejadi serigala.


Mendengar Raja iblis akan melakukan hubungan itu kepada Arista. Ellard dengan bentuk siluman serigala menoleh ke arah Arista, kedua kaki depannya bersiap seperti hendak melompat.


“Auuuwwww!!” auman kuat keluar dari mulut Ellard berbentuk serigala.


“Ha ha ha…ke sinilah. Mari kalian bertarung!” ajak Raja iblis.


Ellard masih berubah diri menjadi manusia serigala berlari, sesekali terdengar suara auman dari mulutnya. Arista melihat dalam wujud vampire merasa di serang, dan menganggap Ellard sih serigala adalah musuhnya, sayap Arista mengepak lebar, terbang ke Ellard dengan wujud serigala.


Esme melihat hal itu langsung meninggalkan tempatnya berdiri. Mulai menyerang pertahanan dari Raja iblis secara diam-diam.


William sendiri perlahan keluar dari barisan, mengendap-endap mendekati sangkar untuk membebaskan Anggun, dan klan manusia.

__ADS_1


Namun, saat William hampir mendekati sangkar, ada seseorang menahan bahunya dari belakang.


__ADS_2