Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Bab 90. Jangan pernah mencoba melawanku!


__ADS_3

William, Esme, Abel, Ellard, dan Anggun, mereka berlima sudah masuk ke dalam Kastil Raja Iblis. Anggun sudah masuk ke bagian dapur Kastil, Abel sudah masuk ke bagian gudang penyimpanan minuman arak. William sudah masuk ke dalam tempat dekorasi untuk acara tempat tengah malam nanti. Esme sudah membaur dengan perias baju gaun dan mack up. Ellard sudah membaur dengan tukang bersih-bersih Kastil.


Di dapur Kastil Raja Iblis. Anggun masih tertahan karena para pelayan dapur sedang sibuk memasak untuk persiapan nanti malam. Anggun pun terus berpikir, bagaimana caranya untuk bisa segera menemui Arista di ruang tahanan khusus berada di tinggal paling atas. Perlahan Anggun mendekati pelayan sedang mengaduk makanan di dalam wajan besar, dan mulai bertanya.


“Permisi, ini sudah siang. Kita tidak mengantar makanan untuk tawanan Raja?” tanya Anggun lembut kepada seorang pelayan wanita. Namun, suara kodoknya masih bisa terdengar.


“Kita belum bisa memberikan makanan lezat kepada calon pengantin wanita sampai tengah malam nanti. Tapi kau bisa menghidangkan beberapa buah, dan susu, ke calon pengantin wanita, agar tubuhnya tetap fit,” sahut pelayan tersebut.


“Kenapa tidak boleh, dan kenapa di bilang calon pengantin? Bukannya gadis itu yang akan dijadikan tumbal untuk menambah kekuatan Raja Iblis. Dan gadis itu juga bukannya keturunan dari Iblis?!” tanya Anggun menyelidik.


“Kau pasti pelayan baru di sini. Raja mengatakan jika calon pengantinnya tidak boleh di biarkan memakan apa pun. Karena tepat tengah malam akan diadakan sebuah pesat besar yang mengharuskan calon pengantin wanita mendapatkan darah, dan daging segar!”


“Kenapa harus gadis keturunan dari Raja Vampire, dengan nenek moyang penyihir jahat, itu dijadikan calon pengantin? Semua karena gadis itu memiliki kekuatan yang tak tertandingi dan cocok untuk melahirkan anak dari Raja Iblis. Awalnya kami semua tidak setuju, karena masih banyak anak gadis dari keturunan asli Iblis. Namun, Raja tetap bersikeras untuk menjadikan gadis itu menjadi calon pengantinnya. Haah..entahlah, setelah malam ini entah apa yang terjadi,” sambung pelayan satunya lagi.


“Sudah kamu cepat beri makanan itu kepada calon pengantinnya, sebelum Raja Iblis marah ke kita,” desak pelayan satunya lagi.


“Dimana buah dan susunya?” tanya Anggun tidak tahu tempat buah dan susu sapi asli.


“Semua sudah tersedia di atas meja sebelah sana. Tinggal kau antarkan saja. Tapi kau harus hati-hati, karena di depan pintu sudah di jaga 2 iblis harimau!” tegas wanita tersebut memberi perintah.


“Baik,” sahut Anggun patuh.


Anggun berbalik badan, berjalan mendekati meja hidangan di mana meja sudah di penuhi dengan menu makanan matang siap di saji tempat nanti malam. Setelah Anggun memegang nampan kaleng berbentuk bundar, sudah berisi buah potong, susu sapi segar. Anggun berjalan keluar dari ruangan dapur Kastil.


Anggun terus berjalan, berjalan menaiki tangga Kastil, dan sesampainya Anggun di kamar tahanan khusus berada di puncak Kastil. Terlihat di sudut koridor sebelah kiri ada Ellard, membersihkan sarang laba-laba. Dan di sudut koridor sebelah kanan, tepat kamar Arista di tahan ada 2 ekor iblis harimau duduk di depan pintu. Kedua ekor Iblis harimau itu juga menatap Anggun, dan Ellard, dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Tak ingin di tangkap sebelum bertindak, Anggun kembali melangkah menuju kamar tempat Arista di tahan. Dan berhenti tepat di depan 2 iblis harimau sedang melayangkan tongkat besi dengan ujung lancip.


“Apa yang kau bawa?” tanya salah satu Iblis harimau.


“Buah dan susu untuk di makan oleh gadis yang berada di dalam,” sahut Anggun seperlunya.


“Apa kau yakin memberikan buah, dan susu segar tanpa menaruh racun, untuk calon pengantin Raja?” tanya Iblis harimau satunya.


“Yakin. Jika kalian tidak percaya silahkan mencobanya,” Anggun menyodorkan nampan bundar ke 2 Iblis harimau.


“Tidak, kau boleh masuk!” perintah Iblis harimau satu.


Sejenak Anggun melirik ke Ellard, memberi segaris senyum, lalu kakinya berjalan masuk ke dalam kamar Arista. Sesampainya di kamar, Anggun segera meletakkan nampan bundar di atas meja. Lalu ia mendekati Arista sedang berdiri memandang lurus ke luar jendela.


“Arista,” panggil Anggun sedikit berbisik. Namun, Arista tidak mendengarnya. Anggun memanggil Arista sekali lagi, sembari melangkah, “Arista!” panggil Anggun sekali lagi.


“Kenapa kamu bisa ke sini? Tempat ini sangat bahaya untuk kamu,” ucap Arista cemas, sesekali ia melirik ke 2 Iblis harimau di depan pintu, dengan pintu kamar masih terbuka lebar.


“Kami ke sini ingin membebaskan kamu. Ada Paman William juga. Jadi kamu jangan cemas,” sahut Anggun ikutan berbisik.


“Paman William ke sini?”


“Iya, kami berlima berpencar. Karena aku sudah melihat kamu dalam kondisi baik-baik saja. Aku kembali ke dapur, 2 jam akan menjelang malam. Dan kita semua akan bertemu di aula tempat Raja Iblis itu membuat acara. Kamu bertahanlah, dan satu lagi. Kamu harus hati-hati karen Raja Iblis sudah mempersiapkan menu makan malam dengan menghidangkan daging segar untuk kamu!” pesan Anggun sebelum berangkat pergi.


“Aku tahu. Kalau gitu….kamu…haha haha!!”

__ADS_1


Tubuh mungil Arista berubah menjadi Raja Iblis, tawa keji menggenggam seisi ruang kamar, hingga terdengar di telinga Ellard sudah berada di tengah-tengah koridor penghubung kamar tempat dimana Arista di tahan.


Ellard mengerutkan dahinya, kedua tangan ia kepal, ‘Ck, Anggun sudah ketahuan. Dan aku harap yang lainnya tidak ketahuan. Termasuk aku,’ gerutu Ellard dalam hati sembari membersihkan pegangan tangga, dan perlahan turun ke bawah.


“Dimana Arista?!” tanya Anggun dengan nada tinggi.


“Tentu saja dia ada di tempat yang aman,” sahut Raja Iblis sedikit membungkukkan tubuh tingginya, menatap lekat wajah Anggun terlihat tenang.


Dengan santainya Anggun balik badan, “Kalau gitu kau minum susu dan buah yang sudah aku bawa. Jangan menantang-mentang kau Raja Iblis, aku takut sama-mu!” perintah Anggun meninggikan nada suaranya, sembari melangkahkan kedua kakinya.


Raja Iblis terdiam, menaikkan sebelah alisnya, menatap kepergian Anggun. Melihat Anggun hampir keluar dari pintu kamar. Pintu kamar tiba-tiba tertutup sendiri, Anggun hampir melangkah tersentak, menarik kedua kakinya mundur 2 langkah ke belakang.


“Ha ha ha…nyali kau cukup kuat juga gadis kecil.”


Raja Iblis mendekati Anggun dengan melayang, mencengkram jubah bagian belakang Anggun, menariknya, sampai tubuh Anggun terhempas ke dinding.


Blam!!!


“Uhuk..” Anggun berusaha duduk, meski mulut batuk dan mengeluarkan darah.


Raja Iblis kembali mendekati Anggun dengan cara melayang. Mencengkram leher Anggun, dan menjunjungnya tinggi ke atas, sehingga kedua kaki menggantung, dan bola mata hampir berubah menjadi putih.


“Ha ha ha…cuman segini kemampuan-mu. Kalau tidak ada kekuatan spesial, jangan berharap untuk melawan ku!” ejek Raja Iblis di sela tawa jahatnya.


“Ka..kamu akan..krrgg…krgg..” ucapan Anggun terputus saat udara sudah tidak mengalir ke kerongkongan.

__ADS_1


Brak!


Raja Iblis menjatuhkan Anggun, dan Anggun pun terbaring dengan posisi pingsan.


__ADS_2