Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Bab 94


__ADS_3

William melirik dari balik tudung jubah hitamnya, ia sudah mempersiapkan ancang-ancang untuk menghabisi tangan memegang bahunya dari belakang. Namun setelah melihat tangan itu adalah tangan milik Esme. William lanjut berjalan mendekati sangkar itu.


“William, kau mau ke mana?” tanya Esme pelan.


“Aku mau mengeluarkan klan manusia yang tidak berdosa dari sangkar itu. Dan aku juga mau mengeluarkan Anggun. Aku sudah muak terus bersembunyi seperti pengecut. Biarkan aku segera menghabisi Raja iblis itu!” tegas William. Sekali lagi langkahnya terhenti saat Esme memegang bahunya.


“Sebaiknya kamu biarkan saja klan manusia itu tetap di dalam sangkar. Jika kau mau mengeluarkan Anggun, maka biar aku saja yang mengeluarkan Anggun. Kau, urus lah Arista,” ucap Esme.


“Baiklah,” sahut William.


William pun berjalan ke luar dari belakang sangkar jeruji besar mendekati Raja iblis sedang tertawa, di sisi lain terlihat Arista berubah menjadi Vampire kejam dengan tingkat kekuatan tinggi ingin bertarung dengan Ellard, sih manusia serigala.


“Arista!!!” teriak William terus berjalan terus mendekati Arista.


Segaris senyum tercetak di wajah keriput berbalut tulang pipi Raja iblis. Pandangan lurus ke William sudah semakin dekat dengan Arista. Dengan cepat Raja iblis menghilang dan sudah berpindah tempat ke belakang William. Tangan memegang tongkat panjang hendak melayang ke tubuh William.


Wuush!


William sigap membungkukkan tubuhnya. Bergerak cepat memutar tubuh dengan tangan mengambil pisau belati, dan botol ramuan penambah kekuatan miliknya dari dalam saku bajunya. William meminum ramuan itu. Hanya hitungan menit tubuh William berubah menjadi Mutan, bola mata hitam pekat, urat hitam di sekitar wajah terlihat jelas.


Hal itu membuat Raja iblis sangat marah. Kedua tangan Raja iblis mengulur sangat tinggi ke atas. Suara gemuruh petir terdengar cukup kuat dari luar Kastil, membuat klan manusia terus berteriak ketakutan dari dalam sangkar besar.


“Aaaa…aaaa..” teriak klan manusia dari dalam sangkar, tangan mereka terus menutup kedua telinga mereka, saat gemuruh petir dan kilat menyambar.


Di tengah teriakan klan manusia, Raja iblis merapal kan sebuah mantra.


“Tidak ada mahkluk yang kuat selain aku. Tuhan sekalipun tidak akan bisa mengalahkan aku. Aku..Raja iblis ingin mengubah diriku menjadi Raja iblis sangat dan lebih kuat! Ambil…ambil salah satu gadis dari klan manusia yang benar-benar masih suci. Ambil…terpilihlah!”


Kraak kraakk kraak!!


Bagian atas sangkar jeruji besi perlahan terbuka. Salah satu klan manusia, gadis belia perlahan terlihat melayang ke atas. Anggun masih berada di dalam sangkar dengan cepat berlari, memegang kedua kaki gadis belia itu.


“Bertahanlah, aku akan menyelamatkan kamu!!” teriak Anggun, kedua tangannya berusaha menahan tubuh gadis belia tersebut sudah semakin terangkat sampai separuh sangkar, genggaman tangannya juga perlahan turun sampai ke kaki.


“A-aku tidak ingin di jadikan tumbal oleh Raja iblis. A..aku mohon tolong lepaskan aku!” mohon gadis belia itu dengan derai air mata bercucuran di kedua pipinya.

__ADS_1


"Iya, aku sedang berusaha," sahut Anggun sekuat tenaga menahan kedua kaki gadis belia itu.


Saat Anggun berusaha keras untuk membantu gadis belia agar tidak tertarik ke atas. Tubuh Anggun malah terasa tersentum. Kedua tangannya repleks melepaskan kaki gadis belia itu, hingga tubuh gadis belia itu dengan cepat terbang, dan sudah berada dalam pelukan Raja iblis.


“Ha ha ha…aku, Raja iblis! penguasa seluruh alam ini. Malam ini akan menjadi malam terakhir bagi kau, William, beserta teman-teman kau. Dan Arista akan aku buat menjadi Ratu untuk melahirkan keturunanku!” ucap Raja iblis di sela tawa kejinya.


Raja iblis memutar arah berdiri gadis belia tersebut menghadanya, tanpa di sentuh tubuh gadis belia tersebut sedikit terangkat, mulutnya juga perlahan terbuka lebar di sabut mulut Raja iblis ikutan terbuka lebar.


Ingin berteriak, tapi suaranya tercekat di tenggorokan. Gadis belia itu hanya bisa menangis tanpa suara saat energi tubuhnya di pindahkan ke tubuh Raja iblis.


William, Esme, Anggun, dan Abel, hanya bisa diam dan menyaksikan tubuh gadis belia tersebut perlahan kisut hingga menjadi tengkorak.


“Semoga kau tenang di alam sana,” gumam Abel, Anggun, Esme, dan William.


William kembali fokus ke Arista, mendekatkan bibirnya ke daun telinga Arista dan berkata, “Aku adalah Paman mu, William. Arista, aku mohon sadarlah, jangan jadi Vampire jahat seperti ini. Aku merindukan kamu!” bisik William lembut.


5 menit tubuh Arista terdiam, bisikan lembut William memasuki alam sadar pikiran Arista. Dalam kondisi tubuh masih menjadi Vampire, Arista perlahan tersadar, ia menoleh ke belakang, William sedang memeluk tubuhnya dengan erat.


“Paman,” panggil Arista.


Meski masih dalam kondisi menjadi Vampire, Arista perlahan sadar siapa dirinya, William dan lainnya. Namun di tengah-tengah keberhasilan William membantu Arista untuk kembali menjadi dirinya, Raja iblis melayang, hitungan menit menarik tubuh Arista masih menjadi Vampire, ke dalam pelukannya.


“Ha ha ha…..berani sekali kau menyuci otak Ratu ku, ibu dari calon anak-anakku!” teriak Raja iblis ke William berada di hadapannya.


William mengulurkan tangan kanannya, “Kembalikan Arista kepadaku, atau kau akan aku kembalikan ke Neraka!” tegas William.


“Berani sekali kau mengancam ku, Raja iblis, penguasa alam semesta ini!”


“Bagiku kau hanya Iblis biasa, dan hanya seorang Raja iblis yang bodoh,” ucap William di selingi hinaan.


“Beraninya kau!” teriak Raja iblis, sembari melepaskan pelukannya dari tubuh Arista.


Tubuh Arista sempat hampir tejatuh, namun Ellard, manusia serigala dengan cepat berlari. Menangkap Arista kini kini terjatuh di atas punggung Ellard dengan bulu lebat dan empuk.


“Ellard,” panggil Arista perlahan duduk di atas punggung berbulu lebat, halus, dan panjang tubuh serigala Ellard.

__ADS_1


“Selamat ulang tahun Arista. Aku akan membawa kamu kabur dari sini, jadi bersiaplah untuk memegang bulu ku!” perintah Ellard.


“Tapi…Paman?”


“Tenang saja, Mutan dewasa yang bau itu bisa mengurus dirinya sendiri. Sekarang yang terpenting itu adalah kamu. Kita harus segera keluar dari dalam Kastil ini!” sahut Ellard tak lupa memaki William.


“Tidak, aku akan tetap di sini,” tolak Arista.


Saat Arista hendak turun dari punggung Ellard. William mengayunkan tangannya.


“Arista, pergi bersama dengan Ellard dari sini. Biarkan kami yang menyelesaikan masalah ini di sini!” perintah William dengan tegas.


“Tidak. Aku akan tetap…”


“Berhentilah membangkak. Arista aku tidak tahu apakah aku masih bisa hidup setelah pertarungan ini. Jadi, aku ingin mengatakan. Selamat ulang tahun buat Vampire kecil ku yang kini sudah tumbuh menjadi gadis dewasa. Semoga kau selalu di berkati…”


Belum selesai William mengucapkan selamat ulang tahun untuk Arista. Dari balik pintu besar tertutup besi dan gembok besar terdengar suara langkah kaki, membuat semua di sana berdiri tidak stabil karena guncangan hebat dari langkah kaki itu.


Esme mendapat firasat buruk akan suara langkah kaki itu pun segera membuka pintu sangkar besi. Mengeluarkan klan manusia, di bantu oleh Anggun.


Bum bum bum!


Tidak ingin kehilangan satu nyawa klan manusia. Esme merapal kan mantra, kedua tangan di letakkan di atas tanah.


“Terbukalah pintu menuju ke dunia manusia, dan tutuplah semua pintu dari dunia dan dimensi manapun!”


Cling!


Sebuah cahaya terang membuat lubang di atas tanah.


“Cepat! Kalian semua harus masuk ke dalam ini. dan pulanglah ke rumah masing-masing,” perintah Esme mendesak.


“Tapi kami …’


“Sudah tidak ada tapi-tapian, kalian semua harus masuk!” teriak Anggun dengan suara besarnya.

__ADS_1


Raja iblis melihat itu langsung berteriak, “Berani sekali kau mengacaukan makanan lezat ku!” teriak Raja iblis, tongkat panjangnya hendak mengulur ke arah klan manusia. Namun William dengan cepat mengalihkan arah tongkat Raja iblis.


__ADS_2