
Part 56
________
Setelah membeli minyak wangi dari tempat Nenek tersebut, William yang memarkirkan mobilnya yang tak jauh dari warung Pak tua pemilik bar dan masih ada sedikit urusan harus kembali berjalan ke sana.
Sepanjang kaki melangkah, William yang memegang bungkusan minyak wangi tak henti-hentinya memandang bungkusan tersebut dengan bibir yang terus tersenyum.
“Aroma ini sangat cocok buat kamu, semoga kamu selalu suka dengan apa yang aku berikan kepada kamu.” gumam William pelan.
William yang terus berjalan tidak menyadari ada seorang wanita yang sedang berlari kencang menuju ke arahnya. “Awas. Awas.” Teriak wanita tersebut yang sudah tidak bisa menghentikan langkah kakinya, hingga membuat wanita tersebut menabrak William.
Bruuk!
Wanita tersebut terjatuh ke belakang dengan posisi bokong yang menyentuh atas trotoar. Sedangkan William hanya fokus dengan bungkusan yang berisikan minyak wangi yang sedang melambung tinggi terbang ke atas akibat tabrakan yang tak bisa terelakan.
William membulatkan kedua bola matanya, mengikuti arah bungkusan minyak wangi yang sedang melambung. Kedua tangan dan kaki William bergerak serentak seperti hendak menampung bungkusan minyak wangi yang akan terjatuh.
“Arista.” Teriak William sambil menangkap bungkusan minyak wangi tersebut.
William terjatuh dengan posisi tubuh telungkup, dagu William berdarah karena menyentuh trotoar jalan. William mengerutkan dahi, kedua matanya menatap tajam seorang wanita yang sedang berdiri di hadapannya.
Melihat tatapan tajam yang seperti hendak menghabisi nyawa orang, wanita itu berjalan sedikit ke belakang. “Ma-maaf.” Ucap wanita tersebut dengan nada gugup.
William tidak memperdulikan permintaan maaf dari bibir wanita tersebut. William berdiri dan berjalan mendekati wanita yang terlihat takut menatap aura gelap yang terpancar dari tubuh dan wajah William.
“Kamu bilang maaf.” Ucap William pelan dengan bibir bergetar seperti menahan emosi.
__ADS_1
Wanita tersebut berlutut, menyatukan kedua tangannya dan menempelkan di dahi yang mengerut. “Maaf. Saya tidak bermaksud sengaja menabrak Anda tuan, saya…saya…”
Saat wanita tersebut memohon dan berlutut, ada 5 orang pria bertubuh kekar yang salah satunya berambut panjang, yang melihat kenan/ kiri. Kemudian 5 orang pria yang bertubuh tinggi dan kekar, mengarahkan tangannya ke arah William dan wanita yang sedang berlutut tersebut.
“Itu wanitanya. Cepat tangkap dia.” Teriak salah satu pria yang bertubuh besar, berambut panjang kemungkinan besar dia adalah ketua dari 5 pria yang bertubuh kekar.
Wanita yang sedang berlutut di hadapan William segera berdiri, bersembunyi di balik tumbuh kekar milik tuan William. “Tuan, tolong saya. Mereka hendak menghabisi nyawa saya.” keluh wanita tersebut memohon belas kasih dari William dan berharap jika William akan melindungi dirinya.
5 pria yang bertubuh kekar berdiri di hadapan William, wajahnya terlihat bengis dengan bekas luka sayatan yang terdapat di masing-masing tubuh dan wajah 5 orang pria bertubuh kekar tersebut.
“Serahkan wanita itu.” sentak salah satu dari 5 orang pria yang bertubuh kekar tersebut.
William menatap datar wajah 5 orang pria yang bertubuh kekar, tangan William menarik kuat tangan wanita yang bersembunyi di belakang tubuhnya. Dan membuat wanita yang penuh ketakutan keluar dari balik tubuh William, berdiri di samping William. “Apa yang sudah di buat wanita ini sehingga kalian repot-repot mencarinya.”
“Dia salah satu pelayan yang di beli oleh pria kaya, saat ia hendak melakukan tugas sebagai seorang pelayan. Wanita ini malah kabur dan meninggalkan luka perih yang mendalam di alat vital pria tersebut. Jadi wanita ini harus di hukum sesuai dengan apa yang ia perbuat.” Ucap salah satu dari 5 orang pria yang bertubuh kekar.
William menganggukan kepalanya. “Oh.” William memegang erat tangan wanita tersebut, seperti William tidak ingin memberi izin kepada 5 orang pria yang sedang berdiri di depannya untuk membawa wanita tersebut. “Aku bayar wanita ini dengan harga tinggi.”
William melepaskan tangannya dari lengan wanita tersebut, berjalan mendekati 5 orang pria yang bertubuh kekar yang masi menertawakan dirinya.
Tangan William mengulur panjang, menggenggam erat kerah baju dari pria berambut panjang yaitu ketua mereka.
“Jangan pernah mentertawakan aku selagi aku masih bersungguh-sungguh berbicara kepada kalian. Kalian pikir tawa yang kalian buat itu lucu dan indah di dengarkan, kalian salah. Darah aku mendidih saat ada orang yang mentertawakan aku seperti orang yang sedang mengejek diriku. Sekarang kalian semua aku kasih 2 pilihan, kembali dengan tubuh penuh luka dan 1 kantung emas atau tubuh penuh luka dan berakhir di Neraka.” Ucap William pelan, namun menekan.
Salah satu dari 5 orang pria tersebut melangkah besar mendekati William yang masih menggenggam erat kerah baju ketua mereka. Salah satu pria tersebut melayangkan tinju.
Belum sempat kepalan tinju mendarat di wajah William, William terlebih dahulu mengepal kepalan tinju dan memelintir tangan pria tersebut. “Jauhkan tangan kotor kalian dari kulit aku yang masih bersih.”
__ADS_1
Krakk!
William semakin memelintir tangan pria tersebut dan menjatuhkannya di atas trotoar jalan.
Baam!
Pria tersebut terjatuh di atas trotoar jalan, dengan tubuh yang menyentuh trotoar jalan.
“Akkhh!” keluh pria tersebut yang miring ke sana dan kemari dengan tangan kiri yang memegang lengannya.
3 dari 5 orang yang bertubuh kekar berlari mendekati salah satu rekannya yang di bantai oleh William, hanya dengan 1 tangan saja William mampu membuat seseorang jatuh, lemah tak berkutik.
3 orang dari 5 orang yang bertubuh kekar membantu temannya yang dalam kesakitan untuk berdiri.
William yang masih memegang kerah baju pria yang berambut panjang, menatap tajam dengan sudut bibir atas yang menaik. “Masih ingin melawanku, jika kalian masih ingin pergi ke Neraka maka aku akan mempermudah jalan untuk pergi ke sana.” Sentak William.
Pria berambut panjang yang masih berdiri di hadapan William dengan kerah baju masih di genggam erat oleh William menolehkan melirik sedikit ke arah anak buahnya yang sedang terluka. Sudut bibirnya bergerak seperti hendak melawan, namun melihat kekuatan William yang cukup kuat. Pria tersebut berusaha meredam amarahnya dan tidak ingin terlibat terlalu dalam lagi dengan William.
“Baik. Wanita itu bisa menjadi milik kamu, asal kamu membayar kami 2 kali lipat dari harga pria yang menebus wanita itu.”
William mengeratkan kerah baju pria berambut panjang semakin kuat, wajah pria tersebut pucat seperti nafasnya tertahan oleh eratnya genggaman tangan William yang memegang kerah baju miliknya.
“Ada satu syarat yang harus kamu patuhi sebelum aku memberikan uang tersebut. Aku tidak ingin melihat batang hidung kalian lagi di kota aku ini, dan jika kalian masih berkeliaran atau mengganggu wanita ini. Aku pastikan hidup kalian akan menderita seumur hidup kalian.”
Pria yang berambut panjang berusaha tenang setelah mendengar perkataan William. “Baik.” sahut pria berambut panjang dengan wajah yang sedikit pucat.
Sebelum melepaskan genggaman tangan yang mengerat di kerah baju pria berambut panjang. William mendorong kuat tubuh pria berambut panjang, membuatnya terjatuh di badan 4 anak buahnya yang berdiri di belakang tubuhnya.
__ADS_1
Setelah puas melakukan hal itu, William melemparkan segepok uang kertas di wajah pria yang berambut panjang. Dan tidak lupa membawa wanita yang baru saja di tebus olehnya pergi menjauh dari 5 orang pria yang bertubuh kekar.
...Bersambung.......