Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Pria bernama Absurd


__ADS_3

Part 46


________


...Kembali ke William....


...🌾🌾...


William yang terus melajukan mobilnya selama hampir satu hari perjalanan, dari pagi menjadi sore yang dimana sudah sampai di Desa dekat dengan Gunung terlarang harus menghentikan laju kendaraan mobilnya.


Semua warga Desa memandang ke datangan William, menatap tajam penuh dengan kecurigaan yang terpancar dari masing-masing raut wajah para penghuni Desa terlarang.


William yang tidak memperdulikan tatapan tajam dari setiap warga Desa yang memandangnya terus melangkahkan kedua kakinya berjalan mendekati beberapa warga yang sedang berdiri lurus tepat di hadapannya.


“Permisi. Apa kalian tahu dimana pria yang bernama Absurd.”


Ucap William bertanya kepada salah satu seorang pemuda yang sedang berdiri di hadapannya.


Srak!


Srak!


Terdengar suara langkah sandal pria yang berjalan ke arahnya.


Pemuda tersebut berhenti di hadapan William, pemuda tersebut menaikkan sudut bibir bagian atasnya menatap manis wajah William. “Ada apa kamu mencari saya.”


William menaikkan kedua alisnya seperti tidak percaya jika pria yang di sebutkan oleh Pak tua pemilik bar adalah pemuda yang masih muda dan juga sangat tampan.


“Kenapa kamu terkejut.” Tanya Absurd mendekatkan wajahnya memandang wajah William yang masih terlihat seperti tidak percaya jika pemuda yang ada di hadapannya adalah Absurd.


“Tidak juga.” Sahut William singkat yang tidak ingin terlihat bodoh di depan semua orang.


Absurd berbalik badan, “Silahkan ikut saya.” Absurd melangkahkan kaki kanannya berjalan duluan.


William ikut berjalan mengikuti langkah kaki pemuda yang bernama Absurd. Saat berjalan semua mata memandangi William, bukan hanya memandangi William dengan tatapan tajam dari wajah mereka. Mereka juga saling berbisik.


“Lihat. Siapa pemuda tampan yang datang mencari Absurd.”

__ADS_1


“Ia. Apa dia tidak tahu jika Absurd adalah seorang pria yang sangat kejam.”


Setelah mendengar bisikan dari para warga yang sedari tadi memandang William. William beralih pandang menatap punggung seorang pemuda yang berjalan di hadapannya, punggung pemuda yang di tatapan William adalah punggung Absurd.


Pemuda ini sangat tampan dan tidak terlihat seperti orang jahat, tapi kenapa semua para warga Desa berkata seperti itu.


Batin William mempercepat langkah kakinya mendekati Absurd yang berjalan beberapa langkah lebih cepat dari dirinya.


William berlari kecil mendekati Absurd hingga membuat mereka berjalan siirama. William menolehkan wajahnya menatap wajah Absurd yang terlihat begitu tenang dengan tatapan lurus ke depan.


Kemudian langkah Absurd terhenti tepat di sebuah gudang besar yang terlihat tua.


Melihat Absurd yang menghentikan langkah kakinya di depan gudang tua. William menolehkan wajahnya seperti hendak ingin mengucapkan sesuatu namun Absurd terlebih dahulu bertanya kepadanya.


“Kita sudah sampai.”


“Aku tidak bertanya.” Sambung William.


“Tapi dari sudut pandang kedua mata kamu, sepertinya kamu ingin bertanya kepadaku.” sahut Absurd meletakkan jari telunjuknya di bagian bawah kelopak mata William.


Absurd memegang bahu William, “Jika itu yang kamu ucapkan tentang aku mungkin ucapan itu benar.” Sahut Absurd mendengar keluhan William.


William menepis tangan Absurd, “Kenapa kita hanya berdiri di sini, apa kamu tidak ingin mempersilahkan aku masuk ke dalam.” Potong William mengalihkan pembicaraan.


“Maaf. Karena membuat tamu berdiri terlalu lama di luar.” Absurd berjalan terlebih dahulu di depan William, dengan kedua tangan yang di letakkan di belakang.


Langkah kaki Absurd terhenti di depan gudang tua, kedua tangannya mengulur panjang membuka pintu gudang tua tersebut.


Nyyiiit!!!


Terdengar suara bunyi pintu tua yang terbuka.


William membulatkan kedua bola matanya memandang isi dari dalam gudang tua tersebut. “Menakjubkan.” Ucap William terpanah memandang bagian isi dalam gudang tersebut yang terdapat beberapa pedang kuno yang masih terlihat bagus dan cukup mengkilap.


“Jangan memasang ekspresi wajah seperti itu, karena aku tidak suka melihat orang lain yang berdecak kagum terlalu berlebihan seperti wajah kamu.” sahut Absurd dengan bibir yang tersenyum.


William mengerutkan kedua alisnya menjadi satu menatap tajam wajah Absurd. “Aku tidak kagum, cuman aku heran saja kenapa kamu bisa memiliki pedang kuno seperti ini. Ini replika atau beneran.” Tanya William yang berjalan mendekati jejeran pajangan pedang yang tersusun rapih di dudukan pedang yang tercantol di dinding.

__ADS_1


Absurd tertawa, “Hahaha.” Ia berjalan mendekati William dan berdiri tepat di samping William, “Tidak. Ini semua adalah pedang asli yang aku selamatkan dari setiap peperangan yang di mana tuannya telah meninggal dunia. Dan yang sering kamu lihat jika ada orang yang memiliki pedang sama persis seperti ini, itu hanya replika pedang yang aku buat sedemikian rapih agar setiap mata yang memandangnya tidak keliru.”


William berbalik badan menghadap Absurd. “Kenapa kamu tega berbuat seperti itu, apa kamu tidak berpikir jika itu penting buat penerus keluarga bagi mereka yang telah meninggal dunia.” Tanya William dengan ekspresi wajah datar.


Absurd menggelengkan kepalanya, “Tidak. bagaimana bisa aku meninggalkan sebuah pedang yang sangat berharga begitu saja. Jika tuannya sudah tidak ada lagi di dunia, maka pedang itu akan menjadi bahan rebutan dan aku takut di salah gunakan oleh orang yang jahat.” Absurd menaikkan kedua bahunya, “Jika ada salah pewaris yang benar-benar bisa memegang pedang legendaris ini maka aku akan segera memintanya untuk datang ke tempatku dan memberikan pedang asli ini kepadanya.”


William meletakkan tangan kanannya di dagu, wajahnya begitu serius sampai ia mengusap lembut dagu yang mulai di tumbuhi bulu janggut.


“Jika pedang asli ada di kamu, bagaimana bisa mereka ikut berperang dan mengalahkan Monster dan para manusia jahat lainnya.”


Absurd berjalan sedikit menuju kursi ruang tamu dan segera duduk.


“Walau pun mereka menggunakan pedang palsu, tapi tempahan pedang yang aku buat masih bisa menangkis serangan jahat kecuali serangan jahat dari Raja Iblis dan klan Iblis lainnya.”


William berjalan mendekati Absurd dan duduk tepat di kursi yang menghadap Absurd. Wajah William berubah menjadi cukup serius, karena dia berharap besar jika Absurd tahu bagaimana cara mengalahkan Raja Iblis.


“Bagaimana bisa kamu tahu tentang serangan Raja Iblis?”


“Aku ini sudah hidup selama 20.000 tahun lamanya, aku ini termasuk salah satu pria tertampan yang hidup abadi.” Sahut Absurd menyombongkan diri.


“Tapi kenapa ada yang bilang kamu adalah seorang pria gendut, pendek dan jelek.”


“Siapa yang bilang! Siapa?” sahut Absrud seperti tidak senang.


William menatap penuh kemenangan.


Tentu saja aku yang bilang jika kamu pria jelek, gendut dan pendek.


Batin William tersenyum penuh kemenangan.


Wajah Absrud menjadi kesal ia melipat kedua tangannya di letakkan di dada. “Jadi, tujuan kamu datang mencari aku apa?”


Wajah William berubah menjadi sangat serius, “Aku ingin kamu membantu aku membuat pedang suci untuk melawan Raja Iblis.”


Absurd terkejut, “Apa?” ucapnya dengan nada yang sedikit meninggi membuat William ikut terkejut mendengar jawabannya.


......Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2