Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Medusa


__ADS_3

Part 50


________


...Kembali ke William....


...💃🏻💃🏻...


William sedang duduk di ruang tamu seorang wanita cantik. Rumah seorang wanita cantik yang baru saja ia tolong. Karena merasa ada keganjilan yang menyelimuti hatinya, William yang sedang duduk di ruang tamu, kedua matanya menatap sekeliling tempat seperti sedang berusaha mencari tahu sesuatu yang tersembunyi di dalam rumah wanita tersebut.


“Rumahnya lumayan besar dan juga cukup rapih buat seorang wanita singel yang tinggal sendiri.” gumam William pelan.


Wanita cantik yang baru saja di tolong William, datang dari arah belakang sofa yang sedang William duduki. Wanita tersebut menyandarkan kedua gunung miliknya tepat di kedua bahu kekar milik William.


“Hari mulai gelap, sebaiknya kamu bermalam di rumahku dan besok pagi kamu bisa melanjutkan perjalan mengambil mata air suci dari dalam sumur yang terdapat di Gereja tua itu.” ucap wanita cantik tersebut, dengan jari telunjuk tangan kanannya membelai lembut wajah William.


Jika para pria dewasa di perlakukan seperti itu pasti sangat senang dan tambah bergairah, tapi tidak dengan William. Ia malah merasa jijik dan ingin sekali melayangkan tamparan ke pipi indah milik wanita tersebut, namun ia harus menahan supaya bisa membuka jati diri wanita tersebut.


“Kenapa kamu sangat ingin aku bermalam di sini.” Tanya William datar.


Wanita tersebut berjalan perlahan dengan tangan kanan yang tetap melekat di bahu William, “Karena aku sangat kesepian dan butuh sedikit kehangatan dari seorang pria gagah dan tampan seperti kamu.”


Wanita tersebut duduk di atas pangkuan William, mereka pun saling berhadapan satu sama lain. Wanita itu terus menggoda William, perlahan tangan yang indah dan lentik dengan jari-jari kuku dihiasi kutek berwarna Violet tua sedikit hiasan bunga kecil berwana putih yang menambah indahnya jari kuku tangan yang mulus.


“Apa kamu tidak merasa kedinginan?” rayu wanita tersebut mendekatkan wajahnya di telinga William.


William memalingkan wajahnya menahan hasrat yang semakin memuncak. “Tidak.” ketus William.


Wanita tersebut memegang dagu William, “Kamu kenapa terlihat tegang, apa kamu sedang menahan sesuatu di balik pakaian ini.”


Wanita yang duduk di atas pangkuan William, menekan bagian sensitive milik William dengan bokong yang menonjol milik wanita tersebut. Jari-jemarinya perlahan di letakkan di bidang dada kekar milik William sambil membuka satu persatu kancing baju kemeja milik William.


William hanya mampu menahan hasrat yang sedang di buat wanita tersebut.


Aku harus tahan.


Aku harus tahan.

__ADS_1


Aku hanya ingin kamu menunjukkan sisi asli siapa kamu sebenarnya, jika aku sudah mengetahuinya....


Karena kau terus menyentuhku, aku akan singkirkan tangan kamu yang kotor itu dari dunia ini untuk selamanya.


Gumam William di dalam hati dengan wajah dan hati yang tetap fokus pendirian.


Wanita tersebut mendekatkan bibirnya di telinga William, “Huuu!” wanita tersebut menghembuskan sesuatu di telinga William.


William mendorong pelan tubuh wanita yang duduk di atas pangkuannya, “Maaf. Kamu tidak sopan jika terus duduk di atas pangkuan….”


Tubuh William melemah, pandangannya berubah menjadi kabur. Tangannya mengulur panjang seperti hendak meraih wanita yang berada di hadapannya. “Dasar wanita Monster.” Hanya kata-kata itu yang bisa William ucapkan, setelah itu William pingsan di atas sofa.


Melihat William yang pingsan di atas sofa wanita yang berpakaian serba terbuka dan memiliki paras cantik, tertawa lebar. “Hahaha.” Suara tawa yang nyaring dan sedikit menakutkan.


...1 jam kemudian....


...😵...


William terbaring di atas ranjang besar, dengan tubuh yang hanya memakai celana saja. William yang sudah sadar berusaha duduk, meski kepala sedikit pusing dan pandangan masih terlihat samar-samar.


Tangan kanan William memegang dahi yang mengerut, “Dimana ini?” gumamnya pelan melihat kanan/kiri.


“Kamu pikir kamu cantik, dan kamu pikir aku mau bermain dengan Monster seperti kamu.” tandas William yang sudah kembali normal.


Ekspresi wajah wanita tersebut berubah menjadi suram, dengan cepat berjalan mendekati ranjang William. “Apa kamu bilang.”


William duduk di tepian ranjang, ia menundukkan sedikit badannya dengan tangan kanan yang mencoba meraih baju yang tergeletak di atas lantai. “Kamu wanita jelek. Oh, bukan. Kamu Monster wanita terjelek yang berada di dunia ini.”


Wanita tersebut berdiri di hadapan William, kedua tangannya mengepal kuat. Wajah wanita tersebut seketika berubah menjadi "Medusa".


William mengerutkan dahinya, “Akhirnya kamu menampakkan diri kamu di depanku.” Ucap Wiliam menaikkan sudut bibir bagian atasnya sambil menundukkan sedikit pandangannya.


...Sedikit informasi tentang Medusa.🤗...


...Medusa yang berarti “penjaga” atau “pelindung”. Medusa adalah mahluk mitologi Yunani yang berwujud seorang wanita cantik dengan ular sebagai rambutnya. Siapa pun yang menatap langsung pada matanya akan berubah menjadi batu....


__ADS_1


...Ilustrasi saja. ☺😊...


...Singkat saja informasi tentang Medusa, kalau panjang-panjang nanti tidak enak. 😉🤭...


Wanita cantik yang berubah menjadi Medusa, ia mendekat dengan kepala yang di penuhi ular. Tangannya meraih dagu William, “Karena kamu sudah mengetahui siapa aku, aku ingin kamu menatap wujud asliku. Ayo. Pria tampan aku ingin kamu menatap wajah indah yang aku miliki.” Medusa berusaha membuka kedua kelopak mata William yang tertutup rapat.


William berusaha untuk tetap tenang dan tetap memejamkan kedua matanya. Ia tahu, jika ia lengah membuka kedua matanya dan menatap wajah Medusa maka ia akan berubah menjadi batu.


Sial. Aku pikir ini hanya ada di kisah Zaman dulu, ternyata aku bertemu langsung dengan wanita seperti ini.


Untung saja aku masih waras, tidak akan pernah tertarik dengan wanita yang terlalu cantik dan sedikit menggoda iman.


Gumam William di dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Tidak. Apa yang sedang ingin aku pikirkan lagi, aku harus bisa terbebas dari wanita ini.


Satu-satunya cara hanya tetap memejamkan mata, dan mengikuti penciuman dari bau khas Medusa.


Batin William dengan kedua tangan yang meraih pisau di belakang bajunya.


“Kau sangat cantik, bentuk tubuh kamu juga sangat sempurna. Tapi sayang.” Ucap William menggantung.


Jlluub!!!


Secepat kilat William melayangkan pisau tersebut ke jenjang leher Medusa.


“Kamu harus lenyap dari muka bumi ini.” Ucap William menyambung perkataannya kembali dengan tangan yang menarik pisau yang tertanam di jenjang leher Medusa.


Kedua tangan Medusa menutup robekan yang berada di jenjang leher yang mengeluarkan darah, kedua matanya melotot. Bibirnya bergetar, “Ka-kau..tidak selamanya akan menjadi pria kuat dan tangguh.”


William mengambil sapu tangan yang berada di dalam saku celana miliknya, “Sungguh kau Monster yang hanya bisa membuang-buang waktuku.” William membuang sapu tangan yang kotor, bekas noda dari pisau miliknya.


William merasa lega, telah membunuh Monster yang sepertinya sulit di taklukkan. William terus melangkahkan kedua kaki nya berjalan keluar dari rumah yang tadinya terlihat mewah, kini berubah menjadi sebuah gubuk yang usang dan kotor.


William yang sudah berhasil keluar dari gubuk usang tersebut berbalik badan, dengan wajah yang tersenyum ia menatap gubuk usang yang sudah hampir rubuh.


“Sihir yang indah.”

__ADS_1


William yang sudah tidak ingin membuang waktunya segera berbalik badan, melangkahkan kedua kakinya kembali menuju Gereja tua yang tak jauh dari gubuk usang tersebut.


...Bersambung.....


__ADS_2