
Hari mulai senja, semua para murid dan beberapa wali kelas khusus kelas satu sedang bersiap-siap mencari kayu bakar dan para murid lainnya sedang sibuk mencari bahan pangan, seperti ikan dan beberapa buruan lainnya.
Arista dan Anggun masuk ke dalam hutan untuk mencari buah, tak jauh dari tepian danau, tempat mereka mendirikan tenda. Anggun menghentikan langkah kakinya di depan semak tinggi, Arista juga ikut berhenti.
Anggun jingkrak kegirangan, mengarahkan tangan kananya ke pohon di balik semak-semak. “Arista. Lihat di depan sana ada buah Blueberry.”
Arista menoleh ke pohon di tunjuk Anggun, “Itu buahnya sedikit asem, apa kamu suka dengan buah seperti itu?” tanya Arista datar.
Anggun mengangguk, menatap serius wajah Arista.
“Jika kamu suka ambil saja, tapi jangan terlalu banyak karena tidak bagus buat lambung," usul Arista.
Melihat Anggun gembira, Arista tidak bisa mematahkan semangat Anggun. Arista hanya bisa memberikan masukan.
Karena sudah terlanjur gembira, Anggun tidak mendengarkan ucapan Arista. Anggun berlari, melompati semak, mengambil buah Blueberry sedang berbuah lebat.
Arista hanya diam menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Anggun. Melihat Anggun asik memetik buah Blueberry, Arista berjalan sedikit ke dekat pohon kelapa dan duduk di bawahnya.
Srek!
Srek!
Terdengar suara langkah kaki berjalan mendekati Arista sedang duduk di bawah pohon kelapa. Arista menoleh, menatap siapa berjalan ke arahnya. Wajah Arista berubah menjadi suram, langkah kaki tersebut adalah langkah kaki Diana dan 3 temannya berjalan ke arahnya.
Diana dan 3 temannya menghentikan langkah kaki mereka, di depan Arista.
“Kamu pikir, aku tidak tahu mantra apa yang selalu kamu ucapkan supaya Abel dan Ellard terus jatuh cinta kepada kamu!" tuduh Diana meninggikan nada suara, kedua tangannya dilipat di depan dada, tatapan tak suka memandang wajah suram Arista.
Arista berdiri, “Kamu bicara apa? Dan sejak kapan aku bisa membaca mantra pemikat?" tanya Arista datar.
Anggun sedang menikmati dirinya memetik buah Blueberry terusik dengan suara Diana berteriak kencang. Anggun berada di balik semak mengulurkan kepalanya, menatap di mana suara Diana terdengar cukup lantang.
“Hah....apa yang akan mereka lakukan kepada Arista?” gumam Anggun, melihat Sebastian, dan Mulan memegang kedua lengan Arista, di belakang Arista telah berdiri Robert.
Anggun segera bergegas pergi meninggalkan tempat di mana ia memetik buah Blueberry. Anggun terus berlari, tak memperdulikan buah ia petik di letakkan di dalam baju berjatuhan ke atas tanah.
.
.
__ADS_1
"Ha ha ha ha"
Diana tertawa kejam, menatap Arista tidak berdaya karena kedua pergelangan lengannya di pegang erat oleh Sebastian dan Mulan.
“Ha ha ha....karena kamu tidak henti-hentinya merayu dan menebar pesona pada Abel dan Ellard, maka kamu juga harus merasakan bagaimana nikmatnya di goda dengan pria lain," ucap Diana di sela tawa kejinya.
“Omong kosong! Apa kamu sudah merasa benar melakukan ini kepadaku? dan satu lagi yang perlu kamu ketahui kenapa pria lain tidak menyukai kamu. Karena kamu bukanlah wanita yang baik. Jadi, jangan berharap jika Ellard akan menyukai kamu!" hardik Arista.
Diana mengepal kedua tangannya, ia berjalan mendekati Arista, menggenggam rambut Arista, hingga mendongak ke atas.
"Bersiaplah untuk merasakan hal baru," bisik Diana melepaskan genggaman tangannya dari rambut Arista. Diana mendekati Robert, “Selesaikan tugas dan buat ia menyadari siapa dirinya sebenarnya," perintah Diana, menepuk bahu Robert.
Robert mengangguk. Menit selanjutnya Robert berjalan ke arah Arista, kedua tangannya membuka gesper tali pinggangnya. Robert berjongkok, tangan gemetar menahan gejolak, memegang wajah mulus Arista, terlihat tenang menatap wajahnya.
“Apa kamu pikir mereka akan menolong kamu?” Robert menarik dagu Arista, membuat wajah mereka sangat dekat.
Arista hanya diam, menatap tajam wajah Robert berjarak 5 cm dengan wajahnya.
Bug!!
Ada kaki menunjang punggung Robert, membuat Robert tersungkur ke depan jatuh di samping tubuh Arista.
“Siapa yang berani melakukan ini padaku?!” bentak Robert, ia perlahan bangkit.
“Ti-tidak mungkin," gumam Sebastian dan Mulan serentak, melepaskan genggaman tangan mereka dari lengan Arista. Takut dengan kedatangan Abel, Mulan, dan Sebastian pun berlari tunggang-langgang.
“Apakah ada yang terluka?” tanya Abel, tangan kanan mengulur, memberi bantuan untuk Arista berdiri.
Arista menerima uluran tangan Abel, “Tidak,” sahut Arista, kini ia berdiri di samping Abel.
“Arista!” terdengar suara khas Anggun memanggil namanya. Terlihat Anggun berlari dengan wajah cemas ke arahnya.
“Apa kamu yang memanggil Abel?” tanya Arista dingin, setelah Anggun berdiri di hadapan nya.
“Aku..aku tidak tahu lagi harus meminta pertolongan kepada siapa. Karena yang aku lihat pertama kali adalah pemuda tampan ini, jadi aku minta tolong saja,” sahut Anggun gugup, takut Arista mengamuk padanya.
“Terimakasih,” ucap Arista berteriak singkat kepada Anggun.
"Arista....bodoh...kamu bodoh karena diam tak melawan!" omel Anggun, meluapkan kekuatiran nya. Anggun langsung memeluk tubuh Arista dengan saat erat. Arista hanya diam, dan membiarkan tubuhnya di peluk Anggun.
__ADS_1
Abel mengulas senyum tipis, melihat Anggun dan Arista saling berpelukkan, meski wajah Arista terlihat canggung.
“Hei, anak baru. Apa kamu sudah di sihir oleh wanita ini untuk datang menolong dirinya?” Ketus Diana baru saja tiba, wajah terlihat sombong menatap Abel berdiri di samping Arista.
Anggun melepaskan pelukannya, menyembunyikan Arista di balik tubuh mungilnya.
“Aku yang meminta tolong kepada pemuda tampan ini, untuk menolong Arista. Dan kalian kenapa selalu mengganggu Arista, apa salah dia kepada kalian semua?!” bentak Anggun dengan suara khas miliknya.
Prok! Prok! Prok!
Diana tepuk tangan, ia juga berjalan mendekati Anggun. Sudut bibir menaik, wajahnya seperti tidak senang mendengar jawaban Anggun.
“Apa kamu ingin berakhir di dalam hutan ini. Suara jelek seperti kodok!” ejek Diana.
Sebelum Diana mendekati Anggun, sedang melindungi Arista. Abel langsung menghadang jalan Diana.
“Kamu wanita yang sangat sombong, dan angkuh. Melihat kamu dan teman-teman kamu yang seperti ini, aku tidak akan tinggal diam. Sekali lagi kalian mengganggu Arista, aku akan pastikan, kalian akan segera berakhir di Neraka!" ancam Abel tegas.
Diana, Robert, Mulan dan Sebastian tertawa geli, “Hahaha.”
Diana menyeka air matanya, “Apa kamu sudah tidak waras?” tanya Diana di sela tawa renyahnya.
Abel berjalan mendekati Diana, Abel mendekatkan bibirnya di telinga Diana, “Aku adalah..” bisik Abel, lalu menjauh dari Diana.
Diana langsung membulatkan kedua bola matanya. Wajahnya terlihat cemas dan panik, Diana langsung balik badan.
“Mari kita tinggalkan tempat ini!” ajak Diana memberi perintah ke Mulan, Robert, dan Sebastian.
Melihat tingkah Diana berubah aneh dengan wajah di selimuti ketakutan. Mulan, Robert dan Sebastian menuruti perintah Diana, meninggalkan Anggun, Arista dan Abel.
Anggun penasaran akan bisikan Abel, berjalan mendekati Abel, dan mulai bertanya, “Apa yang kamu bisikkan sehingga membuat Diana, Nenek lampir itu ketakutan?"
Abel menggaruk rambut belakangnya tak gatal, “Aku cuman bilang. Jika dia merasa paling benar, mari kita buktikan dengan tidur bersama," jelas Abel jujur di sela tawa sumbang nya.
Arista melayangkan tangan kanannya di belakang rambut bagian belakang Abel.
Plaak!
“Hentikan omong kosong kamu!" ketus Arista seperti tahu jika Abel telah berbohong kepada Anggun.
__ADS_1
“Aduh....duh.." keluh Abel mengelus rambut belakang bekas tamparan Arista.
...Bersambung.......