Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Berdansa.


__ADS_3

Part 29


_______


...Kembali ke Arista....


...😉...


Hari H pesta ulang tahun Ellard.


Anggun dan Arista sedang sibuk berdandan untuk pergi ke pesta ulang tahun Ellard. Anggun yang sedang berdiri di depan lemari baju miliknya bingung dengan kedua tangan yang masih memegang gagang pintu lemari baju.


“Arista. Aku harus pakai baju yang mana, soalnya Ellard itu adalah seorang pemuda yang sangat terpopuler di sekolah kita.” Tanya Anggun dengan suara khas.


Arista yang sedang berdiri di depan cermin dengan tangan yang merapihkan rambutnya menjawab, “Pakai saja baju gaun kesukaan kamu, asal kamu pede memakai baju itu maka akan terlihat cantik di badan kamu.”


Anggun berlari kecil mendekati Arista, “Kalau begitu apa kamu punya baju gaun yang jarang kamu pakai.” Tanyanya dengan wajah yang begitu sangat imut.


Arista mengerutkan dahi menatap wajah imut Anggun. “Simpan tatapan jelek dari wajah kamu itu.” dengan telapak tangan kanan yang di letakan di wajah Anggun.


Anggun hanya menganggukan kepalanya dengan wajah yang masih tetap terlihat imut.


Arista menghela nafas pendek, “Berhentilah menatapku seperti itu.” Arista berbalik badan, “Aku akan meminjamkan kamu baju milikku.” Ucapnya dengan nada yang sedikit terlihat tidak semangat.


Arista berjalan mendekati lemari baju dengan kedua tangan yang membuka pintu lemari baju.


Arista mengambil salah satu pakaian yang tersusun rapih.


“Ini pakai lah ini, jika kau mau membawanya pulang bawa saja karena aku masih punya banyak baju gaun yang di belikan Paman untukku di rumah.”


Anggun berlari kecil mendekati Arista dengan tangan yang meraih baju gaun dari tangan Arista.


“Tuan William sangat baik, rasanya aku ingin menjadi kekasihnya supaya dapat menikmati pemberian dari tuan William” ucap Anggun sambil mengganti baju.


Arista menaikan alis kananya.


Enak sekali kamu datang-datang hanya untuk menikmati hasil dari kerja Paman.


Tidak.


Tidak ada wanita yang boleh mendekati Paman.


Paman itu hanya milikku seorang, jika dia di rebut oleh orang lain maka aku tidak punya Paman seperti dia lagi.


Gumam Arista di dalam hati dengan wajah yang penuh dengan keyakinan.


...Pukul 08:00 malam , kediaman Ellard....

__ADS_1


...😍...


Tampak sangat ramai para tamu undangan yang datang, baju gaun yang indah dan mahal melekat di tubuh para tamu undangan yang datang pada malam itu.


Anggun dan Arista berjalan memasuki kediaman Ellard. Anggun menggandeng tangan Arista, “Arista. Sepertinya kita pulang saja yuk! Aku merasa minder melihat para tamu yang datang memakai baju bagus.” Ucap Anggun dengan suara khas.


Arista memegang tangan Anggun, “Disini kita semua sama, sama-sama Monster hanya saja baju kita berbeda dengan mereka. Tapi bagiku kita tidak masalah, dia sudah mengundang kita secara resmi jadi kita tidak boleh membuat teman kita kecewa dan satu lagi, makanannya pasti sangat enak.” Sahut Arista menenangkan hati Anggun.


Anggun mengangguk, “Ia. Demi makanan.”


Arista menghela nafas ke samping.


Sebenarnya aku juga malas datang ke sini, apa lagi saat dia memberikan sebuah kota misterius yang ternyata hanya baju yang membuat aku bisa di permalukan seperti ini.


Batin Arista sambil menatap lurus ke sebuah pintu yang terbuka lebar.


Anggun menatap Arista dari bawah sampai atas. “Baju ini sangat cantik dan aku juga tidak pernah melihat baju seperti ini di jual di mana pun dan perhiasan yang kamu pakai juga.”


Arista tersenyum.


Jelas saja kamu tidak mengetahuinya karena Pamanku membelikan baju ini di pasar loak.


Gumam Arista di dalam hati dengan tangan yang menarik tangan Anggun.


“Sudah jangan banyak bicara lagi, mari kita masuk karena aku sudah lapar.”


Anggun dan Arista melangkah besar masuk ke dalam kediaman Ellard. Nampak berjejer berbagai minuman segar khusus para tamu yang hadir.


“Darah.”


Arista berlari kecil menuju meja minuman yang berisikan darah segar.


Anggun menepuk dahinya, “Anak ini.”


Arista mengulurkan tangan kanannya mengambil gelas minuman yang berisikan darah yang terlihat segar. Saat gelas hendak menyentuh bibirnya, Arista memalingkan wajahnya.


“Tidak segar, ini darah apa?” gumamnya pelan sambil melihat gelas yang berisikan darah.


“Aku pikir kamu tidak suka meminum darah.” Ucap Ellard yang tiba-tiba datang dari belakang.


Arista meletakkan gelas yang berisikan darah.


“Ia. Paman telah menggantikan minuman itu dengan minuman yang lain, sebab bisa merugikan dirinya jika aku terus mengambil darah dari tubuhnya.” Sahut Arista seperti membanggakan William.


Ellard tersenyum mengulurkan tangan kananya, “Apakah kamu ingin berdansa denganku.” Pinta Ellard.


Arista menerima tangan Ellard, “Baiklah.”

__ADS_1


Ellard meletakkan telapak tangan kanan di tulang belikat kiri Arista. Ellard menggenggam telapak tangan kanan Arista dengan tangan kiri sambil mengangkat siku kanan setinggi bahu Arista.


Ellard tersenyum manis menatap wajah Arista.


“Terimakasih telah hadir di pesta ulang tahunku.”


Ellard menarik tubuh Arista hingga tubuh mereka saling menempel tanpa menyisahkan jarak.


“Jika kamu mengizinkan, setelah ujian kenaikan kelas selesai aku ingin kamu mengajakku untuk bertemu dengan Paman yang selalu kamu banggakan.”


Ellard memutar tubuh Arista dan memeluknya dari belakang dengan gerakan yang masih terus berdansa ringan.


“Itu pun jika kamu mengizinkanku.” Bisik nya di telinga Arista.


Semua para tamu menatap Ellard dan Arista.


“Siapa gadis itu.”


“Mereka sangat serasi ya?”


“Tarian mereka sangat indah.”


Terdengar suara yang terlontar dari para tamu undangan yang hadir.


Diana yang baru datang mengepal kedua tangannya, “Gadis itu lagi, apa dia tidak bosan menggoda Ellard.” Umpat Diana pelan sambil melangkahkan kaki kanannya mendekati Arista dan Ellard.


Diana berdiri di tepat di hadapan Ellard dan Diana.


“Ellard. Apa kamu sudah siap berdansa dengan gadis ini.”


Ellard menghentikan dansa mereka, “Ada apa?” tanya Ellard dengan tangan yang menarik tangan Arista meletakkannya berdiri sejajar dengan dirinya.


Diana merangkul tangan Ellard, “Apa kamu lupa, jika hari ini adalah hari ulang tahun sekaligus pengumuman tentang pertunangan kita yang secara resmi.” Sambung Diana sambil meletakkan kepalanya di atas bahu Ellard.


Ellard menolehkan wajahnya menatap Diana, “Aku tidak ingin bertunangan dengan kamu, jika aku ingin memilih pasangan hidup maka wanita itu adalah pilihanku sendiri.” Tegas Ellard.


Arista melangkah menjauh dari Ellard, “Tidak baik menolak perjodohan yang sudah tersusun rapih dan di rencanakan sejak lama. Sebaiknya kamu terima saja.” Putus Arista berbalik badan melangkah pergi meninggalkan Ellard dan Diana.


Diana tersenyum licik, “Kamu sudah dengar apa yang gadis itu katakan.”


Tak!


Tak!


Tak!


Terdengar suara langkah sepatu pansus pria dan sepatu wanita memasuki rungan pesta ulang tahun.

__ADS_1


Semua para tamu tercengang menatap kedatangan sepasang suami/istri yang begitu tampak anggun dan juga gagah.


...Bersambung........


__ADS_2