Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Pria tua berjenggot putih.


__ADS_3

Part 35


_________


William terus mengendarai mobilnya meninggalkan Dunia lain di mana Arista belajar untuk mencari jati dirinya. William mengendarai mobil dengan sangat cepat dengan kedua bola mata yang fokus menatap ke depan.


William tersenyum mengingat perjumpaan sesaat bersama Arista, “Alasanku datang menghadiri pesta ulang tahun yang tidak penting itu adalah kamu Arista, walau pun aku tahu kamu sudah aman di sana tapi hati ini tidak bisa di bohongi. Aku tidak tahu perasaan apa ini, tapi yang jelas mungkin bukan perasaan cinta tapi perasaan sebagai seseorang yang telah lama merawat dan menjaga kamu.”


William memperlambat laju kendaraannya menatap ke depan, “Hujan.” Gumam William pelan sambil menyalakan Windscreen wiper.


Saat William melajukan mobilnya dengan lambat, William di hadang oleh seorang pria tua berjanggut putih dengan baju rapih seperti seorang saudagar kaya. William terpaksa menghentikan mobilnya, ia menatap seorang pria tua berjanggut putih yang mengetuk pintu kaca mobilnya.


Tak!


Tak!


Sudah tua malah main hujan.


Siapa pria tua yang berjanggut ini, merusak lamunanku saja.


Gumam William di dalam hati sambil menurunkan sedikit kaca mobilnya.


William menolehkan wajahnya menatap pria tua yang berjanggut, “Ada apa Pak tua, apa kamu tidak melihat jika saat ini sedang turun hujan.” Tanya William menatap pria tua berjanggut putih dengan bibir yang mulai memucat dan tangan yang mengeriput menahan dinginnya hujan yang menerjang tubuh tuanya.


“Tolong. Tolong putri saya.” ucap pria tua berjanggut putih menatap William dan sesekali tangan keriput yang menahan dingin mengusap wajah yang terkena kucuran air hujan.


William membuka pintu mobil yang sejajar dengan kursi pengemudi yang sedang di duduki nya.


“Masuklah. Karena aku tidak mau kamu mati menahan kedinginan di hadapanku.”


Pria tua berjanggut putih berlari dengan tubuh menggigil menahan dinginnya air hujan yang membasahi tubuhnya dan masuk ke dalam mobil yang telah di buka oleh William.


William menoleh ke bangku belakang, tangannya mengulur panjang meraih 1potong baju kemeja dan memberikannya kepada pria tua berjanggut putih. Setelah pria tua berjanggut putih mengganti pakaiannya yang sudah basah terkena hujan, William mulai bertanya tanpa basa-basi.


“Siapa kamu sebenarnya?”


Pria tua berjanggut menatap wajah William dengan tatapan sedih.


“Aku adalah seorang saudagar kaya yang berada di sebrang lautan yang tak jauh dari sini. Aku dan putriku sedang melakukan perjalanan pulang mengendarai mobil, namun di pertengahan jalan mobil yang kami kendarai di stop oleh perampok. Aku di campakkan dari dalam mobil sedangkan putriku di bawa kabur oleh mereka.”

__ADS_1


Pria tua berjanggut menggenggam tangan William dengan sangat kuat. “Aku mohon tolong putriku, jika kamu menyelamatkan putriku aku berjanji akan memenuhi permintaan yang kau ajukan. Bahkan jika kau ingin menikahi ke-3 putri yang aku miliki aku juga rela asal putriku yang di culik kembali.”


William mengerutkan dahinya seperti memikirkan sesuatu menatap pria tua yang berjanggut.


Menikah dengan ke-3 putrinya, apa dia tidak salah.


Jika aku menikah dengan putri-putrinya, maka tidur malamku tidak akan tenang dan aku terus menggoyangkan pinggulku, mulutku, lidahku, tanganku, dan ituku tanpa henti.


Tidak.


Apa yang aku pikirkan.


Gumam William di dalam hati dengan pikiran melayang ke angkasa.


William mencubit pahanya sendiri, “Auuh! Sakit ” teriak William.


Pria tua berjanggut putih menatap tingkah laku William yang sangat aneh di matanya.


“Bagaimana dengan penawaranku anak muda.” Tanya pria tua berjanggut putih meyakinkan William.


William menolehkan wajahnya menatap serius pria tua berjanggut putih, “Maaf. Jika kamu ingin membayar atas upah aku menolong putri kamu, cukup bayar aku dengan emas atau barang antik lainya atau dengan uang juga boleh mana yang menurut kamu pantas aku dapatkan selain ketiga putri kamu” pinta William bernegosiasi kepada pria tua berjanggut putih.


William mengulurkan tangannya membuka pintu mobil yang di duduki pria tua berjanggut putih, “Silahkan pergi keluar jika tidak ingin memenuhi syarat yang aku katakan tadi.”


Pria tua berjanggut putih menahan tangan William, “Baik baik, aku akan menerima permintaan kamu tapi aku mohon selamat dulu putriku yang telah di bawa kabur masuk ke dalam hutan di simpang jalan sana.” Jawab pria tua berjanggut putih dengan nada yang sedikit gugup.


William menghidupkan kembali mesin mobilnya, ia melajukan mobilnya dengan sangat kencang tak perduli hujan badai. Ia terus melajukan mobilnya. Membuat pria tua berjanggut putih ketakutan dengan tangan yang memegang erat sabuk pengaman yang terpasang di badan tuanya.


Tak sampai 30 menit William dan pria tua berjanggut putih sampai di simpang jalan. William menurutkan kaca mobilnya menatap 1 buah mobil klasik tua yang terparkir di simpang jalan yang menuju hutan.


“Apakah itu mobil kamu Pak tua.”


Pria tua berjanggut putih menganggukan kepalanya, “Ia. Itu mobil saya dan di balik hutan itu ada tempat….”


Saat hendak menjelaskan kepada William, William membuka pintu mobilnya dan keluar sambil memakai 1 jaket anti air. William menolehkan wajahnya sedikit kebelakang.


“Kamu tunggu di sini.”


William melangkah pergi meninggalkan pria tua berjanggut putih di dalam mobil. William terus melangkahkan kedua kakinya menginjak tanah lumpur yang becek.

__ADS_1


William terus melangkah memasuki dalam hutan yang sangat gelap, hanya di bekali 1 buah senter kecil William berjalan dan mencari gubuk tempat persembunyian para perampok.


"Tolongg!"


"Toloong!!"


Terdengar suara teriakan wanita dar balik pohon besar.


William berbalik badan melangkah kedua kakinya berjalan menuju suara teriakan seorang wanita yan baru saja di dengarnya.


Saat William berjalan melewati pohon yang sangat besar, terlihatlah sebuah gubuk yang diterangi oleh beberapa obor yang menyala di setiap tempat.


William melangkahkan kedua kakinya berjalan mendekati gubuk tersebut, ia berhenti tepat di sebuah pintu yang terbuat dari papan. William melayangkan kaki kanannya menendang ke arah pintu.


Braakk!


Terlihatlah 5 orang pria yang rupanya amat sangat jelek dengan badan yang kurus dan dekil. Salah satu di antaranya ada yang sudah melepaskan celananya.


Sedangkan putri dari anak pria tua berjanggut putih tengah terbaring di atas meja dengan kedua tangan yang di ikat. Sedangkan bajunya sudah tidak utuh lagi.


Ke-5 perampok berjalan mendekati William.


“Siapa kamu berani sekali merusak kesenangan kami.”


Ancam ke-5 pria perampok yang masing-masing memegang senjata tajam.


William tersenyum sambil berjalan mendekati putri pria tua berjanggut putih, ia membuka jaket yang di kenakan olehnya dan meletakkannya di atas tubuh putri dari pria tua berjenggot putih. Bukan itu saja, William juga melepaskan ikatan tangan putri dari pria tua yang berjanggut putih.


William berbalik badan menatap satu persatu ke-5 pria perampok.


“Apa kalian tidak tahu aku ini siapa, dan kenapa kalian berani sekali bersenang-senang tidak mengajak aku. Apa kalian sudah bosan hidup.” Sentak William sambil mengeluarkan senjata andalannya dari belakang bajunya dan menunjukkan di hadapan 5 para perampok.


Ke-5 para perampok memandang satu sama lain dengan wajah yang bingung mengisyaratkan jika mereka sama sekali tidak tahu siapa William.


William merenggangkan kedua kakinya selebar bahu dengan tubuh yang tegak, “Baiklah jika kalian tidak mengenalku, kalau begitu aku akan memperkenalkan siapa diriku dan aku akan mengantarkan kalian langsung ke Neraka agar kalian tidak berbuat seperti ini lagi.”


Ancam William dengan nada tinggi.


...Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2