Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
omong kosong.


__ADS_3

Part 37


_________


William membulatkan kedua bola matanya memandang wajah gadis kecil yang berada di hadapannya.


“Tidak mungkin.”


Anak gadis tersebut menatap wajah William dengan penuh kebingungan, “Kenapa Paman?”


William tersenyum, ia berdiri dengan tangan kanan yang di letakkan di atas rambut gadis kecil yang sangat kusut. “Dimana orang tua kamu?” William melihat ke kanan kiri namun tak satu pun orang yang berdiri di tengah keramaian memiliki bola mata dan paras seperti dirinya.


Gadis kecil yang memiliki bola mata berwarna merah itu berlari meninggalkan William, tanpa memberi salam perpisahan atau ucapan terima kasih.


William hanya diam menatap kepergian gadis kecil yang tiba-tiba hilang di tengah keramaian orang yang berada di pusat pasar.


Ternyata yang dikatakan oleh Rossa benar, jika klan Vampire itu masih ada selain Arista.


Tapi kenapa mereka menyembunyikan diri dan kenapa mereka sedang berlatih diri untuk mempersiapkan peperangan.


Gumam William di dalam hati yang penuh tanda tanya dengan jawaban yang masih belum terpecahkan sampai saat ini.


William berbalik badan melangkahkan kedua kakinya meninggalkan tempat kejadian tersebut dan menuju sebuah bar di mana ia ingin merehatkan sejenak beban pikiran dan tubuhnya yang sedikit lelah.


“Selamat datang William.”


Terdengar suara sapaan dari pria pemilik bar, menyambut kedatangan William yang berjalan masuk ke dalam bar miliknya.


Seperti biasa, William duduk tepat di meja paling depan. William mengerutkan dahinya, tangan kanan di tompangkan di atas paha yang kekar sedangkan sikut tangan kirinya menompang di atas meja dengan jari jemari yang kekar dan kokoh memijat lembut dahi yang mengerut.

__ADS_1


William masih memikirkan sebuah pertanyaan yang di mana belum bisa terjawab sampai sekarang. Lamunannya terhenti, di kagetkan oleh suara pemilik bar yang datang membawa 1 botol minuman beralkohol dan tangan yang lainnya membawa 2 gelas cangkir kecil.


“Aku perhatikan kamu sedang berada di dalam sebuah masalah yang tidak bisa teratasi. Apa semua masalah itu karena kepergian Vampir kecil milik kamu.”


Pria pemilik bar bertanya dengan tangan kanan yang menuangkan sedikit minuman beralkohol di atas gelas kecil. Setelah 2 gelas terisi penuh dan di tambah sedikit es batu, pria pemilik bar memberikan gelas tersebut.


“Minumlah terlebih dahulu, setelah itu aku ingin memberitahu kamu sesuatu hal yang sangat penting yang mungkin kamu sendiri akan terkejut mendengarnya.”


William tidak menjawab ucapan dari pria pemilik bar, karena ia tahu jika pembicaraan itu pasti tentang hal yang tidak terlalu penting baginya. William hanya diam sambil meneguk 1 gelas kecil yang berisi minuman beralkohol tersebut.


Saat William hendak menuangkan minuman yang beralkohol di atas gelas kecil miliknya, tangan William di tahan oleh tangan pria pemilik bar tersebut.


Pria pemilik bar mendekatkan wajahnya menatap wajah William dengan sangat serius.


“Apa kamu sudah tahu jika beberapa hari ini aku sering melihat seorang gadis kecil yang kemungkinan berusia 8 tahun berkeliaran bebas di pusat pasar ini. Jika aku perhatikan gadis itu bukan gadis biasa, dia adalah salah satu keturunan dari klan Vampir yang dimana mereka bersembunyi setelah peperangan pertama pada waktu itu.”


William melihat ke kanan dan kiri, seolah memastikan apakah ada orang lain selain beberapa orang yang duduk di sedari tadi di tengah-tengah mereka. Wiliam mendekatkan dirinya, hingga kedua bola mata mereka saling bertatapan satu sama lain.


“Kenapa mereka bersembunyi dan apa yang membuat mereka terus bersembunyi seperti hilang tanpa jejak dan tiba-tiba muncul kembali.”


“Aku dengar dari seseorang, jika mereka sedang mempersiapkan diri untuk bertarung menghadapi peperangan yang akan datang. Apa kamu tahu peperangan apa yang akan datang?”


William seperti merasa lega karena satu persatu pertanyaan yang di simpan di dalam hatinya mulai terjawab secara perlahan. Melihat ada peluang besar untuk setiap pertanyaannya, William terus bertanya tanpa henti.


Pria pemilik bar menoleh ke kanan dan kiri seperti memastikan kembali apakah tempat itu masih aman atau tidak untuk melanjutkan percakapan yang terlihat sangat serius.


Setelah memastikan jika tempat itu aman pria pemilik bar melanjutkan percakapannya kembali.


“Memang benar akan terjadi peperangan kedua, tapi peperangan ini tidak seperti dulu. Peperangan ini bukan antara klan Manusia dengan klan Vampir, peperangan ini akan terjadi karena Raja Iblis telah turun ke Dunia ini dan mencari di mana keberadaan anak dari Raja Vampir yang memiliki keturunan darah campuran penyihir jahat.”

__ADS_1


William membulatkan kedua bola matanya dengan dahi yang mengerut William memotong pembicaraan, berbisik pelan di hadapan pria pemilik bar.


“Kenapa dengan keturunan dari Raja Vampir tersebut dan apa kamu memang benar percaya jika ada Vampir yang menikah dan mempunyai garis keturunan dari penyihir jahat pada jaman itu.”


Pria pemilik bar berdiri dari meja, “Kamu tunggu sebentar, aku akan menunjukkan kamu sesuatu hal yang mungkin orang lain tidak dapat melihatnya langsung.” Pria pemilik bar berjalan menuju sebuah ruang kecil yang tertutup tirai kotor dan sedikit berjamur.


5 menit kemudian pria pemilik bar keluar dengan tangan yang memegang 1 lembar kertas lukisan kuno yang terlihat menguning dan mulai tua.


Pria pemilik bar kembali duduk di meja di mana William masih menunggu ke datangan pria pemilik bar tersebut. Kedua bola mata William terus tertuju melihat 1 lembar foto lukisan.


“Ini adalah sebuah lukisan dari pernikahan antara Vampir dan Ratu penyihir jahat.”


William menatap serius wajah pria pemilik bar, “Kenapa kamu memiliki lukisan mereka? Apa kamu sekarang sedang mencoba menipuku Pak tua.” Tandas William yang seperti tidak percaya.


Pria pemilik bar tersebut menggelengkan kepalanya, ia menggulung kembali lukisan yang menguning dan sedikit usang.


“Percaya atau tidak ini lah yang sebenarnya terjadi. Kenapa aku memilikinya karena dahulu salah satu dari nenek moyangku adalah sebuah pelukis yang terkenal dan baik hati.”


William menolehkan wajahnya, “Sombong sekali.” Gumam William pelan.


Pria pemilik bar memegang bahu William menatapnya sangat serius.


“Intinya aku sangat berharap gadis itu tidak dapat di temukan oleh siapa pun termasuk Raja Iblis yang sekarang mungkin sedang berkeliaran mencari gadis Vampir tersebut.”


“Pengaruh dari darah yang masi suci antara Vampir dan penyihir itu sangat kuat, bisa membangunkan orang yang sudah mati beribu abad lamanya. Bukan itu saja, darah itu juga bisa membuat siapa yang meminumnya akan menjadi awet muda.”


Braakkk!


William menggebrak meja membuat minuman yang terisi di dalam gelas melompat keluar dari gelas membasahi meja yang di tempati William dan pria pemilik bar tersebut.

__ADS_1


“Omong kosong apa lagi, perkataan kamu sungguh membuat aku bingung dan sedikit memuakan. Tidak ada pembahasan lain selain itu sehingga membuat aku bertambah lelah mendengarnya.”


...Bersambung........


__ADS_2