Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Cintaku membutakan mata dan hatiku.


__ADS_3

Part 44


_______


Arista terus melangkahkan kedua kakinya berjalan menuju ruang kelas, wajahnya terlihat kesal. “Maaf, Anggun. Aku tidak bisa membujuk wali kelas lainnya untuk mengadakan Camp. bersama, aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan berkenalan dengan pemuda tampan dan baik hati. Tidak mesti mendapat kenalan di hari Valentine” gumam Arista pelan yang terus melangkah.


Arista membelokkan kaki kanannya masuk ke dalam kelas, ia terus berjalan dan berjalan sampai langkah kakinya terhenti di bangku belajar miliknya.


Ellard hanya diam memandang wajah Arista yang terlihat cemas.


Kenapa Arista terlihat cemas dan sedikit kesal.


Batin Ellard yang hanya diam memandang dari bangku yang ia duduki.


Arista diam dan duduk, tangan kanannya menopang dagu. Wajahnya menatap kaca jendela kelas memandang keluar jendela.


“Anak-anakku yang cantik dan tampan.” Panggil Esme yang berjalan masuk ke dalam kelas, dengan langkah kaki berhenti tepat di meja depan khusus untuk guru.


Arista hanya diam tidak menolehkan wajahnya sama sekali menatap kedatangan Esme yang kala itu sedang berbicara. Wajah Arista masih terlihat kesal mengingat perlakuan guru wanita kepadanya.


Esme yang berdiri di depan kelas hanya tersenyum memandang wajah Arista yang terlihat kesal. Esme berjalan sedikit ke tengah mendekati bangku-bangku anak muridnya. “Apa kalian ingin mendengarkan sebuah kabar penting dari mulut saya.”


“Mau.”


“Cepat katakan itu apa Ibu guru yang cantik.”


Terdengar sahut menyahut dari mulut murid yang berada di kelas Arista.


Esme menatap wajah Arista yang masih saja diam seperti tidak ingin mendengarkan ucapan Esme dan tidak menghiraukan teriakan dan kebisingan yang sedang terjadi.


“Karena hari Valentine itu tidak ada di daftar kategori ekstra kulikuler dari sekolah kita, jadi semua para wali kelas berencana untuk bergabung di Camp yang akan kita adakan.” Ucap Esme dengan suara manja yang terlontar dari bibirnya.


Semua para murid bersorak kegirangan mendengar pengumuman dari Esme.


Arista hanya menolehkan wajahnya dengan kedua bola mata menatap tajam wajah Esme yang sedang tersenyum manis di tengah-tengah anak murid yang sedang ikut senang mendengarkan pengumuman yang di beri tahu Esme.


Melihat ekspresi wajah Arista yang tampak tidak senang, Esme merubah ekspresi wajahnya menjadi kalem. Bibir Esme tersenyum canggung seolah ia tidak ingin semua murid mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


“Bukan itu saja, semua para wali kelas juga berencana mengadakan Camp selama 2 hari.Di mulai dari Sabtu sore tanggal 13 kita akan melakukan Camp. di tepian Danau! Apa kalian senang anak muridku yang tersayang.” Sambung Esme semakin membuat kelas menjadi sangat meriah dan bising.


Ellard yang duduk sejajar dengan bangku Arista, mencolek punggung kanan Arista. “Kamu kenapa? Apa kamu tidak suka dengan hari Valentine.”

__ADS_1


Arista menolehkan sedikit wajahnya memandang Ellard. “Berhentilah berbicara kepadaku.” Arista mengarahkan telunjuk tangan kanannya ke arah Diana. “Kamu lihat. Calon tunangan kamu wajahnya sudah berubah menjadi nenek sihir yang sangat kejam, jadi aku mohon berhentilah mendekatiku dan berbicara kepadaku.”


Seperti tidak ingin menambah masalah baru, Arista berusaha cuek dan dingin dengan Ellard. Karena ia tahu jika Diana sangat menginginkan Ellard menjadi pendamping hidupnya, walaupun ia tahu Ellard tidak menyukai perjodohan yang di buat dari kedua orang tua mereka.


Arista mengambil buku tugas dan mencatat apa yang di tulis oleh Esme di papan tulis. Semua murid terlihat tenang dan tentram dengan tangan yang sibuk menyalin tulisan yang di buat oleh Esme.


1 jam telah berlalu, tanda pelajaran yang di bawakan Esme sudah usai bersama deringnya bel yang berbunyi sangat kencang.


Kring!


Kring!


Arista memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas sekolah miliknya. Semua murid bersorak ke girangan menyambut jam pelajaran yang sudah usai dengan masing-masing kaki melangkah pergi keluar dari kelas.


Setelah semua murid keluar dari kelas, kecuali Arista dan Ellard. Arista berdiri tangannya memegang tas sekolah. Kedua bola mata Arista menatap bangku kosong yang berada di depan bangkunya. Hatinya mulai bertanya, dari awal jam pelajaran dimulai ia tidak melihat Abel yang berlalu lalang dan mengganggu dirinya.


Ellard yang masih belum keluar dari kelas, berjalan mendekati Arista. “Kenapa kamu menatap bangku yang kosong. Apa kamu sedang memikirkan orang yang duduk di bangku yang kosong itu.” tanya Ellard dengan nada sedikit kesal.


Arista menolehkan wajahnya menatap tajam wajah Ellard. “Bukan urusan kamu.” ketus Arista.


Melihat Arista yang selalu bersikap dingin terhadapnya, Ellard menggenggam kedua tangan Arista, membawanya Arista tersudut di dinding kelas. “Apa salahku sehingga membuat kamu sedingin ini, apa karena Diana! Wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tuaku membuat kamu dingin seperti ini.”


Arista hanya diam mengalihkan pandangannya dari tatapan wajah Ellard yang terlihat begitu sangat serius dengan apa yang baru saja di ucapkan olehnya.


“Aku akan buktikan jika aku benaran suka kepada kamu.”


Ellard mendekatkan wajahnya hingga tak tersisa ruang sedikitpun yang tersisa.


Arista membulatkan kedua bola matanya menatap wajah Ellard yang sangat begitu dekat dengan wajahnya dan bibir miliknya.


Apa yang akan dia lakukan kepadaku.


Dan kenapa dia menggenggam tangan dan daguku sangat erat hingga membuat aku tidak bisa bergerak sama sekali.


Gumam Arista yang berusaha untuk lepas dari Ellard yang seperti sedang memiliki hasrat kepadanya.


Saat Ellard hampir mendaratkan ciuman di bibir yang Arista. Tubuh Ellard bergerak, seperti ada yang mendorongnya dari belakang membuat ia tersungkur jatuh di lantai.


“AAA.” Keluh Ellard.


Arista yang terkejut membulatkan kedua bola matanya menatap ke depan. Ia melihat Abel yang sedang berdiri memakai jaket kulit yang panjang di hadapannya.

__ADS_1


Arista tertegun, “Abel.”


Abel merangkul tubuh Arista yang gemetar ketakutan, “Kenapa kamu diam saja, saat ada orang lain yang ingin merebut ciuman pertama kamu.”


Ellard yang masih terduduk jatuh di atas lantai seperti tidak senang melihat perbuatan spontan yang di lakukan oleh Abel kepada Ellard. “Mau jadi pahlawan ya?” ketus Ellard dengan nada tinggi.


Arista melepaskan rangkulan tangan Abel, Arista berjalan mendekati Ellard. Kedua kakinya terhenti di hadapan Ellard dengan tangan kanan yang di angkat.


Plaakk!


Arista melayangkan tamparan tepat di pipi kiri Ellard.


Arista menatap wajah Ellard dengan penuh kekesalan hingga membuat ia meneteskan air mata kebencian. “Jika kamu mencintai seorang wanita, seharusnya kamu bisa menahan hasrat yang menjijikkan. Jika kamu tidak ingin kehilangan seorang wanita, seharusnya kamu berpikir panjang bagaimana cara yang sopan untuk mempertahankan wanita itu agar tidak pergi dari pandangan kamu. Jalan kotor yang selalu orang lain pikirkan agar sih pasangan bisa terus bersamanya adalah melampiaskan hasrat yang mungkin akan hilang saat kamu sudah bosan kepada pasangan kamu dan mencampakkannya seperti sampah.”


Arista berbalik badan, kedua matanya terus basah mengingat kejadian yang di buat Ellard.


“Kamu harus pikirkan ini dan simpan di dalam memori pikiran kamu. Dinda Arista bukan wanita murahan, dan aku sangat membenci kamu Ellard.”


Arista melangkahkan kedua kakinya berjalan cepat meninggalkan ruang kelas dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat kecewa.


Abel tersenyum manis menatap wajah Ellard yang terlihat penuh penyesalan. “Menjijikan.” Tandas Abel sambil melangkahkan kedua kakinya meninggalkan kelas.


Ellard hanya diam terpaku penuh penyeselan yang mendalam muncul dari dalam hatinya. Tatapan kosong memandang pintu kelas yang tak satu pun orang terlintas.


Rasa ingin memiliki kamu seutuhnya membuat aku berbuat nekad.


Maaf-maaf-maaf.


Betapa menjijikannya aku menahan dirimu hanya untuk berbuat keji kepada kamu.


Cintaku membutakan mata dan hatiku, hingga membuat diriku lepas kendali.


Batin Ellard yang penuh dengan penyesalan yang sudah tidak ada artinya lagi.


...Bersambung........


...Kisah cinta Remaja begitu sangat indah ya? 🤗🤗...


...Jadi ingat saat Remaja dulu. 😅😊😉 ...


...Terimakasih banyak buat yang membaca cerita saya. ...

__ADS_1


...Sehat selalu dan dimudahkan Rezekinya....


...Bagi para Author juga semangat, meski sedikit yang baca Karya kita. 😘😘😘💃🏻💃🏻...


__ADS_2