Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Mencari jati diri.


__ADS_3

Part 24


______


Arista mengurutkan dahi menatap Esme dengan wajah yang cukup serius, “Esme. Aku sudah membuang waktuku cukup lama untuk menunggu kamu datang. Sekarang kamu jangan banyak bicara lagi, langsung saja pada intinya. Kenapa kita harus berkumpul di sini.” Ketus Arista yang merasa kesal.


Esme berjalan mendekati Arista dengan wajah yang manis, “Arista sayang. Wajah kamu sangat manis, tapi kamu sangat berterus terang. Kamu benar-benar seperti Paman kamu.” Esme menggigit bibir bawahnya dengan jari telunjuk yang mencolek dagu Arista.


Esme berdiri tegak di hadapan semua murid yang masih sibuk dengan pembicaraannya masing-masing.


“Anak-anakku tersayang, tercantik dan para Monster imutku. Bisa tidak kita segera memulai perjalanan tentang ekstra kulikuler di alam bebas” ucap Esme dengan suara yang cukup manis.


Mendengar ucapan Esme, semua murid langsung berkumpul satu sama lain.


Ellard berdiri di samping Arista, sedangkan Diana hanya menatap dari kejauhan dengan alis yang menaik serta senyum yang sulit di artikan terpancar dari bibirnya.


Esme menatap serius satu persatu anak muridnya, “Karena beberapa bulan lagi akan terjadi ujian kenaikan kelas, maka saya sebagai wali kelas kalian mengadakan pelatihan mengasah ilmu atau mencari jati diri kalian untuk menambah nilai ujian semester.”


Arista memotong pembicaraan Esme, “Maksudnya, buat apa kita bersusah payah mencari jati diri kita sendiri. Bukannya kita semua tahu bahwa kita terlahir dari klan apa? Dan kekuatan apa yang ada pada kita semua.” Sahut Arista dengan wajah yang cukup serius.


Semua murid juga ikut berkomentar.


“Ia. Benar kata Arista.” Terdengar suara sahut menyahut seperti itu.


Ellard hanya tersenyum memandang wajah Arista.


Sangat berani.


Gadis ini selalu membuat aku takjub.


Bukan itu saja wajah dan matanya membuat aku terpikat.


Gumam Ellard di dalam hati.

__ADS_1


Esme menggelengkan kepalanya dengan jari telunjuk yang mengarah ke kanan dan ke kiri seakan mengikuti arah gerak kepala Esme.


“Anak muridku yang tersayang, sepertinya kalian belum paham tentang mencari jati diri itu seperti apa. Kalau begitu akan aku jelaskan sedikit ya?”


Esme menatap satu persatu ana muridnya dengan wajah yang sangat serius.


“Mencari jati diri itu artinya kita harus mengetahui mana minat dan mana bakat yang terpendam yang di miliki oleh diri kita sendiri, banyak orang yang belum menyadari tentang jati diri dia sendiri. Sehingga sesudah dewasa ia bingung harus bagaimana kedepannya dan memanfaatkan ke jalan yang baik atau yang buruk.”


“Jadi di sini aku sebagai wali kelas kalian semua berharap jika anak murid yang aku cintai dapat mengetahui bakat dan ilmu yang terpendam yang berada di dalam diri para anak muridku yang tersayang. Supaya setelah kalian lulus dari sekolah ini, kalian harus tahu menempatkan ilmu itu ke mana dan tujuannya buat apa.”


Esme menaikkan bahunya, “Aku berharap kalian akan menjadi anak yang baik dan tidak sembarangan memakai ilmu kalian di dunia lain nantinya.” Ucap Esme sambil menyatukan tangannya. “Apa kalian sudah paham anak muridku.” Tanya Esme dengan wajah yang sangat manis.


Semua murid menggelengkan kepalanya dengan wajah yang terlihat bingung. “Tidak.” Dengan masing-masing wajah yang terlihat bodoh.


Esme menolehkan wajahnya dengan telapak tangan kanan yang di letakkan di wajahnya, “Jadi yang kalian pahami itu apa? Muridku yang bodoh apa akunya yang bodoh.” Gumam Esme pelan sambil memalingkan wajahnya yang kecut.


“Jadi apa tugas yang harus kita lakukan di alam bebas Esme.” Tanya Arista membuyarkan keluhan Esme.


Esme spontan mengubah ekspresi wajahnya menjadi manis, “Kita akan berjalan sedikit memasuki hutan yang berada di dekat Danau, di dalam itu ada Monster jahat namanya "Spider-Hybrid Human" yang suka memangsa Monster lain atau bisa menjerat cinta. Jadi saya ingin kalian masuk ke dalam hutan dan menangkap Monster tersebut.” Sahut Esme dengan wajah yang terus tersenyum manis.


"Tahu." Teriak para murid dengan serentak dan semangat.


Esme menatap dengan wajah serius dengan tangan yang mengulur, “Jadi saya akan membagi kalian semua menjadi 4 tim." Esme menunjuk ke arah Ellard. “Ellard, Arista, Diana, Sebastian, Robert dan Mulan, kalian satu tim.” Sambung Esme memberitahu.


Arista menekuk kedua alisnya, “Kenapa harus bersama mereka, apa tidak ada orang lain.” keluh Arista yang merasa tidak suka jika satu tim bersama Ellard dan ke-4 temannya yang lain.


Esme menggelengkan kepalanya, “Tidak ada.”


...Di dalam hutan....


...🧟‍♀️🧟‍♀️...


Arista, Ellard, Sebastian, Mulan, Robert, Diana dan tim yang lainnya terus berjalan hingga memasuki ke dalam hutan yang amat rimbun.

__ADS_1


Diana duduk santai di sebuah pohon besar, “Sebaiknya kita hentikan saja pencarian Monster yang belum tentu ada.” Ucap Diana yang terlihat tidak percaya.


Ellard dan yang lainnya berhenti berjalan berdiri menatap Diana yang tengah duduk santai di bawah pohon.


Ellard menarik tangan Diana, “Jika kamu tidak ingin ikut mencari sebaiknya kamu tidak perlu ikut bergabung menjadi satu tim dengan kami.” Ucap Ellard dengan wajah yang cukup serius menatap wajah Diana.


Arista mengerutkan dahinya, “Biarkan saja dia di sini, jika dia tidak mau ikut kita tidak perlu memaksa. Yang rugi dia bukan kita, dan yang akan habis di makan oleh Monster itu dia, bukan kita.” Arista berjalan meninggalkan Ellard dan ke-4 lainnya.


“Aku duluan berjalan, aku tidak ingin menjadi siswa abadi seperti kalian. Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan pendidikanku di sini, supaya aku bisa pulang dan tinggal bersama lagi dengan Pamanku.” Ucap Arista dengan wajah yang cukup serius.


Ellard melepaskan tangannya yang memegang tangan Diana.


Ellard berlari kecil mendekati Arista dan menarik tangannya, “Arista.” Panggil Ellard.


Arista menghentikan langkah kakinya menatap wajah Ellard, “Ada apa lagi, tidak bisakah kita menuntaskan misi yang telah diberikan oleh Esme.” Arista melepas tangan Ellard, “Aku mulai bosan tinggal bersama kalian, jadi jangan halangi aku untuk menyelesaikan tugas ini.” Arista berbalik badan meninggalkan Ellard.


Ellard berlari kecil kembali mengejar Arista, “Aku juga ingin segera menyelesaikan pendidikanku di sini, agar aku bisa menemani seorang gadis di luar dunia ini nantinya.”


Arista terus berjalan sambil menolehkan wajahnya ia menjawab, “Kenapa tidak dari dulu kamu lakukan.” Sahut Arista tanpa bertanya lebih jelas.


Dengan santainya Ellard menjawab, “Karena baru sekarang aku menemukan gadis spesial yang bisa mengusik hari-hariku.” Dengan kedua kaki yang melangkah seirama dengan kedua kaki Arista.


Diana berlari kencang memotong pembicaraan Ellard dan Arista, “Kenapa kamu tidak menungguku.” Diana merangkul tangan Ellard.


Mulan, Robert dan Sebastian menyusul di belakang.


“Kalian jangan terlalu cepat berjalan, tunggu lah kami.” Teriak Robert dari belakang.


Entah apa yang di pikirkan Arista, ia tiba-tiba mematung dengan jari telunjuk yang di arahkan di bibirnya sambil berbisik, “Apa kalian mendengarkan sesuatu.” Dengan kedua mata yang jeli melihat ke sekeliling hutan belantara.


Ellard berjalan mendekati Arista, “Apa yang sedang kau dengarkan Arista.” Bisik Ellard.


Dengan wajah yang sombong Diana berjalan terlebih dahulu, “Omong kosong. Jangan banyak tingkah atau kau akan mati di lahap Monster jelek.” Ucap Diana dengan sombongnya.

__ADS_1


...Bersambung.......


__ADS_2