
Arland menatap bayi mungil yang berada di dalam inkubator, karena dilahirkan secara prematur. tubuhnya yang lemah, terlihat sedang menggeliat di dalam inkubator. mungkin bayi mungil itu sedang merasakan kesedihan papanya yang di tinggalkan mamanya karena memberikan kehidupan bagi bayi mungil itu.
"Tuan, anda harus istirahat. dari sejak nyonya dimakamkan, tuan belum beristirahat dengan benar." kata perempuan paruh baya yang merupakan asisten rumah tangga Arland.
"kenapa Rosaline meninggalkan saya mbok Sa?" tanya Arland lirih sambil memandang putri bungsunya yang berada di dalam inkubator.
"Tuan jangan berbicara seperti itu. ikhlaskan nyonya. InshAllah nyonya sudah tenang dan bahagia di sisi Allah tuan." kata mbok Sa, yang berusaha menenangkan tuan yang sudah diikutinya sejak awal Arland menikah.
"saya ikhlas mbok, demi Allah saya ikhlas. tapi kenapa Rosa meninggalkan putri kami yang begitu mirip dengannya. setiap melahirkan, Rosa selalu protes dengan saya karena semua putri kami begitu mirip dengan saya. sekarang ketika putri kami yang sangat mirip dengannya lahir, rosa malah meninggalkan kami mbok." kata Arland sambil tersenyum pedih, mengingat Rosaline yang selalu protes karena ke empat putrinya mewarisi gen Arland.
"itu karena Allah sangat baik. Allah tidak mau tuan lupa dengan nyonya, makanya putri tuan sangat mirip dengan nyonya." kata mbok Sa.
"justru itu yang membuat saya sedih mbok. karena setiap melihatnya, saya akan teringat Rosa." kata Arland yang masih memandang bayi mungil dalam inkubator yang mulai tenang.
__ADS_1
"dalam surat yang ditulis Rosa, ia memberi nama anak kami Vanilarea Aisyah Sauqi. Rosa ingin Vanila menjadi seperti Vanila yang walaupun sedikit, tapi memberikan perubahan yang cukup besar. Rosa ingin, Vanila seperti Aisyah yang cerdas dan berani. tolong jaga Vanila buat saya mbok. Saya tidak sanggup melihat Vanila yang begitu mirip dengan Rosa. Saya sangat menyayanginya. Walaupun saya tidak bisa berada di dekatnya."kata Arland kepada mbok Sa sambil memandang Vanila dengan air mata yang membasahi wajah lelah Arland.
"mbok akan jaga non Vanila tuan. mbok yakin, non Vanila akan tumbuh menjadi anak yang sesuai dengan harapan nyonya." kata mbok Sa.
Sejak hari itu, Arland mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Arland jarang sekali pulang untuk melihat putri-putrinya. Putri pertamanya yang bernama Liliana Putri Sauqi berusia 14 tahun. Putri ke duanya bernama Jasmine Putri Sauqi yang berusia 12 tahun. Putri ke tiganya yang berusia 10 tahun bernama Sakura Putri Sauqi, dan putri ke empatnya bernama Dahlia Putri Sauqi yang berusia 7 tahun.
Sebenarnya Arland tidak ingin memiliki anak lagi mengingat usianya dan Rosaline yang sudah tidak muda lagi. Tetapi istrinya memaksa untuk hamil anak kelima dengan harapan mereka akan mendapatkan anak laki-laki, bahkan Arland mengetahui kalau Rosaline hamil anak kelima ketika usia kandungannya memasuki usia tiga bulan. Dokter sudah menyampaikan bahwa kehamilan Rosaline yang terakhir ini bermasalah, karena ia mengalami pre-eklampsia, yang membuat kehamilannya sangat beresiko. Di saat terakhir, bahkan Rosaline memaksa untuk menyelamatkan anak dalam kandungan nya lahir ke dunia, sehingga Ia harus meninggalkan dunia.
Sejak menyibukkan diri dan kurang memperhatikan anak-anaknya, ke empat kakak Vanila, sangat membencinya, karena mereka merasa Vanilalah penyebab mereka tidak lagi mendapatkan kasih sayang dan perhatian papanya. Vanila juga penyebab mereka harus kehilangan mamanya untuk selama-lamanya. Hanya mbok Sa yang memperhatikan, menyayangi dan merawat Vanila, sejak keluar dari rumah sakit. Mbok Sa dan Pak Arman suaminya yang merupakan supir pribadi keluarga Sauqi menyayangi Vanila, seperti mereka menyayangi anak mereka sendiri.
"non, jangan lari-lari kalau makan. non harus duduk manis." kata mbok Sa yang sedang mengejar Vanila sambil menyuapinya makan. Vanila berhenti, lalu berjalan mendekati mbok Sa, dan duduk manis di depan wanita yang sudah mulai kelihat guratan usia tua di wajahnya.
"Kenapa Lala harus duduk manis mbok?" tanya Vanila kepada mbok Sa.
__ADS_1
"Kalau non Lala jadi anak baik, Allah akan senang dengan non, kalau Allah senang dengan non, Allah akan kabulkan semua doa-doa non"terang mbok Sa.
"Wah... beneran mbok?" tanya Vanila antusias yang di jawab dengan anggukan dan senyuman dari mbok Sa melihat nona kecilnya yang antusias.
"Mulai sekarang Lala akan jadi anak baik. Lala mau minta sama Allah, supaya papa selalu sama-sama Lala, dan kakak-kakak Lala semuanya sayang sama Lala."kata Vanila antusias yang membuat hati mbok Sa jadi nelangsa mendengar keinginan nona kecilnya.
"Mbok aaa" kata Vanila sambil membuka mulutnya agar di suapi oleh mbok Sa.
mbok Sa segera menyuapi Vanila dan menghapus cairan bening yang turun dari sudut matanya. ia tidak ingin Vanila melihat dirinya yang sedih mendengar perkataan nona kecilnya yang sangat bijak dan cerdas.
Vanila adalah anak kecil yang sangat cerdas. di usianya yang baru genap lima tahun, ia sudah pandai membaca dan punya ingatan yang sangat bagus. tidak ada yang bisa mbok Sa sembunyikan dari Vanila, karena itu mbok Sa sudah menceritakan kepada Vanila, kenapa papa dan kakak-kakak nya jarang bersama Vanila, bahkan Vanila kecil menanggapi sikap papa dan kakak-kakak nya dengan bijak. walaupun Arland jarang pulang melihat Vanila, tetapi setiap Hari ia selalu menelpon mbok Sa untuk memeriksa keadaan Vanila. memang Arland tidak secara langsung membesar kan Vanila, tapi ia tidak pernah kehilangan momen tumbuh kembang Vanila, walaupun hanya dari laporan mbok Sa.
Vanila benar-benar mewarisi gen mamanya yang orang Moskow. kulitnya putih bersih, mata bulat berwarna hazel dengan bulu mata lentik, rambut berwarna almond, hidung mungil dan mancung, bibir yang agak sedikit tebal berwarna pink alami dan dagu lancip dengan sedikit belahan. Hanya mata bulat dan bulu mata panjang serta lentik yang mewakili gen Arland. Penampilan fisik Vanila jauh sekali berbeda dengan keempat kakaknya, walaupun kakak-kakaknya juga memiliki penampilan fisik yang cantik, tapi mereka mewarisi gen papanya yang keturunan Arab. sehingga mereka memiliki warna kulit yang tidak begitu putih, mata bulat dengan bulu mata lentik khas orang Arab, hidung mancung seperti perosotan anak TK. Jika Arland berkumpul dengan semua putri-putrinya, orang-orang akan mengira kalau Vanila bukanlah anak Arland. orang-orang baru yang tidak mengenal Rosaline, akan mengira kalau Vanila adalah keponakan Arland dari saudara yang lain. sedangkan orang-orang yang lama mengenal Arland, langsung mengingat Rosaline ketika melihat Vanila, karena Vanila benar-benar mewarisi gen Rosaline, seolah-olah Rosaline terlahir, menjadi Vanila.
__ADS_1
bayi mungil yang berjuang untuk hidup dalam inkubator lebih dari dua Minggu, tumbuh menjadi gadis kecil yang begitu cantik. orang-orang yang berada di sekitarnya akan selalu bahagia melihat tingkahnya yang sangat menggemaskan, dan celotehan dari mulut mungilnya yang sangat bijak.