
Vanila sangat menikmati berada di panti asuhan bunda Ningrum, Semua anak-anak yang berada di panti asuhan, menerimanya dengan perasaan senang, dan hal itu juga membuat Vanila senang.
"Mbok, Lala tinggal di sini aja ya..?" Kata Vanila sambil nyengir merayu mbok Sa, supaya diizinkan untuk tinggal di panti.
"Jangan ah non. Nanti non nggak betah, di sini tu ramai. tidur ramai-ramai, nggak ada ac, nanti non nggak betah." Kata mbok Sa.
"Tapi Lala mau tinggal di sini. Lala suka ramai."Katanya lagi meyakinkan mbok Sa.
"Jangan ah non, kasian bunda nanti repot." Kata mbok Sa lagi.
"Kan tinggal telpon papa, suruh bangun panti asuhan bunda. Lala lihat tanah yang di samping ada tulisan 'dijual', nah.. beli aja tanah yang itu, trus bangun lagi kamar panti yang banyak. Ntar papa Lala suruh jadi donatur tetap. Jadinya nggak usah mikirin biaya operasional." Terang Vanila semangat.
"Tapi non.."
"mbok nggak sayang Lala..?" Tanya Vanila dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"Ya udah. Nanti mbok telpon papa non." Kata mbok Sa mengalah.
"Makasih mbok. Lala saaaaayang mbok Sa." Kata Vanila lalu memeluk mbok Sa bahagia.
Arlan yang memang akan mengabulkan apa saja keinginan Vanila, yang masih bisa dilakukannya, langsung menyetujui keinginan Vanila. Arlan membeli tanah yang ada di samping panti asuhan, dan membangun beberapa kamar baru, agar bisa ditempati anak-anak panti tanpa mereka harus berdesakan di satu kamar, karena keterbatasan tempat.
Tim pembangunan terbaik Arlan, langsung diminta untuk mengawasi dan membangun panti asuhan bunda ningrum. Kepala proyek manyanggupi kalau bangunan dan renovasi rumah utama panti asuhan, akan selesai dalam waktu satu bulan. Selama proses pengerjaan, Vanila tidur bersama bunda ningrum.
"Non, hari ini jadi ke sekolah yang baru?"Tanya mbok Sa
"Jadi mbok. Kebetulan sekolahnya nggak jauh dari panti. Lala juga sekalian mau ikut tes akselerasi. Kata Bang Badai di sekolahnya lagi ada tes akselerasi." Jawab Vanila.
"Non, mau loncat kelas lagi?" Tanya mbok Sa yang hanya di jawab cengiran oleh Vanila (Kebiasaan nih si Lala, suka jawab pakai cengiran kuda 😁)
Hari ini Vanila di antar oleh Badai yang merupakan salah satu anak panti bunda ningrum yang sekarang sekolah kelas XI. Sekolah yang posisinya tidak jauh dari panti merupakan komplek sekolah yanh terdapat sekolah tingkat dasar hingga sekolah tingkat atas. Karena masih waktunya libur sekolah, di sekolah tidak banyak orang. Hanya ada beberapa murid yang masih aktif di kegiatan ekskul.
"Wuih... sama siapa kamu tadi Dai, cantik bener. Boleh buat gebetan aku nggak?" Tanya Damara yang merupakan teman sekelas Badai
__ADS_1
"Bosen idup kamu." Kata Badai kesal, karena ia tahu persis kalau Damara adalah playboy cap labi-labi di sekolah.
"Santuy bro. Nggak usah pakai ngegas ini. Lagian kali aja, tuh cewek mau sama aku. secara, aku kan cowok paling tampan n tajir di sekolah ini. Siapa sih cewek yang nggak mau sama aku." Kata Damara menyombongkan dirinya.
"Iya.. cewek-cewek ***** yang mau sama kamu." Kata Badai lagi
"eits... jangan sembarangan kamu. Cewek aku sekarang noh Vanesa juara kelas. Pintar loh dia." protes Damara.
"Iya. pintar secara IQ, enggak dengan EQ dan SQ nya." kata Badai lagi.
"Kak, Lala udah siap. pulang yok." Kata Vanila yang keluar dari ruangan guru.
"Cepet amat dek. udah siap tesnya?" Tanya Badai yang langsung nyuekin Damara
"Udah. Nggak susah banget kok tesnya." Kata Vanila lagi
"Hi cantik. boleh kenalan?" Kata Damara yang memasang senyum manis sambil mengulurkan tangannya.
"Vanila" Kata Vanila yang menerima uluran tangan Damara, dan langsung dilepaskan oleh Vanila
"Ok. Ayok kak pulang." Kata Vanila lalu mengajak Badai pergi meninggalkan Damara yang agak sedikit bengong karena Ia dicuekin sama Vanila.
Vanila dan Badai memilih untuk berjalan kaki, karena jarak sekolah dan panti yang memang tidak terlalu jauh. Vanila yang tidak pernah berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh menurutnya, merasa mulai kelelahan. Wajahnya yang putih bersih berubah menjadi merah dan dibanjiri oleh peluh.
"Kamu capek dek? Mau kakak gendong?"Tawar Badai yang kasihan melihat Vanila.
"Nggak ah kak. sedikit lagi sampai. itu sudah kelihatan." Kata Vanila, karena memang panti asuhannya sudah kelihatan.
Sesampainya di panti asuhan, Vanila segera meminum air putih yang ada di meja.
"Kamu abis lari maraton dek?" Tanya Guntur yang merupakan saudara kembar Badai.
Vanila hanya menjawab Guntur dengan cengirannya seperti biasa, karena Vanila merasa lelah untuk menjawab pertanyaan Guntur.
__ADS_1
"Abis jalan dari sekolah" Jawab Badai yang baru masuk ke dapur dan duduk di samping Vanila yang sedang mendinginkan tubuhnya.
"Kan nggak jauh, jarak sekolah ke panti." Kata Guntur heran.
"salah aku sih kak. nggak pernah jalan jauh dan olah raga. jadi jalan sebentar sudah capek banget." Terang Vanila.
"Kenapa nggak pakai sepeda aja tadi Dai?"Tanya guntur kepada Badai yang merupakan saudara kembar yang menjadi adeknya, karena Guntur lahir 5 menit lebih awal di bandingkan Badai.
"Aku nggak tau bang, kalau Lala nggak kuat jalan." Terang Badai.
Badai dan Guntur adalah anak kembar identik yang memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang tinggi. Orang yang baru mengenal mereka, pasti tidak dapat membedakan mana guntur dan mana Badai, apalagi sifat dan karakter mereka hampir sama. Guntur dan Badai adalah anak-anak yang pendiam, tapi mereka juga anak-anak yang cerdas. Guntur dan Badai termasuk cowok-cowok ganteng yang ada di sekolah. Banyak cewek-cewek yang berusaha menarik perhatian mereka, tetapi tidak ada yang ditanggapi oleh Guntur dan Badai. Walaupun terlihat cuek, tapi Guntur dan Badai sangat menyayangi dan melindungi adek-adeknya yang berada di panti.
Hari ini sekolah hari pertama semester baru di mulai. Vanila berangkat sekolah bersama dengan anak-anak panti asuhan yang lain, yang semuanya bersekolah di sekolah yang sama. Karena Vanila ikut kelas akselerasi, sehingga pada semester baru, Vanila duduk di kelas IX. Karena Vanila murid baru, Ia harus menunggu wali kelasnya membawanya ke kelas dan memperkenalkan Vanila dengan teman-teman barunya. Vanila meminta kepada pihak sekolah, untuk merahasiakan bahwa ia murid akselerasi.
"Assalamualaikum. Kamu Vanila?" Tanya seorang guru yang melihat Vanila duduk di bangku tunggu depan ruang guru.
"Wa'alaikumussalam. iya buk. Saya Vanila." Kata Vanila lalu mencium punggung tangan guru yanv menyapanya.
"Nama ibuk, Ibuk Fitri. Ibuk adalah wali murid kamu di kelas IX IPA 1. ayok ibuk antar ke kelas kamu." Kata buk Fitri ramah, lalu Vanila mengikuti buk Fitri ke kelasnya.
"Assalamualaikum. Selamat pagi anak-anak." Kata buk Fitri masuk ke ruangan kelas bersama Vanila yang langsung membuat murid-muridnya krasak krusuk karena kedatangan murid baru yang cantik.
"Harap tenang. Malu sama teman barunya." Kata buk Fitri, sehingga membuat murid-muridnya mulai diam.
"Ok. Vanila silahkan perkenalkan diri kamu." Kata buk Fitri.
"Terimakasih buk. Ok. Assalamualaikum. Selamat pagi. Perkenalkan nama saya Vanilarea, teman-teman bisa panggil saya Vanila. Saya pindahan dari kota B. Semoga kita bisa berteman dengan baik." Kata Vanila yang mencoba tersenyum ramah.
"Buk boleh bertanya nggak?" Kata salah satu murid cowok yang terkenal konyol di kelas.
"Iya, mau tanya apa Jaki?" Kata buk Fitri
"Neng Vanila udah punya pacar belum? Kalau belum, bang Jaki mau dong jadi pacarnya. Hitung-hitung perbaiki keturunan." Kata Jaki sambil menaik turunkan alisnya yang langsung mendapatkan sorakan dari teman sekelasnya, dan membuat buk Fitri geleng geleng kepala melihat tingkah muridnya yang satu itu.
__ADS_1
"Ya sudah. Vanila berhubung bangku kosong yang ada hanya bangku di belakang Jaki, kamu boleh duduk di sana." Kata buk Fitri sambil menunjukkan bangku tempat Vanila duduk.
"Acara kenalannya sambung nanti aja pas jam istirahat Jaki." Kata buk Fitri, yang tahu kalau Jaki masih saja menganggu Vanila.