Vanilarea

Vanilarea
Menghindar


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir untuk acara mendoa. Pada malam terakhir tamu yang datang akan diberikan makanan yang disebut 'nasi berkat'.


Semua persiapan sudah selesai, dan acara mendoa akan dilakukan setelah sholat isya.


Vanila masih enggan berbicara dengan Aldrin. Walau begitu, setiap selesai sholat ia selalu mendatangi Adrin dan mencium punggung tangannya. Untuk menghindari Aldrin, Vanila tidak pernah melepaskan Langit, Kalau langit tidur, Vanila akan menyibukkan diri dengan baby Shanum yang juga menggemaskan.


"Shanum cantik banget sih kak. Kayak bule." Kata Vanila sambil mencium pipi gembul Shanum.


"Lah.. Kamu apa nggak kayak bule? Shanum nurunin gen mama kayaknya. Sama kayak kamu." Kata Liliana.


"Jadi kangen papa." Kata Vanila yang matanya mulai berkaca-kaca.


"Udah La. Jangan tangisin terus papa. Kamu mau papa nggak tenang?" Tanya Liliana.


"Lala mau papa tenang. Tapi nanti Lala pasti kesepian lagi." Kata Vanila sambil menoel-noel pipi gembul Shanum.


"Kan ada suami kamu si Al." Kata Liliana.


"Aku masih di bawah umur loh kak. Kan cuma nikah gantung, jadi aku nggak harus sama kak Al." Kata Vanila agak malas membahas Aldrin.


"Nggak boleh gitu La. Kamu belajar agama lebih baik dari kakak. Kamu kan tahu apa hukumnya jika mengabaikan suami." Kata Liliana lagi.


"Udah ah kak. Lala mau main sama si gembul ini aja. Iya Shanum sayang. Onty culik Shanum aja kali ya? Ntar biar Momy buat Shanum baru satu lagi." Kata Vanila sambil mengajak baby Shanum berbicara dan ditanggapi ocehan oleh baby Shanum.


"Enak aja kamu. Kamu kira anak itu kue. Main buat-buat aja. Buat sendiri sana." protes Liliana.


"Beneran aku culik loh ntar." Kata Vanila sambil membawa Shanum kabur.


"Coba aja kamu kalau berani. Kakak pites kamu nanti" Teriak Liliana sambil membereskan barang-barang Shanum, yang habis ganti diapers.


Aldrin dan Vano yang sedang berada di ruang makan melihat Vanila yang berlari sambil menggendong baby Shanum dan tertawa.


"Cuekin aja Momy kamu. Shanum jadi anak onty aja ya. Ok?" Tanya Vanila kepada baby Shanum dan di jawab ocehan baby Shanum membuat Vanila senang.


Vanila membawa Shanum ke taman samping yang ada kolam berenangnya. Tidak lama kemudian hp Vanila berbunyi. Vanila melihat ada VC yang masuk dari badai.


"Assalamualaikum La." Ucap Badai begitu melihat wajah Vanila dan agak sedikit heran melihat Vanila bersama bayi perempuan yang agak mirip dengan Vanila.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam kak." Jawab Vanila.


"Anak siapa La? Lucu bener." Tanya Badai.


"Anak aku lah. Ya kan Shanum?" Tanya Vanila pada Shanum dan di jawab Shanum dengan bahasa bayinya.


"Ada-ada aja kamu. Oh iya. Kakak turut berduka cita ya. Om orang baik. InshAllah husnul khotimah." Kata Badai.


"Aamiin. Makasih kak. Lagi pesiar ya?" Tanya Vanila.


"Iya. Tapi nggak lama. Besok harus sudah balik lagi. Oh iya, 3 bulan lagi acara kelulusan kakak. Kamu janjikan mau datang ke acara kelulusan kakak." Kata Badai.


"InshAllah. Ya udah, kak, ini Shanum udah mulai rewel. Lala matiin ya telponnya. Assalamualaikum." Kata Vanila mematikan VC dari Badai setelah mendengar jawaban salam dari Badai.


Aldrin yang dari tadi memperhatikan Vanila, agak sedikit marah, melihat Vanila berbicara dengan Badai. Apalagi Vanila berjanji akan menghadiri acara kelulusan Badai.


Vanila kembali menggendong Shanum dan duduk di tepi kolam berenang. Mamasukkan kakinya dan baby Shanum ke dalam air. Shanum sangat senang bermain air. Ia terus menggerak-gerakkan kakinya dalam air.


"Shanum mau berenang? Emang bisa?" tanya Vanila, dan lagi-lagi di jawab dengan bahasa baby oleh Shanum seolah-olah Shanum mengerti dengan yang ditanyakan Vanila, dan Vanila mengerti dengan bahasa Shanum.


"Kita main air aja. Nanti kalau kita nyumplung, Onty di marahin momy kamu." Kata Vanila lagi.


"Onty.." Kata Langit yang berjalan menghampiri Vanila sambil mengenyot botol susunya.


"Iya sayang. Sini." Ajak Vanila memanggil Langit, dan memintanya duduk di samping Vanila dan memasukkan kakinya ke kolam berenang.


"Onty kenapa pangku Shanun. Sahanun kasih momy aja." protes Langit yang cemburu melihat Vanila yang sedang memangku Shanum.


Shanum yang sepertinya tahu langit sedang cemburu, mengomeli Langit dengan bahasa bayinya. Hal itu langsung membuat Vanila tertawa.


"Shanum sayang. Abang langit jangan di omelin dong." Kata Vanila kepada baby Shanum dan lagi-lagi di jawab Shanum dengan bahasa bayi.


"Abang Langit nggak boleh ngomong gitu. Abang langit kesayangan Onty nomor satu." Kata Vanila kepada Langit sambil menunjukkan jari telunjuknya.


"Trus adek Shanun?" tanya Langit.


"Adek Shanum kesayangan Onty number one." kata Vanila tapi tidak menunjukkan jarinya, sehingga Langit mengira kalau satu dan one itu berbeda.

__ADS_1


"Langit sama Om aja." Kata Aldrin yang tiba-tiba duduk di samping Vanila dan memangku Langit. Vanila hanya menatap Aldrin malas, lalu sibuk ngobrol dengan baby Shanum, dan Aldrin mengajak Langit ngobrol.


"Ya ampun La. Kenapa anak-anak kakak kamu bawa main air sih. Nanti masuk angin" Protes Liliana dan segera mengambil Shanum dari pangkuan Vanila.


"Shanumnya senang kok." Kata Vanila sambil nyengir ke kakaknya.


"Iya dia mah bayi ketemu air senang-senang aja. Tapi nanti kalau masuk angin, Shanumnya rewel." Protes Liliana.


"Maaf kak. Nggak tau." Kata Vanila lagi.


"Ya udah, Langit mandi sana sama mbak Rani." Kata Liliana kepada Langit.


"Biar Lala aja yang mandiin Langit." kata Vanila.


"Nggak boleh. Langit kalau mandi sama kamu lama. Main aja di kamar mandi. Lagian ini sudah sore banget. Kamu mandi juga gih." Protes Liliana.


"Yah.. nggak seru nih, Momy Shanum, Ya Shanum?" Tanya Vanila pada Shanum sambil menoel pipi gembulnya, lalu pergi meninggalkn semuanya menuju kamarnya. Baby Shanun yang senang berama Vanila menggerak-gerakkan tangan dan kakinya ingin digendong Vanila kembali.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Acara mendoa berjalan dengan lancar, banyak tamu yang datang untuk mendoakan Arlan. Bahkan semua panti asuhan yang biasanya di danai Arlan atau Vanila juga melakukan doa bersama.


"La.. mas mau ngomong." Kata Aldrin sewaktu melihat Vanila yang akan masuk ke kamarnya, namun ditahan oleh Aldrin.


"Ngomong aja." Kata Vanila sambil menepis tangan Aldrin.


"Bisa di tempat yang lebih privasi?" Tanya Aldrin, berharap Vanila mengizinkannya masuk ke kamar Vanila.


"Ya udah. Kita ke taman belakang aja." Kata Vanila lalu berjalan menuju taman belakang, dan memilih duduk di ayunan, agar Aldrin tidak bisa duduk disampingnya.


Aldrin menghela nafasnya, dan memilih duduk di bangju yang tidak jauh dari Vanila.


"Maaf untuk ucapan mas sebelum kita menikah. Mas nggak tahu kalau kamu Lala. Kamu yang ingin mas nikahin La." Jelas Aldrin, tali Vanila tidak bergeming.


"Ada lagi?" Tanya Vanila


"Mas mau kita jalankan rumah tangga kita dengan baik. Mas nggak akan maksa kamu untuk melakukan kewajiban istri. Tapi mas mau lindungi kamu. Apalagi, papa sudah menyerahkan tanggungjawab untuk menjaga kamu sama mas La." Kata Aldein lagi.

__ADS_1


"Pertama, nggak perlu ada yang di maafin. Kedua memulai rumah tangga, maaf aku nggak bisa kalau sekarang. Walau kakak suami aku yang syah dimata agama, tolong kasi aku waktu. Ketiga, aku pegang semua ucapan kakak dari awal kakak bicara sebelum kita menikah, dan aku juga bisa jaga diri aku sendiri dengan baik InshAllah. Jadi tolong, kita bersikap seperti biasanya aja." Kata Vanila, lalu pergi meninggalkan Aldrin.


__ADS_2