Vanilarea

Vanilarea
The Ugly Duck


__ADS_3

Hari ini seperti yang sudah dijadwalkan, Vanila akan melakukan pemeriksaan terakhir Captain Pram, setelah mengalami kecelakaan.


"Assalamualaikum Capt. Bagaimana kondisi anda?" Tanya Vanila sambil melihat catatan kondisi terakhir captaint Pram.


"Wa'alaikumussalam dok. Alhamdulillah sudah lebih baik. Cuma kadang-kadang masih suka tiba-tiba pusing." Kata Captaint Pram.


"CT scan terakhir sudah nggak ada masalah sih capt. Sakit kepalanya saya rasa captain banyak pikiran." Kata Vanila sambil tersenyum.


"Iya mikirin dokter." Kata Captain Pram pelan.


"Iya kenapa Capt?" Tanya Vanila yang mendengar gumaman captain Pram.


"Tidak ada apa-apa."Kata Pram segera mengalihkan pembicaraan.


"Saya pernah melihat dokter." Kata Pram


"Oh iya? Dimana?" Tanya Vanila heran.


"Di acara kegiatan yang di lakukan kesatuan tentara." Kata Pram yang membuat Vanila langsung teringat pesta yang dulu pernah dihadirinya bersama Badai.


"Oh, Waktu aku nemanin kak Badai. Captaint di sana juga?" Tanya Vanila lagi.


"Kok kita terlalu baku seperti ini ya. Kamu bisa panggil saya Pram. Iya saya ada di pesta itu." Kata Pram.


"Nggak sopan, kalau panggil nama." Tolak Vanila.


"Kalau cuma beda usia 2 atau tiga tahun, saya rasa tidak masalah." Kata Pram lagi, karena berusaha mengakrabkan diri dengan Vanila.


"Memangnya umur Capatain berapa?" Tanya Vanila


"Saya baru saja berulang tahun yang ke 30 sewaktu kecalakaan kemaren." Terang Pram.


"Wah.. kalau gitu kita beda 10 tahun." Kata Vanila sambil tersenyum.


"Kamu serius?, bukankah kamu ahli bedah terbaik di rumah sakit ini, untuk spesialisasi dan menjadi dokter pasti butuh waktu yang tidak sebentar" Kata Pram tidak percaya.


"Bulan depan saya baru berencana nambah umur Capt." Kata Vanila sambil tertawa untuk mencairkan suasana keterkejutan Pram, yang sudah biasa bagi Vanila melihat ekspresi terkejut orang-orang yang mengetahui umurnya.


Setelah memastikan kondisi Pram sudah baikan, dan tidak perlu control lagi, Pram pamit untuk kembali ke tempat Ia latihan.


"Iya Prof?" kata Vanila sewaktu menjawab telpon Profesor Lucas

__ADS_1


"Ok. Saya akan siap-siap. Saya akan tunggu tuan Carl di lobi. see you proff." Kata Vanila lalu mematikan sambungan telponnya dengan profesor Lucas.


Vanila segera bersiap-siap, karena profesor Lucas memintanya untuk menghadiri acara ulang tahun istrinya bersama keluarga besarnya.


profesor Lucas dan istrinya yang tidak punya anak perempuan, menganggap Vanila seperti anak perempuan mereka. Bahkan istri profesor Lucas lebih memanjakan Vanila dibanding kedua putranya yang selalu sibuk.


Rumah sakit yang memang sudah menjadi rumah kedua Vanila, tentu saja Vanila menyimpan beberapa gaun yang bisa ia gunakan ketika ada acara mendadak.


Gaun-gaun yang Vanila miliki adalah gaun rancangan desainer muslimah yang ada di negara I. Sehingga tampilan gaun Vanila selalu saja menarik perhatian.


Vanila mengenakan Gamis berwarna hijau botol yang gelap, yang terbuat dari kain tenun khas yang berasal dari salah satu kota di negara I. Vanila terlihat sangat anggun dan cantik dengan make up tipis yang ia gunakan. Karena Vanila tidak pernah merias wajahnya kecuali menggunakan fondation untuk menggelapkan warna kulitnya.


"Oh ya Tuhan. Anda cantik sekali dok." Kata Suster Anet yang melihat Vanila keluar dari ruangannya, dan langsung menarik perhatian orang-orang yang berada di dekat mereka.


"Suster Anet, biasa aja reaksinya. Jangan berlebihan." Kata Vanila sambil tersenyum.


"Tapi dokter memang cantik banget." Kata suster Anet lagi.


"Suster juga cantik. Ya sudah, saya pergi dulu. Jangan lupa bilang sama dokter keket makan malamnya ada di kulkas, tinggal panasin. bye suster Anet." Kata Vanila lalu menuju lobi.


Vanila sebenarnya agak risih, karena banyak pasang mata yang melihat ke arahnya. Tapi mau bagaimana lagi, Vanila tidak mungkin pulang, karena waktunya sudah mendesak.


"Selamat malam tuan Carl. Ayo kita pergi." Kata Vanila yang membuat Carl menaikkan alisnya karena bingung, siapa perempuan cantik yang ada di hadapannya.


"Saya dokter Aisyah." Kata Vanila yang paham kalau Carl tidak mengenali dirinya.


"Maaf. Kamu serius? beneran dokter Aisyah?" Tanya Carl tidak percaya.


"Beneran tuan. Ayo kita berangkat." Kata Vanila yang berjalan menuju parkiran, karena malas harus berlama -lama di lobi menjadi pusat perhatian.


Carl segera menyusul Vanila dengan banyak pertanyaan di kepalanya, dan masih tidak percaya kalau perempuan cantik yang berjalan di depannya adalah dokter Aisyah.


Sepanjang perjalanan Carl berkali-kali memperhatikan Vanila. Sewaktu mengetahui Vanila adalah perempuan yang cerdas, Carl merasa tertarik dengan Vanila, apalagi sekarang Vanila tidak berpenampilan cupu, membuat Carl semakin jatuh hati dengan Vanila.


"Apakah ada yang salah dengan saya tuan?" Tanya Vanila, karena beberapa kali Vanila memergoki Carl tenga memandangnya.


"Kamu cantik sekali." Kata Carl jujur.


"Terimakasih." Jawab Vanila sambil tersenyum, lalu kembali memperhatikan jalanan, karena Vanila tidak mau jatuh cinta lagi.


Pesta ulang tahun istri profesor Lucas, diadakan di salah satu restoran yang cukup terkenal di kota H. Carl sengaja memesan seluruh restoran untuk menjaga privasi keluarganya.

__ADS_1


Carl yang datang bersama wanita cantik yang penampilannya berbeda dari para tamu yang hadir, membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian. Bahkan Profesor Lucas tidak mengenali Vanila seandainya Vanila tidak mengenakan hijab.


"Dimana Aisyah Carl?" Tanya nyonya Sofie kepada Carl.


"Ini Aisyah Mom." Jawab Carl sambil menunjuk Vanila.


"Benarkah? Kamu make over dimana sayang? baru sebentar tidak ketemu, kamu sudah sangat cantik seperti ini. Kamu operasi plastik?" Tanya Nyonya Sofie heran.


"Tidak nyonya. Maaf kalau selama ini saya menyembunyikan penampilan saya yang sebenarnya." Kata Vanila sambil tersenyum.


"Ternyata benaran kamu sayang." Kata nyonya Sofie sambil memeluk Vanila.


"Kenapa berdiri disini. Ayo masuk." Kata profesor Lucas.


Vanila yang dari tadi menjadi pusat perhatian, agak merasa kurang nyaman, karena di perhatikan, terutama saudara-saudara Carl yang laki-laki. Sementara saudara-saudara yang perempuan, memandang Vanila dengan pandangan tidak suka.


"Mommy.. I'm comming." Kata Alric yang datang terlambat, karena ia baru saja sampai dari luar kota, dan langsung memeluk nyonya Sofie.


"Anak nakal." Kata nyonya Sofie sambil menepuk punggung Alric pelan.


"Happy birth day mom" Kata Alric sambil mengeluarkan kotak kecil dari saku jasnya, dan memberikannya ke nyonya Sofie.


Nyonya Sofie menerima dan langsung membuka kotak kecil tersebut, ternyata isinya adalah sebuah kalung mungil dengan permata berbentuk love berwarna biru.


"Terimakasih sayang." Kata nyonya Sofie sambil mencium kepala Alric.


"Wah, siapa wanita cantik ini mom?" Kata Alric yang memandang Vanila dengan senyum manisnya.


"Aisyah. Dia cantik sekali ya sayang?" Kata nyonya Sofie


"What? Are you kidding me mom?" Tanya Alric tidak percaya, karena satu-satunya Aisyah yang dia kenal adalah cewek culun dengan kukit gelap yang jauh sekali dari kata cantik.


"No honey. Its really Aisyah." Kata nyonya Sofie


"Wow, how can be the ugly duck become beautiful swan?" Tanya Alric tidak percaya.


"Jangan tidak sopan begitu Alric" Tegur Carl yang tidak suka perumpamaan yang Alric berikan untuk Vanila.


"Tidak masalah tuan Carl." Kata Vanila sambil tersenyum.


Profesor Lucas yang tidak ingin Vanila terus-terusan jadi pembahasan, karena ia tahu betul kalau Vanila tidak suka menjadi pusat perhatian, segera meminta Alric untuk duduk di samping Carl dan memulai acara makan malam keluarga besar mereka.

__ADS_1


__ADS_2