Vanilarea

Vanilarea
Massa Orientasi


__ADS_3

Setelah pembagian kelompok yang di lakukan pada hari pertama, Jenifer dan Vanila mulai mengikuti semua kegiatan massa Orientasi yang dilakukan oleh pihak sekolah. setiap games yang dimainkan, kelompok Vanila selalu menjadi pemenang. Kalau kata Vanila sih, karena dia paham algoritma yang bisa memecahkan semua masalah kecuali masalah hidup.


"Ok, ini games terakhir buat hari ini. Kelompok yang bisa menjawab, akan mendapat tambahan skor 50." Kata Vano yang berbicara di podium, di hadapan murid baru yang jadi peserta orientasi.


"Ada seorang petani yang memiliki peliharaan harimau, kambing dan rumput. Suatu hari petani akan membawa ketiga peliharaannya ke sebrang sungai. Tetapi karena perahunya kecil, Petani hanya bisa menyebrangkannya satu persatu. Bagaimana cara petani itu menyeberangkannya tanpa ada proses makan dan di makan, karena kita tahu, kambing makan rumput, harimau makan daging, dan kambing adalah daging." terang Vano.


Semua peserta orientasi memikirkan beberapa kemungkinan jawaban, tetapi mereka selalu menemukan kendala, kalau nggak kambing makan rumput, harimau makan kambing.


"Itu petani nggak ada kerjaan ya kak? Pakai piara harimau segala." Celetuk Jenifer yang bingung menemukan jawabannya, yang justru membuat semua yang ada di aula tertawa.


"Petaninya nggak kenak UU perlindungan satwa kak? kan harimau termasuk hewan yang dilindungi." tambah yang lainnya, yang membuat suasana menjadi gaduh karena ulah Jenifer, yang membuat Vano geleng-geleng kepala.


"Ya sudah. kelompok kamu saja yang jawab. sudah bisa bercanda berarti sudah mendapatkan jawabannya. Kalau tidak bisa atau salah menjawab, nilai kelompok akan saya kurangi 100." Jawab Vano sambil tersenyum devil.


"Jawab Je." kata Dimas yang merupakan teman satu kelompok Jenifer.


"waduw.. di awal tadi kan nggak ada perjanjian pengurangan nilai kak. Kok sekarang ada pengurangan nilai. Senior semena-mena ini namanya, aku mau lapor ke Komnas HAM ah." kata Jenifer lagi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, yang justru membuat yang lainnya kembali tertawa. Memang agak ajaib teman baru Vanila itu.


"Kamu ini ya.. cepat jawab." kata Vano yang mulai kesal dan suaranya agak mulai meninggi.


Jenifer menyenggol bahu Vanila, memintanya untuk segera menjawab. Vanila hanya menaikkan bahunya, menandakan kalau Ia tidak tahu jawabannya membuat Jenifer melongo tidak percaya.


"aduh.. gara-gara mulut nggak ada akhlak neh. main nyerocos aja." kata Jenifer pelan sambil memukul pelan mulutnya sendiri.

__ADS_1


"Saya hitung sampai 10, kalau sampai hitungan saya berakhir kelompok kamu tidak bisa jawab, point kelompok kamu akan saya kurangi 100. satu... dua...tiga... empat... lima... enam..."


"Pertama Petani membawa kambing untuk pergi kesebrang, dan meninggalkan harimau dengan rumput. Kemudian petani menjemput harimau untuk menyebrang, tetapi pas menjemput rumput, petani membawa kambing kembali ke sebrang dan meninggalkan harimau. Lalu petani menurunkan kambing dan menyebrangkan rumput. Terakhir Petani menjemput kambing kembali untuk kesebrang. Jadi semuanya bisa di sebrangkan tanpa ada proses makan dan dimakan." Terang Vanila yang memotong hitungan Vano. Jawaban Vanila yang benar membuat semuanya terdiam sesaat. Lalu Jenifer bertepuk tangan yang membuat semuanya kembali tersadar dari kekaguman mereka untuk analisa jawaban yang diberikan Vanila.


"Yeay... Jawaban Lala benar dong kak, nilai kami nggak jadi di potong ya.." Kata Jenifer yang agak sedikit mengejek Vano.


"Iya benar. Kelompok kamu dapat tambahan nilai 50. Jadi untuk hari ini yang memperoleh nilai tertinggi sementara adalah kelompok Matahari." Jawab Vano yang agak sedikit kesal, karena lagi-lagi Vanila bisa menjawab pertanyaan nya.


Hari ketiga masa orientasi mereka mengikuti kegiatan outbound yang di adakan di halaman belakang sekolah yang memang luas dan tersedia sarana outbond. Kegiatan outbound tidak menggunakan kepintaran, tapi lebih ke kegiatan fisik, karena Vanila kurang suka kegiatan yang berbau olahraga atau kegiatan fisik, dalam kegiatan outbound kelompok Vanila tidak terlalu banyak memenangkan games, hanya games yang berhubungan dengan strategi yang bisa mereka menangkan.


" Yah... point kita jadinya sama dengan tuch kelompok labi-labi." Kata Jenifer kecewa.


"Labi-labi ? tanya Vanila heran karena kelompok untuk masa orientasi tidak ada yang menggunakan nama hewan.


"Iya.. itu si Lulabianca kalau di plesetin jadi labi-labi." Kata Jenifer sambil tertawa.


"Bodo amat. aku tuch nggak suka sama dia. Dia caper mulu" Kata Jenifer lagi, karena memang selama outbond Lulabianca atau yang di panggil Lula itu selalu mencari perhatian senior. Yang kakinya tiba-tiba keram, kadang-kadang terlihat sok lemah, intinya selalu cari perhatian. Tapi tetap sih selama kegiatan orientasi yang jadi perhatian itu kelompok Vanila.


Selesai kegiatan outbound, mereka masih harus berkumpul dengan kelompoknya dan kakak mentor yang menjadi pembimbing kelompok. Kakak pembimbing kelompok Vanila bernama Ayu yang merupakan anggota Pramuka dan Reno yang merupakan Ketua pencak silat sekolah.


"Oke. Untuk kegiatan besok ada yang punya ide nggak kita mau buat apa?" Tanya Reno pada kelompok Vanila yang sedang duduk melingkar. Resti ada ide?" Tanya Reno pada salah satu anggota kelompok matahari.


"Nggak ada kak. Sains bukan bidang aku." Kata Resti. Kemudian Reno kembali bertanya dengan yang lain, ada beberapa yang memberikan usul, tetapi menurut Reno dan Ayu, idenya terlalu biasa.

__ADS_1


"Di halaman sekolah aku lihat ada aliran sungai. nggak deras banget sih, tapi aku rasa cukup. Kita buat lampu taman di sekitar sungai memanfaatkan tenaga alam, jadi nggak perlu pakai listrik sekolah, dan untuk menyalakan lampu kita manfaatkan aliran sungai. kita buat pembangkit listrik tenaga air, tapi kita akan pakai barang-barang elektronik yang nggak di pakai lagi. Kita cuma butuh kaca panel, powerbank atau batrai hp yang sudah tidak di pakai terakhir butuh connector. untuk panel sama connector aku punya bekas eksperimen dulu waktu SD. Power bank atau batrai hp yg tidak terpakai aku nggak punya." terang Vanila.


"aku punya powerbank rusak, batrai hp juga ada." Kata Sunan.


"aku juga ada" kata Dayat.


"bukannya itu biasa juga ya La?" tanya Reno.


"Jangan khawatir kak, nanti aku buat jadi luar biasa." Kata Vanila


"Oke. Untuk besok kita buat sesuai rencana Vanila. Yang punya barang-barang yang tadi di bilang Vanila, besok bisa di bawa." Terang Reno. Lalu merekapun mengakhiri pertemuan kelompok matahari sore hari itu.


Keesokan harinya (kok berasa kayak dongeng ya..😁😅) seperti yang sudah di Jadwalkan kegiatan orientasi murid baru hari ini adalah membuat karya saint. Seperti yang sudah di putuskan kelompok matahari akan membuat pembangkit tenaga listrik sederhana, untuk menyalakan lampu taman yang ada di sekolah, dengan memanfaatkan barang-barang bekas dan aliran sungai kecil yang tidak terlalu deras. Vanila mulai merakit alat untuk menyimpan sumber tenaga dari alam yang bisa menghasilkan listrik, untuk siang hari mereka memanfaatkan tenaga matahari, dengan menyimpan tenaga matahari melalui kaca panel matahari dan arus aliran sungai untuk sumber tenaga listrik lainnya. Reno dan anggota matahari kelompok yang cowok, membuat kotak untuk menyimpan alat yang mereka buat, sementara yang cewek membuat hiasan agar kotaknya jadi eyecatching. Hampir dua jam semua kelompok mempersiapkan produk saint mereka. Setelah selesai merakit dan memasang komponen yang diperlukan akhirnya kelompok matahari menyelesaikan produk saint mereka. Vanila tidak memasang satu komponen kecil, sehingga kotak sumber energi mereka tidak bisa menyala. kelompok lain yang sudah selesai menertawakan kelompok matahari yang mereka bilang gagal. Bahkan Reno, Ayu dan anggota kelompok matahari lainnya kelihatan khawatir juga .


"Ini nggak nyala La. Kakak rasa ini nggak berhasil." Kata Reno mulai cemas.


"Santai kak. Pemenang itu senyum belakangan. aku tanggung jawab kok." kata Vanila.


"Hah... Kamu hamilin anak orang La..? main mau tanggung jawab aja." Kata Jenifer tiba-tiba yang membuat Vanila reflek memberikan tatapan tajam, setajam silet/(bacanya kayak baca pembawa acara silet ya..😁)


"Hehe.. sowry.. becanda La, abis dari tadi pada tegang semua" Kata Jenifer sambil nyengir 😁✌️.


"Kamu ni Je, ada-ada aja." Kata Reno sambil menggelengkan kepalanya, karena memang anggota tim matahari yang satu itu agak aneh. Mulut nya kala ngomong suka ceplas-ceplos nggak ada remnya. Waktu pembagian rem mulut telat datang, jadinya dapat rem yang blong. Kalau ngomong main sebut aja tanpa mikir.

__ADS_1


Akhirnya saat penilaianpun dimulai, para guru yang menjadi juri memeriksa dan memberikan penilaian untuk semua karya saint yang dibuat. Vanila memasangkan Connector yang ukuran kecil, sehingga kotak energi mereka benar-benar bisa menyalakan beberapa lampu taman. Vanila memberikan penjelasan kepada guru dan panitia yang menjadi juri bagaimana cara membuatnya dan bagaimana kotak energi mereka bekerja, karena baru di charge oleh sumber alam sekitar 1 jam, sehingga daya yang di hasilkan belum terlalu besar. Vanila menjelaskan, bahkan kalau kotak energi nya sudah terisi seharian, maka kotak energi nya bisa menyalakan semua lampu yang ada di taman sekolah, yang memang terhubung.


Reno dan Ayu yang tadinya susah bernafas sewaktu juri mulai meminta penjelasan, sekarang mereka bisa bernafas lega karena para juri kelihatan tersenyum puas dengan penjelasan Vanila, bahkan tidak ada pertanyaan sama sekali, karena Vanila menjelaskannya begitu sangat detail. Dan karena memang karya kelompok matahari yang di beri nama kotak energi menjadi produk saint yang sangat bermanfaat bagi sekolah, maka kelompok matahari kembali memenangkan games masa orientasi, dan menambah point mereka.


__ADS_2