
Vanila yang merasa bosan hanya di rumah saja, merayu mbok Sa dengan wajah imutnya. Ia mengikuti kemana mbok Sa pergi, sambil mengutarakan kalau ia ingin sekolah.
"mbok tanya papa dulu ya non."kata mbok Sa akhirnya yang membuat Vanila kegirangan
mbok Sa lalu menelpon Arland, memberitahukan keinginan Vanila untuk sekolah. Arland pikir karena usia Vanila juga sudah memasuki usia sekolah, akhirnya Ia mengizinkan Vanila untuk bersekolah. Vanila yang mengetahui kalau papanya mengizinkannya sekolah, langsung memeluk mbok Sa dan mengucapkan terima kasih.
keesokan paginya, mbok Sa membawa Vanila untuk mendaftarkan sekolah di Taman Kanak-Kanak terbaik yang ada di kotanya. Taman kanak-kanak itu satu kompleks pendidikan yang lengkap, dimana di lingkungan itu ada PAUD sampai SMA. Vanila yang memiliki penampilan pisik yang berbeda dengan orang Indonesia, langsung menjadi pusat perhatian. Apalagi karena senang akan sekolah, senyum indah selalu terpasang di wajah imutnya, bahkan pipinya yang terlihat bulat berwarna pink karena rona bahagia yang di pancarkan nya.
Mbok Sa mengambil formulir pendaftaran dan mengisinya, lalu pihak sekolah yang menerima formulir, melakukan tes, untuk memastikan Vanila masuk kelas nol kecil atau nol besar. Vanila melakukan tes membaca. guru yang mengetes Vanila, sangat kagum dengan kemampuan membaca Vanila, bahkan Vanila menyampaikan ia sudah bisa membaca berbagai jenis buku dan dibenarkan oleh mbok Sa. setelah melakukan tes, pihak sekolah memanggil mbok Sa untuk menyampaikan hasil tes yang dilakukan Vanila.
"silahkan duduk Bu."kata guru yang ditemui mbok Sa ramah.
"terimakasih Bu." jawab mbok Sa lalu duduk di bangku yang telah di tunjuk.
"setelah kami melakukan tes, Vanila tidak cocok untuk bersekolah di TK. Vanila anak yang sangat cerdas, bahkan Ia bisa menyampaikan pendapatnya dengan baik mengenai suatu topik yang kami berikan. Jadi, kami merekomendasikan agar Vanila langsung masuk SD saja. Bagaimana Bu?"tanya guru TK yang bernama Ibu Anggun kepada mbok Sa.
"Saya ikut mana baiknya saja Bu. sepengetahuan saya juga, non Lala itu anak yang cerdas, walau usianya masih sangat muda, tapi Ia suka sekali membaca buku yang ada di perpustakaan tuan."terang mbok Sa.
__ADS_1
Vanila yang sedang menunggu mbok Sa memilih duduk di bangku taman yang ada di sekolah tersebut. karena Vanila terlambat masuk sekolah, karena tahun ajaran malu sudah dimulai sekitar sebulan yang lalu, taman itu ramai dengan anak-anak sekolah yang sedang beristirahat. Vanila yang memang berbeda secara pisik selalu saja menjadi pusat perhatian. Vanila yang agak sedikit risih karena suka dilihatin, seolah-olah Ia makhluk dari planet Mars, akhirnya Vanila memutuskan untuk jalan-jalan melihat-lihat lingkungan sekolah yang sangat luas. Vanila tidak khawatir berjalan sendirian, karena pak Saman, suami mbok Sa sekaligus supir pribadi keluarga nya selalu memperhatikan Vanila dari jauh. Pak Saman tetap memberikan privasi kepada Vanila, dengan cara menjaga jarak dari Vanila, tapi tidak pernah melepaskan perhatiannya dari Vanila.
Vanila sampai di danau yang ada di belakang sekolah. Ia melihat ada pondok kecil yang tidak terlalu tertutup di tepi danau. Vanila tertarik dengan pondok yang dilihatnya. Langkah mungilnya mengantarkan nya sampai ke pondok yang dilihatnya tadi dari kejauhan. begitu mendekati pondok, Vanila mendengar ada suara orang menangis. Vanila mendekati sumber suara, dan mendapati seorang anak laki-laki yang usianya sekitar 4 tahunan di atas Vanila. Anak laki-laki itu memeluk lutut nya dan menenggelamkan kepalanya di antara lututnya.
"kakak kenapa menangis?" tanya Vanila yang duduk di hadapan anak laki-laki itu. Anak laki-laki yang mendengar suara perempuan yang bertanya kenapa Ia menangis, langsung mengangkat kepalanya, dan terkejut melihat Vanila yang sedang tersenyum manis ke arahnya. Anak laki-laki itu merasa malu, lalu pergi meninggalkan Vanila dengan tatapan yang sinis, karena merasa terganggu oleh Vanila.
......................
Sudah seminggu Vanila sekolah menjadi murid kelas 1 SD. karena Vanila murid baru, Ia belum memiliki teman, wajah bule Vanila, yang selalu jadi pusat perhatian, membuat Vanila merasa kurang nyaman. Ditambah lagi dengan kecerdasan nya yang jauh di atas teman-teman sekelasnya, membuat Ia makin di jauhi, bahkan teman satu mejanya tidak mau berbicara dengan Vanila, karena merasa Vanila aneh. Maklum, pikiran anak-anak melihat sesuatu yang di luar dari biasanya, menganggap itu suatu yang aneh dan harus di jauhi. karena itu sewaktu jam istirahat Vanila lebih suka duduk di pondok tepi danau yang ada di belakang sekolah.
Sewaktu mendekati pondok, Vanila mendengar ada suara orang sedang mengaji. Vanila melihat ada seorang anak laki-laki yang sudah cukup besar, dan Vanila yakin, anak laki-laki itu adalah kakak kelasnya, karena mereka menggunakan seragam yang sama. Vanila yang memang seperti Jailangkung datang tak di jemput pulang tak diantar membuat anak laki-laki yang sedang melakukan muroja'ah terkejut, begitu Ia selesai melantunkan hapalannya dan membuka matanya, tiba-tiba ada gadis kecil imut yang tersenyum padanya, dan menatapnya dengan mata bulat berwarna hazel.
"Maaf, kakak terkejut ya?" tanya Vanila sambil nyengir kuda, memperlihatkan barisan giginya yang tersusun rapi.
"Ia. kamu siapa? kenapa ada di sini?" tanya anak laki-laki itu.
"Nama aku Lala. aku bosan nunggu jam istirahat berakhir." terang Vanila
__ADS_1
"Nama kakak Al. kenapa bosan? kan Lala bisa main sama teman-teman Lala."kata Al.
"nggak ada yang mau main dengan Lala. teman-teman Lala nganggap Lala makhluk dari mars kali ya, karena Lala berbeda, jadi mereka nggak mau main dengan Lala. kakak mau main dengan Lala?" tanya Vanila dengan mata yang berbinar.
"boleh. Lala cari aja kak Al pas jam istirahat di sini. InshAllah kak Al kalau jam istirahat lebih suka disini."terang Al.
"Ok. berarti sekarang kakak teman aku ya?" tanya Vanila penuh semangat yang di jawab anggukan dan senyuman dari Al.
Sejak hari itu Vanila selalu pergi ke danau belakang sekolah sewaktu jam istirahat, bertemu dengan Al melakukan banyak hal yang menyenangkan di pondok yang ada di tepi danau. Al mengajarkan Lala hapalan surat-surat pendek dari ayat suci Al-Qur'an, dan membuat Al terkagum-kagum karena kemampuan menghapal Vanila yang sangat cepat. baru 1 bulan, Vanila yang masih berusia 5 tahun sudah menghapal juz amma.
"MashaAlah La, kamu cepat banget menghapalnya. kakak aja butuh waktu 6 bulan untuk bisa benar-benar hapal juz amma. kamu baru satu bulan sudah hapal dengan lancar. di kasih makan apa sih La, sama mbok Sa?"tanya Aldrin bercanda
"Di kasi makan nasi dong kak, lauk favorit Lala itu semua lauk halal, enak yang bisa di makan." kata Vanila bersemangat, yang membuat Aldrin tertawa.
"Ih... kakak kok tertawa sih. memang ada yang lucu ya?" tanya Vanila heran, apa yang membuat Al tertawa.
"Yang namanya favorit itu dimana-mana satu atau dua. nah kamu favorit semuanya, itu namanya nggak favorit La, tapi doyan" terang Al yang masih tertawa.
__ADS_1
"hehe 😁" kata Vanila yang hanya nyengir, lalu mengeluarkan kotak makan yang sudah disiapkan oleh mbok Sa untuk Al dan Vanila.