
Hari ini adalah hari pertama Vanila dan murid-murid baru yang tadinya murid SD menjadi murid SLTP. Seperti kebanyakan sekolah pada umumnya, mereka akan mengadakan kegiatan Masa Orientasi atau pengenalan sekolah kepada murid baru. Acara masa orientasi sekolah dibuka oleh Kepala Sekolah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan yang dipimpin oleh Panitia penerimaan murid baru, yang merupakan gabungan OSIS dan sebagian pengurus ekskul yang ditunjuk.
Vanila yang imut karena memang umurnya masih kecil yang seharusnya masih menjadi murid SD, selalu baris paling depan, di tambah penampilan bulenya yang tentu saja menarik perhatian tidak hanya guru, kakak kelas bahkan murid seangkatan nya. Vanila yang sering dilihatin menjadi agak sedikit risih, sehingga Ia harus memasang wajah cool seperti kulkas kalau di depan murid-murid lain, kecuali guru dan sahabat barunya, Jenifer.
"Hi.. cantik. Boleh kenalan nggak?" Tanya salah seorang senior yang mencoba menarik perhatian Vanila, tapi hanya di tanggapi dengan mulut rapat dan wajah datar oleh Vanila, sehingga membuat seniornya yang juga merupakan panitia penerimaan murid baru menjadi marah.
"Maaf kak, jangan marah. teman saya ini lagi sariawan jadi dia nggak sukak ngomong. Kakak kenalan dengan aku aja." kata Jenifer ramah yang mencoba membuat amarah kakak kelasnya menurun.
"Boleh deh, kamu juga cantik" kata kakak kelas mereka itu sambil tersenyum ramah.
"Nama aku Jenifer, panggil Jeje aja, nah teman aku ini namanya Vanila, panggilannya Lala ." terang Jenifer yang berusaha ramah.
"Nama kakak Ardhi. Wah.. kamu lebih ramahnya, nggak kayak teman kamu itu." kata Ardhi menyidir Vanila, yang hanya di tanggapi biasa aja oleh Vanila bahkan tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang di bacanya.
"Teman kamu kutu buku ya?" Tanya Ardhi
"Kutu buku sih nggak kak, dia manusia kok. Tapi hobby baca buku iya." Terang Jenifer sambil nyengir.
"iya itukan istilah Je. terang aja teman kamu itu manusia, tapi manusia kutub, beku dingin banget. brrrr." Kata Ardhi sambil mempraktek kan kalau dia lagi kedinginan.
"Kakak salah, temen aku ini bukan manusia kutub. Tapi dia itu cool. Kulkas" Tambah Jenifer lagi sambil tertawa begitu juga dengan Ardhi.
"wah.. teman nggak ada akhlak ne. Masak temannya sendiri dibilangin kulkas. Awasa kamu ya Je." Kata Vanila geram lalu bangkit dari duduknya bermaksud menumpuk Jeje dengan buku yang di pegang ya, tapi Jeje sudah keburu kabur duluan. Vanila berlari mengejar Jeje, karena tidak dapat mengejar Jeje, Vanila bermaksud menimpuk Jeje dengan cara melempar buku yang di pegang ya ke arah Jeje.
"Puk.." buku yang di lempar Vanila sukses mendarat di muka Ketua OSIS yang menjadi ketua panitia penerimaan murid baru, karena Jeje berhasil menghindar.
__ADS_1
"Astaghfirullah" Ucap Vanila reflek ke arah kakak senior yang ketimpuk buku pas kena mukanya. Jeje yang melihat hal itu makin tertawa dan menjulurkan lidahnya mengejek Vanila.
"Maaf kak. Nggak sengaja" Kata Vanila sambil mengambil bukunya yang terkulai di lantai habis mendarat di wajah ketua OSIS yang bernama Vano.
"Kamu anak baru kan? karena kamu berani melempar saya pakai buku, Kamu Saya hukum lari lapangan 20 kali." Kata Vano.
Tanpa banyak bicara Vanila segera berlari mengelilingi lapangan yang cukup luas sebanyak 20 putaran. Vanila yang berlari sendiri di lapangan tentu saja menarik perhatian seisi sekolah. Tapi emang dasar Vanila kulkas, Dia malah cuek tidak memperdulikan orang-orang yang memperhatikannya, bahkan banyak yang menggoda karena melihat cewek cantik sedang berlari.
Melihat banyak yang memperhatikan Vanila, Vano memutuskan untuk menghentikan hukuman Vanila yang baru berlari 10 putaran.
"Cukup." Kata Vano yang menghadang Vanila ketika berlari. Vanila hanya mengerutkan dahinya sambil memandang Vano heran.
"Maaf kak, ini teman saya jangan di hukum lagi. Kasian dia udah kayak kepiting rebus. Nanti kecantikannya bisa luntur." Kata Jenifer sambil nyengir ke arah Vanila sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya ✌️ kepada Vanila, lalu memberikan Vanila air minum yang tadi baru dibelinya.
"Maaf ya La 😁" Kata Jenifer yang duduk di sebelah Vanila sambil nyengir.
"Hukuman kamu saya ganti" Kata Vano yang berdiri di depan Vanila
"Jangan hukum teman saya lagi ya kak. please" Kata Jenifer memohon sambil menunjukkan senyum manisnya.
"Teman kamu yang lempar saya pakai buku nggak meminta hukumannya saya berhentikan, kenapa kamu yang minta hukumannya diberhentikan?" Tanya Vano heran.
"Teman saya ini biasa main sama beruang kutub kak, jadi sesama beruang kalau melakukan kesalahan kan tidak minta maaf. Jadi tolong kakak maklumi ya." Terang Jenifer panjang x lebar.
"Ya sudah, karena jam istirahat sudah mau habis, kali ini saya maafkan kamu, tapi tidak lain kali." Kata Vano tegas, lalu meninggalkan Vanila dan Jenifer.
__ADS_1
"Ya udah, ayok La kita kembali ke kelas. Berikutnya pengarahan yang di adakan di kelas sama kakak senior kan?" Tanya Jenifer.
"Yup. Tapi kamu jangan gangguin aku lagi ya Je?" Kata Vanila lalu bangun dari duduknya.
"Ok Janji" Kata Jeje sambil tersenyum jahil.
"Janji tetap gangguin kamu." Kata Jenifer lalu berlari sambil tertawa meninggalkan Vanila.
"Jeje... Awas Kamu ya.." teriak Vanila lalu mengejar Jeje yang sudah berlari ke arah kelas mereka.
Kegiatan Orientasi murid baru berlangsung selama 1 Minggu. Hari pertama di gunakan untuk membentuk kelompok-kelompok yang nantinya akan melakukan tugas pengenalan lingkungan dan games selama lima hari ke depan. Hari ke dua hingga hari ke lima akan di isi kegiatan outbound dan games agar murid-murid baru lebih kompak dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. Hari terakhir di tutup dengan kegiatan malam api unggun di sekolah.
Dalam kelas Vanila yang terdiri dari 30 murid baru, di bagi menjadi 3 kelompok yang terdiri dari 10 orang perkelompok. Jenifer dan Vanila mereka berada dalam satu kelompok sehingga pertemanan yang baru hitungan jam membuat mereka makin akrab, apalagi tingkah Jennifer yang konyol dan humoris, membuat Vanila jadi susah untuk bersikap dingin ketika bersama Jenifer. Ada saja yang dilakukan Jenifer yang membuat Vanila jadi tertawa. Hal ini tentu saja menarik perhatian murid cowok, yang membuat iri murid cewek. Bahkan ada beberapa panitia perempuan yang berusaha mengintimidasi Vanila, tapi dengan adanya Jenifer yang pemberani di tambah mereka tahu kalau kakek Jenifer adalah salah satu pendiri sekolah, sehingga mereka tidak mau cari masalah dengan Jenifer.
"Ada untungnya juga kamu jadi teman aku Je. Itu kakak senior songong jadi nggak bisa gangguin aku . Apalagi geng kak Bella, tadi di toilet sempat ngancam aku sih, tapi untung kamu datang." Kata Vanila
"Udah feeling aku mah. itu Genk kakak centil tiba-tiba ke toilet pas kamu ke toilet, pasti mau jahatin kamu mereka. makanya tadi aku buru-buru nyusul." kata Jenifer
"Thanks ya Je." Kata Vanila lagi
"Alah.. kamu kayak sama siapa aja. kan kita teman. Mulai hari ini kita bukan hanya teman, tapi kita sahabat ya. Kita harus saling ada untuk yang lain. Tidak boleh ada rahasia di antara kita, dan tidak boleh ada dusta di antara kita." Kata Jenifer penuh semangat sambil memeluk Vanila.
"Janji?" Kata Jenifer sambil menunjukkan jari kelingkingnya.
"Janji" Kata Vanila lalu menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Jenifer.
__ADS_1