
Semenjak mengikuti perlombaan Vanila semakin di kenal di kalangan sekolah. Cewek cantik dan cerdas yang merupakan dambaan semua cowok. Sementara para cewek semakin banyak yang membenci Vanila. Selain lomba biologi dan bahasa Inggris Vanila juga mengikuti lomba Matematika, Kimia dan Fisika.
"Kamu pelajaran apa sih yang nggak bisa La?" Tanya Jenifer
"Banyak" Jawab Vanila, sambil memakan bakso favoritnya di kantin. Walau banyak yang lihatin Vanila, tapi tidak ada yang berani mendekat atau duduk semeja dengan Vanila dan Jenifer.
"Ih.. kok gitu banget sih jawabnya La?" Kata Jenifer kesal
"Lah.. terus aku harus jawab apa? kan emang banyak aku yang nggak bisa. kebetulan aja aku tuh tipe orang yang nggak sabaran, jadi yah.... untuk menghabiskan waktu, aku baca aja semua buku yang ada." Jawab Vanila lalu kembali mengunyah baksonya.
Sewaktu ujian semester ganjil, Vanila menjadi juara umum. Ia mendapatkan nilai sempurna untuk hampir semua matapelajaran, kecuali kesenian.
"La, sebulan lagi kan acara perpisahan anak kelas 9. Kak Vano ngajakin aku untuk nemanin kak Vano. Kamu ikut juga ya La. please.." Kata Jenifer sambil menatap Vanila dengan gaya puppy eyes.
"Nggak" Jawab Vanila singkat.
"Kamu kok gitu sih La?" Tanya Jenifer agak kesal dengan jawaban Vanila.
"Ya kali.. aku ikut kamu sama kak Vano, ntar aku jadi kambing ompong. bengong doang disana. ogah ah." Kata Vanila memberikan alasan.
"Ayolah La. Kak Vano nanti pasti sibuk jugak, trus aku nggak ada temannya. kamu tega La, teman kamu yang cantiknya nggak berujung ini sendirian di pesta perpisahan." Kata Jenifer mulai manyun.
Vanila menghembuskan nafasnya berat. mengambil keputusan yang akan membuat sahabatnya senang, tapi tidak dirinya.
"Ok." Jawab Vanila, Lalu Jenifer yang mendengar persetujuan Vanila langsung senang dan memeluk sahabatnya itu sambil mengucapkan terima kasih.
Sewaktu acara UN berlangsung, Jenifer mengajak Vanila, ke butik langganan mamanya untuk mencari gaun yang akan mereka kenakan di acara perpisahan sekolah. Walaupun mereka murid kelas 7 yang nggak seharusnya hadir, tapi karena Jenifer menjadi pasangan Vano, sehingga mereka bisa hadir di acara perpisahan sekolah, yang akan diadakan di salah satu hotel milik keluarga Vanila, yang merupakan sumbangan Dahlia kakak Vanila.
Jenifer memilih gaun di atas lutut berwarna maroon, sedangkan Vanila memilih gaun sebetis yang bagian pinggang ke bawahnya kembang, berwarna mint.
"Kamu kayak anak SD La, pilih gaun seperti itu." ejek Jenifer
"Nah, kamu pilih gaun itu kayak tante mau kondangan" ejek Vanila nggak mau kalah, kemudian mereka saling tatap, dan menatap penampilan mereka di cermin, Lalu Vanila dan Jenifer sama-sama tertawa melihat gaun yang mereka pilih. Yang satu dewasa banget, yang satu anak-anak banget. sesuai umur sih, kan Vanila masih SD 😅✌.
Murid kelas IX sedang mengikuti UN, dan murid kelas VII dan VIII di liburkan. Vanila dan Jenifer memutuskan pergi liburan bersama ke tempat wisata yang ada di kota B. Banyak hal yang Vanila lakukan bersama Jenifer. Vanila sangat senang sekali, karena selain merasa punya sahabat, Ia juga merasa punya kakak, yang selama ini acuh terhadapnya.
Selesai liburan, selama 3 hari mereka liburan di kota B, Vanila memutuskan untuk liburan di rumah Jenifer. Mamanya yang sangat ramah, memperlakukan Vanila seperti Ia memperlakukan Jenifer. Karena mama Jenifer kasian dengan Vanila, yang tidak pernah melihat dan mendapat kasih sayang mamanya dari bayi.
__ADS_1
"Masakan mama enak. Lala boleh belajar masak dari mama?" tanya Vanila
"Boleh dong sayang. Mama senang banget kalau anak mama mau belajar masak. nggak kayak anak mama yang satu itu (bola mata mama jenifer mengarah pada Jenifer yang sedang memakan dim sum) taunya makan aja." Kata mama Jenifer. Jenifer hanya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya sambil nyengir ke arah mamanya 😁✌.
"Zaman udah canggih Ma. Masak itu ribet, belum lagi ntar bau masakan nempel di badan Jeje. Sekarang itu kalau mau makan, kan ada si mbok yang bisa masak. Atau tinggal pesan aja pakai aplikasi order makanan. Tinggal duduk manis, makanannya datang deh" Ka Jenifer sambil tertawa.
"Terserah kamu ajalah Je. Asalkan nanti suami kamu sanggup dan mau terima kamu apa adanya." Kata mama Jenifer
"Aku masih SMP loh Ma, dah ngomongin nikah aja. Boro-boro nikah, gebetan aja nggak ada loh ini. Gini amat nasip anak mu ya Ma. Ya Allah apakah salah dan dosa mama hamba, sehingga hamba nggak punya gebetan ya Allah." Kata Jenifer sambil menengadahkan tangannya seperti orang berdoa, dan langsung mendapatkan Jitakan lembut dari mamanya yang mendengar doa absurd anak semata wayangnya itu, yang memang sering gesrek.
"Alah, ngakunya nggak punya gebetan. Tapi coklat ampe satu box itu nggak di makan-makan , dari gebetan kamu kan ?" Tanya mamanya
"Eh. Kok mama tempe?" tanya Jenifer
"Tahu Je" Kata Vanila yang membenarkan perkataan sahabatnya itu.
"Aku nggak suka tahu La. Enakan tempe." Kata Jenifer makin nggak jelas, yang membuat Vanila hanya diam saja karena Ia malas berdebat dengan Jenifer.
"Ya tahu lah. kan mama mu ini loh yang bersihin kamar kamu." jawab mama Jenifer.
"Obat kamu habis Je? Kamu demam Je?" Tanya mamanya yang heran melihat tingkah anaknya.
"Mama nggak ada akhlak ini. anaknya baikin masak dikira anaknya sakit, obatnya habis." Kata Jenifer pura-pura merajuk.
"uluh uluh.. sok sweetnya anak mama. itu mulut bisa dikepang kalau manyun gitu." Kata Mama Jenifer sambil pura-pura membujuk anaknya, yang membuat Vanila tertawa melihat tingkah mama dan anak itu yang seperti sinetron banget.
"Jiah.. si Lala ketawa Ma. Dia kira kita lagi ngelawak ya ma?" Tanya Jenifer lalu juga tertawa.
Suasana seperti itu yang membuat Vanila selalu senang di rumah Jenifer. Ngobrol bareng mama dan Jenifer membuat Vanila selalu tertawa. Kalau mau ngomong serius, Vanila harus ngomong dengan papanya Jenifer, karena cuma papanya Jenifer yang pemikirannya masih lurus.
"Minggu depan kamu jadi ke prom dengan Vano sayang?" Tanya mama Jenifer
"Jadi dong ma. Sama Lala juga. Kita sudah beli gaun buat minggu depan." Kata Jenifer
"Loh.. kamu kok nggak ajak mama sih?" Kata mama Jenifer sambil cemberut.
"Waktu itukan mama lagi arisan. Jeje sudah ajak loh." Kata Jenifer
__ADS_1
"Iya ke?" Kata mama Jenifer coba-coba mengingat apakah benar Jenifer pernah ngajak pergi ke butik.
"Iya loh ma. Waktu itu Jeje udah bilang mau ke butik tante sinta buat cari gaun. trus mama bilang hari itu mama ada arisan di rumah tante Fenny." Kata Jenifer lagi
"Oh iya. mama ingat. maklum faktor U" Kata mamanya sambil nyengir.
"Nanti pas prom, mama yang dandanin ya?" pinta mama Jenifer semangat
"Ogah. ntar aku sama Lala jadi ondel-ondel lagi." Kata Jenifer menolak.
"Anak nggak ada akhkak gini ni." Kata mama Jenifer yang pura-pura kesal.
"Bukan gitu loh mama sayang. kita itu beda aliran. Aku sama Lala menganut aliran natturalis, sementara mama kan menganut aliran menoris, jadi kita nggak cocok untuk hal ini. Ntar aku pinjam make up mama ya?" Kata Jenifer sambil memeluk mamanya manja biar tidak marah.
"Ya udah kalau gitu." Kata mama Jenifer mengalah.
🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊
Hari ini adalah hari prom night. Acara prom diadakan jam 19.00 WIB. Karena di adakan di salah satu hotel mewah, para tamu sudah berdatangan dari jam 17.00 WIB. Bahkan Dahlia dan teman satu genk nya menginap di hotel.
Vanila dan Jenifer segera bersiap, karena Vano akan menjemput mereka jam 18.30 wib. Vanila dan Jenifer mengenakan gaun yanv mereka beli seminggu yang lalu. Vanila dan Jenifer terlihat sangat cantik dengan makeup yang natural. Tadinya Vanila malah tidak ingin menggunakan makeup sama sekali. Tapi karena Jenifer yang memaksa, akhirnya Jenifer mamakaikan Vanila makeup yang natural.
"Ya Allah. Cantik-cantik banget anak mama." Kata mama Jenifer sewaktu melihat Jenifer dan Vanila keluar dari kamar Jenifer.
"Itu Vano sudah nungguin di depan" Kata mama Jenifer lagi.
Jenifer yang senang mendengar Vano sudah datang, langsung menarik Vanila agar segera keluar.
"Maaf kak lama nunggunya." Kata Jenifer. Vano yang sedang menatap Jalan, mengalihkan pandangannyya ke arah sumber suara. Vano terpaku melihat penampilan Vanila yang sangat cantik, Jenifer juga cantik. Tapi pandangan Vano fokus pada Vanila, yang terlihat semakin cantik.
"Kak, ayok.." Ajak Jenifer, dan menyadarkan Vano dari lamunannya.
"eh.. iya ayo." Kata Vano Lalu segera menuju mobilnya dan membukakan pintu bagian depan untuk Jenifer, sementara Vanila langsung masuk dan duduk di kursi belakang.
"Kita pamit duli tan" Kata Vano
"iya hati-hati. pulangnya jangan malam-malam" Kata mama Jenifer.
__ADS_1