Vanilarea

Vanilarea
Cafe 4 Season


__ADS_3

Cafe yang di jalankan Guntur adalah cafe yang mengangkat suasana 4 musim dan makanan yang cocok untuk musim tersebut. Bangunan Cafe di bagi menjadi 4 bagian, ada tema winter, lengkap dengan salju buatan, dan pernak-pernik metika musim dingin, dan suhu dalam ruangan yang memang di atur memiliki suhu 2°C. Ada tema Summer lengkap dengan pernak-pernik dan menu musim panas, dan suhu dalam ruangan juga di buat sekitat 38° atau 39°c. Tema Autumn yang penuh dengan guguran daun berwarna merah dan kuning. Dan terakhir Spring yang penuh dengan bunga-bunga yang cantik.


"Wah... keren banget kak Cafe nya." kata Vanila senang setelah melihat cafe. mereka memutuskan duduk di cafe tema spring yang penuh dengan bunga-bunga yang cantik.


"Ini kan idenya kamu La." Kata Guntur, sambil memesankan menu untuk Vanila, Jaki dan Ghalih.


"Ide Lala?" Tanya Vanila heran.


"Iya, ide kamu di kertas gambar. kakak lihat kotak dengan 4 musim. karena lihat sketsa kamu, makanya kakak kepikiran buat cafe ini." Terang guntur.


"Sketsa?" Tanya Vanila lagi sambil mengingat sketsa gambarnya yang mana.


"itu" Kata Guntur sambil menunjukkan panjangan dinding berupa gambar sketsa yang sudah diberi bingkai.


"Oh.. sketsa yang itu." Kata Vanila yang sudah mengingat sketsa gambarnya yang mana, yang sudah menginspirasi Guntur.


Sementara itu, Jaki dan Ghalih, sibuk melihat menu yang ada di buku menu. mereka suka melihat foto-foto menu masakan yang ada di buku menu. Tampilan antara menu di buku menu, dengan menu asli di buat sama persis.


"wow ini keren." Kata Jaki kagum.


"Loh, Kak Jaki nggak pernah kesini emang?" tanya Vanila dan hanya di jawab gelengan kepala sama Jaki.


"Kudet kakak nih. Cafe kak Guntur ini terkenal loh. Viral juga di medsos." Kata Vanila heran


"Si Jaki di hukum bokapnya, nggak boleh keluar rumah lama-lama, kayak anak gadis yang lagi di pingit. trus Hpnya juga di sita setahun penuh sama om, sampai nilai ujian kenaikan kelasnya bagus. Soalnya, nih anak main game mulu" Terang Ghalih yang langsung di pelototi Jaki.


"Ya ampun kak. pantas aja kudet gitu" kata Vanila sambil tertawa.


"btw, Kamu pasti dapat rangking 1 lagi ya La?" tanya Jaki yang mengalihkan pembicaraan


"yup." Jawab Vanila singkat.


"kamu milih kelas XI apa La?" tanya Jaki lagi.


"Lala kelas XII IPA." jawab Vanila.


"What!? Kok kamu sudah kelas XII aja?" Tanya Jaki heran.


"Hehe.." Jawab Vanila cuma nyengir doang, kebiasaan nih si Vanila suka jawab pakai cengiran.


"Wah.. makin keren aja kamu La. sudah kelas XII aja." Kata Ghalih.


Guntur datang sambil membawakan beberapa menu yang tadi di pesan. Mereka menikmati suasana dan makanan dengan khidmat.

__ADS_1


" Makanan nya enak kak. Lala sukak sama sup jamur asparagusnya." Kata Vanila setelah selesai makan.


"alhamdulillah. itu menu favorit sih di tema ini." Kata Guntur.


Selesai makan, mereka kembali ke panti, dan tidak lupa membawa makanan untuk yang ada di panti bunda Ningrum.


Vanila yang pergi tanpa pamit dengan Rere dan Juli, membuat dua temannya itu uring-uringan.


"Aku nggak lama kok Kak. palingan sekitar 2 mingguan lah." Kata Vanila sewaktu di telpon Rere dan Juli.


"Kok kamu nggak bilang sih Syah. Kan aku mau ikut." Protes Juli.


"Alah gaya kamu ikut panjul. bukannya MTK sama fisika harus remedial ya..?"tanya Rere


"Iya juga ya. lupa.. heee." Kata Juli


Selama di tempat bunda Ningrum, Vanila lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membantu Guntur, begitu juga dengan Jaki dan Ghalih. Vanila yang cantik selalu menjadi pusat perhatian pengunjung cafe Guntur.


"Wah... kalau kamu jadi pelayan di Cafe kakak, bisa bukak cabang baru lagi kakak La. apalagi ada Jaki sama Ghalih. makin ramai aja." Kata Guntur senang.


"eits.. walau pelayan, bayaran aku setara model international ya kak." Kata Jaki yang mendengar perkataan Guntur.


"Aman. ntar kakak kontrak ekslusif kamu." Kata Guntur sambil tertawa. Lalu mereka kembali ke aktifitas masing-masing.


"Siap kak." Kata Vanila sambil memberi hormat dan tersenyum manis, membuat Riko jadi salah tingkah.


Vanila mengantarkan minuman ke meja summer 10. Ternyata meja itu di pesan sekitar 5 orang cowok, yang usianya kira-kira sama dengan Jaki dan Ghalih.


"Adek cantik. Mau nggak jadi pacar abang?" Goda salah satu cowok yang ada di meja 10 summer sambil memegang tangan Vanila.


Vanila segera menarik tangannya, tetapi laki-laki itu kembali memegang tangan Vanila.


"Alah.. sok jual mahal. berapa sih gaji lo jadi pelayan cafe. ntar gue bayar lo 3 kali lipat." Kata Laki-laki itu ketika Vanila kembali menepis tangannya.


"Maaf ya. walaupun saya cuma pelayan cafe, bukan berarti kamu bisa seenaknya sama aku." Kata Vanila, lalu berbalik akan meninggalkan mereka.


"cih.. sombong banget lo." Kata Laki-laki itu sambil berusaha menarik Vanila.


"Wuih.. santai bro.. jangan main pegang-pegang anak gadis orang." Kata Jaki yang melepaskan pegangan laki-laki itu.


"wah... ada pahlawan kesiangan rupanya." Kata laki-laki itu sambil memandang remeh Jaki.


"Sudah Do, hajar aja." kata teman laki-laki yang mengganggu Vanila.

__ADS_1


"Udah kak, jangan ribut." kata Vanila lalu menarik Jaki untuk keluar.


"Dasar pengecut. cemen lo. beraninya dilindungi sama cewek." Kata laki-laki itu lagi, yang membuat Jaki jadi emosi dan segera melayangkan tinjuannya ke wajah laki-laki yang berani mengganggu Vanila.


"Jangan lo pikir gue takut sama Lo. sini Lo kalau berani. Lo semua maju gue jabanin" Kata Jaki yang emosi dan memasang kuda-kuda untuk berantem.


"Ada apa ini." Kata Guntur yang masuk ke ruangan.


"Itu kak, konsumen kakak nggak ada akhlaknya. Dia gangguin Lala." kata Jaki masih emosi.


"Maaf ya mas. mereka ini adek-adek saya. Lagian mas-masnya harus hargai dong apapun profesi orang." Kata Guntur masih mencoba ramah.


"Banyak bacot lo." Kata Laki-laki yang bernama Dodo sambil melayangkan tinjunya Guntur, namun bisa di tangkis sama Guntur.


"Saya sudah berusa bicara baik-baik. kalau mas tidak sopan begini. lebih baik mas keluar dari cafe ini." Kata Guntur sambil membawa Dodo keluar dari ruang cafenya, dan diikuti teman-temannya.


"Awas lo ya. Gue bikin hancur Cafe lo." Kata Dodo mengancam.


"Saya tidak takut mas. rezeki itu sudah di atur sama Allah. tidak akan salah dan tidak akan tertukar." Kata Guntur.


"Udah, pergi Lo sana." kata Jaki yang sempat beberapa pengunjung cafe memperhatikan mereka.


"Maaf atas ketidaknyamannnya. silahkan dilanjutkan lagi aktivitasnya." Kata Guntur ramah, karena di oerhatikan sebagian pengunjung cafe.


"Maaf ya kak. gara-gara Lala jadi ada masalah." Kata Vanila nggak enak.


"Nggak apa La. Biasa itu. Abis kamu cantiknya kebangetan sih. Jadi pengen kakak simpan dalam kantong baju." Kata Guntur sambik tertawa.


"Jangan mau La. Sama kak Jaki aja. ntar kak Jaki simpan dalam hati." Kata Jaki tidak mau kalah.


"Dah ah. Lala jadi bagian dapur aja." Kata Vanila


"Jangan La.." Kata Guntur agak panik yanģ membuat Vanila heran.


"Di dapurkan cowok semua, ntar mereka nggak konsentrasi lagi buat menu, gara-gara perhatiin kamu. trus kamu nanti nggak berasa perawan di sarang penyamun?"Kata Guntur.


"Iya La jangan. Abang Jaki nggak rela Lala di kerubutin penghuni dapur." Kata Jaki sambil memasang wajah memelas.


"Trus Lala ngapain dong?" Tanya Vanila


"Ya udah, kamu bantu kakak, input kwitansi aja." kata Guntur.


"Ok." Kata Vanila senang, lalu berjalan ke kantor Guntur.

__ADS_1


__ADS_2