Vanilarea

Vanilarea
Murid Baru


__ADS_3

Hari ini Vanila mulai masuk sekolah, menjadi murid kelas X di Madrasah Aliyah. lokasi MA tempat Vanila sekolah tidak terlalu jauh dari pesantren, sehingga Vanila berjalan kaki bersama santriwati yang lain untuk berangkat sekolah.


Kegiatan orientasi murid baru seperti yang dibilang Juli, tidak ada kegiatan penindasan santara senior dan Junior. Semua kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan positif. Vanila yang tidak mau punya masalah dengan teman, memilih untuk tidak berteman dengan siapapun di kelasnya. Teman-teman Vanila menganggap Vanila anak yang sombong, sehingga mereka tidak mau berteman dengan Vanila. Setiap jam istirahat, Vanila selalu bersama Juli dan Rere.


Di kelas Vanila selalu menjadi murid yang menonjol, karena ia selalu bisa menjawab pertanyaan yang ditanyakan gurunya. Semua tugas kelompok yang di kerjakan selalu menjadi tugas yang terbaik. Walau tidak mau berteman, Vanila mau mengajarkan teman-temannya, untuk pelajaran yang mereka tidak mengerti. Sehingga, walaupun tidak berteman dekat, tetapi teman-teman sekelas Vanila, sudah tidak menganggap Vanila sombong lagi.


Kehidupan yang Vanila jalani setiap hari hampir sama, selalu di isi kegiatan pesantren dan sekolah. Akhir pekan adalah waktunya untuk bersilaturrahmi. Vanila akan menghubungi papanya, kakak-kakak nya, Mbok Sa dan Bunda Ningrum.


"La.. bagi kak Jaki nomor hp kamu ya? please.." Kata Jaki dengan wajah memelas, karena Ia selalu datang ke panti dan menyabotase hp Badai untuk VC dengan Vanila.


"Nggak kak. kalau mau ngobrol dengan Lala, kak Jaki cukup ke tempat bunda aja hari minggu." Kata Vanila tetap tidak mau memberikan nomor hpnya.


"Udah Jak. Sanaan. Kamu ini selalu sabotase hp kakak. kalau dah ngobrol sama Lala, dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak." Protes Badai, dan langsung mengambil hpnya, lalu kabur ke kamar dan mengunci kamarnya.


"hahaha... kakak apain kak Jaki? Ntar dia merujak loh." Kata Vanila sambil tertawa.


"Biarin lah. lagian hari ini terakhir kakak bisa VC or telpon kamu. soalnya senin sudah mulai masuk asrama." Kata Badai dengan wajah agak sedih.


"Kak badai semangat dong. kan itu cita-citanya kakak. harus fokus, supaya jadi yang terbaik. buat bunda dan kami semua bangga." Kata Vanila memberi semangat.


"Iya, tapi nggak bisa hubungi kamu, bunda dan semuanya, buat kakak jadi nggak semangat." Kata Badai lagi.


"Kakak nggak boleh gitu dong. Lagian dari informasi yang Lala baca, kan nanti ada waktunya kok bisa pulang or hubungi keluarga." Kata Vanila.


"Iya, tapi kan cuma sebentar. kalau pulang, nggak mungkinlah La. kan tempatnya jauh dari sini." Kata Badai masih dengan wajah sedihnya.


"Kakak janji harus semangat, jadi yang terbaik buat bunda bangga. Nanti Lala janji deh, pas acara kelulusan tingkat pertama, Lala pasti datang, bawain kakak buket bunga paling besar." Kata Vanila yang masih berusaha menyemangati Badai.


"Janji ya La?"


"InshAllah." Jawab Vanila sambil tersenyum yang membuat Badai jadi semangat lagi.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Sudah setahun, Vanila berada di pesantren. Vanila sudah menyelesaikan hapalan 30 Juz Alquran. Vanila memilih untuk ikut akselerasi lagi, sehingga ia bisa sekelas dengan Rere dan Juli.


Sewaktu liburan sekolah, Rere, Juli dan murid pesantren lain yang berasal dari luar kota memilih kembali sebentar ke kota mereka masing-masing. Vanila yang merasa bosan, ditinggal Rere dan Juli lebih sering menghabiskan waktu di kamarnya, untuk menyelesaikan program yang dibuatnya. untuk program peloparan keuangan dan sistem administrasi perusahaan sudah diselwsaikan Vanila, bahkan Arlan sangat senang, sewaktu tahu, Vanila membuat program yang bisa digunakan diperusahaannya.

__ADS_1


"tok tok.. La ummi mau antar baju kamu yang sudah di setrika yu Asih." Kata Ummi yang mengetok pintu kamar Vanila sambil membawa keranjang pakaian Vanila yang sudab di setrika.


"Iya Ummi. Lala lagi mandi, sebentar lagi siap. ummi letakkan aja di atas kasur. nanti Lala susun. terimakasih umi" Kata Vanila yang mengeringkan badannya sehabis mandi. lalu ia melepaskan cepolan rambutnya, dan keluar dari kamar hanya memakai bathrob.


"Astagfirullah. Siapa kamu?" Tanya Ummi Salma terekjut, begitu juga Vanila, karena Vanila mengira kalau ummi salma sudah keluar dari kamarnya.


"Ini Lala umi, Lala." Kata Vanila meyakinkan.


"Kenapa Lala yang biasa umi lihat beda?"Tanya Ummi Salma lagi.


"Maaf umi. Lala aslinya seperti ini. selama ini Lala pakai foundation yang warnanya lebih gelap dari kulit Lala. Lala nggak mau aja di pandang berbeda." Jelas Vanila.


"Oalah... wong cantik banget gini kok di tutupi. tapi kamu memang mirip banget sama mama kamu ya La. Pantesan aja Arlan nggak bisa mandang kamu. dia pasti ingat Rosaline." Kata Umi.


"Iya. tapi umi jangan bilang siapa-siapa ya. Lala nggak mau sering dilihatin, karena Lala berbeda." Kata Vanila.


Ummi Salma hanya mengangguk sambil tersenyum memandang Vanila dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Ummi salma yang perempuan saja, merasa takjub dengan kecantikan Vanila, apalagi para cowok, mata mereka pasti tidak akan berkedip memandang Vanila, seperti yang Umi Salma pandang sekarang.


"Terimakasih umi." Kata Vanila yang juga tersenyum yang membuat Vanila semakin cantik.


"Ya udah. umi keluar dulu." Kata umi Salma lalu keluar dari kamarnya.


Liburan sekolah dua minggu akan berakhir 2 hari lagi. para santri yang keluar kota sudah pada kembali ke pesantren, yang membuat suasana pesantren menjadi ramai lagi. Vanila mendapat banyak oleh-oleh dari Juli dan Rere.


"Aisyah.. Rere kangen deh"


"Juli juga" kata Juli dan mereka berpelukan bertiga kayak teletubies.


Juli dan Rere menceritakan kegiatan yang mereka lakukan selama liburan, Vanila selalu menjadi pendengar yang baik kalau dua temannya itu sudah bercerita.


Hari ini mereka berangkat pagi-pagi sekali menuju sekolah. karena kenaikan kelas, berarti mereka akan menempati kelas baru. Mereka harus datang pagi-pagi supaya mendapat tempat duduk yang strategis.


Juli dan Rere segera mencari daftar nama mereka, supaya tahu mereka berada di kelas yang mana. Juli dan Rere senang karena mereka sekelas di kelas XII IPA 1.


"Kamu nggak cari kelas kamu Syah?"Tanya Rere.


"Nggak ada nama aku." kata Vanila santai.

__ADS_1


"Masa sih" kata Juli yang tidak percaya lalu melihat daftar nama murid kelas XI, dan benar saja, tidak ada nama Vanila.


"Beneran nggak ada. nggak mungkin kamu tinggal kan Syah?"Tanya Juli agak panik.


"Eh Panjul, gimana mungkin Aisyah tinggal. Kalau kamu tinggal, baru aku percaya." kata Rere sambil tertawa yang membuat Juli jadi morang maring.


"Ya udah, kakak cari kelasnya sana gih. ntar aku ke ruang guru buat nanyain kelas." Kata Vanila. Lalu Juli dan Rere segera mencari kelasnya dan memilih tempat duduk yang strategis. Mereka memilih duduk di bangku deretan tengah, nomor 2 dari belakang.


Sewaktu bel sekolah berbunyi yang menandakan jam pelajaran pertama di mulai, Ustadzah Ana datang bersama Vanila, yang membuat Rere dan Juli heran, sementara Vanila hanya tersenyum.


"Anak-anak. perkenalkan. ini adalah murid baru di kelas kita, tapi bukan murid baru di sekolah kita. Silahkan perkenalkan diri." kata Ustadzah Ana.


"Terimakasih ustadzah. Assalamualaikum wr.wb." Kata Vanila sambil tersenyum ke arah Juli dan Rere yang masih bingung.


"Nama saya Vanilarea Aisyah Syauqi. biasa di panggil Aisyah.Salam kenal kakak-kakak semua." Kata Vanila ramah.


Tidak hanya Juli dan Rere yang heran. Sebenarnya di kelas itu juga ada beberapa santriwati pesantren tempat Vanila tinggal, jadi mereka juga tahunya Vanila seharusnya kelas XI.


"Aisyah ini memilih jalur akselerasi. karena lulus tes akselerasi, makanya Aisyah sekarang berada di kelas XII" Jelas ustadzah Ana, karena tahu ada bebera murid yang tampak heran Vanila berada di kelas XII. Lalu ustadzah Ana meminta Vanila untuk duduk di bangku kosong yang ada di belakang Rere dan Juli.


Vanila yang mendapat tatapan penuh tandatanya dari dua temannya hanya nyengir memperlihatkan gigi rapi dan putihnya, sambil menunjukkan jari tengah dan telunjujnya 😁✌.


"tok tok tok.."


"Assalamualaikum. permisi ustadzah Ana. Ini saya mau mengantar murid baru pindahan dari sekolah MA Nurul Falah. Ayo Azzam masuk." Kata Pak Yusni kepala sekolah MA tempat Vanila sekolah.


Murid murid perempuan langsung memandang Azzam dengan tatapan kagum. Karena Azzam yang memang ganteng dengan perawakan tinggi, kulit putih, hidung mancung dan bibirnya agak sedikit tebal yang kelihatan kissable.


"wah.. ada Gus Azzam" Kata Rere antusias dan senyum-senyum sendiri.


"Silahkan perkenalkan diri." kata Uatadzah Ana kepada Azzam.


"Assalamualaikum. wr.wb. Nama Saya Azzam Saki Yusuf. panggil saya Azzam. Saya pindahan dari MA Nurul Falah. Salam kenal." Kata Azzam sambil tersenyum dan membuat para cewek langsung heboh.


Buk Ana meminta Azzam untuk duduk di samping Vanila karena hanya itu bangku yang masih kosong.


"Assalamua'alaikum La." Kata Azzam ramah

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam wr.wb. kak." Kata Vanila membalas salam Azzam.


__ADS_2