Vanilarea

Vanilarea
Tersangka


__ADS_3

Setelah di rawat selama satu hari di rumah sakit, sore ini Vanila sudah di izinkan pulang. Arland tidak bisa menjemput Vanila, karena masih berada di negara S. Pagi tadi pihak sekolah sempat datang mengunjungi Vanila, dan menyampaikan permintaan maaf. Pihak sekolah juga berjanji akan mencari pelaku yang sudah mengurung dan menyiram Vanila.


"Lala sayang... sebagai teman yang baik, aku datang jemput kamu pulang. oh iya satu lagi... kelompok kita menang... cihuy... 10.000.000 coy..." kata Jenifer yang sangat bahagia sambil memeluk Vanila lalu jingkrak-jingkrak nggak jelas, yang membuat Reno, Vano dan Ayu geleng-geleng kepala. sebenarnya anggota kelompok matahari yang lain juga ingin ikut, tapi karena jumlahnya yang luamayan banyak, nanti di kira mau merusuh lagi di rumah sakit, Jenifer satu aja dah buat rusuh, apalagi ditambah anggota kelompok yang lain.


"Alhamdulillah" kata Vanila ikut senang.


"Bagaimana keadaan kamu La?" Tanya Ayu ramah


"Alhamdulillah kak, sudah lebih baik." jawab Vanila


"Jadi pulang sore ini kan La?" Tanya Reno


"Jiah.. kak Reno basa basi banget, kan udah tahu kalau Lala pulang sore ini. Basi tau nggak sih kak." Kata Jenifer mengejek Reno karena pertanyaan basa-basi nya.


"Iya kan, mana tau ada perubahan Je. Lagian kalau basi tinggal di angetin ini." Kata Reno yang balik mencemooh Jenifer.


"Kalau udah basi mah, nggak bisa diangetin lagi Kakak senior." timpal Jenifer lagi


"Bisa dong. peraturan dari mana kalau yang basi nggak bisa di panasin?" Kata Reno nggak mau kalah


"ehem.. kok jadi berantem, nanti Vanila tambah sakit liat kalian berdua ngomong terus." Kata Vano berusaha menengahi.

__ADS_1


"Kak Reno tu yang mulai duluan" Protes Jenifer.


"enak aja. kamu yang mulai duluan Je. " sanggah Reno


"Kakak"


"Jeje"


"Kakak"


"Jeje"


"Kayak gitu aja kalian berdua terus, sampai lebaran monyet juga nggak akan kelar. Ayok kita tinggal aja mereka" Kata Ayu lalu mengajak Vanila keluar ruangan rawatnya.


"Idih najis.." Kata Reno sambil tertawa lalu meninggalkan Jenifer yang kemudian juga tertawa dan segera menyusul Vanila.


Walaupun sudah bisa pulang, tapi dokter menyuruh Vanila untuk istirahat selama dua hari. Jenifer dan anggota kelompok Matahari ingin mengunjungi Vanila di rumahnya, tapi Vanila selalu menolak dengan alasan ia masih harus istirahat, padahal alasan sebenarnya karena ia tidak mau teman-temannya tahu kalau Kak Dahlia yang notabene kakak kelas mereka yang terkenal karena cantik dan memiliki segudang prestasi di bidang olahraga, adalah kakak Vanila.


Vano yang merasa ia harus bertanggung jawab terhadap insiden yang menimpa Vanila, terus menyelidiki siapa yang sudah berbuat jahat sama Vanila. Agak susah mencarinya, karena memang di toilet sekitar kelas tidak di tempatkan CCTV, lagian dilihat dari rekaman CCTV koridor, ada banyak yang berjalan menuju arah toilet. Vano sebenarnya agak curiga melihat tingkah Lulabianca dan dua orang temannya. Mereka membawa karton yang lumayan besar, dan Vano tidak bisa melihat tulisannya apa. Akhirnya Vano memutuskan untuk mengawasi gerak gerik Lulabianca.


"Bi, kita keterlaluan nggak sih kemaren itu? Dia sampai masuk rumah sakit loh Bi" Kata Denisa yang merupakan sahabat Lulabianca dari TK.

__ADS_1


"Lo diam aja deh, nggak usah di bahas. Anggap aja kita nggak pernah ngelakuinnya, toh, tuh anak masih hidup." Kata Lulabianca dengan santainya.


"Tapi kan Bi..."


"Nggak ada tapi-tapi. Lo ingat, jangan pernah bahas hal ini lagi, atau bicarakan hal ini dengan siapapun, ini rahasia kita bertiga, kalau ini sampai bocor, gue nggak mau jadi teman Lo lagi." Ancam Lulabianca.


"prok.... prok....prok..." suara Vano menepuk tangan secara lambat, setelah mendengar dan sempat merekam percakapan Lulabianca dan Denisa.


"Ternyata dugaan saya benar, kamu adalah tersangka yang sudah mencelakakan Vanila." Kata Vano yang tiba-tiba muncul dari sebalik dinding gudang belakang sekolah, yang membuat Lulabianca dan kedua temannya sedikit panik. Bukan. Lulabianca namanya, kalau nggak bisa akting, menunjukkan ketenangan kalau dia tidak mengerti dengan ucapan Vano.


"Tersangka ? Tersangka apa ya kak?" Tanya Lulabianca dengan santai


"Seperti yang saya bilang tadi, kalian adalah tersangka yang sudah mencelakakan Vanila. Kalianka. yang sudah ngurung Vanila di toilet trus menyiramnya dengan air." Hardik Vano


"Jangan asal tuduh deh kak. Kita nggak pernah kok jahatin siapapun, termasuk siapa tadi ? Vanila Vanila itu." Kata Lulabianca yang sebenarnya nggak mau nyebutin. nama Vanila, karena Dia benci dengan Vanila, yang sudah menarik perhatian orang banyak.


Lulabianca sebenarnya anak yang cantik dan juga pintar. Ia selalu menjadi juara di sekolahnya, dan selalu menjadi pusat perhatian. Karena terbiasa menjadi pusat perhatian, ketika ada orang lain yang menggantikannya menjadi pusat perhatian, maka Lulabianca akan membenci orang tersebut.


"Tentu saja saya punya bukti." Kata Vano lagi, yang tiba-tiba membuat Lulabianca menjadi pucat, wajahnya yang putih kelihatan semakin putih karena Ia mulai takut.


"Kamu siap-siap di panggil sama dewan guru."Kata Vano lalu meninggalkan Lulabianca dan kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Tuch kan gue bilang juga apa. Jangan pernah bahas ini, Lo bahas juga. Ketahuan kan sama kak Vano." Kata Lulabianca yang kesal dengan Denisa.


Vano segera menyerahkan rekaman pembicaraan Lulabianca dan Denisa pada guru yang ditunjuk untuk menyelediki masalah yang menimpa Vanila. Walaupun di rekaman Lulabianca dan Denisa tidak menyebutkan nama Vanila, tapi dari pembicaraan mereka dapat di tebak, kalau mereka lah yang sudah mencelakakan Vanila. Dewan guru segera memanggil Lulabianca dan kedua temannya Denisa dan Aulia. Sewaktu di tanya, Lulabianca teguh pada pendiriannya bahwa Ia tidak bersalah, bahkan Lulabianca mengatakan bahwa bukti rekaman itu tidak kuat, karena Lulabianca ataupun Denisa tidak menyebutkan nama Vanila. Tapi setelah Vano menyampaikan argumennya terhadap perkataan Lulabianca dalam rekaman Vano, Lulabianca tidak bisa mengelak lagi. Akhirnya dewan guru memutuskan kalau Lulabianca dan kedua temannya di skorsing selama 1 Minggu, dan perbuatan mereka akan di evaluasi. Karena jika sekali lagi mereka Ketahuan mencelakakan murid yang lain, maka pihak sekolah akan mengeluarkan mereka dari sekolah. Hukuman skorsing 1 Minggu diberikan atas saran Vanila yang di hubungi pihak sekolah, bahwa mereka sudah menemukan yang berbuat jahat kepada Vanila. Vanila awalnya meminta untuk melupakan masalah ini, dan meminta pihak sekolah untuk tidak menghukum Lulabianca dan kedua temannya. Tetapi karena Vano tidak setuju, dan bersikeras kalau orang yang melakukan kejahatan harus diberikan hukuman, agar ia tidak berbuat kejahatan lagi ke depannya. Akhirnya Vanila memutuskan untuk memberikan hukuman berupa skorsing selama satu Minggu.


__ADS_2