Vanilarea

Vanilarea
Rujak


__ADS_3

Vanila lebih senang dengan kehidupannya sekarang. Walaupun tinggal di panti asuhan dan sering di ejek sama murid-murid sekolah yang tidak suka Vanila, tapi memang dasarnya Vanila cuek, dia nggak pernah ambil pusing. Di tambah lagi ia selalu di jaga Duo Jaki Ghalih serta Guntur Badai.


"Eh anak panti. Jangan belagak kamu ya. sok sok cantik, ganjen, pake deketin Damar lagi. Damar itu pacara aku." Kata Vanesa yang tiba-tiba datang ke kelas Vanila bersama dua orang temannya.


"wei... santuy aja kali kak. Berasa nonton sinetron. pakai di labrak-labrak" Kata Jaki yang agak terkejut tiba-tiba ada yang marah dengan Vanila.


"Eh.. anak kecil, nggak usah ikut campur kamu. ini urusan perempuan." Bentak Vanesa pada Jaki.


"Demi Lala mah.. aku ikhlas pakai rok kak, biar bisa berantem dengan kakak. Lagian, seru kayaknya kalau kita gelut." Kata Jaki yang membuat Vanila dan Ghalih reflek tertawa.


"Kamu kira aku bercanda?!" Kata Vanesa dengan suara yang semakin tinggi dan akan memukul Jaki, tapi tangannya segera di tangkap Vanila.


"Wah.. kakak senior sudah berani KDRT nih" Kata Jaki yang nggak lihat suasana tetap aja konyol.


"Kapan kamu berumah tangga dengan kakak senior Jak? KDRT bukannya Kekerasan Dalam Rumah Tangga ya?"Tanya Ghalih pura-pura lugu


"Oh iya ya.. ya.. KDLS aja deh." Kata Jaki sambil menepok jidatnya


"KDLS?" Tanya Vanila heran


"Kekerasan Dalam Lingkungan Sekolah" Jawab Jaki santai yang membuat Vanila kembali tertawa.


"awas kamu ya dekatin Damar. Damar itu punya aku." Kata Vanesa yang kesal melihat tingkah Jaki yang nyebelin, Lalu pergi meninggalkan kelas Vanila.


"Ambil sana kak, Kak Damar, bila perlu masukin ke kantong plastik, trus tenteng kemanapun kakak pergi." Kata Jaki, yang membuat Vanila tertawa sampai mengeluarkan air mata.


"Kamu nangis apa ketawa La?"Tanya Ghalih sambil memberikan tisu.


Vanila mengambil tisu yang diberikan Ghalih, lalu menyeka air matanya.


"Biar balance kak, sambil ketawa nangis juga." Terang Vanila.


Sejak berteman dengan Jaki, Vanila lebih sering tertawa dengan tingkah konyol temannya itu. Jaki sebenarnya memiliki wajah yang tampan, tapi tingkah konyolnya membuat wajah tampannya hilang seketika.


Jaki dan Ghalih sering main ke panti asuhan tempat Vanila tinggal, mereka mengira Vanila beneran anak panti asuhan seperti anak-anak yang lain. Vanila suka ngajarin Ghalih dan Jaki pelajaran Fisika dan Kimia yang mereka rasa sulit.


"Kamu kok pintar banget sih La? kamu pasti orang yang sangat serakah." Kata Jaki yang langsung ditimpuk Vanila dengan bantal sofa karena nggak terima dibilang serakah.


"enak aja kakak bilang aku serakah." Protes Vanila.


"Iya gimana nggak serakah cobak, waktu pembagian otak, kamu datangnya cepat, jadi bisa pilih otak yang bagus, nah waktu pembagian wajah, kamu juga datang cepat, jadinya kamu pilih wajah bidadari turun dari taksi. apa namanya cobak kalau nggak serakah." Jelas Jaki


"Berarti kakak, waktu pembagian otak telat datang dong." Ejek Vanila sambil tertawa.

__ADS_1


"Benar kamu La, waktu pembagian otak, si Jaki telat datang, jadi dia dapat sisa sisa perjuangan." Kata Ghalih yang juga menertawakan Jaki


"Ketawa terus. Bahagia kalian ya.. di atas ketidak pintaran aku." Kata Jaki yang mulai manyun.


"Uluh..uluh.. kak Jaki jangan merujak" Kata Vanila sambil memegang pipi Jaki dan menggeleng-gelengkan ke kanan dan ke kiri, yang membuat Jaki tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan Jantungnya. Vanila yang sadar kalau dia sedang memegang pipi Jaki langsung melepaskan tangannya dari pipi Jaki.


"Hah.. rujak?, enak tuh La. buat rujak yok?" Kata Jaki yang mencoba mengembalikan susana yang mulai agak canggung.


"Boleh. Kayaknya mangga sama jambu bunda buah deh. Kak Jaki yang manjat, kak Ghalih yang buat bumbu rujaknya ya.." Kata Vanila antusias


"Lah, kamu?"Tanya Ghalih dan Jaki bersamaan


"aku mandor dong. mastiin kerjaan kakak-kakak bener." Kata Vanila sambil tertawa.


"maunya kamu. enak banget ya.." Kata Jaki sambil bertolak pinggang


"Enak dong. kan aku sudah memikirkan rencana kegiatan membuat rujak sedemikian rupa, trus aku sudah bagi-bagi tugas buat kakak. Nggak mudah loh itu. Aku berbakat yah jadi bos.." Kata Vanila yang kembali tertawa.


"Iya bosok" Kata Jaki sambil melempar bantal sofa kepada Vanila.


"hua... kak Jaki KDRT nih. aku lapor sama komnas perlindungan perempuan dan anak-anak." Protes Vanila yang habis di timpuk Jaki


"Yok kita ke KUA, biar beneran jadi kasus KDRT. Kalau sekarang kan belum bisa La. Kan kita belum berumah tangga" Kata Jaki yang mulai usil sambil menaik turunkan alis matanya.


"Big no..masak jeruk makan jeruk." Kata Ghalih yang merasa geli sendiri membayangkan dia dan Jaki membina rumah tangga.. (wkwkwk. genk somplak dengan pembicaraan absurd..😅😅)


"Aku juga ogah sama kamu." Protes Jaki karena ditolak Ghalih (😁😁😅)


"wah.. seru banget nih. Lagi ngomongin apa sih?"Kata Badai yang datang lalu duduk di samping Vanila


"Itu lagi membicarakan rumah tangga kak Jaki sama kak Ghalih" Kata Vanila sambil menutup mulutnya menahan tawa, yang membuat Badai langsung menatap Ghalih dan Jaki heran.


"Kalian nggak jeruk makan jeruk kan?" Tanya Badai serius


"Ya nggak lah kak." Jawab Jaki dan Ghalih kompak yang membuat Vanila semakin tertawa.


"tuh kan kak, mereka sehati banget. pasti nanti rumah tangganya akur." Kata Vanila yang masih tertawa.


"Jangan dengerin Lala kak. aku normal kok, suer. tadinya aku mau ngajakin Lala berumah tangga, tapi tuh si Lala malah bayangin aku sama Ghalih berumah tangga." Kata Jaki sambil nyengir.


"Masih kecil ini, udah mikirin rumah tangga. sekolah dulu yang benar" Kata Badai masih dengan tampang seriusnya yang membuat Vanila nggak bisa berhenti tertawa.


"Bercanda loh kak." Kata Jaki yang merasa tidak enak. Dan Vanila masih tertawa melihat Jaki yang mati kutu kalau berhadapan dengan Badai.

__ADS_1


"ayok kak Jaki, cepatan manjat pohon mangga sama pohon jambu bunda. Kak Ghalih, ke dapur sana buat bumbunya. Tanya sama Farah dimana kacang, cabe sama gula enau nya. punya aku yang pedas ya kak. satu lagi, nggak pakai lama." Kata Vanila yang membuat 3 cowok yang berada di ruangan itu terbengong mendengar instruksi Vanila yang cepat.


"Kak Jaki ayok." Kata Vanila lalu menarik tangan Jaki dan pergi ke halaman belakang.


Jaki menelan salivanya dengan kasar ketika melihat pohon mangga yang besar dan tinggi.


"Beneran ini La, aku yang manjat. Tinggi loh ini La. Ntar kalau aku Jatuh, bagaimana nasip wajah tampan aku." Kata Jaki yang tiba-tiba nyalinya ciut lihat pohon mangga yang tinggi.


"Ntar aku ganti muka kakak sama muka seconde di pasar bawah." Kata Vanila sambil menahan tawa.


"cepat manjat." Paksa Vanila


"Beli aja deh La di supermarket. aku yang bayar." Kata Jaki mencoba bernegosiasi.


"No. Kakak manjat cepat. Atau aku pecat kakak jadi teman?" Kata Vanila mengancam.


"ah.. nggak asik kamu La. pakai ngancam-ngancam." Kata Jaki yang pasrah lalu mulai memanjat pohon mangga dengan bersusah payah.


"La.. yang mana mangganya?. nggak kelihatan."Teriak Jaki yang berusaha mencari mangga.


"Kamu ngapain Jak?"Tanya Guntur yang melihat di atas pohon mangga ada Jaki.


"Itu si Lala udah kayak ibuk-ibuk ngidam. aku di suruh petik mangga buat rujak." Kata Jaki


"Ngapain kamu manjat pohon mangga yang ini. pohon ini sudah lama nggak buah. Kalau mau mangga ambil di pohon yang di halaman samping, nggak perlu manjat juga." Kata Guntur yang membuat Vanila tertawa karena berhasil ngerjain Jaki.


"Lalaaaaa.... awas kamu ya..." Kata Jaki yang berteriak dan berusaha secepatnya turun dari pohon mangga.


"Kaburrrrr" Kata Vanila lalu berlari meninggalkan Jaki dan pohon mangga. (seperti judul cerita dongeng anak ya.. Jack dan pohon kacang..😅😅)


"gubrak" terdengar suara sesuatu yang jatuh ke tanah. Vanila reflek melihat sumber suara yang ternyata Jaki nyungsep jatuh ke tanah. Guntur yang masih dekat pohon mangga segera menghampiri Jaki begitu juga dengan Vanila.


"Kak Jaki, Kak Jaki nggak apa-apakan. Kakak bangun dong. jangan takutin Lala." Kata Vanila yang mulai panik karena Jaki tidak sadarkan diri.


"Kak Guntur, Kak Jaki baik-baik aja kan? Suruh kak Jakinya bangun. Lala cuma bercanda." Kata Vanila yang mulai panik dan menangis karena Jaki masih belum bergerak walau sudah di goncang-goncang badannya sama Vanila.


"Huaaa... kak Jaki jangan mati." Kata Vanila yang menangis dengan suara yang besar, yang mebuat beberapa anak-anak panti yang berada di halaman belakang mendekati mereka.


"aduh duh.. kuping aku sakit." Kata Jaki yang tiba-tiba bangun dan menertawakan Vanila yang wajah cantiknya sudah penuh dengan air mata.


"satu sama" Kata Jaki sambil tertawa puas karena berhasil mengerjai Vanila, dan langsung di hadiahi pukulan ke badan Jaki. Jaki menangkap tangan Vanila yang memukulnya karena pukulan Vanila yang lumayan keras membuat badannya sakit.


"samsonwati kalau mukul nggak kira-kira. sakit tau La." Kata Jaki yang mulai mengurangi frekuensi tertawanya, yang membuat Vanila manyun lalu pergi meninggalkan Jaki.

__ADS_1


__ADS_2