Vanilarea

Vanilarea
Pernikahan Jasmine


__ADS_3

Dua hari lagi, Jasmine akan melaksanakan pernikahannya. Kali ini konsep pernikahan Jasmine adalah garden party, sehingga pesta diadakan di salah satu resort Arlan yang ada di kota B. Semua persiapan sudah dilakukan sesempurna mungkin (sempurna versi manusia, karena pada dasarnya kesempurnan itu tetap milik Alah SWT 😇).


Tidak seperti pesta pernikahan putri pertama Arlan, putri keduanya ini meminta garden privat party yang hanya mengundang oarang-orang dekat saja, keluarga dan teman baik dari kedua belah pihak.Karena calon suami Jasmin orang Jerman, pesta pernikahan mereka hanya dihadiri beberapa sahabat dan keluarga inti calon suaminya.


"Kakak gugup nggak sih?" Tanya Vanila kepada Jasmine yang sedang melakukan perawatan SPA tradisional yang merupakan fasilitas yang ada di resort.


"Gugup sih La. agak sedikit stress malah. tapi untung Mathew bukan orang Indonesia, Jadi dia tidak terlalu ribet. Lagian WO yang dipilih papa juga sangat membantu." Kata Jasmine yang sedang rileks karena lagi dipijat oleh terapis.


"Iya. kak Mathew baik. Nggak ribet juga orangnya. Lala senang deh, kakak nikah dengan kak Mathew. Semoga pernikahan kakak nanti bahagia ya."doa Vanila.


"Aamiin. makasih ya La."Kata Jasmin.


Acara pengajian dan siraman akan diadakan besok pagi. Beberapa petugas WO sudah mulai mendekor taman yang ada di samping resort yang masih asri dengan hutan pinus alami. Sore ini Liliana beserta keluarga suaminya dan Dahlia, akan sampai dari negara M. Liliana agak sedikit ribet dengan perutnya yang besar karena sedang mengandung 8 bulan, buah cintanya dengan Rahmat.


Malam harinya, Arlan mengadakan acara makan malam yang bertema barbeque untuk keluarga, atau kerabat yang sudah hadir. Suasana makan malam terasa hangat dan menyenangkan, karena semuanya saling menanyakan kegiatan, karena rata-rata terakhir mereka ketemu waktu Liliana menikah.


"Itu perutnya nggak berat kak?" Tanya Vanila polos yang membuat orang yang mendengarnya jadi tertawa.


"Berat sih nggak La. Tapi engap aja. Secara ni badan kakak kembang semua." Jelas Liliana.


"ini adek bayinya cowok atau cewek?" Tanya Vanila lagi sambil mengelus perut buncit kakaknya.


"Rahasia" Kata Liliana sambil menirukan gaya sedang menresleting mulutnya.


"Ih kakak nggak asik. pakai rahasia-rahasiaan segala." protes Vanila


"Kakak juga nggak tahu. pas di USG adek bayinya selalu nutupin, jadi ya udah, biar jadi kejutan aja pas lahiran." Kata Liliana lagi.


"Wah.. adek bayi senang main petak umpet. Sehat-sehat ya dek dalam perut. Makan yang banyak biar mami Lili nggak makin kembang." Kata Vanila yang lagi-lagi membuat orang-orang sekitar yang memdengarnya tertawa.


"Hi La. Still remember me?" Tanya Fatir yang menyapa Vanila.


"Kak Fatir. Apa kabar?" Kata Vanila yang mencoba ramah karena Fatir adalah adek ipar kakaknya.


"Alhamdulillah sehat. Tak sedap La kalau panggil Kakak. Panggil abang je." Kata Fatir


"Oh.. ok." Kata Vanila 😁.


"Dulu waktu pertame kite jumpe kat pesta perkawinan bang Rahmat, abang kira Lala sudah tenegee. Tak taunye Lala masih kicik lagi tau. Abang shock waktu kak Lili cakap Lala baru 8 tahun. Tapi Lala tinggi ye, untuk ukuran anak umur 8 tahun pada mase itu." Kata Fatir panjang lebar sambil menertawakan kebodohannya yang menyukai anak umur 8 tahun, sementara umurnya sudah 21 tahun waktu itu.


"Hehehe... kelebihan hormon growth Lala." Jawab Lala sambil nyengir


"Sekarang umur Lala dah 9 tahunan ye?"Tanya Fatir lagi


"Iya bang. 9 tahun jalan-jalan." Kata Vanila yang membuat Fatir tertawa.


"Kenape jadi 9 tahun pusing-pusing?" Tanya Fatir.


"9 tahun jalan-jalan menuju 10 tahun." Kata Vanila lagi.

__ADS_1


"Btw, Lala ne di elementary school kelas berape?" Tanya Fatir.


"Lala ne tak elemtary school lagi Fatir. Dah Junior high school." terang Liliana


"What?! Becanda mesti kak Lili ne. How can, umur baru 9 tahun pusing-pusing ne, bise Junior high school?" Tanya Fatir tidak percaya.


"Tahun ini kamu naik kelas 2 kan La?" Tanya Liliana


"Hehehe... Tahun ini Lala masuk SMA" Jawab Lala


"What?! Kamu ikut akselerasi lagi?" tanya Liliana tidak percaya.


"Iya." Jawab Lala sambil mengunyah udang bakar madu yang ada di piringnya.


"wow.. amazing. you are so genius." Kata Fatir kagum. Dan mereka kembali melanjutkan obrolannya.


Arlan masih ada beberapa urusan yang harus di lakukan, sementara Jasmine duduk bersama keluarga Mathew yang juga baru sampai dari Jerman. Sementara Sakura dan Dahlia memilih untuk menemani pacar-pacar mereka dan keluarganya. Sehingga Vanila memutuskan untuk bergabung dengan keluarga Liliana. Setelah acara makan malam dan ngobrol-ngobrol selesai hingga hampir pukul 12 malam, semuanya memutuskan untuk beristirahat di kamar yang sudah disediakan.


Hari ini pagi-pagi sekali Vanila harus bangun dan siap-siap mengikuti acara pengajian dan siraman Jasmine.


"ting nong.. ting nong" terdengar suara bel kamar Vanila, Ia bergegas membuka pintu kamarnya.


"Mowrning my beautiful princes." Sapa Angel ramah dan langsung nyelonong masuk ke kamar Vanila.


"You makin cantik aja. tambah tinggi juga. Jadi model gue mau nggak cin?" Tawar Angel


"Morning Kak. Nggak ah ribet." Kata Vanila lalu duduk di depan meja rias yang ada di kamarnya.


"Kue kali kak, dinikmatin." Kata Vanila sambil tertawa.


"Ya ampyun, ini kulit Lo, perfecto. Gue nggak perlu dempul sana dempul sini." Kata Angel lagi.


"Bukannya kulit anak kecil emang masih bagus ya?" Tanya Vanila


"Oh iya. Gue lupa kalau lo masih piyik." Kata Angel sambil cekikikan.


Selesai memakeup Vanila yang hanya sekitar 10 menit, Angel selalu kagum dengan hasil polesan jari jemarinya. Karena Angel salah satu MUA profesional dari kota J, yang juga merupakan teman Liliana.


"Jasmine pinter banget deh.. milih warna mint cakep untuk kakak dan adek-adeknya. Kulit you pakai mint, jadi fresh-fresh gimana.. gitu. boleh gue gigit nggak sih lo?" Tanya Angel gemas sendiri, melihat Vanila yang sudah selesai mengganti bajunya, dengan gaun berbentuk gamis yang bagian bawahnya mengembang.


"Enak aja mau gigit aku." protes Vanila


"You gemesin kayak macaroon." Kata Angel lagi.


"Kita cekrek dulu yuk Cin. Gue mau liat, kali ini postingan Lo dapat berapa like n komen." Kata Angel, lalu mereka berdua selfie menggunakan hp Angel menggunakan beberapa gaya dan aplikasi filter yang unyu-unyu.


"ya ampyun ya ampyun. Gue suka semuanya. Lo emang cantik banget. sebelas dua belas lah sama gue. lo sebelas, gue dua belas" Kata Angel yang histeris begitu melihat-lihat hasil cekrekannya.


"terserah kakak. atur aja mau yang gimana." Jawab Vanila karena malas berdebat dengan Angel. Masa iya Vanila di bandingkan dengan wanita jadi-jadian seperti Angel yang memang terlihat cantik karena polesan make up dan perawatan yang dilakukannya.

__ADS_1


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Acara pengajian berlangsung sangat khitmad, Jasmine yang memang dasarnya cengeng, selalu terharu melewati setiap moment yang dijalankannya. Air matanya selalu meluncur membasahi kulit pipinya yang mulus.


Setelah acara pengajian yang penuh dengan deraian air mata haru dan kebahagiaan kemudian dilanjutkan dengan acara siraman.


Di vila yang tidak jauh dari resort juga dilakukan acara yang sama untuk Mathew, yang didampingi keluarga suami Liliana.


Kemudian pada saat malam hari Mathew dan rombongannya datang mengantarkan seserahan. Jasmine yang sedang dipingit tidak boleh bertemu dengan Mathew.


Vanila yang akrab dengan Mathew karena sering VC dengan Jasmine, selalu mengganggu calon kakak iparnya.


"Kak Jasmine jadi kodok loh kak, nangis muluk dia." Bisik Vanila sewaktu bertemu Vanila. Mathew yang tahu Vanila sering menjahilinya hanya menjawab dengan senyuman.


"Ih.. Kak Mathew kok cuma senyum doank. nggak asik nih." protes Vanila.


"Karena kakak tahu kamu jahil. Lagian walau Jasmine berubah jadi kodok, ntar kakak cium dia jadi princes lagi." Kata Mathew.


"Ih kakak, pembicaraan 17+. Aku masih kecil tau." Kata Vanila lalu pergi meninggalkan Mathew, yang membuat Mathew tertawa pelan karena berhasil mengerjai Vanila.


Setelah meninggalkan Mathew, Vanila kembali berdiri dalam barisan yang menerima seserahan. Seperti biasa, Vanila akan selalu menjadi pusat perhatian karena memang Ia berbeda sendiri.


"Hi.. beauty" Sapa salah satu teman Mathew yang dari tadi tidak bisa melepaskan pandangannya dari Vanila.


"Don't distrub her. I know you are don juan. but she is still 9 yars old." Kata Mathew kepada sahabatnya yang bernama Jonathan


"Fu*king ****. Are you kidding me?" Tanya Jonathan tidak percaya.


"No man. I'm serious. you will be phedophil if you want her." Kata Mathew sambil tertawa dengan suara yang tertahan, melihat ekspresi Jonathan yang putus asa, karena ternyata incarannya anak kecil.


Selesai acara seserahan dan perkenalan dua pihak keluarga yang berlangsung kurang lebih dua jam, rombongan Mathew kembali ke Vila yang memang sudah di persiapkan Arlan. Sepanjang acara Jonathan yang biasanya tebar pesona, hanya bisa tersenyum masam, melihat Vanila yang ternyata masih kecil.


Pagi harinya, Semua kembali sibuk untuk acara akad nikah. Mathew sudah lama memeluk agama islam, sebelum Ia mengenal Jasmine. Bahkan pengetahuan dan pengaplikasiannya tentang agama islam, jauh lebih baik dibandingkan Jasmine.


Mathew menjabat tangan Arlan kemudian mengucapkann Ijab Kabul dihadapan penghulu, saksi dan para tamu.


"Sah" Suara riuh tamu yang hadir menjawab pertanyaan penghulu yang menanyakan apakah ijab kabul yang dilakukan Mathew 'Sah'.


Setelah Ijab Kabul, Jasmine yang menggunakan kebaya berwarna putih, berjalan menghampiri tempat ijab kabul diiringi Dahlia, Sakura dan Vanila. Jasmine di apit Sakura dan Dahlia, sementara Vanila berjalan di belakang mereka bersma brisemade yang merupakan sahabat-sahabat Jasmine.


Arlan menyambut Jasmine, dan menyerahkan Jasmine kepada Mathew.


"Papa serahkan tanggung jawab menjaga Jasmine kapada kamu Mathew. Jasmine ini anak papa yang paling sensitive dan cengeng. Jangan pernah kamu sakitin dia. Papa yakin InshaAllah kamu bisa bahagiakan Jasmine" Kata Arlan yang membuat Jasmine kembali banjir air mata. MUA yang di tunjuk untuk memakup Jasmine, tahu kalau Jasmine mudah menangis, mengaplikasikan makeup waterproof ke wajah Jasmine.


Mathew mengusap air mata Jasmine dengan lembut menggunakan sapu tangan yang di pegangnya, yang membuat tamu bersorak sorai melihat tindakan Mathew yang begitu romantis.


"Kakak jangan nangis mulu. Ntar matanya kayak kodok loh." Bisik Vanila yang membuat Jasmine langsung melotot ke arah Vanila dan di balas cengiran oleh Vanila dan menunjukkan jari tengah dan jari telunjuknya 😁✌, namun kata-katanya berhasil membuat Jasmine berhenti menangis.


Setelah acara Ijab kabul dan segala prosesi pernikahan selesai, Semuanya memutuskan untuk beristirahat, karena acara resepsi akan diadakan malam hari.

__ADS_1


Vanila tidak menyadari, bahwa ada sepasang mata yang penuh kerinduan, memandangnya dari belakang para tamu undangan.


"Kamu makin cantik Va." Ucap Vano sambil tersenyum.


__ADS_2