
Sepanjang acara, Alric selalu berusaha menggoda Vanila. Ntah kenapa Alric merasa tertarik dengan Vanila yang penuh misteri.
Carl yang curiga kalau Alric ingin mendekati Vanila, berusaha menjauhkan Alric dari Vanila karena Alric adalah don juan keluarga mereka yang punya pacar dimana-mana karena para perempuan akan dengan suka rela masuk ke pelukan Alric.
"Tuan Carl tidak usah khawatir. Saya tidak akan jatuh ke dalam pesona tuan Alric." Kata Vanila sambil tersenyum, ketika Carl memberitahukan agar Vanila menjauh dari Alric, membuat Carl jadi semakin tertarik dengan Vanila. Hanya saja pembawaan Carl yang tenang dan memang lebih dewasa dibanding Alric, membuat Carl mampu menyembunyikan perasaannya dengan baik.
Tidak hanya Carl dan Alric, beberapa sepupu laki-laki mereka juga tertarik dengan Vanila, karena mereka baru pertama kali melihat Vanila, melihat perempuan yang begitu tertutup sehingga membuat mereka penasaran.
Carl selalu bersama Vanila, berusaha melindungi Vanila dari saudara-saudaranya yang memang memiliki wajah tampan, tapi juga merupakan pria-pria yang memiliki banyak wanita. Di antara anggota keluarga profesor Lucas, hanya Carl yang menuruni sifat profesor Lucas yang dingin.
"Carl, kenapa kamu selalu bersama Aisyah. Kami juga ingin berkenalan dengan perempuan cantik ini." Kata Louis sepupu Carl dari pihak ibu.
"Karena aku tidak ingin kalian merusak Aisyah." Jawab Carl tenang.
"Bagaimana kami bisa merusak wanita secantik Aisyah?" Tanya Dave yang juga sepupu Carl tidak terima mendengar jawaban Carl.
"Maaf tuan-tuan. Bukankah nyonya Sofie sudah memperkenalkan saya? Saya rasa itu sudah cukup. bukannya saya sombong. Tapi maaf sekali, saya sudah menikah dan dalam kepercayaan yang saya anut, tidak baik kalau saya berkenalan dengan banyak pria. Saya dekat dengan tuan Carl, karena tuan Carl yang menjemput saya. Dan kami tetap menjaga jarak." Terang Vanila membuat yang mendengarnya terkejut, kalau Vanila sudah menikah, dan membuat mereka kecewa termasuk Alric dan Carl.
"Aisyah maaf. Kamu benaran sudah menikah?" Tanya Carl tidak percaya, ketika para sepupunya meninggalkan Aisyah dan Carl dengan perasaan kecewa. Karena prinsip keluarga mereka, mereka boleh bermain dengan wanita manapun, asal jangan dengan wanita yang sudah menikah.
"Benar tuan Carl." Jawab Vanila
"Tapi saya tidak pernah melihat suami kamu?" Tanya Carl lagi.
"Maaf tuan, saya tidak harus menjelaskan masalah rumah tangga saya kepada anda. Tapi benar saya sudah menikah." Jelas Vanila yang membuat Carl terdiam.
Vanila meninggalkan Carl karena nyonya Sofie memanggilnya, untuk mengobrol dengan saudara nyonya Sofie yang lainnya.
Vanila yang memang cerdas dan pandai menempatkan diri, membuat keluarga nyonya Sofie menyukainya. Bahkan Nyonya Emma yang merupakan kakak kandung nyonya Sofie, mengatakan kalau ia ingin mengadopsi Vanila, karena ia dan suaminya tidak punya anak perempuan. Karena di keluarga merea anak perempuan memang sedikit sekali. Keponakan nyonya Sofie yang perempuan hanya 3 orang dan keponakan laki-lakinya lebih dari 20.
Vanila menolak dengan halus keinginan nyonya Emma, karena sebenarnya nyonya Sofie beberapa kali mengatakan bahwa ia ingin Vanila menjadi putrinya, tapi Vanila menolaknya karena Vanila punya keluarga sendiri walaupun kedua orang tuanya sudah meninggal.
__ADS_1
Melihat keluarga nyonya Sofie membuat Vanila mengingat keluarganya yang sudah lama tidak di hubunginya, walaupun Vanila selalu mendapatkan kabar dari pengacaranya, tapi Vanila tidak pernah sekalipun menghubungi mereka termasuk mbok Sa.
Vanila yang teringat keluarganya, tiba-tiba merasa sesak dan sedih, sehingga Vanila pamit ke toilet, agar tidak ada orang yang melihat sudut matanya yang mulai basah.
Vanila segera menghapus air matanya, dan menguatkan dirinya untuk tidak menangis.
Baru saja Vanila memikirkan mbok Sa, tiba-tiba pengacara yang selama ini selalu memberikan kabar tentang keluarganya termasuk mbok Sa menelpon Vanila.
Vanila yang menerima telpon begitu sudah keluar dari toilet, dan berada di lorong gedung menuju ruangan tempat acara. Belum sampai ruangan, Vanila terduduk lemas ke lantai dengan air mata yang mengalir deras. Carl yang kebetulan sedang berada di lorong karena Ia merokok, segera mematikan rokoknya dan berlari menghampiri Vanila.
"Kenapa Aisyah? Kenapa kamu menangis?" Tanya Carl panik.
Vanila yang masih syok mendengar berita yang disampaikan pengacaranya, belum bisa menjawab pertanyaan Carl. Air mata Vanila semakin deras.
Alric yang melihat Vanila menangis, dan ada Carl di dekatnya, mengira kalau Carl sudah berbuat jahat dengan Vanila. Sehingga Alric mendorong Carl agar menjauh dari Vanila.
"Kenapa kakak buat Aisyah menangis? Apa yang kak Carl lakukan Aisyah. Kamu bilang dengan aku." Kata Alric emosi.
"Tuan Carl tidak salah tuan Alric. Maaf saya baru terima telpon tentang keluarga saya. Saya harus kembali ke negara saya secepatnya." Kata Vanila, lalu menyeka air matanya, mengambil hpnya dan segera berdiri.
"Nyonya..."
"Apa yang kalian lakukan pada Aisyah?" Tanya nyonya Sofie marah, karena mengira anaknya membuat Vanila menangis.
"Maaf nyonya, tuan Carl dan tuan Alric tidak bersalah. Saya menangis karena ada keluarga saya yang mengalami kecelakaan. Saya izin pamit harus kembali ke negara saya. Terimakasih jamuan makan malamnya. Semoga umur nyonya berkah, dan doa terbaik saya buat nyonya." Kata Vanila sambil memeluk nyonya Sofie.
"Kamu akan kembali ke negara I?" Tanya Carl.
"Iya tuan, saya akan cari penerbangan tercepat ke negara I" Kata Vanila.
"Kalau pakai pesawat komersil, kamu akan butuh waktu yang lama untuk sampai negara I. Saya akan telpon Pilot pribadi Alric untuk mengantar kamu ke negara I, menggunakan jet pribadi." Kata Alric.
__ADS_1
"Saya tidak mau merepotkan tuan." Kata Vanila.
"Tidak repot. Saya akan antar kamu kembali ke apartemen untuk mengambil dokumen perjalanan." Kata Carl dan Vanila mengangguk setuju.
Carl segera mengantar Vanila ke Apartemennya, untuk mengambil semua dokumen penting yang Vanila miliki. Vanila juga menghubungi Cathrine agar segera ke apartemennya, karena Vanila akan kembali ke negara I, dan Vanila tidak tahu berapa lama ia akan berada di negara I.
"Kok lo mendadak banget sih Ai?" Tanya Cathrine dengan suara sedih.
"Maaf Keket, mbok Sa kecelakaan. Beliau adalah salah satu orang yang paling berharga di hidup aku. Tolong periksa dan jaga semua pasien aku ya." Kata Vanila sambil memeluk Cathrine yang mulai menangis, karena memang dasarrnya Cathrine adalah anak yang cengeng.
Setelah berpamitan dengan Cathrine, Carl segera mengantar Vanila ke Bandara. Sesampainya di Bandara ada seorang wanita cantik yang ditemui Carl dipintu masuk. Wanita itu menyerahkan travel bag kecil dan amplop berwarna coklat kepada Carl.
"Ayo Aisyah. Kapten Martin sudah menunggu kita." Kata Carl.
"Kita?"
"Iya, saya akan antar kamu ke negara I. Sekretaris saya sudah urus dokumen perjalanan saya." Jawab Carl.
"Tapi, apakah ini tidak akan merepotkan tuan?" Tanya Vanila.
"Tidak sama zekali. Saya senang bisa membantu kamu. Lagian saya sudah lama tidak liburan. Saya rasa liburan di negara I pasti menyenangkan. oh iya jangan panggil saya tuan, karena saya bukan tuan kamu" Kara Carl beralasan. Padahal Carl tidak ingin kehilangan Vanila dan ingin menjaganya.
"Oh, ok tuan Carl." Kata Vanila.
Mereka segera masuk kedalam jet pribadi milik keluarga Carl, Jet itu lebih sering digunakan Alric karena pekerjaan Alric yang tour keluar negeri, membuat profesor Lucas memutuskan untuk membeli jet pribadi.
Setelah pesawat take off, Vanila berusaha untuk mengistirahatkan dirinya yang lelah. Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu 16 jam menggunakan pesawat komersil, bisa di tempuh sekitar 13 jam menuju negara I, karena Vanila tidak perlu transit.
"Kamu istirahat si dalam saja." Kata Carl meminta Vanila istirahat di kamar yang tersedia.
"Nggak usah. Saya di sini aja. Tu.. eh kamu saja yang istirahat di dalam." kata Vanila tidak enak.
__ADS_1
"Jangan khawatir, walaupun kamar itu sering di pakai Alric, tapi saya sudah meminta kru untuk membersihkan dan mengganti dengan seprai yang baru." Kata Carl lagi.
"Baiklah. saya istirahat dulu. terimakasih." Kata Vanila lalu segera istirahat di dalam kamar yang ada di jet pribadi.