Vanilarea

Vanilarea
Surprise...


__ADS_3

Sejak kembali ke Indonesia, Al jarang berada di rumah. Hanya sewaktu makan malam Al, makan bersama dengan umi, abah dan Vanila. Beberapa kali Vanila juga melihat Al membawa Sidqila bertemu dengan umi dan abah. Karena Vanila kalau di rumah, dan tidak ada kegiatan di pesantren lebih suka berada di kamarnya.


"tok tok tok"


"La di luar ada Azzam." Kata umi Salma.


" Sebentar umi." Kata Vanila lalu segera mengenakan jilbab instannya, dan keluar menuju teras. Vanila melihat Sidqila, Al dan Umi yang sedang duduk dan ngobrol di ruang tamu.


"assalamualaikum kak." Salam Vanila


"Wa'alaikumussalam wr.wb. Syah. oh iya, ini kakak agak nggak ngerti beberapa soal latihan yang di LKS." Kata Azzam.


"Alah alasan. bilang aja mau ketemu aku." Kata Vanila sambil tertawa yang membuat Azzam agak terkejut, karena baru sekali ini Vanila bercanda.


"Ini beneran kamu Syah?" tanya Azzam heran.


"Beneran lah kak. capek ah purak-purak jutek. Jadi ratu juteknya cukup di sekolah aja. Ya udah, mana bukunya?" jata Vanila.


"Kamu udah siap?" tanya Azzam


"udah tadi pas jam istirahat kedua aku kerjakan." Kata Vanila


Azzam lalu mengeluarkan LKS, buku dan alat tulis.


"ini tuh caranya gini. sebenarnya rumus ini ada loh di buku cetak halaman 85, paragraf ke tiga. ada contohnya juga. Jadi yang ini di kali, trus di cari dulu akar dari angka ini..." kata Vanila yang menjelaskan secara terperinci dan membuat Azzam memandang Vanila bengong.


"Jangan pandang lama-lama kak. ntar naksir." Kata Vanila yang membuyarkan kebengongan Azzam.


"Astagfirullahhaladzim. maaf Syah, heran aja kakak, kenapa kamu bisa paham detail gitu." Kata Azzam.


" aku kebanyakan makan ginko biloba kayaknya." Kata Vanila bercanda.


"Hah.. yang bener kamu Syah, makan banyak ginko biloba bisa membuat kita jadi pintar?" tanya Azzam antusias.


"aku sih nggak konsumsi ginko biloba, tapi ginko biloba kan salah satu spesies tanaman dari jenisnya yang masih ada sampai sekarang. ginko biloba mengandung anti oksidan yang tinggi, dan kandungan zat lainnya yang bisa meningkatkan daya ingat, kinerja otak dan mencegah demensia. intinya ginko biloba itu adalah salah satu tanaman yang kalau di konsumsi bagus buat otak. selain itu perlu banyak membaca juga sih..😁" jelas Vanila.


"Kamu ini ratunya tanaman ya Syah? Kalau sudah menyangkut tanaman, pasti bisa jelasin dengan rinci." kata Azzam.


"Nggak lah. itu mah informasi gampang. intinya sih harus rajin membaca, karena membacakan jendela ilmu yang bisa membawa kita ke jendela yang lain. jendela tumuh-tumbuhan, hewa , ilmu pengetahuan, jendela tetangga juga bisa." kata Vanila sambil tertawa karena melihat Azzam yang sangat serius mendengar penjelasan Vanila.


"uasem kamu Syah. kakak lagi serius menyimak, sempat-sempatnya nyasar ke jendela tetangga." Kata Azzam juga tertawa.


"Jangan serius-serius banget kak. kemaren ayam tetangga terlalu serius, eh tau-tau mati." Kata Vanila kembali menertawakan Azzam.


percakapan Vanila dan Azzam sebenarnya menarik perhatian Al. Tapi Sidqila yang nggak mau Al memperhatikan Vanila, selalu mengalihkan perhatian Al.


Tidak sampai 30 menit, Vanila selesai menjelaskan beberapa rumus kimia yang ada di LKS. Azzam yang baru tahu kalau Vanila adalah anak yang menyenangkan, semakin merasa tertarik dengan Vanila.


"Umi Azzam pulang dulu. Kak Al, Azzam pulang. Salam sama Abah. Assalamualaikum wr wb."


"wa'alaikumussalam wr.wb" Jawab Vanila, Umi, Al dan Sidqila.


"Salam juga buat Abi sama uma kamu Zam." kata Umi salma


"iya umi." Kata Azzam lalu pergi mengendarai sepeda motornya meninggalkan halaman rumah umi Salma.


"Lala masuk dulu umi." Kata Vanila lalu kembali kekamarnya.

__ADS_1


Sebenarnya Al merasa tidak asing dengan Vanila. Tapi ntah kenapa, Al merasa Vanila bukanlah orang yang ia kenal.


Sejak Al, membawa Sidqila ke rumahnya, Sidqila jadi sering ke rumah umi Salma. Kadang-kadang Sidqila membantu umi Salma memasak makan malam, dan makan bersama Al dan keluarganya. Sementara Vanila lebih senang makan di pesantren berama Rere dan Juli.


Azzam jadi sering datang ke rumah umi Salma dengan alasan ada mata pelajaran yang Ia tidak mengerti. Karena Vanila nggak suka berduaan dengan Azzam, Ia selalu mengajak Rere dan Juli belajar bersama. Rere yang memang dari awal suka dengan Azzam, sangat senang, jika Vanila mengajaknya belajar bersama.


Sudah sebulan Al balik ke Indonesia, rencananya Ia akan balik ke kota K di negara M dalam waktu satu bulan lagi. Tetapi karena ada urusan mendadak yang harus di selesaikan, membuat Al harus segera balik ke kota K di negara M. Sidqila, Umi dan Abah mengantarkan Al ke bandara. Sementara Vanila memilih tinggal di rumah, walaupun tadi umi Salma dan Abah mengajaknya. Ada perasaan yang membuat hati Vanila sakit melihat kedekatan Al dan Sidqila. Tapi Vanila selalu menutupinya dengan melakukan banyak kegiatan dan menghapal alquran, bahkan dalam satu bulan ini Vanila bisa menghapal 3 Juz.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Pada saat liburan semester pertama, Vanila pergi ke kota P di pulau S. Vanila sudah sangat rindu dengan mbok Sa. Vanila tidak memberitahukan mbok Sa atau bunda Ningrum bahwa Vanila akan menemui mereka. Sesampainya di kota P, Vanila segera menghubungi mbok Sa.


"Assalamualaikum mbok. Kangen Lala nggak?" Tanya Vanila


"Wa'alaikumussalam. kangen banget non. putri kecil mbok sudah besar, sudah nggak butuh lagi sama mbok nya." Kata mbok Sa yang pura-pura merajuk, karena sudah dua minggu Vanila tidak menelpon dan nomornya tidak aktif.


"Lala butuh mbok Sa. Tapi Lala kan sudah besar. masak Lala harus sama mbok terus.mbok sekarang ada di mana?" Tanya Vanila.


"Mbok lagi di panti, sama bunda." kata mbok Sa.


"ya udah, Lala VC aja ya?" Kata Vanila lalu segera mode panggilannya ke VC.


"Loh.. non mau kemana?" tanya mbok Sa, yang melihat Vanila berada dalam mobil.


"Mau ketemu sama orang yang paling Lala sayang." Kata Vanila sambil tersenyum, dan melihat ekspresi mbok Sa yang tiba-tiba sedih.


"Non mau ketemu Nyai Salma?" tanya mbok Sa.


"Nggak. Lala mau ketemu orang yang paling Lala sayang." Kata Vanila yang sudah sampai di panti dan sengaja tidak langsung masuk, tapi memilih berdiri di papan bertuliskan "Panti Asuhan Jannah"


"Aduh.. ini Lala lagi di mana ya?" Tanya Vanila pura-pura bingung, sambil mengarahkan kamrenya ke gerbang depan panti, yang membuat mbok Sa tersadar, kalau Vanila ada di depan Panti. Mbok Sa segera keluar dan berlari menuju gerbang. Sementara Vanila yang melihat mbok Sa, hanya berdiri diam sambil tersenyum dan merentangkan tangannya.


Mbok Sa segera memeluk dan mencium pipi Vanila, putri kecil yang hampir dua tahun ini tidak bisa dipeluk dan di ciumnya.


"Surprise.." Kata Vanila yang melepaskan pelukan mbok Sa, dan melihat bunda Ningrum, Guntur, dan anak-anak panti lainnya juga berlari memgikuti mbok Sa, karena mereka heran, melihat mbok Sa, tiba-tiba berlari kedepan.


"Mbok jangan nangis." Kata Vanila sambil tersenyum dan menyeka air mata mbok Sa.


"Kamu kok jahat sih La, biarin mbok Sa lari-lari?" Kata Guntur sambil geleng-geleng kepala.


"Kalau Lala lari-lari juga, ntar kayak film india dong." Kata Vanila sambil tertawa, membuat yang lainnya juga tertawa.


"sudah-sudah, ayok masuk. ntar dilihat orang-orang yang lewat, kita dikira ngedemo panti, lagi." Kata bunda Ningrum menyuruh semuanya masuk.


Vanila berjalan sambil memeluk memeluk mbok Sa, dari samping, yang tidak mau melepaskan pelukannya.


"Lala nggak akan hilang kak. nggak usah di kekepin terus juga." kata bunda Ningrum yang melihat mbok Sa, masih nempel dengan Vanila.


"Kamu nggak tahu sih, gimana rasanya terpisah sama anak yang udah kamu besarkan dari bayi. hampir dua tahun Rum, kakak nggak peluk Lala." kata mbok Sa.


"Bunda alhamdulillah sehat ya.. kak guntur sama adek-adek yang lain juga sehat semua." Kata Vanila sambil tersenyum.


"Loh, bukannya biasanya itu jawaban bunda, atau kakak ya La?, Kan kamu seharusnya bertanya 'bunda, kak Guntur dan adik-adik apa kabar?' nanti baru bunda jawab seperti yang kamu bilang tadi." Kata Guntur .


"Itu mah kebiasaan lama, dan kelihatan banget basa basinya kak. Kan Lala sudah lihat kalau semuanya baik-baik aja. ya.. ngapain juga Lala harus tanya lagi." Kata Vanila sambil tersenyum.


"Jahil nya masih nggak hilag, padahal sudah masuk pesantren" Kata Guntur yang geleng-geleng kepala mendengar jawaban Vanila.

__ADS_1


"Assalamualaikum eperybadih, Jaki yang ganteng datang nih." kata Jaki mengucapkan salam, dan langsung masuk ke ruang tamu.


"wa'alaikumussalam" Kata semua yang mendengar kompak.


"ada apa ini ramai-ramai?" tanya Jaki yang langsung duduk di samping Guntur, dan masih belum menyadari kehadiran Vanila, karena Vanila menggunakan kacamata bingkai bulat yang membuat wajahnya agak berbeda.


"Nongol aja nih Jailangkung. datang nggak di jemput, pulang nggak diantar." Kata Guntur, membuat yang lainnya tertawa, sementara Jaki hanya nyengir.


"Bund, Lala nggak VC?, Biasanya jam segini Lala VC bunda atau mbok Sa." Tanya Jaki.


"Hari ini nggak VC. Tapi live siaran langsung" Kata bunda Ningrum yang membuat Jaki bingung, lalu Jaki melihat arah mata bunda Ningrum menatap.


"oh my God oh my God. ini kamu La?, Maaf kak Jaki nggak ngenalin kamu. lagian kenapa pakai dandanan culun gini sih?" Kata Jaki yang langsung, ingin mendekat ke arah Vanila, tetapi dicegah Guntur.


"Kayak bebek aja nih kak Jaki, main nyeruduk aja." Kata Vanila


" Bukannya bebek itu nyosor ya La?" tanya Jaki heran.


"Bebeknya Lala suka nyeruduk, nggak nyosor dia." kata Vanila, membuat yang lainnya kembali tertawa.


"Kak Ghalih mana?, biasanya sepaket."Tanya Vanila


"Assalamualaikum" Salam Ghalih yang muncul d ambang pintu


"Wa'alaikumussalam" Jawab semuanya kompak.


"Buset dah. panjang umur tuh si Ghalih. baru di omongin dah muncul aja." kata Jaki.


"Lagi ada tamu ya bun?" Tanya Ghalih lalu duduk di samping Jaki.


"Iya tamu istimewa, pakai telor dua. kalau pedas yang karetnya dua ya." Kata Jaki sambil cekikikan


"Kamu kira aku mau beli nasi goreng." Kata Ghalih.


"Beneran tamu istimewa. tuh" Kata Jaki sambil memandang Vanila, dan Ghalih ikutan melihat ke arah Jaki memandang.


"Lala ! ini beneran kamu? Kok beda banget sih La? Kak Ghalih jadi nggak ngenalin." kata Ghalih yang senang bisa melihat Vanila.


"Biar beda aja. Wah.. Lala senang deh, semuanya sehat. cuma kurang kak Badai." kata Vanila smabil tersenyum.


"Kak Badai sama Kak Guntur kan kembar identik, Kamu lihat kak Guntur kan, sudah seperti lihat kak Badai. podoae samimawon kata orang jawa." Kata Jaki


"Beda dong kak. Oh iya, kak Guntur, gimana bisnisnya?" Tanya Vanila yang ingat kalau Guntur buka usaha kuliner gitu bareng temannya.


"Alhamdulillah La, minggu depan mau buka cabang baru."Kata Guntur senang.


"wah.. Alhamdulillah ya kak. Lala mau lihat Cafenya kak Guntur." Kata Vanila senang.


" Ya udah yok. sekalian tuh duo kwek kwek di bawak." Kata Guntur.


"Enak aja, aku dibilang kwek kwek. yang benar tuh petokpetok" Protes Jaki.


"Lah.. sama aja. sama-sama unggas ini."Kata Guntur yang mendengar protesan Jaki.


"Lala pergi sebentar ya mbok. Nanti Lala balik lagi kok. Lala lama kok disini. dua mingguan." Kata Vanila yang tahu kalau mbok Sa masih kangen.


"iya non. hati-hati" Kata mbok Sa, sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2