
Vanila sangat senang sekali bersekolah, karena setiap sekolah, Vanila pasti bertemu Al, menghabiskan waktu bersama-sama untuk belajar dan menghapal Al-Qur'an. selama 6 bulan perkenalan mereka, Vanila telah menghapal Al-Qur'an sebanyak 3 jus, jus 28 sampai jus 30. Walaupun tidak ada teman-teman yang mau main dengan Vanila, berteman dengan Al sudah cukup bagi Vanila.
"Kak, hari Minggu, mau nggak temanin Lala ke toko buku?" tanya Vanila
"hari Minggu ya..? mmm... boleh. kita ketemuan di toko buku aja ya. kakak tunggu Lala jam 10 di toko buku." kata Al.
"ok kak. terimakasih sudah mau nemanin Lala." kata Vanila senang.
Sesuai dengan waktu yang dijanjikan, Al menemani Vanila ke toko buku. memilih beberapa buku bacaan yang menurut Al, belum waktunya anak seumur Vanila membaca buku tersebut. setelah selesai membeli buku, Al mengajak Vanila untuk makan siang kemudian main di tempat permainan yang ada di mall tersebut. Pak Arman mengikuti Al dan Vanila kemanapun mereka pergi, tapi tetap menjaga jarak.
"Lala senang banget deh kak. biasanya Lala kalau ke mall sama mbok Sa atau pak Arman cuma beli buku doang. soalnya kalau mbok Sa dan pak Arman Lala ajak main, nggk mau, kata mbok Sa 'bisa kumat encoknya si mbok non'" kata Lala sambil memperagakan mbok Sa ngomong yang membuat Al tertawa.
hampir setengah harian mereka berada di mall. Al mengikuti semua keinginan Vanila yang ingin main hampir semua permainan yang ada. bahkan Vanila mendapatkan banyak boneka dari mesin capit boneka. Al sampai heran, biasanya orang-orang akan kesulitan untuk mendapatkan boneka dari mesin capit boneka, tapi Vanila bisa mendapatkan semua boneka yang ia mau dengan sekali percobaan.
"kok gampang banget sih La, dapat nya? kakak sudah 10 kali coba nggak dapat" kata Al sambil memasang wajah kesalnya.
"pakai logika donk kak, di hitung setiap sudutnya, pilih anggel yang tepat, pakek rumus algoritma biar lebih akurat lagi."terang Vanila yang membuat Al mengerutkan dahinya.
"Algoritma? emang kamu sudah belajar?"tanya Al heran dan tidak percaya
__ADS_1
"sudah dong."jawab Vanila dengan sombongnya sambil cekikikan.
"bukannya kamu baru kelas satu ya? dulu kak Al, waktu kelas satu belum belajar algoritma. kok kamu sudah belajar?"tanya Al lagi.
"Lala belajar sendiri"kata Vanila sambil nyengir 😁.
"emang kamu ngerti La?" tanya Al lagi tidak percaya.
"ngerti donk. Algoritma itu kan urutan langkah logis yang di gunakan untuk memecahkan suatu masalah. biasanya algoritma itu digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam matematika ataupun dalam pembuatan program komputer. jadi biar komputernya bisa bekerja dengan baik, maka digunakanlah algoritma untuk memecahkan masalah. Nah.. Lala juga pakai algoritma untuk mecahin masalah mesin capit."terang Vanila panjang lebar, sambil nyengir kuda seperti biasa 😁, yang membuat Al membuka mulutnya, melongo tidak percaya kalau anak kelas satu SD sudah mengenal algoritma. (belum tahu aja si Al, kalau umur Vanila baru 5 tahun. Kalau tau, bisa makin lebar mulutnya terbuka..😂😂)
"Kamu beneran kelas satu La?"tanya Al lagi masih tidak percaya.
selesai jalan-jalan, Al dan Vanila kembali ke rumahnya masing-masing. Hari ini Vanila sangat senang karena baru pertama kali Vanila pergi jalan-jalan selain dengan mbok Sa dan pak Arman. karena kakak-kakak Vanila selaku sibuk dengan urusannya dan mengabaikan Vanila. Hanya mbok Sa dan pak Arman yang selalu membesarkan hati Vanila, sehingga ia tidak tumbuh dari menjadi gadis yang murung.
Tidak terasa sudah hampir satu tahun Vanila sekolah dan berteman dengan Al. hanya Al teman yang Vanila punya. hari ini pelaksanaan Ujian Nasional untuk murid kelas 6 SD. karena Vanila kelas 1, jadinya Vanila sedang libur. Vanila, mbok Sa dan pak Arman berlibur ke kota B, karena Papa Vanila, baru saja membuka Hotel wisata baru di kota itu. Pada saat acara peresmian, Arland selalu membawa dan memperkenalkan anggota keluarga nya pada karyawan dan rekan bisnisnya yang hadir. Vanila yang baru itu di perkenalkan langsung menjadi pusat perhatian karena penampilannya yang memang berbeda dari kakak-kakak nya. Vanila yang menggunakan gaun kembang berwarna Salem terlihat sangat imut dan menggemaskan. Rambut almondnya yang halus dibiarkan tergerai. Hal itu membuat Arland semakin tidak sanggup menatap Vanila lama-lama. Karena Ia akan melihat sosok istri yang sangat dicintainya pada diri Vanila putri bungsunya.
Vanila yang tidak begitu suka keramaian memilih duduk di bangku taman sekitar kolam berenang yang ada di hotel. Vanila duduk sendiri sambil membaca buku seri pengetahuan. Vanila yang memang hoby membaca, tenggelam dalam dunia buku yang dibacanya, hingga Ia tidak sadar ada anak laki-laki yang usianya sekitar 5 tahun di atas Vanila.
"ehemmm"deheman anak laki-laki itu membuat Vanila menatap ke arah sumber deheman.
__ADS_1
"kakak sakit tenggorokan?"tanya Vanila dengan wajah polosnya yang membuat wajah anak laki-laki itu blusshing.
"imutnya" kata anak laki-laki itu dalam hati.
"hallo... kakak sakit tenggorokan? kalau sakit tenggorokan sana minum gih" kata Vanila lagi membuyarkan lamunan kagum anak laki-laki itu.
"Non Lala.. non..." terdengar suara mbok Sa memanggul Vanila.
"iya mbok."sahut Vanila, lalu bangkit dari duduknya
"permisi kakak, aku sudah di panggil. jangan lupa minum ya biar tenggorokan nya lega. kalau nggak lega dan tenggorokan nya masih gatal, kakak bisa cari biji kedondong, trus diikat pakai benang. Abis itu kakak telan, trus kakak tarik. nah gitu caranya menggaruk tenggorokan yang gatal."terang Vanila panjang lebar yang membuat anak laki-laki itu bengong. bahkan tidak sadar kalau Vanila sudah menjauh darinya.
Sudah seminggu Vanila berada di kota B menikmati liburan nya. sementara kakak-kakaknya sudah kembali, ke kegiatannya, karena kakaknya yang pertama dan kedua sedang menyelesaikan kuliah S1 nya di negara tetangga, sedangkan kakak ke tiganya kembali ke pesantren, dan kakaknya yang ke empat, memilih ikut kakak pertama dan keduanya tinggal di negara tetangga. Sedangkan Vanila, mbok Sa dan pak Arman kembali ke kotanya, karena dua hari lagi Vanila akan kembali bersekolah. Vanila sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Al. Ada banyak hal yang ingin diceritakan kepada Al sewaktu mereka bertemu nanti di sekolah.
"Lala nggak sabar mau ketemu kak Al mbok. Kak Al pasti kangen sama Lala." kata Lala dengan wajah yang ceria membayangkan wajah Al.
"iya. nanti pas sekolah, non bisa ketemu den Al." kata mbok Sa sambil mengelus sayang kepala Vanila.
Hari ini Vanila sangat bersemangat. pagi-pagi sekali Ia sudah bangun dan mempersiapkan oleh-oleh yang sudah di belinya untuk Al. Sewaktu jam istirahat, Vanila segera menuju pondok yang berada di tepi danau tempat Ia biasa bertemu dengan Al. Jam istirahat hampir habis, tapi Al tidak muncul di tempat mereka biasa bertemu. Vanila menghembuskan nafasnya berat, karena tidak sabar ingin bertemu dengan Al. Sampai jam istirahat berakhir, Al tidak juga kelihatan.
__ADS_1
Sudah seminggu sejak Vanila kembali sekolah. setiap jam istirahat, Ia selalu menunggu Al, tapi Al seperti hilang di telan bumi, tidak pernah menampakkan dirinya di tempat mereka biasa bertemu. Bahkan Vanila memberanikan diri mencari Al di sekolah, tapi karena sekolahnya cukup luas, dan ada banyak kelas, Vanila tidak tahu harus mencari Al kemana. Selama mereka berteman, Al tidak pernah cerita Ia kelas berapa, atau kelasnya berada di mana. Bahkan Vanila hanya tahu namanya Al, dan di sekolah itu ada banyak sekali murid yang bernama Al.