Vanilarea

Vanilarea
Captain Ketus


__ADS_3

Vanila menggunakan sepeda untuk ke kampusnya, karena jarak kampus dan rumah sakit yang tidak terlalu jauh.


Sesampainya di kampus, Vanila langsung menemui profesor Lucas untuk membicarakan pengajuan Disertasi yang ditulisnya.


"Prof Lu, apa kabarnya hari ini?" Tanya Vanila ramah.


"Baik sayang. Apakah di rumah sakit banyak pasien hari ini?" Tanya Profesor Lucas.


"Ada satu mobil tentara militer yang mengalami kecelakaan sekitar 15 orang. Sepertinya mereka tentara gabungan dari beberapa negara. Untungnya yang parah tidak begitu banyak." Kata Vanila Lalu mulai menyerahkan disertasinya keoada profesor Lucas.


Profesor Lucas menerima dan memeriksa disertasi yang diberikan oleh Vanila dengan seksama. Jika disertasi itu tidak ada masalah, maka minggu depan Vanila bisa mengajukan sidang untuk lisensi spesialisasinya.


"Saya tidak habis pikir dengan kamu. Banyak mahasiswa saya yang pintar, tapi tidak ada yang secerdas kamu. Kamu selalu bisa memikirkan teknik baru agar operasi tidak menimbulkan resiko yang besar bagi pasien." Kata profesor Lucas senang.


"So..?"


"Kamu bisa pengajuan sidang minggu depan." Kata profeaor Lucas sambil tersenyum.


"Beneran prof?" Tanya Vanila tidak percaya, dan hanya dijawab dengan senyuman dan anggukan oleh profesor Lucas.


"Alhamdulillah. Terimakasih prof" Kata Vanila sambil mengatupkan tangannya di depan dadanya.


"Oh iya Aisyah, hari ini istri saya belajar masakan arab. Dia meminta saya untuk belanja di supermarket halal. Apakah kamu bersedia makan malam di rumah?" Tanya profesor Lucas.


"Ok. Nanti saya sempatin ke tempat profesor." Kata Vanila.


"Nanti Alaric akan jemput kamu jam 5." Kata profesor Lucas.


"Baik prof. Saya kembali ke rumah sakit dulu. Terimakasih buat bimbingannya." Kata Vanila tersenyum senang.


Setelah mendaftar disertasinya untuk sidang, Vanila memutuskan untuk kembali ke rumah sakit, memeriksa beberapa pasien yang ditanganinya semalam.


"Bagaimana keadaan pasien yang tadi malam masuk suster Anet?" Tanya Vanila sambil menerima laporan dari suster Anet.


"Ada beberapa yang sudah bisa pulang. Yang di ruang ICU sudah melewati masa kritis dan sudah dipindahkan ke ruang rawat." Jelas suster Anet.


"Ok sus. Terimakasih. Kita cek dulu kondisi pasien yang masuk tadi malam." Kata Vanila sambil mengalungkan stetoskop ke lehernya.


Sesampainya di kamar rawat, Vanila mulai memerikksa beberapa pasien yang di tanganinya. Vanila memeriksa pasiennya dengan ramah, dan menjawab semua yang di tanyakan dan menjelaskan kondisi terbaru pasien kepada pasien atau keluarganya.


"Permisi. Maaf sebelumnya. Anda dari negara I?" Tanya Vanila ramah, tapi tidak tahu kenapa, justru pasien Vanila yang satu ini bersikap jutek.


"Iya." Jawabnya pendek.

__ADS_1


"Anda muslim?" Tanya Vanila lagi hati-hati.


"Iya." Jawab tentara itu singkat.


"Dokter maklum saja. Kapten Pram memang seperti itu, mungkin karena biasa berhadapan dengan muka datar, senapan, tank, truk tentara, jadi agak sedikit jutek." Terang Kapten Antonius yang kondisinya tidak begitu parah sambil tertawa.


"Oo.. begitu ya Capt?" Tannya Vanila kepada Kapten Antonius.


"Oh iya. Apakah dokter juga berasal dari negara yang sama dengan kapten Pram?" Tanya Kampten Antonius.


"Iya. Saya juga dari negara I." Jawab Vanila ramah.


"Apakah dokter sudah punya pasangan?" Tanya kapten Antonius dengan wajah mesumnya.


"Sudah." Kata Vanila sambil menunjukkan cincin bermata hijau yang merupakan milik mamanya.


"Wah... Saya kira orang seimut dokter belum punya pasangan." Kata Kapten Antonius kecewa.


"Maaf sudah membuat anda kecewa Capt." kata Vanila lagi.


"Oh iya, Captain Pram, jika ada keluhan bisa menghubungi Suster Anet yang berjaga siang ini. Untuk makan siang Anda, nanti akan diantarkan oleh petugas rumah sakit. InshAllah halal." Kata Vanil lalu pergi meninggalkan ruang rawat.


Hari ini Vanila masak bubur Almond dan jus buah bit yang bagus untuk pemulihan Captain Pram.


"Kamu masak apa Syah?" Tanya Cathrine yang datang ke ruang Vanila.


"Iuh.. masakin aku Salmon pansier dong." Rengek Cathrine


"Lihat di kulkas masih ada stock salmon nggak,? Kalau nggak ada kamu order online, sekalian oxtail ya."Kata Vanila sambil memindahkan bubur Almond ke piring rumah sakit.


"Ada nih, tapi tinggal sepotong." Kata Cathrine sambil mengeluarkan salmon dari kulkas.


"Yakin cukup?" Tanya Vanila


"Hehehe" Jawab Cathrine sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya udah, ntar aku tambah salad Caviar. Masih ada stock setengah kaleng." Kata Vanila sambil mengeluarkan bahan-bahan salad caviarnya.


Vanila mulai mengupas, membersihkan dan mengiris beberapa jenis sayuran yang digunakan sebagai bahan salad. Untuk dressingnya, Vanila sudah punya stock creammy salad dressing yang sudah dibuat Vanila.


Vanila membuat porsi yang agak banyak, sekalian akan menjadi menu makan siang Captain Pram. Untuk proteinnya Vanila menyiapkan Chiken Katsu.


Petugas pengantar makanan rumah sakit menjemput makanan yang disiapkan Vanila.

__ADS_1


Pram yang melihat menu makan siangnya mengangkat alisnya, menunjukkan kalau Ia tidak suka dengan menu makan siangnya.


"Dokter Aisyah bilang, ini bagus untuk pemulihan Anda tuan." Kata Petugas rumah sakit yang mengantarkan makanan.


"Letakkan saja. Nanti saya makan." Kata Pram yang mulai memejamkan matanya.


Selesai makan siang dan sholat zuhur, Vanila memeriksa apakah Captain Pram memakan makanannya.


"Wah.. dokter pilih kasih. Kenapa hanya Captain Pram yang di kasih masakan dokter?" Protes Captain Antonius.


"Itu karena Captain Pram sama seperti saya. Kami tidak bisa makan makanan yang tidak halal." Kata Vanila.


"Halal?"


"Makanan yang diperbolehkan oleh agama saya, salah satunya tidak mengandung pork dan sejenisnya." Jelas Vanila


"Oh.. beruntung sekali Captain Pram." Kata Captain Antonius.


"kenapa anda tidak makan makanan anda captain?" Tanya Vanila, dan Pram hanya diam saja.


"Ini bagus untuk pemulihan Anda. InshAllah ini halal dan juga, emmm.. enak kok." Kata Vanila sambil mencoba menyuapkan bubur Almond kepada Pram.


Pram yang di pandangi oleh teman-temannya yang lain dan merasa tidak enak, akhirnya menerima suapan Vanila. Bagitu bubur almond buatan Vanila menyentuh lidahnya, Pram yang tadi merasa bubur Almond buatan Vanila tidak enak karena bentuknya, malah menyukainya karena rasanya yang enak.


Pram mengambil mangkok bubur dan sendok dari tangan Vanila, lalu menyuapkan sendiri bubur Almond ke mulutnya. Setelah itu Pram mulai menikmati salad sayur dengan dressing yang creammy dan menyegarkan buatan Vanila. Dalam sekejap,semua makanan yang dibawa petugas rumah sakit, sudah berpindah ke perut Pram.


"Alhamdulillah kalau anda suka. Nanti untuk makan malam, saya akan buatkan menu spesial." Kata Vanila karena mengingat kalau Chatrine membelikannya beberapa potong salmon segar.


"Terimakasih" Kata Pram tanpa ekspresi, dan Vanila hanya menaikkan bahunya, tidak perduli dengan keketusan Pram, lalu segera pamit meninggalkan ruang rawat Pram.


Seperti janji Vanila, Ia membuatkan makan malam special untuk Pram menggunakan bahan utama daging salmon yang masih segar, di tambah ketang tumbuk, dan salad sayur dengan sambal matah.


"Suster Anet, nanti makan malam Captain Pram tinggal panaskan ya. Soalnya aku mau dinner di rumah prof Lucas." Kata Vanila yang siap-siap akan pergi ke rumah Prof Lucas di jemput Alaric anak tertua profesor Lucas.


"Wah.. tuan Carl atau tuan Alric yang jemput?" Tanya suster Anet, karena Carl dan Alric yang merupakan anak Profesor Lucas merupakan orang yang cukup terkenal di kota Heidelberg. Carl adalah seorang pebisnis yang sukses, sementara Alric merupakan Penyanyi yang terkenal di negara J.


"Tuan Alric." Kata Vanila singkat.


"Kapan ya aku di jemput tuan Alric untuk makan malam bersama keluarganya?" Tanya suster Anet pada dirinya sendiri.


"Mau ikut? Ayok." Kata Vanila sambil memasukkan mukenahnya ke dalam tas ransel.


"Boleh memang?" Tanya suster Anet

__ADS_1


"Nggak tau juga sih." Kata Vanila


"Kamu ini kebiasaan, suka nggak jelas." Kata suster Anet cemberut.


__ADS_2