
Vanila menhabiskan waktu sorenya bersama Badai dan teman-temannya. Selama berada di cafe, mereka menjadi pusat perhatian. Vanila yang cantik dan imut ditambah cowok-cowok ganteng yang gagah khas tentara.
"La, nanti malam ada acara nggak?" Tanya Badai.
"Tergantung sih kak. Memangnya kenapa?" Tanya Vanila
"Kakak ada acara kegiatan tahunan sih. Kamu bisa jadi pasangan kakak datang di acara itu nggak?" Tanya Badai lagi.
"Wah wah.. ciptakan sejarah baru nih, cowok cuek anti cewek bawa cewek ke acara. Tapi worthed sih. Wah kalah start gue." Kata Bagas yang memasang wajah kecewa.
"Elo kan playboy cap buaya. Cewek lo banyak. Biarlah tahun ini Badai gandeng cewek ke acara. Biar dia nggak diejekin sama senior terus." Kata Andre.
"Bisa sih. Konsep acaranya seperti apa? Biar ntar Lala sesuikan pakainnya." Kata Vanila yang membuat Badai senang.
"Konsep acaranya party, kaya acara prom anak sekolah gitu sih. Silaturrahmi, makan-makan dan ada beberapa penampilan juga. Suasananya nggak terlalu formal juga." Terang Badai.
"Ok. Ntar Kakak jemput aku aja ke Vila bougenvile 1, aku nginap di sana. Ya udah. see you later abang-abang ganteng." Kata Vanila lalu pamit pergi meninggalkan Badai dan teman-temannya.
Sebelum kembali ke kamarnya, Vanila singgah sebentar ke butik yang menjual pakaian muslimah. Vanila melihat gamis berbahan borkat berwarna hijau army yang sangat cantik, lengkap dengan jilbabnya berwarna senada. Vanila membeli gamis yang dilihatnya, dan langsung kembali ke kamarnya.
"Assalamualaikum mbok." Salam Vanila begitu melihat mbok Sa yang sedang duduk santai di teras vila.
"Wa'alaikumussalam non. Sempat-sempatnya belanja." Kata mbok Sa sambil mengikuti Vanila masuk ke dalam.
"Iya. Lala jumpa kak Badai, trus kak Badai minta temanin ke acara sekolahnya." Terang Vanila.
"Oh iya. Badai ada disini?" tanya mbok Sa
"Iya mbok, acaranya ada di ballroom hotel. Nanti kak Badai jemput Lala abis magrib. Oh iya, mbok tolong temanin dulu ya oma Ratna dan yang lainnya. Kalau ada yang nanya Lala, bilang aja Lala ada keperluan." Kata Vanila.
"Iya, nanti mbok temanin buk Ratna." kata mbok Sa.
"Terimakasih mbok. Lala mau mandi dulu, trus mau siap-siap sholat magrib." Kata Vanila lalu menuju kamarnya.
Selesai mandi dan sholat magrib, Vanila siap-siap untuk pergi bersama Badai. Untuk menghargai Badai, Vanila sedikit memakai makeup yang natural, karena Vanila memperhatikan ketika Angel meriasnya sewaktu acara pernikahan kakak-kakaknya.
Sebelum pukul tujuh malam, Badai sudah datang menjemput Vanila. Karena Vanila masih siap-siap, mbok Sa yang membukakan pintu untuk Badai. Badai terlihat sangat gagah menggunakan PDH dengan pangkat SERMADAKAR.
"Masuk dulu nak Badai." Ajak mbok Sa
"Badai tunggu Lala disini aja mbok." Kata Badai yang memilih duduk di bangku teras luar.
"Makin gagah kamu. Ningrum pasti senang lihat kamu." Kata mbok Sa bangga.
"InshAllah mbok. Badai bisa buat bunda bangga." Kata Badai.
"Assalamualaikum kak. Waduw, aku salah warna ya? Kok kakak nggak bilang warna bajunya biru." Kata Vanila protes karena warna baju yang ia kenakan tidak senada dengan Badai yang mengenakan PDH atasan warna biru, celana berwarna putih.
"Ya udah, biar agak nyambung dikit, aku pakai heels putih aja." Kata Vanila lalu mengganti sepatu yang ia gunakan.
"Maksa banget sih La. Nggak harus matching juga kali La. MashaAllah, kalau dandan ternyata kamu cantik banget ya La." Kata Badai.
"Cantiklah. Karena Lala perempuan. Kalau Lala ganteng berarti Lala laki-laki." Kata Vanila sambil tertawa.
"Kamu ini ya, ada aja jawabannya. Ya udah, yok berangkat." Kata Badai lalu mereka pamitan dengan mbok Sa.
"Nggak di gandeng kakak, La. Biar kayak di film-film." kata Badai sambil memberikan lengannya untuk di gandeng Vanila.
"Big no. Bukan mukhrim." Kata Vanila
"Ya udah, kita jadi mukhrim aja yuk?" Kata Badai mencoba menggoda Vanila.
"Tunggu 4 tahun lagi." Kata Vanila sambil tertawa.
"Beneran ya La. Kakak tunggu loh. 4 tahun lagi kakak jadikan mukhrim." Kata Badai serius.
"Ye.. kak Badai serius amat. Amat aja nggak serius, lagian seriuskan udah bubar." Kata Vanila kembali tertawa karena tidak mau menganggap serius omongan Badai.
"Kakak serius La." Kata Badai lagi.
"Rezeki, maut, jodoh itukan sudah tercatat di lauhulmahfuz. Jadi Lala nggak bisa janji apa-apa." Kata Vanila.
Tidak terasa karena keasyikan ngobrol, mereka sudah sampai di pintu ballroom hotel. Banyak sekali yang datang menghadiri acara tersebut.
Badai segera mengisi buku tamu yang disediakan oleh panitia. Begitu masuk ballroom, Vanila menjadi pusat perhatian. Badai segera mencari keberadaan teman-temannya. Karena itu acara gabungan sekolah akademi militer, maka yang hadir menggunakan PDH yang sesuai dengan angkatannya.
"Hi La. Ya ampun, kamu cantik banget. Tapi sayang masih cabe-cabean." Kata Bagas kagum sekaligus kecewa begitu mengingat umur Vanila.
"Terimakasih bang."Kata Vanila sambil tersenyum.
"Aduh, nggak usah senyum deh La. Bisa diabetes abang. Senyum kamu perpaduan gula aren sama madu, yang rasanya, beugh" Kata Bagas lagi.
"Gimana rasanya ya, madu tambah gula aren?" Tanya Vanila heran
"Manis banget yang jelas La. Kayak senyuman kamu." kata Bagas lagi.
__ADS_1
"Udah ah. ngegombal mulu Lo bro." Protes Badai.
"Kamu saltum ya La?" tanya Andre
"hehehe, Iya. Lala pikir yang namanya tentara pakaiannya hijau, ya udah Lala pakai hijau. Eh tau-taunya baju kak Badai biru. Lala pindah ke angkatan darat aja kali ya? tuh yang ijo-ijo, biar matching." Kata Vanila yang membuat Badai dan teman-temannya tertawa karena sikap lugu Vanila.
"Bang Badai." Sapa seorang perempuan cantik yang langsung menghampiri Badai.
"Eh Calista. Iya, ada yang bisa abang bantu?" Tanya Badai basa basi, karena Badai tahu betul kalau Calista suka mencari perhatian Badai. Dan Calista kelihatan tidak suka melihat Badai yang datang bersama Vanila.
"Nggak ada bang. Calista cuma mau sapa abang aja. Oh iya, mama nanyain tuh, kapan abang mau ke rumah lagi." Kata Calista yang bergelayutan manja di lengan Badai, dan hal itu membuat Badai sedikit risih.
"Nanti kalau abang lagi nggak sibuk. Oh iya kenalin, ini Lala." Kata Badai yang mencoba mengalihkan perhatian Calista.
"Hi kak." Kata Vanila sambil mengulurkan tangannya, tapi hanya ditatap sinis oleh Calista. Vanila yang tahu Calista tidak suka melihat Vanila, kembali menarik tangannya, sementara Calista justru membawa Badai meninggalkan Vanila dan teman-temannya.
"Maklumin aja ya La. Badai itu sebenarnya risih dengan Calista. Tapi yah, mau bagaimana lagi, Bapaknya pangkatnya tinggi." Kata Andre sambil tertawa agar Vanila kembali santai.
"Its ok bang. Udah biasa kok." Kata Vanila
"Oh iya, kamu mau abang ambilkan makanan?" Tanya Bagas
"Nggak usah bang, Lala diet. hahaha" Kata Vanila sambil tertawa, karena yang mendengar pasti tidak percaya kalau Vanila diet. Vanila punya body proporsional, jadi tidak mungkin diet.
Vanila yang sering tertawa bersama teman-teman Badai menjadi pusat perhatian. Mata hazel dan kulit putihnya sangat enak dilihat apalagi sewaktu Vanila tertawa.
"La, setiap kesatuan di tantangin buat persembahan mendadak. Kamu ada ide nggak, dari kesatuan kita, nampilin apa ya bagusnya?" Tanya Andre.
"Penggalangan dana aja. Kita buat lelang lagu. Nanti abang sama yang lainnya nyanyi, nah habis nyanyi, nyanyiannya di lelang, dan hasil lelangnya kita sumbangkan." Kata Vanila.
"Good idea. Kok nggak kepikiran ya? Biasanya yang di lelang barang, sekarang kita lelang nyanyian. Ok, Bagas sama Rangga suaranya bagus tuh. Abang bisa main drum, Badai bisa main Gitar, Raka main organ. Kamu mau ikutan juga nggak La?" tanya Andre
"Lihat nanti. Kalau nyanyian kakak, angka lelangnya kurang bagus, baru deh Lala turun kaki." kata Vanila pura-pura serius.
"Bukannya turun tangan ya?" Tanya Bagas
"Udah basi turun tangan kak. Turun kaki lebih seru." Kata Vanila sambil tertawa.
Andre mendaftarkan kegiatan yang akan ditampilkan angkatannya. Tidak lupa Andre mengajak teman-teman yang lain untuk bersiap-siap. Setelah berdiskusi akhirnya mereka memutuskan kalau yang nyanyi Rangga, sedangkan Bagas jadi MC, mengingat Bagas lebih periang dan kocak dibandingkan yang lain, supaya acara lelang mereka berhasil.
Andre dan teman-temannya memutuskan untuk membawakan lagu surat cinta untuk starla yang dinyanyikan oleh Virgoun.
"Selamat malam. Kami perwakilan dari AAU, akan melelang beberapa lagu, yang mana hasil lelang lagu ini akan kita sumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan. Saya akan memperkenalkan Anggota kami yang akan tampil, ada Rangga pada vokal dan bass, Andre pada drum, Raka pada organ dan saya Bagas sebagai MC. Adapun lagu yang akan kita bawa adalah sebuah lagu manis karya dari salah satu musisi hebat tanah air Virgoun, surat cinta untuk Starla. Selamat menikmati, dan jangan lupa kasih penawaran lelang yang tinggi ya" Kata Bagas sambil tersenyum yang membuat para tamu yang hadir banyak yang bersorak sorai.
Kutuliskan kenangan tentang
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
'Kan teramat panjang puisi
'Tuk menyuratkan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Aku pernah berfikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari
Yang kujalani sampai kini?
Aku selalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
__ADS_1
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu
Dan telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Untukmu hidup dan matiku
Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci
'Ku 'kan tetap di sini
Bila habis sudah waktu ini (Bila musim berganti)
Tak lagi berpijak pada dunia (Sampai waktu berhenti)
Telah aku habiskan (Walau dunia membenci)
Sisa hidupku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)
Telah habis sudah cinta ini (Bila musim berganti)
Tak lagi tersisa untuk dunia (Sampai waktu terhenti)
Karena telah kuhabiskan (Walau dunia membenci)
Sisa cintaku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Penampilan yang sangat memukau dari group band AAU, membuat suasana malam itu menjadi lebih semangat.
"Terimakasih buat semangat semuanya. Kita akan mulai acara lelang kita malam ini, kita buka harga lelang kita dari harga 500.000 trus angka berikutnya kelipatan 100.000." Jelas Bagus
"600.000" Kata Calista yang langsung di sambut riuh tamu yang hadir
"700.000"
"1.000.000"
"1.100.000"
"1.300.000"
"1,5 juta"
"2 juta"
"Wah makin seru nih. Apakah ada yang berani di atas dua juta?" Tanya bagas menyemangati
"3 juta"
"Wow, apakah ada yang berani di atas 3 juta?" tanya Bagas lagi, yang masih menyemangati tamu yang hadir
"10 juta" Kata Vanila, yang membuat semua mata tertuju pada Vanila
"Wah... Dermawan sekali adek cantik kita." Kata Bagas memuji Vanila
"15 Juta" Kata Calista tidak mau kalah
"Wah.. Mbak Calista juga dermawan ternyata. Ada lagi yang berani di atas 15 juta?" Tanya Bagas
"50 juta." Kata Vanila yang kembali membuat mata tertuju kepada Vanila
"Wow wow wow... Angka yang sangat fantastis. Ada lagi yang berani di atas 50 juta?" Tanya Bagas dan menunggu beberapa menit, tapi tidak ada yang berani naik kan harga lelang lebih tinggi lagi.
"Ok, 50 juta pertama. 50 juta kedua. 50 juta ketiga. Deal adek cantik yang di sana memenangkan lelang ini." Kata Bagas sambil bertepuk tangan.
"Alah, palingan uangnya nggak ada. Gaya-gayaan aja."Cibir Calista
"Biar tidak ada dusta diantara kita, apakah adek bersedia memberikan donasinya sekarang?" tanya Bagas.
"Berhubung saya tidak mungkin membawa uang cash, bagaimana kalau saya transfer, atau langsung donasikan ke salah satu badan amal. Nanti buktinya saya kirim ke bang Badai." Kata Vanila, lalu mengeluarkan handphonenya dan segera mentransfer 50 juta ke salah satu badan amal secara online. Setelah berhasil melakukan transaksi, Vanila segera menscreenshoot bukti transfernya dan mengirim ke WA Badai. Setelah menerima bukti transfer dari Vanila, Badai segera mengirimnya ke WAG acara hari itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah donasi sudah di kirim ke salah satu lembaga amal, dan buktinya bisa dilihat di WAG hari ini." Kata Bagas, membuat Calista yang tadinya mencibir Vanila hanya bisa terdiam.