
Sesampainya di tempat pesta, Jenifer menggandeng tangan Vano, yang memang menjadi pasangan prom night Vano. Banyak cewek-cewek yang memang fans berat Vano iri dengan Jenifer.
"Je, aku duduk duluan ya, di bangku dekat taman samping kolam berenang" Kata Vanila lalu meninggalkan Jenifer, yang sangat senang karena menjadi pusat perhatian dan bisa menggandeng Vano.
Dahlia dan genknya termasuk orang yang tidak suka dengan keadaan itu. Bahkan Dahlia, berniat untuk menjahati Jenifer.
"Nanti gue ajak tu si centil Jenifer ke pinggir kolam, terus Lo Anya, pura-pura lewat dan nyenggol si Jenifer biar nyebur sekalian." Kata Dahlia sambil tertawa membayangkan Jenifer yang nyebur ke kolam. Vanila yang kebetulan mendengar rencana jahat kakaknya, segera mendatangi kakaknya.
"Kak, aku mau bicara." Kata Vanila yang tiba-tiba muncul. Dahlia yang tidak mau teman-temannya tahu, kalau Vanila adalah adiknya, memilih untuk mengikuti Vanila, berbicara ditempat yang agak jauh dari teman-temannya.
"Apaan sih Lo?" Tanya Dahlia marah
"Aku dengar rencana jahat kakak. Jangan kakak lakuin itu ke sahabat aku. Lagian bukan Jeje yang kecentilan, tapi Kak Vano yang dekatin Jeje. Kalau kakak tetap nekat jahatin Jeje, jangan salahkan aku kalau satu sekolah akan tahu hubungan kita, trus aku juga akan bilang ke papa." Ancam Vanila.
Karena malas ribut atau cari masalah dengan Vanila, Dahlia pergi melengos meninggalkan Vanila yang masih berdiri di sisi sudut taman.
"Kamu ada urusan apa sama kak Dahlia La?" Tanya Jenifer yang datang menghampiri Vanila.
"Cuma ada yang mau aku tanyakan aja. nggak penting ini juga. lah.. kamu ngapain kemari, nggak jadi perangkonya kak Vano?" Tanya Vanila
"Apan sih kamu La. Iya kali, aku ngikutin kak Vano terus. Dia tadi katanya mau perform, jadi siap-siap dulu di backstage." Kata Jenifer. Lalu Ia dan Vanila memilih untuk duduk di bangku yang tidak jauh dari panggung.
Tidak lama kemudian MC menyampaikan bahwa Vano akan membawakan sebuah lagu, untuk orang yang special.
"Selamat malam. Terimakasih, udah ngijinin gue untuk perform. Lagu ini special buat cewek special yang selalu ada di hati dan pikiran gue." Kata Vano. Cewek-cewek yang ngefans dengan Vano langsung bersorak senang, berharap mereka adalah cewek spesial yang Vano maksud.
"Cie.. wajah kamu kok kayak kepiting rebus Je?" Goda Vanila, karena wajah Jenifer yang bersemu merah, karena Ia yakin kalau lagu yang bakal di nyanyikan Vano untuknya.
"Apaan sih La. Biasa aja kali." Kata Jenifer sambil tersenyum senang.
Lalu Vano mulai memetik alunan gitarnya menyanyikan sebuah lagu dari Melly Goeslaw
"Andaikan malam tiada pernah 'kan berakhir
Setiap 'ku bersamamu mungkin tak berujung
Betapa rindu ini tak pernah mati
Kekasih hatiku hanyalah engkau
Saat mulut manismu memanggil namaku
Hatiku pun bergetar bagai terserang rindu
__ADS_1
Betapa aku menyanjungi dirimu
Buta mata dan hati untuk yang lain
Memetik gitar menyanyi syair yang tulus
Persembahan kalbuku
Nantikan dikau di tidur lelapku
Pujaanku
Burung berkicau tanda setia pada pagi
'Ku dengan engkau tak bisa dipisahkan lagi
Jantungku kau minta pun 'kan kuberikan
Betapa dalamnya cinta untukmu
Memetik gitar menyanyi syair yang tulus
Persembahan kalbuku
Nantikan dikau di tidur lelapku
Pujaanku
Jantungku kau minta pun kan ku berikan
betapa dalamnya cinta untuk mu
Memetik gitar menyanyi syair yang tulus
Peraembahan kalbu ku
Nantikan dikau ditidur lelapku
Pujaan ku."
Selesai bernyanyi, Vano segera turun dari panggung sambil memegang setangkai mawar merah yang sangat cantik. Vano berjalan ke meja tempat Jenifer dan Vanila berada.
Jantung Jenifer berdetak tak menentu, wajahnya terasa panas, karena Ia merasa senang, dengan sikap romantis Vano. Jenifer bersiap untuk menerima bunga pemberian Vano, tapi Vano justru memberikan bunga itu kepada Vanila, yang membuat semua yang ada di pesta itu langsung terdiam, yang tadinya riuh.
__ADS_1
"Kamu mau nggak jadi pujaan kakak, Va?" Tanya Vano sambil menyerahkan bunga mawar yang dipegangnya kepada Vanila. Vanila yang syok hanya diam dan bingung dengan apa yang terjadi. Karena Vanila mengira kalau Vano akan memberikan bunga itu kepada Jenifer, dan Jenifer adalah perempuan yang menjadi pujaan Vano di dalam lirik lagu yang dinyanyikannya.
Jenifer yang melihat Vano memberikan bunga kepada Vanila menatap Vano dan Vanila dengan air mata yang sudah membajiri pipi putihnya.
"Kamu jahat La." Kata Jenifer lalu berlari meninggalkan Vanila, yang masih bingung, kemudian tersadar ketika melihat Jenifer yang mulai menjauh. Vanila segera berlari mengejar Jenifer, begitu juga dengan Vano. Jenifer segera masuk ke dalam taksi yang kebetulan mangkal tidak jauh dari hotel.
"Je.. Jeje.. dengerin aku. Aku nggak tahu.." Kata Vanila yang hanya bisa menangis melihat taksi yang membawa Jenifer menjauh.
"Va.." Kata Vano yang mencoba menenangkan Vanila dengan memegang tangan Vanila. Vanila segera menepis tangan Vano.
"Puas kak. Puas sudah buat kesalahpahaman antara aku sama Jeje. Selama ini kakak dekatin Jeje, kasih harapan sama Jeje. Tapi kenapa kakak malah kasih bunga ke aku?" Tanya Vanila marah.
"Maaf Va. Tapi kakak sukanya sama kamu. kalau dari awal kakak dekatin kamu, kamu pasti menjauh. Dekatin Jeje adalah satu-satunya cara biar kakak bisa dekat dengan kamu Va." Terang Vano
"Kakak sudah ngerusak persahabatan aku dengan Jeje. Aku benci kakak. Aku benci." Kata Vanila lalu pergi meninggalkan Vano, dan segera menuju parkiran yang ada di basement, karena Pak Arman sudah menunggu di parkiran.
Vano menyugar rambutnya ke belakang, kesal, karena remcana yang sudah dipersiapkannya jauh-jauh hari gagal total. Bahkan sekarang Vanila malah jadi membencinya. Vano tidak menyangka kalau Jenifer malah menyukainya karena Ia selalu mendekati Jenifer, karena ingin berdekatan dengan Vanila.
"Aaargghh" Teriak Vano kesal, lalu segera menuju parkiran, mengambil mobilnya dan bermaksut menyusul Vanila.
Selama di perjalanan, Vanila terus-terusan menelpon Jenifer. Tapi Jenifer selalu mereject panggilan telpon Vanila.
"Aku mohon Je, angkat telponnya." Kata Vanila
"Kita mau kemana non?" Tanya pak Arman
"Kerumah Jeje pak." Kata Vanila yang masih terus berusaha menghubungi Jenifer.
Sesampainya di rumah Jenifer, Vanila bertemu dengan mama Jenifer.
"Biarkan Jeje sendiri dulu La. Mama ngerti kamu khawatir sama Jeje. Tapi percuma kalau kamu ajak Jeje ngomong sekarang. Biar Jeje tenang dulu. Biar nanti mama yang ngomong sama Jeje." Kata mama Jenifer yang mencoba menenangkan Vanila
"Tapi ma.."
"Sudahlah sayang. Percaya dengan mama. Jeje itu anak mama. mama tahu persis bagaimana Jeje. Lala pulang aja dulu ya. istirahat, tenangin diri."Kata mama Jenifer lagi
"Ya udah. Lala pulang dulu ma. Bilang sama Jeje, jangan lama-lama marahnya. Assalamualaikum" Kata Vanila lalu pergi meninggalkan rumah Jenifer.
Sesampainya di rumah, Vanila melihat mobil Vano. Ia segera masuk ke rumah, dan mendapati Vano sedang duduk di sofa ruang tamu bersama mbok Sa.
"Suruh dia pergi mbok. Lala nggak mau lihat dia." Kata Vanila lalu segera masuk ke kamarnya.
"Va, kakak mohon, kasih kakak kesempatan untuk jelasin" Teriak Vano
__ADS_1
"Sudahlah nak Vano. Mbok nggak tahu apa masalah kalian. Tapi biarkan non Lala tenang dulu. Non Lala itu anak baik kok. Dia nggak akan lama kalau marah." Terang mbok Sa.
"Iya mbok, maaf." Kata Vano, lalu izin pamit kepada mbok Sa.