Vanilarea

Vanilarea
Panti Asuhan Cahaya


__ADS_3

Hari ini murid kelas XII melaksanakan Ujian Nasional. Vanila sewaktu mengikuti try out mendapatkan nilai yang tertinggi.


"Gimana Syah bisa ujiannya?" tanya Rere


"Alhamdulillah kak." Kata Vanila


"Kamu enak Syah, tryout aja dapat nilai paling tinggi. Sewaktu UN pasti dapat nilai tinggi juga nih. Kalau aku mah, lulus aja sudah alhamdulilah banget." Kata Juli, yang memang terkenal karena ketidak pintarannya.


"Apalah arti sebuah nilai kak. Yang penting itu paham dan ilmunya bermanfaat."Kata Vanila


"Penting Syah. Karena yang dilihat orang, bagaimanapun juga pasti nilai lah." Protes Juli.


"Iya sih. Tapi kalau aku yah, tetap yang penting itu ilmunya" Kata Vanila lagi.


"BTW Anyway busway, kamu jadi nyambung kuliah kemana Syah?" Tanya Rere


"Ke Univ Islam Kota K. Soalnya abah rekomendasiin kesana." Kata Vanila


"Jurusan yang mau kamu ambil?" Tanya Rere lagi


"Manajemen Bisnis Syariah." Jawab Vanila


"Wah... kita nggak bisa sama-sama. Aku sama Juli mau ambil keuangan." Kata Rere.


"Its ok kak. Kan ada banyak cara buat komunikasi." kata Vanila


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍁🍁🍁🍁🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Kamu beneran harus pindah Syah?" Tanya umi Salma dengan wajah sedihnya.


"Iya umi. Jarak dari kampus Aisyah ke pesantren kan lumayan jauh. Lagian papa sudah belikan rumah yang lokasinya nggak jauh dari kampus. Nanti kalau Aisyah nggak sibuk, Aisyah pasti kunjungi umi." Kata Aisyah sambil memeluk umi Salma.


"Pendaftarannya sudah selesai semua?" tanya umi Salma lagi.


"Sudah umi. Aisyah juga sudah ketemu kepala rektor yang teman Abi. Alhamdulillah semuanya sudah beres." Kata Vanila


"Ya udah. Yang penting kamu harus jaga diri baik-baik. Kalau ada waktu, pulang kesini." Kata Umi Salma sambil memeluk Vanila erat, lalu mengantar Vanila sampai pintu mobil.


pak Yadi yang merupakan supir keluarga Abi, segera mengambil travel bag Vanila dan memasukkannya ke bagasi mobil. Setelah berpamitan dengan Umi Salma, mobil yang di kendarai Pak Yadi, pergi meninggalkan halaman rumah umi Salma, menuju rumah baru Vanila yang berjarak kurang lebih dua jam perjalanan.


"Assalamualaikum mbok" Kata Vanila begitu keluar mobil melihat mbok Sa yang datang menyambutnya, dan langsung memeluk mbok Sa erat.


"wa'alaikumussalam non." Kata mbok Sa sambil meneteskan air mata terharu.


"Lala kangen" Kata Vanila sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata mbok Sa.


"Mbok apalagi non. Waktu tuan bilang kalau si mbok harus jaga non lagi, mbok senang banget. Oh iya dapat salam dari bunda, Guntur sama anak-anak yang lain." Kata mbok Sa, sambil berjalan menuju kamar Vanila.


Vanila segera izin untuk beristirahat, karena memang merasa cukup lelah di perjalanan kurang lebih 2 jam. Sedangkan mbok Sa, mulai menyusun pakaian dan barang-barang Vanila yang dibawanya dari pesantren.

__ADS_1


"Bersihin dulu mukanya. Mbok kangen lihat putri cantik mbok." Kata Mbok Sa lagi.


"Jadi kalau seperti ini Lala nggak cantik mbok?" Tanya Vanila sambil pura-pura marah.


"Cantik, tapi tetap cantik jadi non yang tanpa fondation." Kata mbok Sa sambil tertawa, karena Ia tahu kalau Vanila hanya pura-pura marah. Vanila lalu mulai membersihkan wajahnya dan menghapus foundation yang warnanya 3 kali lebih gelap dari pada warna kulitnya.


Mbok Sa tersenyum melihat wajah damai Vanila yang sedang tertidur. Wajah putih bersih, bulu mata yang panjang dan lentik, hidung mancung yang mungil, serta bibir mungil yang tidak terlalu tipis berwarna peach lembut.


Vanila itu anak yang mudah tertidur dalam kondisi apapun, jika ia menghendaki untuk tidur.


Hari ini adalah hari pertama Vanila mulai kuliah. Kegiatan kuliah di mulai dari kegiatan penerimaan mahasiswa baru, yang biasanya dikenal dengan sebutan MOSMA (Masa Orientasi Mahasiswa).


Vanila selalu memperkenalkan namanya sebagai Aisyah. Karena kampus tempat Vanila kuliah adalah kampus Islam, perempuan yang memakai jilbab dalam dan cadar, bukanlah hal aneh di kampus itu. Kegiatan MOSMA yang dilakukan juga kegiatan yang bermanfaat, sehingga Vanila senang bisa ikut kegiatan MOSMA.


Vanila menjadi salah satu mahasiswa yang imut, walaupun untuk standar anak seusia Vanila, tinggi Vanila di atas rata-rata. Tapi jika di bandingkan anak kuliahan, tentu saja tinggu Vanila tidak menjadi di atas rata-rata.


Selama kegiatan MOSMA, Vanila lebih suka berdiam diri, karena Ia tidak mau jadi pusat perhatian. Vanila juga tidak mau mengakrabkan diri dengan mahasiswa baru lainnya.


"Itu anak aneh deh. Dia selalu sendiri, tidak ada temannya. Setiap jam sholat Zuhur dia juga suka menghilang." Kata seorang mahasiswi baru ketika melihat Vanila yang sedang duduk sendiri di bawah pohon, sambil membaca buku.


"Kutu buku mah biasa gitu." Kata teman yang satu sambil tertawa membayangkan kutu dengan Vanila yang imut, kulit gelap dan memang jadi mirip kutu.


Seperti itulah Vanila di kampus. Ia menjadi mahasiswa yang berteman dengan buku-buku dengan tempat kunjungan favoritnya adalah perpusatakaan. Selalu menjadi orang yang paling terakhir masuk kelas, sehingga duduk paling belakang, tapi masih tetap jadi pusat perhatian karena selalu bisa menjawab pertanyaan dosen, dan mendapatkan nilai yang tinggi.


Sewaktu mengikuti kegiatan MOSMA, Vanila tidak sengaja melihat Vano. Ternyata Vano yang sama-sama tamat dengan Vanila, kuliah dikampus yang sama tetapi mereka berbeda fakultas.


Vanila yang memutuskan berjalan-jalan sekitar lingkungan kampus, tidak sengaja melihat rumah yang sangat sederhana, tetapi memiliki halaman yang lumayan luas, terdapat beberapa anak-anak kecil yang sedang bermain. Vanila memutuskan untuk mengunjungi rumah itu, yang ternyata di depannya ada tulisan "Panti Asuhan Cahaya".


"Assalamualaikum" ucap Vanila yang berdiri di ambang pintu menunggu, ada yang keluar menemuinya.


"Wa'alaikumussalam" Ucap seorang perempuan yang sudah cukup berumur sambil tersenyum ramah.


"Silahkan masuk" Kata Ibu itu lagi, lalu meminta Vanila yang sudah masum kedalam rumah untuk duduk di sofa panti yang kelihatan lusuh.


"Oh iya, perkenalkan nama saya Ratna. Anak-anak biasa panggil saya Oma Ratna. Anak ini siapa? Ada keperluan apa?" Tanya oma Ratna ramah.


"Nama saya Aisyah. Saya ingin jadi donatur tetap, sekaligus bantu-bantu oma buat jaga adek-adek boleh?" Tanya Vanila sambil tersenyum.


"Alhamdulillah. Tentu saja boleh. Oma senang sekali masih ada anak muda yang perduli dengan anak-anak kurang beruntung seperti mereka." Kata oma Ratna senang.


"Alhamdulillah. Apakah saya boleh lihat-lihat oma?" Tanya Vanila.


"Boleh. Tentu saja boleh. Sebentar oma panggilkan Kipli buat antar kamu. Oma ini sudah tua, tidak kuat kalau harus jalan-jalan." Kata oma Ratna, lalu masuk ke ruangan di sebalik korden pintu berwarna coklat.


Tidak beberapa lama menunggu, oma Ratna keluar bersama seorang anak laki-laki berumur sekitar 10 tahun.


"Nak Aisyah. Ini Kipli. Namanya Zulkifli, tapi biasa di panggil Kipli. Kipli ini yang akan mengantarkan nak Aisyah melihat-lihat kondisi panti ini." terang oma Ratna.


"Assalamualaikum Kipli. Nama aku Aisyah. Kamu bisa panggil aku Kak Aisyah. Salam kenal" Kata Vanila sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam kak. Kakak bisa panggil aku Kipli seperti yang lain. Salam kenal balik. Mari kak Kipli antar lihat-lihat dan kenalan dengan teman dan adik-adik Kipli."Kata Zulkifli membalas perkenalan Vanila.


Zulkifli anak yang cukup manis. Kulitnya yang berwarna sawo matang, badan yang lumayan tinggi langsing, hidung tidak terlalu mancung, dengan bibir tipis, ditambah dua lesung pipi, membuatnya terlihat sangat manis kalau tersenyum. Ditambah lagi Zulkifli adalah anak yang sangat ceria dan suka berbicara.


Setelah pamit dengan oma Ratna, Zulkifli membawa Vanila melihat-lihat komdisi panti sekaligus berkenalan dengan anak-anak panti yang mereka temui. Di panti asuhan cahaya terdapat sekitar 30 anak-anak dengan rentang usia 7 sampai 12 tahun. Sebagian besar anak-anak penguni panti adalah anak perempuan. Panti asuhan cahaya memiliki dua bangunan. Satu bangunan adalah rumah yang tadi Vanila datangi yang berfungsi sebagai kantor tempat menerima tamu atau donatur panti, dan terdapat 3 kamar. Sementara di belakang bangunan utama ada bangunan lagi yang berbentuk seperti asrama, yang memiliki 10 ruangan.


"Bangunan baru ini adalah hibah dari seorang donatur. Namanya kak Fatih. Selain jadi donatur, kak Fatih juga jadi guru ngaji kami. Biasanya kak Fatih akan mengajar mengaji ba'da ashar. Nah aula ini dibangun kak Fatih buat tempat makan dan melakukan kegiatan. Konsepnya sengaja dibuat terbuka, biar adem kata kak Fatih" Jelas Zulkifli kepada Vanila.


"Trus kalau hujan bagaimana?" Tanya Vanila karena aula tempat mereka makan dan melakukan kegiatan hanya memiliki atap dan tidak memiliki dinding.


"Iya itu masalahnya kak. Jadi kalau musim hujan, kita tidak bisa pakai Aula, karena bias hujan akan membuat basah. Kak Fatih lagi mengusahakan untuk pasang partisi, jadi kalau hujan, bisa mengurangi bias hujannya." Jelas Zulkifli lagi.


Vanila hanya membulatkan mulutnya memgucapkan "Oh" sambil kembali melihat-lihat apa yang bisa dibantu untuk kenyamanan adek-adek penghuni panti.


"Assalamualaikum." Salam sebuah suara yang berasal dari belakang Vanila dan Zulkifli.


"Wa'alaikumussalam" Jawab Vanila dan Zulkifli bersamaan.


"Eh kak Fatih sudah datang. Kenalin ini Kak Aisyah. Kata Oma kak Aisyah ini mau jadi donatur dan relawan disini kak." Jelas Zulkifli.


"Alhamdulillah. Perkenalkan nama saya Fatih. Saya senang ternyata masih ada orang yang mau perduli dengan panti ini." Kata Fatih sambil mengatupkan tangannya di depan dada.


"Saya Aisyah. Alhamdulillah Allah titipkan saya rezeki buat adek-adek yang ada disini. Oh iya kak, Kakak bisa buat rinciannya nggak, apa saja yang dibutuhkan buat adek-adek, supaya mereka nyaman?" Tanya Vanila.


"Bisa. Besok Saya serahkan. Kamu datang saja sebelum ashar, biasanya sebelum ashar, saya sudah ada disini. ngomong-ngomong kamu ini dari mana?" Tanya Fatih


"Tadi aku dari kampus. Iseng-iseng jalan-jalan lihat lingkungan diluar kampus, nggak sengaja nemu panti asuhan ini." Jawab Vanila.


"Oh.. kamu mahasiswi kampus di depan toh. Sudah semester berapa?" Tanya Fatih lagi.


"Semester 1. Baru masuk sebulanan yang lalu." jawab Vanila lagi.


"Wah.. Mahasiswi baru toh. Saya juga kuliah disitu, semster 7, InshAllah tahun ajaran ini selesai." Kata Fatih


"oh ya. Kakak ambil jurusan apa?" Tanya Vanila agak antusias


"Manajemen Bisnis Syariah." jawab Fatih


"MashAllah. Ternyata kita satu jurusan. Kakak, kakak kelasnya aku. Nanti selain tentang panti, aku bisa dong diskusi masalah kampus?" Tanya Vanila lagi


"InshAllah. Kalau Saya bisa bantu, Saya bantu." jawab Fatih


"Kak sudah masuk waktu ashar. Kipli pamit ke Mesjid mau adzan dulu ya." Kata Zulkifli lalu pergi meninggalkan Vanila dan Fatih setelah mengucapkan salam.


"Kalau begitu, Aku pamit juga kak." kata Vanila lalu berdiri dari duduknya.


"Nggak sekalian sholat ashar di mesjid sini aja Syah?" Tanya Fatih


"Nggak kak. Kasihan, Pak Arman sudah nunggu di parkiran." Jawab Vanila lalu pergi meninggalkan Fatih yang mengantar Vanila ke rumah utama untuk pamit dengan oma Ratna.

__ADS_1


__ADS_2