
Hari ini adalah hari terakhir masa orientasi, seperti yang sudah di Jadwalkan, bahwa kegiatan hari ini adalah acara malam ramah tamah dan menginap di sekolah. Kebetulan sekolah yang Vanila masuk adalah sekolah alam, sehingga memang memiliki lapangan untuk tempat mengadakan acara camping. Susah payah Vanila meminta izin kepada Papa nya agar ia bisa menginap, dengan berat hati Arland mengizinkan Vanila menginap, dengan syarat Pak Arman harus standby di sekolah nya. Hal itu Arland lakukan karena Arland khawatir terhadap kondisi fisik Vanila, walaupun Vanila terlihat kuat dan selama ini tidak pernah sakit berat, tapi Vanila akan mudah mimisan jika ia terlalu lelah. Makanya Arland sangat membatasi kegiatan Vanila, karena Ia tidak ingin Vanila kelelahan.
"Itu pak Arman ngapain standby di situ La?" Tanya Jenifer sewaktu melihat pak Arman yang berada dalam mobil di parkiran sekolah.
"Tau tu papa. aku boleh nginap, kalau pak Arman juga nginap di sekolah. Karena aku pengen banget nginap, jadi yah... mau nggak mau, aku harus terima syarat dari papa, walau agak malu-maluin sih." Kata Vanila sambil tersenyum terpaksa.
"Iya malu-maluin banget. Kamu udah kayak bayi aja pakai di jagain segala. hellow.. Come on La.. ini tahun 2020 loh, masak iya Kamu masih pakai bapak sitter." Kata Jenifer mengejek Vanila dan tertawa dengan keras, sehingga membuat teman-teman mereka yang lain langsung memandang ke arah mereka.
Dari hasil games di hari sebelum-sebelumnya kelompok Matahari mendapatkan score yang selisih sedikit dengan kelompok bulan, kelompoknya Lulabi (Kata Jenifer sih panggil Labi-labi aja, karena si Lulabi agak-agak menjijikkan lembek-lembek gitu kayak labi-labi 😂😂). Malam ini adalah malam pertunjukkan, jadi setiap kelompok menampilkan pertunjukan, dan kelompok yang menang tentu saja akan mendapatkan point yang akan ditambahkan dengan point sebelumnya, sekaligus pengumuman pemenang games masa orientasi, yang akan mendapatkan hadiah uang tunai dan produk dari sponsor senilai 10.000.000 rupiah.
Kelompok Matahari berdasarkan undian mendapatkan nomor urut tampil paling duluan, jadi mereka nanti tampil pertama setelah sholat magrib. Kelompok matahari akan menampilkan drama biologi, yang akan menceritakan tentang proses dan siklus hidup sebuah pohon. Konsep dramanya akan ada dua orang yang bercerita tentang siklus kehidupan pohon, mulai dari benih, sampai akhirnya pohon itu menua, mereka juga akan menjelaskan tentang proses fotosintesis dan lingkaran usia pohon. Vanila dan Jenifer di tunjuk sebagai orang yang akan membacakan atau bercerita tentang siklus pohon, sementara teman-teman satu kelompok matahari lainnya, akan berperan sebagai benih, pohon muda, awan, air bahkan ada yang jadi ulat dan kupu-kupu, karena mereka juga akan menceritakan tentang metamorfosis sempurna.
Kelompok matahari sudah mempersiapkan kostum yang akan mereka pakai, kostum yang mereka buat terlihat sederhana tapi cukup menggambarkan karakter atau peran masing-masing. Untuk pakaian mereka akan memakan pakaian berwarna yang sesuai dengan peran mereka, seperti Rere yang berperan sebagai kupu-kupu, ia memakai gaun cantik berwarna cerah, di tambah hiasan kepala berupa gambar kupu-kupu yang cantik. Jadi setiap karakter yang di perankan digambarkan dan digunakan di kepala. Sunan yang berperan jadi pohon memakai pakaian serba coklat, dan memakai hiasan di kepala gambar pohon yang sangat rimbun. Begitu juga dengan yang lain, mereka akan memakai warna pakaian yang sesuai dengan karakter atau peran mereka. Karena waktu yang terbatas, makanya Vanila memikirkan untuk menampilkan drama yang para karakternya tidak perlu berbicara, mereka hanya cukup mendalami peran atau karakter sesuai dengan karakter mereka. Sunan bersikap pendiam dan tegas, karena seperti itu karakter sebatang pohon. Rere menampilkan watak yang centil dan periang, seperti kupu-kupu yang selalu ceria. Untuk ceritanya, Vanila hanya butuh waktu sekitar satu jam untuk menuliskan ceritanya pada notebook yang dia punya, apalagi Vanila bisa mengetik dengan kecepatan di atas 300 kpm (Key Per Minutes, satuan yang digunakan untuk menghitung kecepatan mengetik). Jenifer dan Vanila sebagai pencerita menggunakan seragam sekolah.
Sebelum tampil, Vanila pamit sama Jenifer kalau ia mau ke toilet, tadinya Jenifer mau menemani, tapi tidak jadi, karena ia harus membantu teman-teman yang lain untuk memasang setting panggung.
Vanila melihat, kalau toilet yang ada dekat aula sekolah, terdapat tulisan bahwa toilet sedang rusak, sehingga Vanila memutuskan untuk pergi ke toilet yang ada di dekat kelas, yang letaknya lumayan jauh dari aula.
Sewaktu Vanila masuk ke toilet, tiba-tiba ada yang menyiramkan air dari atas toilet yang memang terbuka, dan sewaktu Vanila akan membuka pintu melihat siapa yang menyiramnya, pintu toiletnya tidak bisa dibuka. Ada orang yang menguncinya dari luar. Vanila berusaha menggedor-gedor pintu toilet, tapi pintunya tidak mau terbuka.
"Tolong... tolong..." Teriak Vanila, berusaha agar ia bisa keluar, di tambah Ia basah kuyup, yang membuat Vanila mulai merasa kedinginan.
Sekitar 15 menit Vanila berusaha keluar dari toilet, tapi tidak ada tanda-tanda orang yang datang ke toilet. Bagaimana ada yang masuk atau datang, di depan pintu utama toilet tertulis kalau toilet dalam perbaikan. Vanila yang mulai pucat dan kedinginan, masih berusaha membuka pintu toilet.
"Ya ampun La..Kamu kenapa bisa terkunci di toilet?" Tanya Jenifer heran, Vanila yang senang melihat Jenifer datang, langsung memeluk Jenifer dan menangis, karena akhirnya ada yang menyelamatkan nya.
__ADS_1
"Ini pasti ada yang jahatin kamu La. Kita harus lapor sama guru. Aku mau ini di usut tuntas." Kata Jenifer geram.
"Besok aja Je. Aku nggak mau merusak suasana. Sebentar lagi kelompok kita akan tampil." Kata Vanila sambil mengusap air matanya.
"Baju kamu basah, kita ganti sama baju yang lain aja." Kata Jenifer.
"Nggak apa-apa. nggak keburu Je, kalau harus ganti baju, lagian aku bawa seragam cuma satu ini." terang Vanila
"Kamu yakin?" Tanya Jenifer dan hanya di jawab anggukan oleh Vanila.
Reno dan Ayu yang dari tadi bingung, karena tidak melihat Jenifer dan Vanila, tersenyum melihat mereka datang.
"Ya ampun, kamu kenapa basah begini La." Tanya Ayu panik melihat Vanila yang basah
"Nggak apa-apa kak." Jawab Vanila
"Nggak usah kak, nggak sempat, tu sudah di panggil." Kata Vanila yang kebetulan memang MC sudah menyebutkan nama kelompok matahari untuk tampil.
Walaupun merasa dingin dan terlihat sedikit pucat, Vanila dan kelompok matahari segera menampilkan drama biologi yang sudah di persiapkan. Drama yang mereka tampilkan berbeda dengan drama yang biasa ya menampilkan cerita tentang percintaan, tapi drama mereka berisi tentang ilmu pengetahuan yang di tampilkan dengan sangat baik dan cukup menghibur. 30 menit waktu yang diberikan untuk penampilan, benar-benar di manfaatkan dengan baik oleh Kelompok matahari. Guru-guru dan semua yang menonton banyak yang memberikan standing aplouse untuk penampilan kelompok matahari yang memang dari awal selalu menarik perhatian.
Begitu turun dari panggung, Vanila yang mulai tidak kuat, Akhirnya pingsan, untung saja Vano kebetulan berdiri di belakang Vanila, segera menggendong Vanila ala bridal style dan membawa Vanila ke ruang UKS di ikuti semua kelompok matahari yang khawatir melihat Vanila pingsan.
setelah meletakkan Vanila di barankar yang ada di UKS, Vano keluar ruangan, membiarkan dokter jaga memeriksa Vanila.
"Itu Vanila kenapa bisa basah begitu?" Tanya Vano agak marah, karena teman-teman dan kakak mentor nya membiarkan Vanila tampil dengan pakaian yang basah.
__ADS_1
"Tadi aku ketemu Vanila terkunci di toilet kak. Kayaknya ada yang sengaja jahatin Vanila deh." Terang Jenifer.
"Kenapa kamu nggak lapor guru atau panitia? kenapa nggak ganti baju dulu?" tanya Vano lagi dengan suara yang mulai meninggi
"Waktunya terlalu mepet kak, tadi sudah kita sarankan, tapi kata Lala nggak apa-apa. Tadi aku juga sudah sarankan untuk lapor guru, tapi Vanila bilang, nggak mau merusak suasana." Terang Jenifer lagi.
"Kita harus segera bawa Vanila ke rumah sakit" Kata dokter jaga yang agak panik, karena Vanila semakin pucat seperti
mengalami hipotermia.
"Kenapa Vanila dok?" Tanya Vano begitu mendengar kalau Vanila harus di bawa ke rumah sakit.
"Tubuhnya semakin dingin. sepertinya Vanila mengalami hipotermia." terang dokter jaga.
"Hipotermia? kok bisa?" Tanya Vano heran, karena biasanya hipotermia di alami orang yang berada di suhu sangat dingin.
"Saya kurang tahu. yang penting kita harus segera membawanya ke rumah sakit." kata dokter itu lagi.
Vano segera menggendong Vanila dan membawanya ke mobil dokter jaga. Pak Arman yang berada di parkiran melihat ada orang yang sedang membopong orang pingsan, apalagi pak Arman melihat Jenifer berada di sampingnya. Segera Pak Arman mendekati orang tersebut, dan pak Arman agak terkejut melihat yang di gendong adalah Vanila.
"Non Lala kenapa non?" Tanya pak Arman.
"Nggak tau pak, tapi kita harus cepat ke rumah sakit" Kata Jenifer
"Ayo den, Bawak non Lala ke mobil yang di sana aja." Kata Pak Arman dan segera membukakan pintu. Jenifer segera masuk mobil dan duduk di jok belakang, kemudian Vano memasukkan Vanila dan meletakkan kepalanya di pangkuan Jenifer.
__ADS_1
Jenifer memegang tangan Vanila yang terasa sangat dingin. Bibirnya mulai membiru. Pak Arman segera membawa Vanila ke rumah sakit terdekat diikuti oleh Vano, dokter jaga dan Reno.