Wanita Sederhana Pilihan CEO

Wanita Sederhana Pilihan CEO
Sahabat Lama


__ADS_3

Malam harinya ....


Di sebuah rumah sederhana, sudah di hias sedemikian rupa, walaupun sederhana tetapi tidak mengurangi keindahan yang ada. Bunga-bunga hias sudah berjejer di jalan masuk rumah tersebut, rambut terang dan juga ada beberapa anggota keluarga yang bersiap untuk menyambut.


"Kakak sangat cantik!" puji Ashton kepada kakak perempuannya. Walaupun mereka berbeda Ibu, hal itu tidak mengurasi rasa sayang Chelsea kepada Adik tirinya, begitu juga dengan Ashton maupun Ashley yang begitu menyayangi Chelsea seperti kakak kandung mereka.


"Kalian berdua juga sangat tampan," puji kembali Chelsea kepada kedua Adik kembarnya yang terlihat memakai kemeja putih senada. Mendengar bahwa pihak laki-laki atau orang tua Zane sudah ada di desa Mentari, membuat Ayah Robert dan si kembar semakin antusias untuk menghias rumah dengan semangat.


Berbeda dengan Ibu Anggun yang hanya mencibir tanpa henti dan terus mengomel. "Ck, sudah Ibu katakan kalau kau itu harus menikah dengan Reno! Bukan dengan pria asing yang kau tolong itu, Chel!" kata Ibu Anggun yang sudah berdiam diri di ambang pintu kamar Chelsea.


Chelsea yang hanya duduk di depan meja riasnya hanya menghela napas. "Aku tidak ingin menikah dengan pria kasar seperti Reno, Bu!" jawab Chelsea dengan nada sendunya. Chelsea sangat mengetahui watak keras kepala dan tidak ingin di bantah Ibu Anggun, tetapi bagusnya watak itu tidak menurun kepada si kembar.


"Lalu apa bedanya dengan pria sampah itu?! Sudah menumpang saja tidak membayar, dan sekarang seenaknya mengajak mu menikah?!" kata Ibu Anggun dengan nada tinggi. Terlihat wanita paruh baya itu emosi, membahayakan Ashton dan Ashley menatap Ibu mereka dengan jengah.


"Ibu berhenti lah untuk mengomel! Telinga kami sangat sakit!" sahut Ashton membuat Ibu Anggun mendelik tajam. Ashley hanya mengangguk setuju dan menatap malas pada Ibu kandung mereka.


"Kenapa kalian berbicara tidak sopan kepada Ibu hah?!" tanya Ibu Anggun dengan berkacak pinggang pada kedua anak kembarnya. Ashton menghela napas dan menepuk kedua telinga Chelsea, wanita itu mengerutkan keningnya dan terkekeh geli melihat raut wajah Ashton dari pantulan cermin.


"Jangan di dengarkan, Ibu memang seperti itu, Kak." bisik Ashton membuat Chelsea tersenyum dan mengangguk paham. Ashley menyugar rambutnya dan kembali menatap Ibu Anggun.


"Ibu kalau tidak memberikan restu juga tidak apa-apa, hal itu tidak berpengaruh pada acara Kakak nantinya." kata Ashley dengan wajah datar. Ashton lebih mirip dengan Ibu Anggun walaupun tidak sepenuhnya, berbeda dengan Ashley yang begitu mirip dengan Ayah Robert.


"Ibu hanya ingin yang terbaik untuk Kakak kalian!" jawab Ibu Anggun tak ingin di salahkan. Kalau Chelsea menikah dengan Zane dan bukan dengan Reno, itu artinya tawaran dan iming-iming yang di berikan oleh Reno kepadanya akan hangus dalam sekejap mata. Mana mungkin Ibu Anggun menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut untuk menjadi kaya-raya.


"Bu, Bang Reno itu playboy. Mana mungkin bisa sukses kalau hobinya saja menghabiskan uang!" cemooh Ashton dengan wajah kesal. Remaja itu menendang pantat kembarannya, membuat Ashley menoleh kesal.


"Ibu, sebaiknya Ibu keluar saja. Bila Ibu tetap tidak mengerikan restu, ya tidak apa-apa. Kami di sini untuk Ayah dan Kakak!"


Mendengar jawaban dari kedua putranya, membuat Ibu Anggun benar-benar kesal sekaligus marah bukan main. Ibu Anggun benar-benar berharap bila kedua putranya mendukung dirinya, tetap tidak sesuai ekspektasi dan malah menyudutkan dirinya.


Ibu Anggun dengan segala rasa kesal dan marahnya, langsung pergi begitu saja. Ashton dan Ashley menghela napas leganya, "Kakak jangan dengarkan kata Ibu." kata Ashley membuat Chelsea menoleh dan menatap kedua Adik kembarnya.


"Tidak seharusnya kalian berbicara tidak sopan dengan Ibu," tegur Chelsea dengan menjewer pelan kedua telinga Adiknya. Ashton dan Ashley tertawa pelan mendengarnya.


"Kak, Ibu itu ingin kaya dengan cara yang salah. Menikahkan Kakak dengan Bang Reno, benar-benar enggak yes banget," jawab Ashley dengan wajah datarnya. Tidak ada raut wajah selain datar dan dingin yang ditunjukkan oleh remaja itu.


Ashton mengangguk setuju, "Walaupun Ibu Anggun adalah Ibu kandung, tapi kita merasa kalau Ibu Anggun itu bukan Ibu kandung, kayak Ibu tiri."


Chelsea mendelik dan memukul pelan mulut remaja bermulut ceplas-ceplos itu. "Enggak boleh gitu, walaupun kalian kesal dengan sikap Ibu, bukan berarti kalian boleh melawan seperti tadi." nasihat Chelsea membuat si kembar saling berpandangan.

__ADS_1


"Kakak tidak akan menikah dengan Bang Reno kan? Aku menguping pembicaraan Ibu sama Bang Reno soalnya," harap remaja tampan itu. Chelsea mengelus kepala sang Adik dengan penuh sayang.


"Enggak bakal."


Tok ... tok ....


"Nak, pihak laki-laki sudah datang." kata seorang wanita paruh baya yang menjadi tetangga baik Chelsea. Ashton dan Ashley tersenyum senang dan langsung menarik lengan Kakak mereka.


"Kami antar!"


Di lain sisi ....


Ayah Robert langsung berkeringat dingin saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya dengan tatapan datar, dengan pakaian berjas rapi, yang semakin membuat para warga yang ikut hadir di sana takjub.


"Ayah," sapa Zane dengan menyalami pria itu. Ayah Robert mengalihkan pandangannya dan tersenyum hangat kepada Zane yang tampak tampan hari ini.


"Mari masuk ke dalam," Ayah Robert mengajak para pihak laki-laki untuk masuk. Papa Owen bergeming dan mencoba untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


"Papa," panggil Mama Bellamy membuat Papa Owen tersentak. "Papa kenapa? Papa sakit?" tanya sang istri dengan khawatir.


"Enggak kok, Ma. Papa cuma ...."


Sahabat lama itu kembali bertemu setelah bertahun-tahun tidak bertemu, Papa Owen yang mengira bahwa sahabat karibnya yaitu Ayah Robert sudah tiada, akibat kecelakaan yang menimpa dirinya, tetapi ternyata semua itu hanya alur manipulasi dari pria itu. Bahkan dulu, banyak berita yang menampilkan wajah pengusaha terkenal itu, dan sekarang berbanding balik.


Dengan perasaan campur aduk, Papa Owen mendudukkan dirinya tepat di hadapan Ayah Robert yang tersenyum tipis kepadanya. Senyuman yang sama setiap kali mereka bertemu kala itu. Zane menatap Papa Owen dan Ayah Robert secara bergantian.


"Aku tahu kalian saling merindukan," celetuk Zane membuat Papa Owen menoleh terkejut. Apakah putranya sudah mengetahui tentang keberadaan Ayah Robert yang bertahun-tahun di nyatakan meninggal dunia?


...****************...


"Bagaimana kalau Minggu depan kalian menikah?" tawar Mama Bellamy membuat Chelsea terkejut bukan main. Berbeda dengan Zane yang hanya diam dan tampak sangat setuju dengan tawaran dari Mama Bellamy.


"Aku setuju, tetapi keputusan ada di tangan Chelsea."


"Bagaimana, Nak?" tanya Ayah Robert yang sejak tadi terus mendampingi putri semata wayangnya itu. Chelsea mulai kebingungan, di lain sisi belum siap dan sisi lain belum mengenal Zane lebih dalam.


"Sepertinya Chelsea masih kebingungan," celetuk wanita tua yang nya turut mendampingi Chelsea dan keluarganya.


Zane sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari Chelsea, bahkan sudah beberapa kali di tegur oleh Mama Bellamy dan Papa Owen. Tetapi pria dewasa itu seakan-akan tidak memiliki telinga untuk mendengar. Chelsea yang sejak tadi di pandang, hanya malu-malu bukan main. Terlebih di dalam hatinya, terus-menerus memuji ketampanan Zane yang sangat berbeda dari biasanya, dengan setelan jas hitam senada dengan celana dan kemeja putih yang melapisi bagian dalam. Sangat tampan.

__ADS_1


"Tante, saya dan Zane telah sepakat untuk mengenal lebih dalam lagi. Bila tidak keberatan, apakah boleh untuk dua Minggu ke depan?"


Mama Bellamy tersenyum manis, dan menyenggol lengan Putra sulungnya. "Bagaimana? 2 Minggu dari sekarang maka kalian akan menikah."


Zane semakin tersenyum, setidaknya pernikahan mereka akan terselenggara tidak terlalu lama, hal itu bisa membuat Zane semakin menjadi bujang lapuk karena tidak pernah di sentuh dan di manjakan.


"Apapun keputusan dari calon istri ku, aku siap menerimanya." jawab Zane membuat rona merah kembali terlihat di wajah Chelsea.


Mama Bellamy mencibir kesal karena kata-kata sang putra. "Dasar anak nakal!"


Beberapa jam kemudian ....


Acara sudah selesai, lamaran dan tukar cincin sudah di lakukan. Dan sekarang hanya ada keluarga Zane dan keluarga kecil Chelsea yang saling berbincang santai di ruang tengah. Dengan duduk berhadap-hadapan, Ayah Robert dan Papa Owen saling berpandangan.


"Apa kabar, Owen?" tanya Ayah Robert pada akhirnya. Papa Owen melepaskan kacamatanya dan memijat pangkal hidungnya.


"Kenapa kau membuat berita bohong itu, Robert?" alih-alih menjawab, pria paruh baya itu malah balik bertanya dengan pertanyaan berbeda. Ayah Robert tersebut tipis dan melirik sekitaran, memastikan bila tidak ada yang mendengar.


"Ceritanya sangat panjang, hal tersebut yang membuat ku harus menghilang dari dunia bisnis selama beberapa waktu." Jawab Ayah Robert seadanya membuat Papa Owen semakin merasa penasaran. Sebenarnya apa yang sahabatnya rencananya, hingga rela hidup penuh kemiskinan padahal pria itu sama-sama kaya-raya tujuh turunan seperti Papa Owen.


"Lalu bagaimana dengan perusahaan mu di kota? Kenapa kau rela hidup miskin dan tinggal di desa terpencil seperti ini, Robert?" banyak sekali pertanyaan yang ingin Owen tanyakan sebenarnya, tetapi melihat tatapan cemas sang sahabat membuat Papa Owen langsung diam.


"Perusahaan ku masih bertahan hingga saat ini, aku tidak bisa memberitahu alasan mengapa aku di sini dan tentang berita kematian ku."


Ayah Robert tersebut tipis sebagai jawaban. Papa Owen menghela napas dan memberikan sesuatu kepada pria tersebut, "Hubungi aku nanti. Kita harus membicarakan beberapa hal."


"Tentu saja, calon besan."


"Aku pasti akan kembali ke dunia yang selama ini aku tinggalkan, Owen." kata Ayah Robert membuat alis Papa Owen mengerut bingung.


"Benarkah? Apakah Chelsea mengetahui tentang identitas aslimu?" tanya Papa Owen yang seperti menaruh harapan besar kepada sahabatnya. Walaupun tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, setidaknya ada sebuah perasaan lega karena mengetahui sahabat karibnya masih hidup hingga saat ini.


Ayah Robert menggeleng, "Belum saatnya aku menceritakan semuanya. Aku akan memberitahu tentang identitas asli ku kepada anak-anak ku,"


"Anak-anak? Bukankah kau hanya memiliki Chelsea saja?"


Ayah Robert terkekeh geli dan menepuk pundak sahabat lamanya itu. "Aku menikah kembali, remaja kembar tadi adalah Putra ku dengan istri ku yang saat ini,"


Terkejut? Tentu saja Papa Owen terkejut mengetahui tentang pernikahan sahabatnya. "La ... lalu bagaimana dengan istri sah mu?"

__ADS_1


"Kimberly sudah meninggalkan ku karena kecelakaan itu, aku hanya memiliki Chelsea saat ini. Aku menikah sirih dengan Anggun, dan dia belum mengetahui bahwa aku belum melegalkan pernikahan kita," jelas Ayah Robert dengan suara pelan. Tetapi Papa Owen mendengarnya dengan sangat jelas.


__ADS_2