Wanita Sederhana Pilihan CEO

Wanita Sederhana Pilihan CEO
Robert Lewandowski Lemos


__ADS_3

Robert Lewandowski Lemos, putra tengah dari Leonard Roberto Lemos dan Olivia Wilde. Robert memiliki 1 Kakak laki-laki yaitu Elmer Aegis Lemos dan 1 Adik perempuan, Rosela Dealova Lemos. Di usianya yang sudah memasuki kepala lima, memiliki keempat anak yang sungguh membanggakan sekaligus anak bin ajaib, adalah sebuah anugerah terindah dalam hidupnya.


Walaupun tanpa di dampingi sang istri saat pertumbuhan kedua anak mereka, Robert tetap mencintai mendiang sang istri. Ya, Robert dan Kimberly menikah di usia menikah karena drama perjodohan. Awalnya Robert menolak dengan dalih telah memiliki kekasih, tetapi pada kenyataannya, sangat berbeda. Robert menarik Kimberly, seorang wanita sederhana dari kalangan biasa untuk menjadi kekasih pura-pura. Karena di iming-imingi uang, Kimberly juga memerlukan uang untuk pengobatan sang Adik yang tengah sakit, mau tidak mau akhirnya mereka menikah dengan tanpa adanya cinta.


Tapi Robert jatuh pada lubang yang Ia gali sendiri. Terpesona melihat kecantikan alami dari sang istri, begitu juga sebaliknya. Membuat keduanya mulai mencintai dan menjalankan rumah tangga dengan penuh suka cita. Tepat di mana Kimberly dan Robert bertemu dengan anak laki-laki di panti asuhan, besar niat mereka berdua untuk mengadopsi anak laki-laki tersebut, Arthur Graziano Lemos. Putra yang Robert dan Kimberly adopsi, kini tumbuh menjadi pemuda yang berwibawa, bertanggungjawab, serta tampan.


Bibit-bibit kesopanan yang mereka tanamkan pada diri Arthur, membawa pria itu pada pintu gerbang emas. Arthur berhutang budi kepada keluarga Lemos. Bahkan setelah mengetahui niat besar Robert dan sang istri, orang tua dan keluarga Lemos lainnya sangat setuju. Keluarga Lemos di katakan keluarga yang sungguh sempurna, tidak pernah memandang kacang dan kulitnya.


Terlahir dari keluarga yang sudah banyak harta dan aset tidak terhitung lagi, membuat jiwa bisnis Robert begitu menggebu-gebu untuk menjadi seperti Ayahnya, seorang pengusaha tersohor yang di hormati oleh pengusaha lain. Dan setelah bertahun-tahun terjun, pria itu akhirnya berhasil menjadi The King Of Business Three. Kepribadian yang hangat dan penuh kasih sayang, ternyata mampu membuat sang istri pergi untuk selamanya, bersama bayi di kandungnya.


Ya, Kimberly meninggal dunia karena kecelakaan yang mereka alami, Kimberly, Chelsea kecil, dan juga Robert. Karena kecelakaan tersebut, membuat Chelsea mengalami trauma pasca kecelakaan, dan Robert kehilangan dunianya. Tetapi pria itu sadar, kesedihan membuatnya terpuruk, hingga akhirnya Robert berniat untuk mencari tahu siapa dalang yang sudah menyabotase mobilnya, hingga kecelakaan tersebut tidak bisa terelakkan lagi.


Dan sudah 17 tahun Robert mendapatkan hasil itu. Siapa dalang, Robert sudah mengetahuinya tetapi tidak dengan siapa yang memerintah nya. Robert pergi desa untuk menenangkan diri dan terpaksa harus meninggal kota, keluarga, putra sulungnya, dan juga kenangan sang istri. Robert juga terpaksa harus mengatakan, bahwa dia sedang menghukum Arthur karena kesalahannya, yaitu lalai menjaga Chelsea kecil. Kerinduannya terhadap Arthur terbendung lagi saat ini, sudah cukup 17 tahun tidak memberikan kabar.


"Ayah menangis?" tanya Ashton setelah menyadari cairan bening itu menetes dan mengenai punggung tangannya.


"Ah ... tidak, Nak." dalih Ayah Robert membuat Ashley memicingkan matanya curiga.


"Ayah tidak pandai berbohong!" celetuk Ashley membuat Ayah Robert terkekeh geli.


Tentang kedua putranya, Ayah Robert mengakui bahwa dirinya harus melakukan tindakan yang tidak seharusnya Ia lakukan, tetapi semuanya demi kebenaran. Ayah Robert yang saat itu mendapat informasi tentang siapa saja dalangnya, langsung mengajak Anggun yang bekerja sebagai pemuas nafsu di rumah bordil, langsung saja menjalankan rencana. Membuat wanita itu terikat pernikahan, ya pernikahan siri yang tidak pernah Ayah Robert daftarkan secara hukum.


Ayah Robert tidak menyalahkan kehadiran putra kembarnya, tetapi pria itu semakin bersyukur karena mendapatkan mereka berdua. Sifat dan watak keduanya sangat mirip seperti Ayah Robert ketika muda dulu, sedangkan Chelsea sangat mirip dengan mendingan istrinya, lemah lembut.


"Kita akan segara tiba di mansion, kalian siap?"


"Mansion? Apa itu?" tanya Ashley dengan polosnya.


"Rumah, rumah yang sungguh besar, Nak. Kalian bisa mendapatkan apa yang kalian tidak pernah dapatkan di desa." Jawab Ayah Robert dengan lugas. Ashton dan Ashley saling berpandangan satu sama lain. Mereka berdua seolah-olah sedang mencerna ucapan dari sang Ayah.


"Lebih besar dari rumah kita di desa?" tanya Ashton dengan pelan. Sopir pribadi hanya melirik melalui spion dan tersenyum tipis mendengarnya.

__ADS_1


"Tentu saja, bahkan ada lapangan sepak bola di sana!"


"BENARKAH?!" seru Ashton dan Ashley dengan senang. Ayah Robert sangat mengetahui, bahwa kedua putranya begitu hobi dengan yang namanya sepak bola.


"Benar, bukan hanya lapangan sepak bola, bahkan ada kolam senang, kandang hewan, rumah kaca, dan lainnya!"


...****************...


Ashton dan Ashley, kedua anak kembar tersebut menatap kagum pada bangunan yang dimiliki interior yang megah dan mewah, suasana sekitar juga sangat hijau dan asri tentunya. Ayah Robert hanya diam dan menatap penuh rindu pada bangunan di hadapannya, sudah 17 tahun lamanya dirinya tidak menginjakkan kaki di mansion atau di kota, karena kejadian di masa lalu, yang masih membekas hingga saat ini.


Para maid dan seluruh bodyguard sudah berjejer menyambut kedatangan sang Tuan, tak lupa dengan Arthur dan Calvin yang ikut menyambut mereka. Tatapan Arthur begitu dalam kepada sang Ayah, lalu beralih pada dua anak remaja yang begitu mirip dengan Ayahnya.


Apakah mereka berdua putra kembar Ayah dari Anggun? Batin Arthur penuh tanda tanya.


Ayah Robert merangkul kedua putranya, "Ini adalah mansion atau tempat tinggal kita saat ini, twist." beber Ayah Robert membuat Ashton dan Ashley tersenyum senang.


Ini adalah pertama kalinya bagi mereka, bisa melihat dan menginjakkan kaki pada bangunan megah tersebut. Di desa, hanya satu orang saja yang memiliki rumah mewah, tapi bila di bandingkan dengan mansion Ayah mereka, tentu saja kalah jauh.


"Kalau Ayah Dani tahu ini, pasti langsung terkena stroke." bisik Ashley membuat Ashton tertawa kencang. Ya, Dani adalah anak dari juragan kambing di desa, memiliki pabrik beras yang cukup besar.


"Kalian berbisik-bisik apa?" tanya Ayah Robert yang penasaran. Ashton menggeleng dan menyenggol lengan sang kembaran.


"Ah, kami teringat dengan Dani, Ayah. Rumah Dani kan juga besar, tapi hanya saja rumah ini jauh lebih besar!" ungkap Ashley dengan menunjuk mansion dengan penuh rasa kagum. Ayah Robert hanya tersenyum pilu dan menatap ke arah depan.


"A ... ayah," panggil Arthur dengan terbata. Ashton dan Ashley kembali terdiam, menelisik pria di harapan mereka dengan curiga.


"Apakah dia Kakak laki-laki kita, Ashley?" tanya Ashton membuat sang adik hanya mengangkat bahunya tidak tahu.


Ayah Robert tersenyum dan mendekati putra sulungnya itu dengan penuh kerinduan, "Peluk Ayah."


Calvin tersenyum haru melihat penantian Arthur selama 17 tahun. Berpisah, tidak di berikan kabar, dan hanya bisa mendengar suara dari ponsel orang lain, adalah hukuman terberat yang pernah Arthur rasakan selama ini. Arthur memeluk erat tubuh sang Ayah, begitu juga dengan Ayah Robert.

__ADS_1


"Aku merindukan, Ayah." cicit pria itu membuat Ayah Robert mengangguk dan tidak menjawab. Calvin mengalihkan pandangannya kepada dua remaja kembar yang diam di belakang sana.


"Hei, Upin Ipin!" panggil Calvin membuat Ashton dan Ashley menoleh. Tatapan kedua anak kembar itu menjadi malas karena melihat senyuman tipis dari Calvin.


"Ada apa, Paman?" tanya Ashley dengan ketus. Calvin mengerutkan keningnya dan terheran-heran dengan tingkah kedua anak kembar dari sang Tuannya.


"Panggil aku Kakak!" protes Calvin membuat Ashton langsung menjulurkan lidahnya. Calvin mendelik melihat tingkah Ashton yang sangat di luar nalar itu.


"Kau!"


"Ekhem!" suara dehaman dari Ayah Robert membuat Calvin mengurungkan niatnya untuk memberikan pukulan kecil pada kedua anak kembar di sana. Melihat Calvin kalang kabut, membuat Ashton dan Ashley tertawa kecil melihat raut wajah pria itu.


"Twist, come here!" Ashton dan Ashley mendekat, menatap Arthur yang juga menatap meraka berdua dengan sendu.


"Mereka?"


"Benar, Putra ku dengan Anggun. Twist, perkenalkan diri kalian kepada Kakak," kata Ayah Robert membuat Ashton dan Ashley saling menyenggol satu sama lain.


"Kau dulu, kau lebih tua!" bisik Ashley membuat Ashton mendelik tajam. Melirik ke arah Arthur yang tersenyum kepadanya dan hal itu membuat Ashton langsung gugup bukan main.


"Aku Ashton Argatura Lemos, dan ini Ashley Argantura Lemos."


"Dan kami Hana beda 5 menit saja!" sambung Ashley. Ashton langsung menyikuti perut Ashley dengan kesal. Ayah Robert tersenyum dan merangkul pundak Arthur dengan santai.


"Dia putra sulung ku, Arthur Graziano Lemos." Ayah Robert melirik Calvin yang hanya diam di belakang sana, "dan pria itu ..."


Ashton dan Ashley menoleh, Calvin ingin sekali mencabut kedua mata anak kembar tersebut lantaran kesal. "Aku Calvin Jeremy. Kalian harus memanggil ku dengan sebutan Kakak, bukan Paman!" Balas Calvin dengan senyuman tipis bercampur kesal.


"Aku lebih suka memanggil mu dengan sebutan Paman!" kata Ashton membuat Ayah Robert mengerutkan keningnya.


"Kenapa Paman?"

__ADS_1


"Karena wajahnya sudah tua, Ayah." ledek Ashley membuat hati Calvin begitu sakit. Pria itu mulai dramatis dengan memegangi dadanya.


"Kalian sungguh jahat kepada Kakak!"


__ADS_2