
"Tuan Zane," panggil Chelsea saat melihat Zane yang tengah berkemas di kamar tamu. Di rumah sederhana itu hanya ada 3 buah kamar, kamar Orang tua, si kembar dan kamar Chelsea. Chelsea memilih untuk tidur di kamar Adik kembarnya, sedangkan Zane tidur di kamar Chelsea, daripada harus tidur di ruang tamu dengan alas tikar.
"Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Zane dengan senyuman hangat. Chelsea sangat menyukai senyuman yang Zane berikan kepadanya.
Zane semakin tersenyum melihat Chelsea yang tampak sangat gugup, "Kemari lah, duduk di samping ku." pintanya membuat Chelsea langsung menurut tanpa pikir panjang. Chelsea hanya mengenakan pakaian sederhana, sangat sederhana hingga membuat Zane semakin menyukai sosok Chelsea.
"Tuan akan pulang hari ini juga?" tanya Chelsea dengan gugup yang terus melanda dirinya. Sebenarnya sudah sejak kemarin dirinya merasa cemas, karena Zane mengatakan akan kembali ke kota untuk mengurus pekerjaannya di sana. Chelsea tidak tahu tentang status Zane yang sebenarnya, karena Zane hanya mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang pesuruh dari sebuah perusahaan. Chelsea tidak banyak bertanya dan hanya diam saat itu.
Terlebih lagi pertemuan mendadak Chelsea dengan kedua sahabat Zane, Daniel dan Nicholas yang saat ini belum juga menampakkan batang hidungnya. Chelsea juga tidak mengetahui, bahwa Zane lah yang melarang kedua sahabatnya untuk datang berkunjung ke rumah sederhana, tempat dirinya singgah untuk sementara waktu. Zane tidak ingin kecantikan Chelsea di lihat oleh pria lain, selain dirinya. Katakan bahwa Zane sudah sangat tergila-gila dengan Chelsea, dan itu sangat benar.
"Iya, Bos sudah meminta ku untuk kembali ke kota, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di sana." jawab Zane dengan lugas. Hanya Ayah Robert yang mengetahui identitas aslinya, sedangkan yang lain tidak mengetahuinya.
Zane tidak ingin mereka semua mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Cukup dunia bisnis saja yang mengenal berapa kejamnya seorang Zane. Ayah Robert pun sama halnya, menyembunyikan bahwa dirinya adalah seorang pengusaha.
"Apa yang Tuan bicarakan dengan Ayah kemari?" tanya Chelsea dengan memberanikan diri untuk menatap manik mata Zane.
Zane menggenggam tangan Chelsea dan membalas tatapan wanita cantik itu, "Tentang hubungan kita. Ayah sudah memberikan restunya kepada ku,"
"Restu?"
Zane mengangguk, "Ayah meminta ku untuk segara menikah dengan mu, daripada Ayah harus melihat mu menikah dengan pria kasar seperti Reno. Apakah kau ingin membuat Ayah bahagia?"
Chelsea mengangguk tanpa pikir panjang. Selama ini, Chelsea belum bisa membuat Ayah Robert bahagia setelah meninggalnya Ibu kandung dan istri sah dari Robert. Tapi kali ini, Chelsea tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat Ayah Robert, walaupun harus dengan nyawanya sendiri.
"Kebahagiaan Ayah Robert berada pada keputusan mu, apakah kau bersedia menikah dengan ku atau tidak, semua ada di tangan mu. Tawaran ku masih berlaku, Amora."
Hening.
Menikah belum ada di pikirannya selama ini, berkenalan lebih dengan seorang pria saja Ayah Robert melarang, terlebih lagi Chelsea tidak pernah berpacaran sampai di usia 23 tahun. Tapi sekarang, Ayah Robert tanpa ragu memintanya untuk menerima tawaran dari Zane. Melihat Chelsea terdiam, Zane menghela napasnya.
"Aku tidak memaksa mu untuk menjawab sekarang, Amora. Aku akan kembali ke desa bila pekerjaan memanggil ku, dan entah kapan kita bisa bertemu kembali." kata Zane membuat Chelsea semakin takut. Takut akan kehilangan kesempatan emas untuk membuah Ayah Robert atau takut akan tidak kembalinya Zane ke desa Mentari. Chelsea tidak tahu.
"Tidak akan pernah ke kembali?" gumam Chelsea membuat Zane tersenyum dalam diam. Zane hanya menakuti Chelsea atas perintah dari Ayah Robert. Dan ternyata perintah ayah Robert tidak sia-sia, terlihat Chelsea mulai gelisah dan hal itu membuat Zane semakin senang.
__ADS_1
"Berbulan-bulan atau mungkin sampai-"
"Jangan di teruskan!" sela Chelsea dengan raut wajah kesal. Zane mengerjapkan matanya saat Chelsea menatapnya penuh akan keseriusan.
"Biarkan aku berbicara kali ini!" Zane langsung diam dengan tubuh tegang. Jarak antara tubuhnya dan Chelsea begitu dekat, membuat napas panas Zane menerpa leher Chelsea, dan hal itu membuat hasrat Zane kembali terpancing.
Sial! Jangan bangun sekarang! batin Zane berkecamuk.
"A ... apa?"
"Aku menerima tawaran menikah dari mu!"
...****************...
Daniel dan Nicholas saling berpandangan satu sama lain. Kedua pria itu terheran-heran bukan main saat melihat Zane yang terus tersenyum sejak tiba di rumah sewa.
"Kau baik-baik saja?" tanya Daniel memastikan. Pria itu bergidik ngeri dengan tingkah aneh sahabatnya itu. Nicholas hanya mengerutkan keningnya dan enggan untuk bertanya apapun. Zane menyandarkan tubuhnya dan semakin membayangkan tentang Chelsea.
Setelah berpamitan dengan Ayah Robert dan keluarganya, dan tentunya tak lupa untuk membayar selama tinggal di rumah mereka, walaupun Ayah Robert dan Chelsea sudah menolak, tetapi tidak dengan Ibu Anggun yang terus-menerus mendesak dan menangis uang kepada Zane sebagai balas budinya. Karena tingkah Ibu Anggun, membuat Ayah Robert dan Chelsea serta kedua Adik kembarnya hanya menghela napas melihatnya.
Nicholas dan Daniel membulatkan kedua matanya, apakah mereka tidak salah dengar? Nicholas bergegas mendekati dan menatap penuh keseriusan pada atasannya itu.
"Kenapa mendadak sekali? Pekerjaan sudah menumpuk di kota, Zane." kata Nicholas menginginkan. Zane menghela napas dan menatap kedua sahabatnya secara bergantian. Daniel merasa akan ada yang terjadi, setelah meneliti tatapan tak biasa dari Zane.
"Selama aku di sini, perusahaan aku serahkan kepada kalian berdua."
"WHAT!" pekik Daniel syok. Ternyata dugaannya tidak salah, pasti Zane dengan mudahnya memberikan tanggungjawab nya sendiri kepada kedua sahabatnya. Walaupun Nicholas adalah anak seorang pengusaha, bukan berarti Nicholas tidak mampu untuk mengambil alih. Beberapa tahun dulu, Nicholas bahkan bisa memimpin jabatan Zane untuk sementara waktu, saat pria itu sempat mengalami kecelakaan dan harus di rawat.
"Kau yakin? Apakah ada sesuatu yang tidak membuat mu puas?" tanya Nicholas dengan tatapan penuh curiga. Zane semakin tersenyum dan menunjuk ke arah hari manisnya dengan penuh misteri.
"Jari ini akan segera tersemat cincin,"
Daniel dan Nicholas semakin tidak mengerti dengan kode-kode yang di beritahu oleh pria itu. "Apa maksud mu?" tanya Daniel pada akhirnya. Pria itu semakin kesal dan gemas karena tingkah laku seorang Zane yang selalu seenaknya, tidak berubah sejak dulu hingga sekarang. Kata Mama Bellamy, Zane adalah duplikat dari Papa Owen, selalu seenaknya kepada siapapun.
__ADS_1
"Aku akan segara menikah dengan salah satu wanita pilihan ku!" beber Zane pada akhirnya membuat Daniel dan Nicholas tercengang bukan main.
"Menikah? Bukankah kau tidak memiliki kekasih?!"
Mendengar pernyataan Nicholas yang begitu menusuk hati, membuat senyuman seorang Zane langsung runyam seketika. Tidak ada senyuman lagi, hanya ada tatapan tajam dan datar seperti semula. Daniel menyenggol lengan Nicholas, membuat pria itu sontak menutup mulutnya.
"Aku akan segara menikah dengan salah satu wanita dari desa Mentari. Wanita yang berhasil menarik perhatian ku sepenuhnya." kata Zane dengan senyuman tipis, "kalian ingat dengan gadis beberapa hari yang lalu?"
Daniel terlihat tengah berpikir sejenak, "Wanita cantik bagaikan bidadari seperti nona Belanda itu?"
"Iya, wanita itu adalah wanita yang akan aku nikahi."
"Ka ... kau yakin? La ... lalu bagaimana dengan orang tua mu?" tanya Nicholas dengan masih menatap Zane penuh tanda tanya. Menurutnya tidak ada asap tanpa api.
"Aku akan memberitahukan lewat telepon. Untuk sementara waktu, kalian kembali lah, aku harus berjuang mendapatkan hati Amora," ujarnya dengan senyuman yang sangat jarang Daniel atau Nicholas lihat.
"Amora? Nama yang sangat indah," puji Daniel dengan Nicholas yang mengangguk setuju. Zane merasa senang dengan pujian dari kedua sahabatnya itu.
"Chelsea Amora Lemos, kalian harus ingat nama wanita pilihan ku itu!" tekan Zane dengan menatap serius pada kedua sahabatnya. Daniel mendekat dan menepuk pundak sang atasan dengan penuh haru.
"Aku tahu keluarga Lincoln tidak pernah memandang status orang yang akan menjadi bagian keluarga kalian, aku bangga kepada mu."
"Buktikan kepada Mama Bellamy, bila kau bisa menikah dengan wanita pilihan mu sendiri," sahut Nicholas yang ikut menepuk bahu sang atasan dengan penuh bangga.
Seulas senyuman terus terpatri di wajah tampan ketiga pria tersebut, membuat beberapa bodyguard yang berada di sana ikut merasa terharu. Itu artinya, Tuan Muda mereka akan segara menikah dengan wanita desa pilihannya. Daripada harus menikah dengan cara perjodohan tanpa cinta, lebih baik Zane menikah dengan wanita pilihannya yang langsung membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Aneh rasanya, tapi itu lah yang terjadi.
Zane akan membuat Chelsea jatuh cinta kepadanya sebelum atau sesudah mereka menikah nanti, dan akan mengajak wanita desa berwajah bidadari itu untuk tinggal di mansion megah miliknya.
"Mungkin setalah aku menolak, bisa saja salah satu dari kalian yang menjadi korban perjodohan dari Mama Bellamy." Kata Zane membuat Daniel dan Nicholas terkejut bukan main dan saling berpandangan.
"Maksud mu apa?"
"Kalian berdua sudah aku anggap sebagai Adik sekaligus bagian dari keluarga Lincoln, itu artinya kalian pasti akan di jodohkan oleh Mama Bellamy. Aku sangat yakin!" Senyum jahat mulai terlihat di kedua sudut bibir seorang Zane, untung saja dirinya bijaksana merangkai kata-kata untuk menolak walaupun harus mencari wanita pilihannya sendiri dalam waktu dekat.
__ADS_1
Daniel dan Nicholas semakin terkejut dengan penjelasan Zane. "NO! KAMI TIDAK INGIN DI JODOHKAN!" teriak kedua pria tersebut secara bersamaan. Zane rasanya ingin tertawa puas melihat reaksi wajah Daniel dan Nicholas yang menggelitik perutnya.