Wanita Sederhana Pilihan CEO

Wanita Sederhana Pilihan CEO
Konferensi Pers #1


__ADS_3

"Tentang kasus kecelakaan tunggal 17 tahun yang lalu, memang benar adanya. Kecelakaan tersebut membuat istri dan calon anak kami harus meregang nyawa, sedangkan untuk Putri ku sendiri, dia memang sudah menikah dengan Putra sulung keluarga Lincoln, Zane Abraham Lincoln." jawab Ayah Robert dengan menepuk pundak Zane yang sejak tadi hanya diam, dengan tatapan yang sangat tajam, aura kewibawaan pria itu tak luput dari kamera.


"Selama 17 tahun ini, saya dan putri saya menetap di sebuah desa terpencil, di saja saya menggunakan nama samaran untuk mempermudah semua akses, saya akhirnya menikah lagi dengan wanita bernama Anggun, Ibu kandung dari Kedua putra kembar ku." tambah Ayah Robert dengan melirik Ashton dan Ashley yang tampak tegang. Kedua anak remaja itu bahkan tak luput dari cahaya kamera yang sungguh menyilaukan mata.


Ayah Robert menarik napas panjangnya lagi, "Untuk kasus kecelakaan tunggal yang keluarga saya alami, itu murni ada unsur kesengajaan. Kenapa? Karena sebelum kejadian, mobil saya selalu melalui tahap pemeriksaan oleh sopir, lalu bagaimana bisa tiba-tiba saya mengalami kecelakaan tersebut? Semuanya sudah saya gali hingga lengkap, mobil saya di sabotase di bagian rem, hingga menyebabkan rem blong, bukan hanya itu, bahkan ada tiga oknum polisi yang di suap oleh seseorang, dan hingga saat ini tiga oknum tersebut masih berkeliaran tanpa menyelesaikan kasus kecelakaan, yang bahkan sampai detik ini saya masih menunggu hasil penyelidikan."


"Apakah saya harus mendiamkan orang-orang yang sudah membuat kasus kecelakaan ini berkeliaran? Tidak, saya akan menuntut mereka dengan kasus suap dan pembunuhan berencana. Karena kecelakaan tersebut pula, saya harus meninggalkan putra sulung saya di kota, untuk menyembuhkan trauma yang di alami oleh putri saya. Saya kembali ke kota, untuk menangkap semua orang yang bersangkutan dalam kasus kecelakaan tunggal itu," jelas Ayah Robert membuat kedua anak remaja tersebut menoleh. Tatapan kedua anak kembar itu tak luput dari lirikan mata Calvin dan Ayah Robert.


"Ayah," panggil mereka dengan suara pelan. Ayah Robert tersenyum dan mengangguk pelan.


"Tapi, Tuan, ada sebuah berita yang baru saja di rilis hari ini. Apakah wanita itu adalah istri kedua anda?" tanya salah satu wartawan wanita dengan menyodorkan mic kepada Ayah Robert kembali. Ashton menoleh terkejut, sedangkan Ashley memilih untuk memalingkan wajahnya, rasanya muak mendengar nama Ibunya kembali di sebut-sebut.


"Lalu bagaimana dengan pernikahan kedua Anda? Apakah Anda tidak mempublikasikannya?"


Arthur dan Zane hendak menjawab, tetapi Ayah Robert langsung menyela yang membuat mereka semua terkejut, "Berita itu benar dan saya tidak memiliki niat sedikitpun untuk membantu. Saya sudah menjatuhkan talak kepada Anggun-"


"TIDAK!" teriak seorang wanita membuat semua orang yang berada di dalam ruangan, langsung menoleh ke arah pintu. Ayah Robert menyunggingkan senyum miring, saat melihat sang mantan istri sudah berdiri di dalam ruangan yang sama dengannya.


Ibu Anggun mendekat dan langsung menatap Ayah Robert dengan penuh berapi-api, "HAPUS SEMUA BERITA ITU, ROBERT! KAU PENIPU!" hardik Ibu Anggun membuat Ayah Robert memiringkan kepalanya.


"Penipu? Bukankah kau sendiri yang menipu ku lebih dulu?" tanya Ayah Robert seraya mendekati sang mantan istri. Wajah pria itu sudah tak sedap untuk di pandang, membuat semua kamera langsung menyoroti kedua pasangan tersebut.


"Kau mengatakan, bahkan kau tidak tahu-menahu tentang kecelakaan yang menimpa ku. Lalu kenapa kau ketakutan, saat Chelsea membahas tentang Kimberly yang terbunuh? Aku tahu semuanya,"


DEG ....


Jantung Ibu Anggun rasanya ingin berhenti mendengar ucapan dari sang suami, "Apa yang kau ketahui?! Kau bahkan pria idiot yang tidak tahu apa-apa tentang kehidupan ku! Kau tidak memberi ku kehidupan yang layak seperti wanita lainnya!" bentak Ibu Anggun dengan menunjuk Ayah Robert penuh emosi.


"Aku mengetahui bahwa kau bersekongkol dengan Clara Adelin Lemos dalam sabotase itu, aku juga tahu kenapa kau ingin aku bertanggungjawab dengan kejadian kita itu, karena kau mengira bahwa aku pria kaya dan kau akan mendapatkan kekayaan ku? Memang benar aku pria kaya yang menyamar sebagai pria miskin yang tak memiliki harta apapun, bahkan tentang kasus hutang-piutang kepada orang tua Reno, itu murni rekayasa!" jawab Ayah Robert dengan panjang lebar. Tatapan pria itu begitu mengejek dengan menatap penampilan Anggun, terlebih lagi di bagian leher yang penuh dengan tanda merah.


"Sebaiknya kau pergi, sebelum aku menghancurkan mu!" usir Ayah Robert membuat Ibu Anggun terkekeh geli.

__ADS_1


"Kau mulai pandai bermain sandiwara, dan bodohnya aku percaya hingga saat ini, Robert. Tapi asal kau tahu, bahwa kita belum bercerai dan aku belum menandatangani surat cerai kita!" ucap Ibu Anggun dengan rasa percaya diri yang tinggi. Ayah Robert menaikkan alisnya dengan senyuman mengejek.


"Lalu apa mau mu?" tanya Ayah Robert memancing Ibu Anggun.


"Aku ingin meminta harta gono-gini, selama 17 tahun kau tidak menafkahi aku dengan layak, bahkan kau ingin mengambil kedua putra ku dari ku! Itu tidak adil, hiks ...."


Tangisan itu mulai terdengar. Ashton dan Ashley tertawa sinis melihat air mata palsu itu, "Kau terlalu bodoh untuk bermain sandiwara air mata," celetuk Ashley dengan sindiran pedas. Ibu Anggun menadah terkejut, dan menatap kedua putra nya.


"Nak, kenapa kalian berbicara tidak sopan seperti itu, kepada Ibu? Apakah Ayah kalian yang menghasut kalian berdua?" tanya Ibu Anggun dengan dramatis seraya menuding Ayah Robert.


"Ayah tidak mengatakan apapun, tapi itu memang keinginan kami. Kau bilang Ayah tidak menafkahi mu dengan layak selama ini? Lalu bagaimana dengan semua perhiasan yang sempat Ayah kami berikan kepada mu?" tanya Ashley dengan senyuman menghina. Arthur hanya menghela napas melihat tanggapan dari kedua adik kembarnya.


"Ayah tidak mengambil kami dari mu, tapi memang keinginan kami untuk bersama Ayah. Karena kami sadar, bahwa kau tidak menyayangi kami sedikitpun. Wanita seperti mu memang tidak perlu di berikan rasa hormat," tambah Ashton dengan acuh, bahkan langsung memalingkan wajahnya.


Ayah Robert menyunggingkan senyum, "kau dengar sendiri bukan? Harta gono-gini yang kau maksud, tidak bisa kau dapatkan dari ku, karena pernikahan kita adalah pernikahan siri. Aku sama sekali tidak pernah melegalkan pernikahan kita ini ke KUA,"


DEG .....


...****************...


"Kalian yakin ikut dengan Ayah?" tanya Ayah Robert kepada Ashton dan Ashley. Konferensi pers telah usai, Ibu Anggun juga sudah di amankan oleh pihak berwajib untuk di mintai keterangan. Bahkan pihak polisi sudah mencari dan membuka kembali kasus kecelakaan yang menimpa Ayah Robert 17 tahun yang lalu, semua itu berkat bantuan Tuan Arjun.


"Kami tidak tahu apa yang Ibu perbuat, hingga membuat Ayah begitu membencinya, kami juga tidak tahu apakah Ayah benar-benar menyayangi-"


"Hey, Upin Ipin." panggil Calvin membuat kedua anak kembar itu menoleh, "Jangan beranggapan bahwa kalian itu tidak di sayang, kalian adalah putra kandung dari Tuan Robert. Kami saja juga turut di sayangi, walaupun bukan keluarga kandung Tuan Robert." kata Calvin dengan merangkul Arthur yang hanya tersenyum tipis.


"Nak, walaupun Ibu kalian adalah kambing hitam dari kecelakaan Ayah dulu, lalu meniduri Ibu kalian, bukan berarti kalian hasil dari kalian kesalahan sepenuhnya, Ayah melakukan tanggungjawab sebagai seorang Ayah. Jangan berpikiran yang tidak-tidak, percaya kepada Ayah." jelas Ayah Robert membuat Ashley memeluk tubuh pria paruh baya tersebut.


"Tapi aku yakin, kalau Ibu tidak sepenuhnya bersalah, Ayah. Istilahnya seperti kambing hitam," tampik Ashley membuat Ashton langsung memberikan pukulan kecil di punggung sang Adik.


"Tapi Ayah sudah memiliki bukti. Dan, siapa itu Clara Adelin Lemos, Ayah?" tanya Ashton bingung. Ayah Robert menghela napas panjang.

__ADS_1


"Akan Ayah beritahu, tetapi tidak di sini. Ayo, kalian juga ikut!" ajak Ayah Robert kepada Calvin, Arthur, Tuan Arjun, Zane, dan Nicholas.


Mereka semua mengikuti langkah Ayah Robert ke sebuah kamar yang sudah Ia kunci selama puluhan tahun itu, hanya setiap Minggu sekali kamar tersebut di bersihkan oleh kepala pelayan, atau orang tua dari Tuan Arjun. Pengacara tampak di usia hampir memasuki kepala lima itu, terperangah melihat kamar yang sempat Ia masuki beberapa tahun lalu.


"Ternyata tidak ada yang berubah," celetuk Tuan Arjun membuat semuanya menoleh, termasuk Ayah Robert. Pria itu hanya tersenyum tipis dan menepuk pundak pria tersebut.


Kamar yang sebagian barang-barangnya di tutupi oleh kain putih, agar terhindar dari debu. Menghidupkan lampu kamar dan Ayah Robert langsung disambut dengan sebuah foto pajangan yang cukup besar. Foto pernikahannya dengan Kimberly, bahkan banyak frame foto yang tertata di samping pajangan tersebut, dari yang sedang hingga yang kecil. Arthur dan si kembar tentu saja menelisik kamar tersebut dengan seksama, kamar yang begitu damai dengan barang-barang seperti belum di sentuh oleh orang lain.


"Kamar ku dan mendiang istri ku, Kimberly Ryder." beber Ayah Robert membuat mereka semua terdiam. Ayah Robert menyingkirkan kain putih yang menutupi setengah dari pajangan foto lamanya, menyingkirkan debu dengan begitu lembut.


"Kau masih sangat cantik dan anggun, Sayang." gumam Ayah Robert dengan mengelus pajangan foto tersebut. Ashton dan Ashley menghela napas dan melirik ke arah Arthur yang tampak terdiam.


"Ayah," panggil Ashley dengan lirih. Ayah Robert menoleh dengan mata air yang sudah di pelupuk matanya.


"Saat itu Ayah hendak di jodohkan, tapi Ayah menolak dan menyeret wanita asing untuk berpura-pura menjadi pacar Ayah dulu. Ayah mengira bahwa tidak akan terjebak di permainan sendiri, tapi Ayah salah besar, Ayah jatuh cinta dengan Kimberly Ryder. Wanita sederhana yang merebut hati dan simpati Ayah sepenuhnya, hingga saat ini." jelas Ayah Robert dengan tersebut pilu.


"Clara Adelin Lemos, adalah Saudara angkat ku, artinya Adik bungsu ku dari Leonard Roberto Lemos. Kami hidup terpisah, lebih tepatnya Ayah memilih untuk menatap di negara ini, dan meninggalkan keluarga Lemos lainnya di Belanda."


"Kenapa Ayah memilih untuk menatap di negara ini? Bukan semata-mata karena perusahaan kan?" tanya Zane dengan alis mengerut. Mengingat bahwa Ayah Robert dan Chelsea sempat berdebat perkara negara kincir angin beberapa bulan yang lalu, untuk berbulan madu.


Ayah Robert mengalihkan tatapannya dan menatap nanar frame foto keluarga kecilnya, "Bukan. Aku memilih untuk menetap di negara ini, bukan karena keinginan ku, tapi karena permintaan keluarga agar Ayah dan mendiang istri ku bisa hidup tenang dari Clara." jawab Ayah Robert membuat Nicholas berdecak kesal.


"Jangan bilang Clara itu seperti Sonia! Mencintai saudaranya sendiri," tebak Nicholas membuat Ayah Robert terkekeh geli seraya mengangguk.


"Kau benar, sangat benar. Clara mencintai Ayah, walaupun hal wajar dan di perbolehkan karena Ayah dan Clara tidak memiliki hubungan darah. Clara di adopsi dari salah satu panti asuhan di Belanda, tapi wanita itu sangat tidak mencerminkan rasa terima kasih kepada keluarga Lemos, termasuk kepada Ayah dan Ibu ku." ungkap Ayah Robert membuat tatapan Nicholas begitu sangat tajam. Calvin merinding sendiri melihat tatapan pria yang Ia anggap aneh itu sejak awal bertemu.


Arthur terdiam kaku mendengar ucapan dari Ayah angkatnya. Bukankah itu sama saja seperti kisahnya? Arthur mencintai Chelsea, walaupun di perbolehkan karena mereka berdua tidak ada ikatan darah, bahkan Nicholas langsung melirik dengan sangat tajam ke arah Arthur.


"Terlepas dari bolehnya menikah dengan saudara tiri, karena mereka tidak termasuk mahramnya, pihak keluarga juga tidak akan mau menikahkan mereka. Bukankah begitu, Tuan Arthur?" tanya Nicholas membuat Arthur beruang menjadi super tegang dan sontak menoleh ke arah Nicholas yang tersenyum miring kepadanya.


"A ... apa?" tanyanya balik dengan tidak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2