
Dua bulan telah berlalu, pernikahan dari Zane dan Chelsea sudah memasuki bulan ketiga, di mana hubungan mereka berdua semakin serasi, romantis, dan tentunya tingkah Zane yang semakin hari semakin mesum menurut Chelsea.
Setelah hampir seminggu dus bulan yang lalu mereka melakukan honeymoon ke negara Eropa, kali ini meraka berdua di kejutkan karena mendapatkan tiket bukan madu untuk keduanya kalinya dari Ayah Robert.
"Ayah, pernikahan kami sudah 3 bulan," protes Chelsea dengan menatap dua buah tiket, bahkan pria paruh baya itu tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Arthur, memiliki sebuah pulau pribadi yang berada di negara tetangga.
"Apakah kau akan terus menunda memberikan Ayah mu ini cucu?" tanya Ayah Robert dengan mata mendelik tajam. Chelsea menghela napas dan melirik Zane yang sudah tersenyum penuh arti kepadanya.
"Zane bujuk Ayah,"
Zane menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban, "Lagipula yang di katakan oleh Ayah benar, kita tidak bisa menunda kehamilan, terlebih lagi progam hamil kita masih berjalan." jawab Zane dengan mengelus perut rata sang istri. Chelsea menepis tangan sang suami dan menatap sang Ayah memelas.
"Ayah, ini sangat jauh! Aku tidak mau!" Tolak Chelsea dengan menaruh dua buah tiket tersebut di meja kerja sang Ayah. Meraka saat ini berada di kantor pusat A.M Company milik Ayah Robert.
Para karyawan di buat terkejut dengan kedatangan sang Tuan Besar di dampingi oleh Calvin dan Arthur. Siapa yang tidak terkejut, Tuan Besar sekaligus CEO utama dari perubahan tersohor ketiga itu di nyatakan telah meninggal dunia 17 tahun yang lalu dengan bukti-bukti kuat, dan pada hari ini mereka di buat serangan jantung mendadak. Hawa dari Ayah Robert sudah tidak baik-baik saja, membuat para karyawan dan orang-orang yang mengenal siapa CEO mereka, di buat ketar-ketir bukan main.
Terlebih lagi saat kedatangan Zane yang mengundang tanya di benak para karyawan, mereka tahu siapa Zane, pengusaha tersohor kedua dengan kekayaan tiada habis, menggandeng wanita cantik dengan sangat mesra dan posesif. Mereka tidak tahu siapa wanita yang di gandeng mesra oleh Zane, tetapi hal itu sukses membuat karyawan wanita menjadi patah hati.
Zane sengaja belum mempublikasikan pernikahan mereka atas permintaan dari Chelsea, terlebih lagi keluarga Lincoln dan Ayah Robert mendukung keputusan dari Chelsea. Ayah Robert hanya ingin mereka berdua mengungkap pernikahan mereka yang masih belum tercium oleh awak media itu, pada konferensi pers yang sudah Ia rencana.
"Tapi kenapa? Bukankah kau sangat ingin pergi ke Belanda melihat kincir angin?" tanya Ayah Robert kebingungan dengan penolakan dari sang putri. Chelsea terdiam sejenak, Belanda adalah negara kelahiran dari sang Ayah, tapi tak sekalipun Ayah Robert mengajak dirinya pergi ke negara kincir angin tersebut.
"Kenapa Ayah tidak pernah mengajak ku ke Belanda saat Ibu masih ada?" bukannya menjawab, Chelsea malah bertanya. Kini giliran Ayah Robert yang di buat diam oleh pertanyaan sang putri.
"Bukankah negara kincir angin itu negara kelahiran Ayah? Kenapa Ayah tidak pernah membahas tentang keluarga Ayah di sana?" tanya kembali Chelsea dengan raut wajah menuntut jawaban. Zane memegang kedua pundak sang istri.
"Sayang," panggil Zane dengan suara begitu lembut. Pria itu memintanya untuk tidak membahas tentang keluarga Lemos lainnya, untuk sementara waktu. Tetapi Chelsea malah menoleh dengan raut wajah bingung.
"Apakah kau mengetahui sesuatu? Apa yang kalian sembunyikan dari ku?" tanya Chelsea membuat Zane langsung melirik ke arah Ayah Robert yang masih bungkam dan enggan untuk menjawab.
"Ayah, jawab aku!" desak Chelsea membuat Ayah Robert menadah pelan.
"Ayah tidak ingin membahas keluarga yang tidak tahu diri itu, terserah kepada mu ingin menerima tiket bulan madu ini atau tidak!"
DEG ....
__ADS_1
Nada yang begitu datar dan ketus dari Ayah Robert begitu menusuk Chelsea. Selama 17 tahun, dirinya tidak pernah mendengar nada ketus itu dari sang Ayah. Chelsea memalingkan wajahnya dan langsung berlalu dari harapan sang Ayah. Sedangkan Zane di buat kebingungan dengan situasi sekarang.
"Akhhh!" Chelsea memegangi kepalanya yang tiba-tiba sakit melanda. Ayah Robert menoleh cepat, Zane langsung mendekati sang istri.
"Amora, ada apa, Sayang?!" tanya Zane dengan cemas. Chelsea memegangi kepalanya yang sakit dan tangannya mulai bergetar.
"Sakit ... Zane," keluh Chelsea dengan meremas lengan Zane. Ayah Robert yang panik langsung menghubungi tenaga medis yang ada di kantornya.
"Istirahatkan Chelsea di kamar," titah Ayah Robert yang ikut merasa cemas dengan kondisi Chelsea yang tiba-tiba saja berubah. Zane menggendong tubuh sang istri dan masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di dalam ruang kerja Ayah Robert.
"Zane, pusing." keluh Chelsea kembali membuat Zane langsung bertindak cepat. Pria itu mendudukkan dirinya dan membawa Chelsea ke pelukannya, berharap-harap sakit yang Chelsea rasakan menghilang.
"Jangan memikirkan apapun, jangan." bisik Zane yang begitu membuat Chelsea tenang. Wanita itu masih meremas lengan Zane dan memejamkan matanya.
Apa yang terjadi sebenarnya? batin Zane yang khawatir dengan kondisi Chelsea akhir-akhir ini.
...****************...
"Sayang, jangan begitu!" tegur Zane membuat langkah kaki Chelsea langsung berhenti tepat di depan pintu mansion. Zane mendekat dan merangkul mesra pinggang ramping wanita itu.
"Zane! Aku tidak apa-apa!"
Tenaga medis utusan dari Ayah Robert hanya mengatakan bahwa Chelsea kelelahan berlebihan, hingga membuatnya kesakitan di bagian kepala, walaupun hanya dugaan sementara saja. Awalnya Zane atau Ayah Robert tidak percaya, dan berharap-harap lebih bahwa wanita bule itu tengah mengandung, tetapi Chelsea langsung menepis dan berusaha meyakinkan kedua pria beda generasi itu.
"Zane, percaya kepada ku, istri mu ini baik-baik saja. Kalaupun aku hamil, aku sudah merasakan gejalanya atau mungkin gejala simpatiknya!" jelas Chelsea dengan mengelus rahang pria itu. Zane menghela napas dan tersebut tipis.
"Itu artinya kita harus lebih rajin di ranjang, honey!" goda Zane dengan mencolek dahu sang istri. Chelsea memutar matanya malas dan melenggang masuk tanpa mengajak Zane yang tertawa di belakang sana.
"Zane," panggil seseorang membuat Zane langsung mengurungkan niatnya untuk menyusul sang istri. Pria itu langsung berubah menjadi datar dan tak tersentuh saya melihat Sonia yang datang.
"Ada apa kau kemari? Ingin berbuat gara-gara lagi?" tanya Zane dengan sarkas. Pria itu melihat penampilan Sonia yang begitu mencolok, dress ketat merah dengan high hells senada. Zane langsung memalingkan wajahnya, dan hal itu membuat kepercayaan diri Sonia melambung.
"Apakah sebegitu benci nya kau saat aku di mall yang sama dengan mu, hingga kau menahan ku di negara Eropa selama dua Minggu? Kenapa kau melakukan itu, Zane?" tanya Sonia dengan nada yang begitu terdengar menjengkelkan di telinga Zane.
"Teruslah berpura-pura bodoh, karena kebodohan mu membuat aku semakin tidak menyukai mu, Sonia." cemooh Zane dengan tatapan remeh. Sonia terdiam dan baru menyadari bahwa Chelsea tidak ada di sekitar mereka. Sonia menyunggingkan senyum dan langsung memeluk tubuh Zane dengan begitu erat, bahwa sengaja menempelkan ***** pada dada kekar sepupunya itu.
__ADS_1
"Zan, aku sungguh mencintaimu, aku-"
"YOU REALLY ARE CRAZY, SONIA!" HARDIK Zane yang langsung menghempaskan tubuh Sonia, tetapi seakan-akan sudah di masukin setan, wanita itu malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Tidak! Kau harus mendengarkan aku dulu, Zane!" tolak Sonia membuat Zane semakin meradang marah.
"LEPASKAN! KAU SEMAKIN BERBUAT RENDAHAN, SONIA!" hardik kembali pria itu membuat Sonia langsung mengeluarkan air matanya. Sonia menadah dan mencoba untuk merayu Zane agar luluh kepadanya.
25 tahun lamanya, Sonia mencoba untuk mendekati dan membuat Zane kecil hingga besar seperti sekarang agar luluh, tetapi perjuangannya tidak membuahkan hasil dan malah Chelsea yang bisa meluluhkan hati keras seorang Zane. Sonia tidak terima, pria yang sudah menjadi cinta pertamanya itu menikah dan menjadi milik wanita udik tidak berpendidikan seperti Chelsea.
Sonia belum mengetahui siapa Chelsea sebenarnya, hanya orang tua Zane, Zane, Daniel, dan Nicholas yang mengetahui tentang identitas Chelsea dari pihak keluarga Lincoln. Zane memang tidak menyukai Sonia dari segi manapun, walaupun mereka berdua saudara, tetap saja Zane merasa risih dengan sifat dan tingkah Sonia kepadanya.
"Zane, please listen to me! I love you, so much! Is there no room in your heart for me?" tanya Sonia membuat Zane semakin di buat marah. Zane menepis tangan Sonia dan menjauhkan tubuh mereka.
"Selain tidak tahu malu, ternyata kau juga tidak punya rasa tahu diri." ejek seseorang, Zane dan Sonia sontak menoleh ke arah pintu, yang di mana ternyata Chelsea sudah berdiri dengan tatapan datar.
"Sa ... sayang, ini tidak seperti yang kau-"
"Shut up!" Zane langsung membungkam mulutnya dan berharap bila Chelsea tidak salah paham lagi kepadanya. Chelsea melipat kedua tangannya dan mendekati Sonia yang menatapnya dengan remeh.
"Perempuan udik seperti mu, tidak pantas untuk mendapatkan Zane!" hina Sonia membuat Zane mengeram marah. Chelsea tersenyum tipis dan melirik Zane yang sudah menahan amarahnya di sana.
Ayah, maaf aku membongkar ini. batin Chelsea.
"Aku lebih baik dari mu, aku perempuan udik tapi aku tidak janda. I'm still a virgin! Bahkan Zane begitu menikmati tubuh ku, bukan sekali tapi berkali-kali." kata Chelsea membuat Zane terdiam, "sedangkan dirimu? Janda dan bermimpi untuk menjadi istri dan Zane mencintai mu, seperti kau mencintai suami ku? Do not expect!" lanjutnya.
Chelsea mendekati Zane dan tersenyum, "Apakah kau akan meninggalkan aku-"
CUP ....
Chelsea berbunga-bunga saat Zane bisa di ajak kerjasama, pria itu melummat bibir Chelsea dengan rakus, sedangkan Chelsea dengan senang hati melingkarkan tangannya di leher sang suami. Sonia mengepalkan kedua tangannya, saat dirinya ingin mempermalukan Chelsea, tapi malah dirinya yang di permalukan di depan Zane.
Zane melepaskan lummmatan bibirnya dan mengusap bibir Chelsea dengan lembut, "Mana mungkin aku meninggalkan istri tercinta ku ini demi wanita lain," sindir Zane membuat Sonia semakin di buat kesal setengah mati.
Chelsea melirik ke arah Sonia, "Ah, izinkan aku memperkenalkan nama lengkap ku, Chelsea Amora Lemos. Putri semata wayang dari Robert Lewandowski Lemos dan Kimberly Ryder, Kakakku bernama Arthur Graziano Lemos. Kau tahu kan siapa mereka?"
__ADS_1
DEG ....
Tidak mungkin, batin Sonia yang mulai ketar-ketir.